Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
110. Tiga puluh hari


__ADS_3

Leone tersenyum lebar, begitu juga dengan Sueta dan Visidha. Dalam rencana Leone, Visidha akan memimpin pasukan besar Hell Knight yang akan menyerang Sky Empire untuk mendapatkan benda yang disebut dengan Heaven Dragon Core.


Core ini digunakan untuk membuat sebuah tubuh bagi seorang dewa pujaan para penduduk Hell Empire, Death God Benorio.


Leone berencana memanggil kembali Benario God untuk kembali ke dunia untuk menghancurkan siapapun yang berani menentang Hell Empire.


Kekuatan Benario God di antara Twelve First Gods berada di nomor lima terkuat di bawah Life God Gunzen.


Leone tersenyum lebar, makin lebar saat membayangkan dirinya akan menjadi penguasa terbesar di Midvast, ia lalu tertawa keras saat semakin membayangkan dirinya yang duduk di atas kursi dan disembah oleh banyak orang.


“Kita akan menyerbu Sky Empire 29 hari lagi...” Leone tersenyum lebar lalu menatap Visidha, “Pastikan kau, Wagata, Zen, Fadexion, dan Fisvion tidak gagal lagi...”


Vjsidha memberi hormatnya lalu berkata, “Aku pastikan hal itu...”


***


Bulan Maret tanggal 1, 30 hari setelah Slitherio dan teman-teman menemukan desa Havesta...


Guild Sevens akhirnya dikenal banyak orang karena keunikannya, yaitu hanya beranggotakan sebelas orang dan memiliki ketua Guild Top Global nomor satu dengan empat wakil ketua yang mendapat posisi di daftar Top Global.


Desa Havesta akhirnya selesai dan berevolusi menjadi 'City'. Slitherio mengubah nama Havesta menjadi Hostix berdasarkan saran dari Chizui.


Nama Guild Sevens awalnya dikenal banyak orang setelah salah satu pemain yang kebetulan lewat di depan desa Havesta singgah ke desa itu dan menemukan kalau desa itu memiliki penampilan layaknya kota pada umumnya. Pemain itu bernama FastStone.


FastStone berteman dengan Naze dan ia mendapat informasi keberadaan Naze dari pelacakan lokasi yang dilakukannya pada Naze.


FastStone mengetahui bahwa Guild Sevens mendirikan desa Havesta dengan tujuan untuk menjadikan desa itu sebagai markas utama Guild Sevens.


Karena merasa bahwa dirinya tidak akan sanggup bertahan lagi jika menjadi Solo Player, FastStone akhirnya memutuskan memasuki Guild Sevens dan menjadi anggota kedua belas yang mendapat posisi di daftar Top Global.

__ADS_1


FastStone menyebarkan informasi tentang keberadaan desa Hostix di forum dan banyak yang tidak mempercayai informasi itu.


Seluruh anggota Guild Sevens akhirnya memiliki level 230 setelah berburu selama sebulan bersama dengan Slitherio dan FastStone yang menjadi penyerang terkuat mereka bersama dengan Atra dan Whu.


Desa Hostix juga sudah selesai dengan jumlah penduduk sebesar 9.747 dengan jumlah pasukan sebesar 700 prang prajurit dari Dark Elf, Dark Dwarf, dan Moon Elf. 


Pasukan Kota Hostix diberi julukan Guard of Hostix dan dipimpin oleh Enam Pilar Naga sebagai petinggi pasukan tersebut. Enam Pilar Naga dijadikan petinggi Guard of Hostix karena level keenamnya bisa dibilang diatas Slitherio sekalipun. 


Membicarakan tentang penduduk desa Hostix, Asheuin tidak lagi mendapatkan penduduk baru disebabkan karena Slitherio memintanya. Slitherio merasa penduduk Kota Hostix bahkan menyetarai jumlah penduduk Kota Rough sekalipun meski Atra mengatakan bahwa jumlah ini menyetarai jumlah penduduk BloodThirsty Kingdom.


Karena mereka tidak tahu bahaya apa yang akan terjadi di masa depan nanti, Slitherio, Atra, Riana, LoghSeveria, dan Whu memutuskan untuk membuat sebuah perpustakaan dan berisi buku yang didapat selama mereka berpetualang di Midvast yang bisa dibilang sangat singkat.


Buku skill milik Atra, Whu, Slitherio, Riana, dan seluruh anggota Guild Sevens diletakkan di perpustakaan Kota Hostix. Buku skill milik Enam Pilar Naga juga diletakkan disana untuk melengkapi isi dari perpustakaan itu.


Para anggota Guild Sevens disuruh oleh Slitherio untuk mempelajari skill Wind Step dan menguasainya sampai tingkat puncak Intermediate.


Hari ini, tepat satu bulan setelah Kota Hostix mulai dibangun kembali, seluruh anggota Guild Sevens melesat menuju Sky Empire dimana tempat Event War Guild dilaksanakan.


Guild Profesional semuanya tidak mengikuti event ini karena mereka sendiri tidak terlalu menginginkan hadiah utama event ini, yaitu uang sebesar 1 Diamond atau setara dengan Rp 10.000.000.000,00.


Saat ini, Guild Sevens termasuk dalam jajaran pertama Guild One-Star dan akan bersiap naik ke Guild Profesional.


Event sendiri akan diadakan di Syacth Stadium dan akan dihadiri oleh Serioza, Zaburo, dan Trestio langsung. Mereka bertiga membuat aliansi untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman di masa depan.


Selama tiga hari perjalanan, Guild Sevens nyaris tidak pernah beristirahat, karena event akan dimulai tanggal 5 Maret dan akan dimulai dua hari lagi.


Mereka akan berencana beristirahat di Syacth saja dibanding di hutan karena akan memperlambat waktu saja, ujar Slitherio saat ditanyai.


Saat mereka sampai di Syacth, mereka disambut oleh pemandangan ibukota yang ramai. Keramaian ini disebabkan oleh banyaknya pemain yang datang ke Syacht sekedar untuk menonton atau ikut berpartisipasi di dalam event.

__ADS_1


Penginapan di Syacth bahkan hampir terisi penuh semuanya, memaksa Guild Sevens menyewa satu penginapan lusuh untuk ditempati sementara waktu.


Dua hari sebelum event, Guild Sevens mengadakan diskusi untuk menentukan siapa yang akan maju pada pertandingan pertama.


“Di dalam peraturan tidak diperbolehkan untuk menggunakan item apapun yang dapat memulihkan HP maupun Mana. Equip seperti Armor pengecualian.” Slitherio yang mendapat kertas peraturan dari panitia membacakan isinya saat melakukan diskusi sebelum pertandingan.


Atra mengangkat tangannya, “Apa skill termasuk pengecualian?”


“Tentu saja pengecualian...” Whu menggaruk kepalanya, ia sendiri masih tidak terlalu percaya diri dengan kemampuannya yang akan diperlihatkan nanti pada pertandingan.


“Pertandingan akan dianggap selesai jika seluruh anggota menyerah, setengah dari anggota keluar dari arena, 2 anggota mati, dan seluruh anggota lawan mati.” Slitherio melambatkan bicaranya saat membaca syarat kemenangan suatu Guild terhadap guild lainnya.


“Disini hanya akan mempertandingkan GvG atau Guild Vs Guild. Satu guild akan diwakili oleh 7 pemain dan dapat diganti setiap pertandingan.” Slitherio melanjutkan.


“Apa tidak ada duel 1v1?” tanya Whu.


“Tidak ada...” jawab Slitherio.


“Event War Guild mana ada yang namanya 1v1, bodoh!” Riana memukul kepala Whu keras, sampai HP Whu berkurang 1%.


“Baik, ada pertanyaan?” tanya Slitherio setelah selesai membacakan peraturan dalam event War Guild ini.


“Pertanyaan pertama, siapa disini yang akan menjadi Support? Di guild kita tidak ada satu Support sekalipun...” Lynx mengangkat tangannya.


“Ada aku...” Li mengangkat tangannya. Ia sendiri dijadikan Support oleh Slitherio karena kemampuan serangnya yang terbilang kecil sekali.


“Maksudku adalah Support yang mampu membantu kita memulihkan HP maupun Mana? Siapa?” tanya Lynx sekali lagi. Clarey dan June mengangguk tanda menyetujui pertanyaan Lynx.


“Aku bisa memulihkan HP, tetapi urusan Mana, aku tidak bisa...” Slitherio menggaruk kepalanya, sejujurnya ia sendiri menyesal tidak mencari satu anggota yang dapat menjadi Support mereka.

__ADS_1


“Ada aku yang dapat memulihkan sedikit Mana...” Renne menggenggam tongkatnya dengan erat.


__ADS_2