Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
208. 999 anak tangga


__ADS_3

“Apa kau sudah mempelajari teknik penggabungan?” Tanya Zein saat Slitherio memenuhi panggilannya. Slitherio mengangguk.


Karena ini permainan, ia bisa memakai berbagai skill hanya dengan mengucaokan nama skill itu. Tetapi ada juga beberapa skill yang memerlukan mantra untuk memakainya. Sebut saja Flame Seal dan skill yang baru saja dipelajari oleh Slitherio.


“Efek dari penggabungan ini adalah meningkatnya kekuatan kalian setelah melakukannya. Apa kalian siap?” Tanya Luna. Ia sudah mengajari Geisha tentang cara-cara mengendalikan elemen Es yang dimilikinya.


Dua orang yang ditanyai mengangguk tanda mereka siap. Mereka yakin kalau mereka tidak akan gagal di percobaan pertama ini karena ini adalah permainan.


Slitherio menggenggam tangan Geisha lalu berseru, “Combining Fire and Ice!” mantra ini diucaokan juga oleh Geisha.


Keduanya diselimuti oleh cahaya terang berwarna merah dan biru, lalu hawa panas dan dingin segera memenuhi rumah Zein yang dipakai sebagai tempat percobaan.


Dari cahaya terang itu, keluarlah sepasang sayap berwarna biru dan merah. Tak lama, wujud sebenarnya akhirnya muncul.


“Burung yang sebagian berwarna merah dan sebagian lagi biru? Indah sekali...” jujur saja, Zein dan Luna yang sudah sering melihat keajaiban alam bahkan tetap merasa terpana melihat wujud penggabungan Slitherio dan Geisha.


“Nah, kita namai burung ini dengan nama Fire Ice Phoenix!” rasa terpananya Luna membuatnya memikirkan nama burung yang sangat indah itu dan mengatakannya.


Burung itu sendiri mengepakkan sayapnya dengan kencang tanda ia suka dengan nama yang diberikan oleh Luna. Fire Ice Phoenix mengepakkan sayapnya sekali lagi dan terbang ke angkasa.


Penampakan burung berwarna merah dan biru itu segera menarik perhatian dewa dan orang yang tinggal di Gods Island, termasuk Sean, Atra, Naze, Li, FastStone, dan Clarey. Mereka kagum dengan burung itu.


“Burung apa itu? Indah sekali...”


“Itu pasti hasil penggabungan Slitherio dan Geisha...”


Ucapan orang-orang di bawah terdengar sampai ke langit. Slitherio yang mendengarnya hanya diam karena ia tidak bisa berbicara dalam mode seperti ini.


Skill ini membutuhkan kekuatan Spirit yang lumayan besar, yaitu sekitar 5 kekuatan Spirit. Skill semacam ini sebenarnya ada banyak di dunia, tetapi 'Combining Fire and Ice' jelas yang paling kuat diantara yang lainnya.


5 kekuatan Spirit ini digunakan untuk membentuk tubuh Fire Ice Phoenix dan sekitar 200 Mana untuk mempertahankan bentuk itu setiap 1 menit. 

__ADS_1


Slitherio dan Geisha memisahkan diri setelah hampir sepuluh menit bergabung seperti itu. Kekuatan Spirit mereka memang tidak terkuras, tetapi stamina yang terus dikuras.


Keduanya mengembangkan sayap masing-masing dan terbang mengelilingi Gods Island sambil bercerita santai. Bisa dibilang kalau hari ini adalah hari terakhir mereka mengelilingi Gods Island. Tidak tau apakah nanti mereka bisa kembali atau tidak.


***


Mereka diberi waktu istirahat selama satu minggu sebelum akhirnya menyelesaikan ujian terakhir sekaligus menerima gelar dewa mereka.


Mereka semua sudah amat bersemangat saat mendengar hal ini. Inilah hal yang mereka tunggu-tunggu sejak menginjakkan kaki mereka di Gods Island.


Dan sudah seminggu berlalu sejak Slitherio dan Geisha mencoba skill 'Combining Fire and Ice'. Jumlah kekuatan Spirit mereka sudah sebanyak 40 kekuatan Spirit dan level mereka masih level 500. Level mereka jelas yang tertinggal dari yang lainnya di Midvast, tetapi kapasitas Mana mereka jela yang tertinggi diantara yang lainnya.


Lokasi ujian terakhir adalah tempat dimana Slitherio dan Sean diinterogasi oleh Jay, yaitu Power Ladder. 


Tangga ini disebut-sebut telah berdiri sejak Era Penciptaan dan dibuat oleh Tuhan sebagai tangga ujian bagi siapapun yang ingin menjadi dewa.


Rata-rata, para dewa di Gods Island sudah mencapai anak tangga ke-800-920 dan kadang ada yang naik satu tingkat. 


Slitherio harus mendaki 900 anak tangga karena ia memiliki tanda ujian berbentuk segi sembilan, Sean, Atra, Li, Naze, Geisha,bFastStone dan Clarey harus mendaki 800 anak tangga, yang artinya mereka berada di jalur yang sama.


Sembilan dewa sudah menunggu di bawah anak tangga dan di atas sudah menunggu guru dari semua Twelve First Gods sekaligus sosok pertama yang memiliki kecerdasan tinggi diantara semua makhluk hidup, yaitu Sky Man.


Wujudnya sendiri belum diketahui oleh Slitherio dan yang lainnya, tetapi menurut buku 'Kisah para Dewa’ yang ditulis oleh Poison Goddess Vesta, wujudnya sendiri hanya berupa manusia biasa yang kekuatannya melebihi Dragon God Chao.


Slitherio dan teman-temannya berdiri di depan anak tangga itu, di belakang mereka berdiri sembilan dewa yang memancarkan aura kuat. Power Ladder bisa dibilang sepi, hanya ada Slitherio dan teman-temannya beserta sembilan dewa dan Sky Man.


“Ujiannya dimulai...” Zein mengangkat tangannya dan saat itu juga, Slitherio dan teman-temannya menembus sebuah segel yang menghalangi orang tanpa tanda ujian untuk masuk ke Power Ladder.


Mereka naik dengan santai, tanpa rasa ragu akan gagal karena mereka yakin kalau mereka tetap akan berhasil. Nasib Midvast dipertaruhkan di atas tangga ini.


Slitherio dan Sean bersama teman-temannya telah sepakat, kalau ujian terakhir ini akan berlangsung selama satu hari saja. 

__ADS_1


Mereka terus naik, sampai tanpa terasa mereka telah melewati anak tangga ke-100 dan terus naik tanpa halangan berarti.


“Bagaimana...?” mulut Luna tak berhenti terbuka, ujian ini terbilang sulit dan mereka saja bahkan baru bisa melewati anak tangga ke-200 saat sudah melewati satu bulan mencoba. Yang lainnya juga begitu.


“Hati-hati, di anak tangga ke-300, ada sebuah jebakan yang bisa dibilang cukup mengerikan...” ujar Jay. Ia ingat tentang seluruh jebakan yang ada di Power Ladder dan ia yakin kalau Slitherio dan teman-temannya bisa saja tidak bisa melewatinya.


Setengah jam kemudian, mulut Jay terbuka lebar, “Ini? Bagaimana bisa?!”


“Lupakan itu, di anak tangga ke-499, ada satu jebakan. Yaitu Naga Meraungkan Kehancuran...” ujar Zein. Ia tidak akan lupa dengan jebakan itu yang membuat 10 kekuatan Spiritnya menghilang begitu saja.


Satu jam kemudian, Zein terjatuh dan pingsan saat Slitherio dan teman-temannya melewati anak tangga ke-499 dengan sedikit kemudahan.


“Zein, bangun...” Monte menepuk pipi Zein dan mencoba membuatnya sadar lagi.


“Di anak tangga ke-650, ada jebakan berupa Roh Batu Giok Setan yang pernah menelan 17 kekuatan Spiritku dengan mudahnya...” ujar Tany sambil menatap ke arah tangga.


Dua jam kemudian, Tany akhirnya jatuh berlutut di sebelah Jay sambil bergumam, “Tidak masuk akal...” kemudian ia menghembuskan napas panjang.


“Kenapa bisa semudah ini?” Suara Slitherio terdengar sampai bawah. Li juga sempat mengatakan hal itu sebelumnya.


“Mereka harus hati-hati, di anak tangga ke-799, ada jebakan berupa Aura Sembilan Dunia yang pernah membuatku kehilangan kesadaran dan 30 kekuatan Spirit...” Vesta menunjuk ke tangga yang tinggi.


Setengah jam kemudian, Vesta jatuh pingsan dan Kina terpaksa menepuk pipi Vesta dengan keras agar ia bisa sadar lagi.


“Curang!” seru Vesta ketika ia sadar. Zein yang sudah sadar hanya menggelengkan kepalanya.


“Di anak tangga ke-800, mereka akan kesulitan lagi karena disana ada Roh Naga Laut yang pernah membuatku terpental ke hutan...” Kina bergetar. Ia sungguh tak bisa melupakan sensasi itu.


Satu detik kemudian, Kina akhirnya tersadar kalau saat itu ia masihlah lemah sehingga ia bisa terpental ke hutan.


“Mereka kuat, kuakui itu...” Kina menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum tipis.

__ADS_1


Tanpa mereka ketahui, semua jebakan yang mereka bicarakan telah membuat Slitherio dan teman-temannya merasa tertekan.


__ADS_2