
Slitherio melompat keluar dan menghampiri para anggotanya sambil menghabisi Lavenia Knight yang tersisa.
Seratus Hell Knight yang tadi dimaksud Duke Lavenia adalah sekumpulan orang-orang yang menyamar menjadi pelayan dan melindungi Duke Lavenia secara diam-diam.
Seratus Hell Knight itu sekarang sedang menghadapi kekuatan 10 Top Global Remaist Online dan kekuatan Enam Pilar Naga.
Seratus Hell Knight itu memiliki kekuatan yang besar, ditambah dengan jirah yang mereka pakai membuat siapapun yang menghadapi mereka menjadi kesulitan.
Tetapi berbeda dengan para anggota Guild Sevens. Para anggota Guild Sevens yang kebanyakan adalah Top Global memiliki kekuatan yang bahkan melebihi kekuatan seratus Hell Knight tersebut.
10 orang yang masuk daftar Top Global menghadapi seratus Hell Knight itu dan sisanya menghadapi Lavenia Knight yang semakin berkurang.
Para pelayan sendiri dibiarkan kabur oleh mereka karena para pelayan tidak memiliki kemampuan untuk membela diri mereka sendiri.
Lain ceritanya jika Lavenia Knight yang berniat kabur. Para Lavenia Knight akan dihabisi oleh lima anggota guild yang lain dengan cepat atau mereka akan membalaskan dendam pada Guild Sevens.
Pria yang tadi Slitherio habisi adalah jendral Lavenia Knight. Ada dua jendral yang tersisa, tetapi mereka tidak dapat ditemukan di seluruh penjuru Void Hill.
“Kenapa kalian menerobos masuk?” tanya Slitherio ketika sudah berada di dekat anggota Guildnya. Ia bertanya pada Zynga.
“Mau bagaimana lagi, ini berdasarkan pengalaman Whu dan Atra ketika bersamamu...” jawab Zynga dengan cepat. Dirinya tidak memiliki waktu untuk berbicara dengan Slitherio dalam waktu yang lama.
“Flame Warmage Technique: Stream of Fire!” Slitherio mengangkat tangannya yang diselimuti api berwarna merah dan menyentuhkannya ke tanah.
Sulur-sulur api merambat di atas tanah dengan cepat dan mengikat seluruh kaki para Lavenia Knight yang tersisa. Para Hell Knight tidak luput dari skill Stream of Fire milik Slitherio.
15 anggota Guild Sevens langsung bergerak cepat menghabisi seluruh pasukan yang melindungi Void Hill, termasuk para Hell Knight yang datang.
Slitherio menarik kembali tangannya setelah kurang dari lima menit berlalu sejak ia menggunakan skill itu.
Mana Slitherio terkuras hingga hampir habis disebabkan oleh penggunaan skill yang boros mana seperti ini.
Slitherio mengambil satu Potion kemudian meminumnya. Ia kemudian melesat menuju sisa-sisa pasukan Lavenia Knight yang masih belum dihabisi oleh anggotanya.
Whu dan Atra yang melihat Slitherio melesat maju segera memanggil mundur seluruh anggota Guild Sevens lalu memperhatikan Slitherio yang berdiri sambil memegang pedangnya.
__ADS_1
“Saat inilah kita dapat melihat kekuatan Slitherio yang jarang orang lain lihat...” Whu berkata sambil menunjuk Slitherio. Ia kemudian tersenyum lebar.
Yang tidak pernah melihat Slitherio bertarung hanya Clarey, Renne, June, dan Zynga. Mereka hanya diam dan melihat Slitherio.
“Flame Sword Technique: Stream of Fire!” Slitherio memutar pedangnya dan menancapkan pedangnya ke tanah. Gelombang api yang dahsyat segera lepas ketika Slitherio selesai mengucapkan skill yang akan dipakainya.
Skill ini menggunakan banyak Mana, tetapi mana Slitherio yang sebelumnya hampir habis kini mulai kembali terisi kembali berkat Phoenix Set yang selalu dipakainya kini. Slitherio menyarungkan pedangnya kemudian menyatukan kedua tangannya.
“Flame Warmage Technique: Twin Phoenix Claws!” tangan Slitherio berubah menjadi cakar yang menyerupai bentuk kaki Phoenix.
“Flame Warmage Technique: Dance of Phoenix Claw!” Slitherio memainkan cakarnya sebentar sebelum menyerang dengan kedua cakar di tangannya.
Serangan Slitherio lebih menyerupai tarian dibandingkan serangan. Itu disebabkan karena pencipta Skill Series ini yang juga adalah Flame God membuatnya agar terlihat seperti tarian.
Tujuannya untuk memperindah serangan, begitulah ucapan Flame God ketika ditanyai oleh Highest General pertama Phoenix Gold Kingdom.
Selain memperindah serangan, juga bertujuan untuk mengecoh lawan. Buktinya, para pasukan Lavenia Knight kewalahan saat menghadapi seluruh serangan Slitherio.
“Apa-apaan dia?”
“Hebat sekali...”
Clarey, Renne, June, dan Zynga terpukau saat melihat aksi Slitherio yang terlihat membantai pasukan Lavenia Knight.
Slitherio menghilangkan cakarnya ketika seluruh Lavenia Knight berhasil dihabisinya. Void Hill kini penuh dengan barang-barang yang dijatuhkan para Lavenia Knight dan Hell Knight.
Slitherio tersenyum tipis kemudian berlutut. Staminanya sudah berkurang karena mereka bertarung selama hampir dua jam. Angka yang berbeda tetapi dengan porsi yang berbeda juga.
Waktu saat pertarungan malam ini berbeda dengan waktu saat di perbatasan. Bisa dibilang perang di perbatasan adalah perang terlama yang pernah diikuti oleh Slitherio.
Stamina seorang pemain ditentukan dari situasi di dunia nyata. Jika si pemain sakit, maka stamina di dalam permainan akan berkurang drastis.
Saat ini, Slitherio yang hampir tidak pernah absen tersambung Remaist Online sudah memiliki tubuh yang lemah. Ya, lemah.
Meski Slitherio selalu menyempatkan diri untuk beristirahat, waktu istirahatnya lebih sedikit dibanding waktu saat tersambung.
__ADS_1
“Slitherio!” Whu, Atra, LoghSeveria, Geisha, dan Li segera berlari menghampiri Slitherio dan membantunya berdiri.
“Kalian... Ambil semua Equip ini. Kita akan menjualnya...” ucap Slitherio kemudian memisahkan diri mencari tempat duduk.
Void Hill bisa dibilang sedikit kacau disebabkan karena Skill yang mereka pakai saat bertarung hampir menghancurkan beberapa bangunan disana.
Geisha yang melihat Slitherio segera mengikutinya. Yang lainnya memilih melaksanakan perintah Slitherio dan memungut seluruh Equip yang berserakan disana.
“Kenapa?” tanya Geisha setelah mereka berdua menemukan tempat duduk.
“Apa kita memiliki tempat untuk pulang?” itulah hal yang selalu mengganjal pikiran Slitherio. Selalu, bahkan ketika tertidur di dunia nyata sekalipun ia masih memikirkan hal itu.
“Tempat untuk pulang?” tanya Geisha kebingungan.
“Kkta tidak pernah menetap di satu tempat, tetapi selalu berpindah-pindah.” Slitherio memulai penjelasannya.
“Selama ini aku selalu berpikir untuk menjadi kuat untuk melindungi siapapun yang aku inginkan. Tetapi aku tidak pernah memiliki satu tempat untukku pulang ketika sedang lelah menghadapi dunia.”
Geisha terperanjat saat mendengar hal itu. Ia juga selalu berpikiran hal yang sama sejak dulu.
“Dan, setelah Guild Sevens terbentuk, aku pun semakin memikirkan tentang hal itu. Dimanakah kita akan meletakkan markas utama Guild Sevens?” Slitherio melepaskan napas berat.
“Kurasa di Midvast Utara ada satu desa yang hancur. Kau bisa menggunakannya untuk tempatmu nanti pulang bersama seluruh rekanmu yang ada disini.” Suara yang terdengar sepuh terdengar di belakang Slitherio. Slitherio seperti mengenal suara itu, tetapi lupa pernah mendengarnya dimana.
Slitherio berbalik dan menemukan wajah yang ia lihat lima bulan sebelumnya, ketika ia mengembalikan Magic Cube kembali ke tempatnya semula.
“Senior FolkChase!” Slitherio memberi hormatnya.
“Aduh, tidak usah seperti itu. Kita adalah sesama, jadi tidak perlu sampai seperti bukan?” FolkChase mengayunkan tangannya, meminta Slitherio menghentikan sikapnya itu.
“Senior, bagaimana kabar anda sekarang?” Atra dan Whu yang sudah selesai memungut Equip, menghampiri Slitherio dan menemukan wajah yang tidak asing sedang berdiri dihadapan Slitherio.
“Aku baik-baik saja, jika aku tidak salah lihat, ada satu makhluk yang memiliki kekuatan seperti diriku, apa itu benar?” FolkChase mengatakan hal yang membuatnya datang kesana.
"Apa kalian ingat dengan Hell Dragon Visidha?"
__ADS_1