Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
58. Keputusan penting


__ADS_3

Slitherio menyarungkan pedangnya lagi ke sarungnya. Ia kemudian menatap Geisha dengan napas terengah-engah.


Melihat pintu penjara itu sudah hancur, Geisha melompat dan memeluk erat Slitherio.


“Jangan tinggalkan aku sendiri lagi...” Bisik Geisha sambil membenamkan kepalanya ke dada Slitherio yang tertutup Jirah.


Slitherio sekali lagi dihadapkan pada situasi seperti ini. Tidak ada pilihan lain selain dirinya memeluk balik Geisha.


“Baiklah.” Ujar Slitherio pelan.


Slitherio menoleh ke sekelilingnya, ia melihat kalau penjara bawah tanah itu terlihat kosong. Yang dikurung disana tadinya hanya Geisha seorang.


Momen itu hanya berlangsung singkat karena sebuah gangguan mengganggu momen itu.


Duar!


Suara ledakan menghancurkan penjara tersebut dan melubangi penjara itu. Beberapa orang menengok ke dalam.


“Eh?” salah satu dari orang-orang itu mengangkat alisnya. Ia adalah Naze.


“Kita sepertinya menganggu momen mereka, sebaiknya kita menunggu mereka di pintu masuk.” Ujar salah satu orang yang lain. Ia adalah Atra.


Whu, NightResha, dan FastStone menahan tawanya. Tidak ada yang mengira sang Flame King memiliki sisi seperti ini.


Kelimanya meninggalkan Slitherio yang masih dipeluk oleh Geisha. Slitherio menggeser tubuhnya perlahan, mencari tempat duduk.


“Geisha, kita cari tempat duduk. Kakiku pegal berdiri terus...” ujar Slitherio pelan.


Geisha menurut. Ia melepas pelukannya kemudian membiarkan Slitherio mencari tempat duduk. Setelah Slitherio duduk, Geisha kembali mendekat.


Ia kemudian duduk di sebelah Slitherio, “Apa kau mengkhawatirkan ku?”


“Ya...” jawab Slitherio singkat. Ia duduk disana selama beberapa menit kemudian bangun, berniat menemui kelima temannya.

__ADS_1


Geisha meraih tangan Slitherio kemudian mengikuti Slitherio berjalan keluar. 


Makin lama mereka berjalan, makin terlihat kebingungan di wajah Slitherio. Saat Geisha bertanya, Slitherio hanya menjawab, “Tempat ini sudah dihancurkan oleh kelima orang diluar, membuat tempat ini berbeda dengan peta di ingatanku.”


Mereka terus berkeliling, hingga akhirnya Slitherio menyatakan bahwa mereka sudah tersesat. Tak ada pilihan, selain Slitherio menghancurkan beberapa dinding bangunan itu dan mencari jalan keluar dengan cara memukul dinding itu hingga hancur.


Setelah dinding keempat dihancurkan, barulah mereka bisa melihat jalan keluar. Terlihat jauh di pintu masuk, sebuah api unggun dinyalakan. Api unggun itu dikelilingi oleh lima orang.


Slitherio berjalan mendekati kelimanya dan berkata, “Misi kita sudah selesai.”


Lima orang itu menoleh ke arah Slitherio dan mengangguk. Misi mereka berakhir saat hari sudah malam.


Bulan sudah hampir berada di atas kepala mereka saat Slitherio bertemu dengan teman-temannya. Slitherio sudah memikirkan hal ini sebelumnya, sekarang ia akan membicarakannya dengan teman-temannya.


“Apa kalian merasa lelah saat menghadapi semua ini?” pertanyaan Slitherio seolah menghentikan waktu.


Atra yang pertama menjawab, “Entah kenapa, aku sepemikiran denganmu...”


Selanjutnya ada Whu, “Meskipun aku terlihat antusias menyambut tantangan yang datang, sebenarnya aku juga lelah... Aku perlu istirahat sejenak.”


NightResha kemudian menjawab, “Aku tidak lelah, tetapi aku juga butuh istirahat. Untuk pertama kalinya, selama hidupku, baru kali inilah aku bisa merasakan yang disebut dengan petualangan. Inilah saat seluruh ideku dikeluarkan. Hal ini menyebabkan sebagian diriku ingin istirahat.”


FastStone berkata, “Aku masih ingin berpetualang lagi. Dunia ini masih luas bagiku.” Ia kemudian berhenti sejenak, “Tetapi kalian benar. Kita perlu istirahat. Istirahat untuk menghadapi tantangan di depan.”


Geisha mengangguk setelah semua orang sudah mengutarakan keputusannya.


Slitherio yang mendengar semua itu mengangguk pelan. Pendapat semua orang sama. Mereka semua perlu istirahat.


Setelah mendengar itu semua, Slitherio kemudian bertanya, “Apa ada beberapa diantara kalian yang ingin ikut denganku?”


Geisha mengangkat tangannya, diikuti Whu dan terakhir Naze. Atra menggeleng, sementara NightResha dan FastStone diam menyimak.


“Rasku sepertinya memiliki masalah dengan Rasmu, kau tau kan dari gurumu?” ujar Atra.

__ADS_1


Memang benar, ras Werewolf yang merupakan ras Atra memiliki masalah dengan ras Phoenix yang merupakan ras Slitherio. Ras Werewolf memerangi ras Phoenix dan menghabisi raja ras Phoenix. Tentu ras Phoenix mengingat kejadian ini dan tidak akan membiarkan seorang Werewolf menunjukkan batang hidungnya di wilayah kekuasaannya.


“Apa kalian akan memutuskan sambungan di Kota Berlino?” tanya Slitherio.


Naze, Whu, Geisha, FastStone, NightResha, dan Atra mengangkat tangannya. Artinya semua orang akan memutuskan sambungan bersama-sama di Berlino.


Mereka pergi meninggalkan Heaven Mansion yang sudah berupa reruntuhan. Sesekali, Slitherio menoleh ke belakang, melihat satu tempat yang telah dihancurkannya bersama teman-temannya.


Tempat itu takkan terlupakan, sebagai salah satu tempat yang dikenang masyarakat sebagai akibat jika bekerjasama dengan Hell Empire.


Nantinya, tempat itu akan dijadikan tempat rapat beberapa orang yang mencapai puncak kekuatannya. Merekalah yang disebut sebagai Dewa.


***


Ryan melepas V-Gearnya, ia melihat jam dan jam menunjukkan pukul 14.25. Hari masih siang dan matahari sudah merangkak berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Ryan meraih ponselnya yang sejak sehari lalu tidak pernah ia pakai lagi. Notifikasi dari beberapa aplikasi Chatnya memenuhi jendela notifikasi ponselnya.


Ada beberapa dari teman alumni SMAnya, SMPnya, dan juga dari Squadnya. Squadnya masih bertahan hingga selama ini karena beberapa dari anggotanya mengajukan permintaan untuk membuat Guild di Remaist Online.


Grup itu masih bertahan hingga hampir sepuluh tahun lamanya berkat kehebatan para anggotanya yang hanya berjumlah tujuh orang saja.


Ryan masuk Squad ini karena suatu undangan dari Rio. Ryan juga penasaran bagaimana rasanya masuk sebuah Squad, meskipun saat itu Squadnya tidaklah terkenal.


Tidak terkenal sampai Ryan bergabung di Squad itu. Ryan sering mengajak beberapa anggota Squad itu Mabar dan berhasil memenangkan banyak pertandingan, entah itu pertandingan biasa, Ranked, dan bahkan turnamen sederhana yang diadakan developer Physical And Magic.


Puncak kejayaan Squad tersebut saat seluruh anggota Squad N5S mendapat posisinya di permainan itu. Sebut saja SLITHERIO yang menjadi Top Global season itu, Zena yang menjadi Top Global Hero PanMan, ~~ZZY•• yang menjadi Top Global nomor sepuluh, LoghSeveria yang menjadi Top Global nomor dua, _ASVI_ yang menjadi Top Global Hero Veri, dan lainnya. Yang pasti, saat itu Squad mereka ditakuti di seluruh Indonesia.


Nama mereka semakin meningkat kala mereka mengikuti World Tournament Physical And Magic S3 di Jepang dan membawa pulang trofi kemenangan serta uang tunai. Perjalanan mereka di dunia Gaming membuat nama mereka dikenal di seluruh dunia.


Ryan tersenyum saat membaca pesan-pesan yang dikirimkan keenam temannya di Grup tersebut, tidak sedikit juga yang mengajak Mabar bersama lagi.


Ryan tersenyum juga saat melihat satu ajakan untuk berlibur bersama. Semenjak bermain Remaist Online, Ryan nyaris tidak pernah absen untuk terus tersambung di dunia itu.

__ADS_1


Tetapi, Ryan sudah memutuskan untuk berlibur di rumah saja, ia menuliskan pesan untuk orang itu untuk membatalkan permintaannya.


Don't forget your Like


__ADS_2