Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
50. Bangkitnya Enam Pendekar Naga Hijau


__ADS_3

Di luar Kota Berlino...


Slitherio dan Geisha sudah sampai di luar kota saat matahari sudah berada di atas kepala mereka. 


Slitherio melihat ke sekelilingnya sebelum ia mengeluarkan cincin roh Asheuin dan Sen. Setelah mengeluarkannya, ia langsung mengenakannya dan berseru, “Bangkitlah, Asheuin dan Sen!”


Kedua cincin itu mengeluarkan asap berwarna hijau sebelum asap itu berubah menjadi dua wujud makhluk yang bisa dikatakan sedikit menyedihkan.


“Kau siapa?”


“Kau siapa?”


Kedua makhluk itu hanya berbentuk rangka manusia, tetapi tulang-tulang itu berwarna perak. Kedua makhluk itu saling menunjuk ke sesamanya.


“Kau yakin keduanya adalah ksatria legendaris yang berani mencuri Magic Cube di Sky Empire?” tanya Geisha sambil menggaruk kepalanya, “Keduanya berbeda dengan yang kuharapkan...” 


Slitherio ikut menggaruk kepalanya, “Seharusnya begitu...”


“Aku Asheuin, kau siapa?” seru salah satu makhluk rangka itu.


“Kau Asheuin? Aku meragukannya!” makhluk yang lain menunjuk makhluk yang mengaku sebagai Asheuin.


Slitherio mengerutkan dahinya, “Makhluk apa ini?”


“Setauku, makhluk ini bernama Skull. Skull in biasanya hidup di tempat-tempat yang ditinggalkan. Yang ini sedikit asing bagiku, tetapi intinya makhluk ini pasti memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibanding saat kita berada pada level yang sama.” Geisha menjelaskan sambil mengangkat alisnya.


“Jika kau Asheuin, kau pasti tau aku siapa?!” dua makhluk baru yang tadi dimunculkan Slitherio masih ribut.


“Bagaimana aku tau kau siapa jika kau hanya berbentuk rangka berwarna perak!” seru makhluk yang mengaku sebagai Asheuin.


“Aku rangka? Kau juga!” makhluk yang satunya menunjuk makhluk yang mengaku sebagai Asheuin. Ia kemudian mengangkat tangannya.


“Ini? Tanganku kenapa menjadi tulang saja?!” Makhluk yang satunya berseru.


“Kau Asheuin dan kau adalah Sen, setauku...” Slitherio menunjuk masing-masing makhluk itu yang membuat kedua makhluk itu terkejut.


“Kalian menjadi seperti ini karena sebelumnya kalian yang sudah meninggal aku bangkitkan lagi...” Slitherio meletakkan tangannya di pinggangnya.


Keduanya terdiam. Mereka saling tatap sebelum pergi ke dua pohon yang berbeda tempatnya sambil menunduk.


Slitherio membiarkan keduanya. Slitherio penasaran dengan status keduanya dan ia memilih mencari status keduanya.


“Status.”


[Slitherio –>


Asheuin–>


Sen –>]

__ADS_1


“Tiga?” Slitherio kebingungan saat melihat Status miliknya yang terbagi menjadi tiga. Ia lebih penasaran dengan Status kedua rekan barunya sehingga ia memilih Asheuin terlebih dahulu.


Asheuin/Undead/Swordman/Level 1


STR (10) VIT (15) INT (9) DEX (10)


HP : 500


Slitherio terdiam saat melihat status Asheuin yang melebihi dirinya saat berlevel sama dengannya. Ia kemudian mencoba melihat status Sen selanjutnya.


Sen/Undead/Warmage/Level 1


STR (10) VIT (15) INT (15) DEX (10)


HP : 450


Sekali lagi Slitherio terdiam saat melihat status Sen yang kurang lebih sama dengan Asheuin. Pembedanya hanya pada poin INT yang dimana Sen memiliki poin INT yang lebih besar dibanding milik Asheuin.


Slitherio menoleh ke arah Sen dan Asheuin yang sekarang sudah duduk manis di hadapannya. Nampaknya mereka sudah menerima kondisi mereka saat ini.


“Tenang saja, aku akan membantu kalian mencapai kekuatan kalian sebelumnya, bukan tidak mungkin kekuatan kalian nantinya dapat melebihi kekuatan kalian yang sebelumnya.” Ujar Slitherio sambil mencari sesuatu di Inventorynya.


“Baik tuan.” Sahut keduanya bersamaan.


Slitherio mengeluarkan pedang pendek yang berwarna hitam dan memberikannya pada Asheuin, “Untuk sementara kau akan memakai pedang ini dulu.”


Sen tidak mendapat apapun selain disuruh memakai kepalan tangannya saja.


Sen hanya mengangguk dan mengikuti permintaan tuannya. Slitherio mengajak keduanya berburu di tepi hutan karena disana Monsternya memiliki level rendah dan dapat dihadapi oleh pemula.


Slitherio dan Geisha memilih menunggu keduanya berburu. Kecepatan naik level keduanya dikatakan lumayan cepat, hingga akhirnya kecepatan naik levelnya mulai melambat saat Asheuin dan Sen mencapai level 30.


Hari sudah mulai menuju ke barat saat Asheuin dan Sen selesai berburu. Slitherio mengajak mereka untuk kembali ke kota.


“Sebelum itu, aku ingin memberikan sesuatu pada kalian.” Slitherio memberikan dua jubah bertudung berwarna hitam. Tadi Slitherio memintanya dengan Geisha karena dia sendiri hanya memiliki Equip yang tidak cocok dipakai Asheuin dan Sen.


Keduanya memakainya dan dari luar tidak terlihat keduanya seperti Undead ataupun Skull. Setelah keduanya memakai pakaian yang tadi diberikan Slitherio, mereka kembali menuju kota Berlino.


Sambil berjalan, Slitherio menulis pesan pada Atra dan Whu untuk ikut membangkitkan empat Pendekar Naga Hijau lainnya.


Slitherio tersenyum saat selesai menulis pesan tersebut. Geisha yang melihat itu menanyai Slitherio, “Kau kenapa tersenyum sendiri begitu?”


Slitherio menoleh pada Geisha sambil tersenyum, senyum yang tidak menyiratkan apapun.


***


Atra sudah sampai di BloodThirsty Kingdom tepat di hari ia berpisah dengan Slitherio dan Geisha. Belum sampai dua hari ia sampai di BloodThirsty Kingdom, sebuah pesan dari Slitherio dikirimkan ke dirinya.


“Hai, aku sudah membangkitkan Asheuin dan Sen bersama dengan Geisha. Kalian harus membangkitkan Adhie, Dee, Zeo, dan Bhiosa agar kita bisa mengumpulkan kembali Enam Pendekar Naga Hijau. Sekian saja. Kuharap perjalanan kalian lancar.” Begitulah isi pesan dari Slitherio.

__ADS_1


Atra kemudian meninggalkan BloodThirsty Kingdom untuk membangkitkan Adhie dan Bhiosa yang menjadi bagiannya. Ia mengetahui cara membangkitkan seseorang yang sudah mati dari sebuah cerita yang dulu ia baca.


Siapa sangka sekarang malah ia mendapat kesempatan membangkitkan seseorang yang telah mati. Bahkan termasuk tokoh legendaris.  


Atra memilih melesat menuju hutan yang berada tidak jauh dari BloodThirsty Kingdom dan langsung melakukan perburuan besar-besaran. 


Atra terus membunuh monster, tidak peduli entah itu monster level rendah maupun monster level sedang, semua dihabisi oleh Atra. Atra pernah menengok sebentar ke informasi tentang cincin itu.


Jumlah jiwa yang diperlukan untuk membangkitkan satu orang biasanya membutuhkan seribu jiwa. Namun lain halnya jika orang itu merupakan orang yang sangat kuat semasa hidupnya. Bisa menghabiskan sampai lima ribu jiwa, bisa jadi mungkin lebih.


Atra melihat untuk membangkitkan Adhie dan Bhiosa membutuhkan jumlah jiwa mencapai empat ribu jiwa. Jumlah yang sangat besar untuk pemula seperti Atra, tetapi bantuan yang nantinya mungkin diberikan bisa jadi lebih besar dibanding itu.


Namun, Atra menemukan kalau satu monster terkadang memberikan lebih dari satu jiwa. Mungkin itu disebabkan karena monster itu telah membunuh monster yang levelnya lebih rendah darinya.


Atra sempat berpikir untuk mencari Dungeon, tetapi ia menyadari Dungeon yang dapat ia masuki hanyalah Dungeon biasa. Kemampuannya saat ini tidak mencukupi untuk memasuki Dungeon berukuran sedang.


Dungeon akan memunculkan banyak monster, tergantung dari jenis Dungeon itu.


Dungeon dibagi menjadi beberapa jenis, Easy, Normal, Hard, Insane, dan Impossible. 


Dungeon tingkat Easy tersebar hampir di seluruh penjuru Midvast, bahkan sampai di hutan yang tergolong hutan biasa sekalipun.


Dungeon tingkat Normal juga tersebar di seluruh Midvast. Sebenarnya Dungeon tingkat Normal dan tingkat Easy hampir tidak ada bedanya, pembedanya hanya pada jenis monster di Dungeon itu dan juga kemampuannya.


Dungeon tingkat Hard juga hampir tidak ada bedanya dengan Dungeon tingkat Normal. Pembedanya sekali lagi hanya pada jenis monster dan juga kemampuannya. Di Dungeon tingkat Hard, ada jenis monster yang berbeda kemampuannya di banding monster sebelumnya, disebut Boss Monster.


Dungeon tingkat Insane bisa dibilang hampir memiliki Monster sekuat Boss Monster di Dungeon tingkat Hard. Dungeon jenis ini hanya terdapat di tempat yang bisa dibilang sulit dijangkau.


Dungeon tingkat Impossible merupakan Dungeon tersulit yang ada di dunia permainan, termasuk Remaist Online. Dungeon tingkat Impossible memiliki monster sekuat Monster di Dungeon tingkat Hard dalam jumlah yang sangat banyak. Dungeon tingkat Impossible memiliki sebuah ruangan yang ditinggali oleh seekor Boss Monster dan untuk menyelesaikannya harus menghabisi Boss Monster itu.


Dungeon tingkat Impossible hanya terhitung sebanyak sepuluh tempat saja dan kesepuluhnya disebut sebagai 'Ten Place Impossible Out'. Kesepuluh tempat itu dikatakan sebagai tempat tinggalnya para Boss Monster yang sangat kuat. Dibutuhkan kurang lebih lima Party untuk dapat melewati Dungeon itu.


Atra hanya berencana untuk memasuki Dungeon tingkat Easy saja, tetapi malah nantinya ia akan ditertawakan oleh seluruh dunia karena seorang Remaister yang merupakan Top Global nomor sepuluh memasuki sebuah Dungeon tingkat Easy.


Atra terus berburu hingga ia mendapat sebuah jendela informasi.


[Green Sword Adhie kembali berjalan di dunia!


Kau berhasil melepas segel cincin roh yang menyegel separuh jiwa Adhie dan membangkitkannya.


Mulai sekarang, kau adalah tuan Adhie]


Disaat yang berbeda, Atra mendapat sebuah kisah hidup yang menurutnya adalah kisah hidup Adhie itu sendiri.


Dimulai dari kelahirannya, masa kecilnya, saat desanya dihancurkan, saat dirinya menjadi ksatria di Green Dragon Kingdom, kehancuran kerajaannya, membalas dendam, hingga saat terakhir dalam hidupnya.


Terkadang Atra tersenyum saat melihat kisah hidup itu. Ia kemudian merasa sesuatu menusuk hatinya saat mendengar perkataan Asheuin pada Adhie.


“Kita sudah tidak memiliki tempat untuk pulang, untuk apa kita masih berjalan di dunia dengan tujuan tidak jelas? Cukup balas dendam ini saja yang menjadi alasan terakhir kita berjalan di dunia fana...”

__ADS_1


Atra merasa dirinya meneteska air matanya, “Benar, aku tidak memiliki tempatku untuk pulang di sini dan tempat untukku beristirahat di dunia ini...”


Tanpa ada yang menyadari, sang Remaister kedua yang dijuluki Clawed Mask meneteskan air matanya.


__ADS_2