Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
217. Bangkitnya kegelapan


__ADS_3

Enam tahun lalu...


Salah satu dari Seven Deadly Sins yang selamat hanya Louse seorang. Sedangkan dari sisi tujuh jendral Hell Empire, hanya Lava Bird seorang.


Keduanya muncul dari dalam pasir dan menatap langit malam. Mereka berhasil selamat setelah bersembunyi di balik pasir selama hampir satu bulan.


Keduanya berjalan kembali ke Death Valley dan disambut oleh empat petinggi bawah Hell Empire.


“Mana Yang Mulia Leone?”


“Dia sudah meninggal...” Jawab Leone lalu mengibaskan tangannya, “Pergilah, aku ingin sendiri...”


Akibat pertempuran itu, jumlah kerugian yang didapat Hell Empire sangatlah besar. Enam dari Seven Deadly Sins gugur, enam dari jendral Hell Empire juga ikut gugur, sedangkan lebih dari 100.500 orang Hell Knight ikut gugur mengikuti petinggi mereka.


Kalaupun ingin membalaskan dendam Leone, takkan bisa dicapai hanya dalam waktu setahun. Bisa saja lebih dari setahun dan bukan tidak mungkin perlu waktu hampir sepuluh tahun untuk kembali seperti semula.


Saat Louse sedang duduk di dalam ruangan pertemuan dalam diam, seseorang yang memakai jubah berwarna hitam dengan wajah tak terlihat menghampiri Louse dengan perlahan.


“Kalian tidaklah gagal, kita masih memiliki bantuan dari luar...” ujar orang itu. Louse yang mendengarnya mendongakkan kepalanya dan melihat orang itu.


“Siapa kau?” tanya Louse sambil mengepalkan tangannya.


“Tenang saja, aku adalah leluhur kalian semua dan aku muncul disini untuk membantu kalian mencapai impianku...” ujar orang itu menjawab pertanyaan Louse.


Louse menaikkan alisnya lalu bertanya lagi, “Kalau tidak salah, anda adalah Death God, bukan?”


“Tepat, aku ingin membantu kalian menghancurkan kekuatan Midvast sedikit demi sedikit dan saat lebih dari separuh kekuatan Midvast hilang, kalian akan kubangkitkan lagi dan kaliam akan lebih kuat dari siapapun yang ada di benua ini...” Benario menjelaskan dengan seringai yang mengerikan.

__ADS_1


Ucapan Benario ternyata benar adanya. Perlahan-lahan, Louse mendengar kabar tentang beberapa kota kecil dan beberapa kerajaan kecil hancur oleh orang tak dikenal.


Selama hampir enam tahun, Benario terus menghancurkan kekuatan Midvast dan itu cukup mengejutkan bagi Louse.


Selain menghancurkan kekuatan Midvast, Louse dan Lava Bird juga diajak pergi ke Benua South dan Benua Westerie untuk menemui petinggi Hell Empire lainnya.


Kenyataan kalau Hell Empire sebenarnya lebih dari satu istana ternyata benar adanya. Bahkan, kekuatan dari dua Hell Empire lagi ternyata lebih besar dari Hell Empire yang ada di Midvast.


“Kami datang kemari untuk meminta bantuan kalian...” ujar Benario. Ia lalu melanjutkan, “Kekaisaran Neraka di Midvast telah hancur!”


Raut wajah penguasa Hell Empire South dan Hell Empire Westerie berubah. Tentunya mereka tidak menyangka kalau Hell Empire di Midvast bisa hancur, padahal kekaisaran itu dilindungi langsung oleh Benario sendiri.


“Masalah kehancurannya adalah kurangnya aku dalam ikut serta membantu mempertahankan kekaisaran buatanku sendiri.” Benario mengepalkan tangannya, “Xue telah membuat diriku terus berlatih untuk meningkatkan kemampuanku.”


Louse, Lava Bird, kaisar Hell Empire dari Westerie dan South terkejut. Benario menempati posisi keempat dewa terkuat dan kenapa ia bisa dikalahkan oleh Xue yang jelas-jelas memiliki kekuatan di bawahnya?


“Aku tahu kalian memikirkan hal itu, tetapi ada baiknya kita untuk bekerjasama untuk menghadapi masalah ini...” Benario menaikkan tangannya.


Rencana Benario terbilang sederhana dan mudah dilakukan. Mereka hanya cukup mengacaukan kondisi dunia dan saat waktunya telah tepat, mereka akan bersiap dan menguasai dunia ini dengan cara yang sulit dibayangkan.


***


Slitherio mengerutkan dahinya saat mendengar penjelasan Sean. Dia sendiri sulit untuk mempercayai kalau ada kekuatan lain di luar Midvast yang lebih besar dari Hell Empire dan Heaven Empire.


“Tambahan lagi, aku kira-kira sudah mengetahui lokasi kasar salah satu rival utama Hell Empire, yaitu Heaven Empire...” ujar Sean. Selain berdiam dan berburu di Benua Northev, Sean juga mengatakan ingin mencari rival utama Hell Empire.


Sebab itulah perintah Sean ke seluruh dunia adalah ikut mencari lokasi kasar Heaven Empire yang konon katanya berada di atas langit.

__ADS_1


“Hal itu tentu sudah kita ketahui, tetapi lokasi pastinya kita tidak tahu, bukan?” Naze menghela napasnya.


“Alasanku mendirikan markas di dekat sarang ras Dragon bukan lain adalah agar aku bisa meminta tolong pada mereka untuk membantuku mencari Heaven Empire dari atas langit.” Jawab Sean. Ia lalu mengambil sebuah gulungan dan membukanya di atas meja kerjanya.


“Ini adalah lokasi kita saat ini...” Sean menunjuk ke sebuah tanda silang yang ada di dekat sebuah wilayah berwarna putih, “Dan yang kutandai dengan tanda D ini adalah sarang ras Dragon...”


Sean menunjuk sebuah D yang terletak di gambar deretan pegunungan. Sean kemudian menunjuk lagi sebuah tanda berbentuk H di atas laut, “Dan ini adalah Heaven Empire menurutku...”


“Jadi kau menjelajahi langit hanya untuk menemukan Heaven Empire, begitu?” tanya Naze, “Untuk apa?”


“Menurutku akan lebih baik kalau melawan musuh dengan musuhnya sendiri...” Sena tersenyum lebar, ini adalah pemikirannya sendiri.


“Bagaimana kalau kita pergi kesana?” usul Slitherio yang sejak tadi menyimak. Sean dan Naze menatapnya dengan tatapan bingung.


“Ya, aku hanya ingin mengetahui apakah kekuatan Heaven Empire cukup untuk membantu atau tidak jika mengingat kerugian yang mereka terima akibat pertempuran ratusan tahun lalu itu...” Slitherio mengerutkan alisnya tanda ia serius dengan hal ini, “Jika mereka hanya beban maka aku bisa saja menghapus mereka dari peta.”


“Kalaupun kau menghapusnya, ada Life God yang bersedia membunuhmu kapanpun ia menginginkannya...” Sean menunjuk Slitherio, “Jangan lupa kalau kekaisaran itu masih dilindungi oleh salah satu dari Twelve First Gods...”


Slitherio menggaruk kepalanya, sepertinya ia sudah berkata sesuatu yang salah. Ia lalu menatap Sean lagi, “Apa kau pernah bertemu dengan Dragon God Chao?”


Sean mengangguk lalu berkata, “Aku bertemu dengannya sekitar seminggu lalu saat aku sedang berburu dan ia sempat memberiku sedikit pelajaran...” Sean lalu menceritakan saat dirinya bertemu dengan Chao.


“Ada seorang pria yang umurnya terlihat seusia diriku bersama dirinya dan ia mengenalkan diri dengan nama Ware, anak dari FolkChase dan July.” Ujar Sean.


“Kekuatan Ware ini hanya sedikit di atasmu saja jika kalian berduel serius...” lanjut Sean, “Ware mengaku kalau ia memiliki 80 kekuatan Spirit...”


Slitherio menaikkan alisnya, “Kenapa harus aku yang disebut seimbang dengannya?”

__ADS_1


“Kau dianggap sebagai pemain terkuat lagi...” Sean menatap Slitherio datar, “Apa kau tidak tau itu?”


Naze mengangguk, “Hal yang dikatakan Sean itu benar. Baru tadi pagi berita itu muncul dan menggemparkan dunia sekali lagi...” Naze lalu menceritakan tentang berita tadi pagi yang Slitherio lewatkan.


__ADS_2