Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
247. Penyisihan


__ADS_3

“Ryan, apa kau yakin akan memakai Ross? Setahuku tanganmu sudah kaku untuk memainkan skillnya...” Tanya Rio. Ia tahu kalau susahnya minta ampun untuk bisa menggerakkan skill milik Ross.


Ross adalah Hero Assassin dengan senjata pisau. Rolenya murni Assassin dan damage sama sekali tidak masuk akal.


Di level 1 ia bisa melepaskan critical yang amat mengerikan. Di level dua dia bisa bergerak dengan cepat berkat skill blinknya yang terbilang unik. Di level 4 ia bisa menusuk lawan dengan pisaunya dengan critical melebih 1500.


“Biarkan saja, kalau dibanned ya sial, kalau lepas ya syukurlah...” Ryan tersenyum lebar. Ia bisa memainkan segala role dan ia adalah pemain andalan Squad N5S.


“Baiklah, strategi untuk pertandingan kita sudah selesai kita atur. Untuk yang ronde kedua kita pikirkan saat di turnamen saja...” ujar Ryan. Ini adalah keputusan yang nekat.


“Kalau kita memutuskan di arena, maka kita takkan bisa sempat untuk diskusi semacam ini...” ujar Rio. Ia akan panik kalau perkiraan Ryan meleset.


“Kalau begitu, biar aku nanti yang akan memutuskan...” Ryan mematikan ponselnya, “Pertama, apa role andalan kalian?”


“Warrior...” Agus dan Hendra mengangkat tangan mereka.


“Mage...” Rio dan Leo mengangkat tangannya.


“Tank...” ujar Fredy. Ia adalah spesialis membuat HP Tank yang amat tebal.


“Archer...” ujar Justin, “Dan Mage sepertinya...”


“Warrior, Mage, dan Assassin...” Ryan memejamkan matanya. 


Ada sebuah istilah dalam permainan MOBA, yaitu digendong. Digendong ini maksudnya adalah Hero core akan mengendalikan permainan dan membuat timnya menang.


Hero core ini biasanya memiliki role Assassin dan Archer. Terkadang Mage dan Warrior juga sering disebut Hero core.


“Lalu, gunakan Hero andalan kalian saat bermain. Jangan lupa, tunjukkan Title yang kita miliki...” ujar Ryan sambil menyeringai. Teman-temannya ikut menyeringai.


***


Ryan memperkirakan kalau mereka akan bermain dua hari lagi, nyatanya lebih lama sehari lagi, yaitu tiga hari kemudian.


Saat bagian mereka datang, Ryan kembali mengingatkan tentang rencana yang sebelumnya mereka buat.


“Ini adalah alasan kenapa aku ingin kalian memakai Hero Pemecah Tank...” Ryan berkata saat mereka sudah di ruang tunggu.


“Agar kita bisa menghancurkan defense lawan? Terlalu mudah ditebak...” ujar Hendra. Ia sudah tahu karena ia selalu bertemu dengan tim seperti itu.


“Ada lagi...” Ryan lalu menatap semuanya, “Agar kemenangan kita terjamin dalam babak penyisihan ini.


Seminggu pertama diisi dengan babak penyisihan grup A. Hal ini diubah dua hari setelah acara pembukaan.


Dengan kata lain, dua minggu pertama akan diisi dengan babak penyisihan serta semifinal grup A. Dua minggu lagi adalah babak penyisihan dan semifinal grup B. Setelahnya adalah babak final yang berlangsung hanya sehari.


“Kalau kita melihat susunan ini, kita hanya akan bertanding sebanyak 5 kali kalau kita berhasil memenangkan setiap putaran...” ujar Rio. Semuanya mengangguk.


Seorang pria dengan wajah khas Jepang mengetuk pintu dan berkata, “N5S, silahkan naik ke arena...”


Yang akan turun hari ini adalah Ryan, Rio, Justin, Fredy, dan Hendra. Leo dan Agus meminta untuk turun saat semifinal nanti.

__ADS_1


Mereka berlima lalu naik ke atas arena dan disambut oleh tepukan tangan para penonton. Ryan memijat keningnya dan berkata, “Aku tak biasa dengan hal semacam ini...”


Disaat Ryan merasa sedikit malu saat diberi tepukan tangan seperti itu, Rio malah mengangkat tangannya dan melambaikannya pada penonton.


Hendra menepuk dahinya, “Aku malu punya teman seperti Rio...”


Tim dari India sudah ada disana sebelum tim Indonesia dan mereka lalu bersalaman sebentar.


Selesai bersalaman sebentar, mereka langsung menuju tempat yang sudah ditentukan oleh panitia sebagai tempat peserta akan duduk dan bermain.


Ada Headphone dan Ryan memakainya, semuanya juga memakainya. Mereka menunggu lama sampai seorang juri mengundang mereka masuk ke sebuah room. Ryan tak bisa melihat tampilan petanya sehingga ia berpikir kalau semuanya akan sama-sama saja.


“Tarik napas...” ujar Ryan. Timnya menarik napas perlahan lalu melepaskannya.


Jantung mereka berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Ini disebabkan karena mereka masih gugup.


“Kita berdoa agar kita bisa memenangkan permainan ini, bahkan sampai ke final dan menjadi pemenang. Berdoa, dimulai...” ujar Ryan memimpin doa. 


Rio sudah lebih dulu berdoa, barulah yang lainnya. Saat mereka membuka mata mereka, ponsel mereka langsung menampilkan bagian tempat mereka akan memilih Hero yang akan dipakai dan membanned beberapa Hero.


Urutan pertama diserahkan pada tim Ryan, yaitu Rio. Rio menatap semuanya.


“Ban Wukong...” ujar Ryan. 


Hendra menaikkan alisnya, “Jangan, kita harus mengamankan Wukong agar kita bisa membuat pertandingan 6 lawan 5...”


“Kalau lepas, bisa-bisa tim lawan akan merebut Hero itu duluan...” ujar Fredy.


“Kita sudah menguasai permainan...” ujar Ryan percaya diri. Giliran selanjutnya adalah dirinya dan Justin.


“Ban Zhang!”


“Ban Titanios!”


“N5S sepertinya sedang melakukan hal yang memalukan bagi player Legend...”


“Memalukan apanya?” Justin menggerutu kesal, “Biar mereka melihat kemam-...” belum selesai Justin berbicara, Hero yang ingin ia pakai malah dibanned.


Ryan samar-samar mendengar suara jari yang berbunyi. Ryan menggelengkan kepalanya lalu ia berkata, “Amankan Dexter, Hendra...”


Hendra tanpa ragu langsung memilih Dexter dan terlihatlah kalau tim India sekali lagi terlihat terkejut.


Perlahan, wajah tim India semakin mengerut saat N5S memilih Hero mereka. Saat giliran Justin terakhir yang memilih Gaburon, tim India terlihat mengepalkan tangan mereka dengan kesal.


Ryan lalu meminta Justin dan Hendra saling bertukar dan saat pertandingan dimulai, para penonton segera riuh.


“Apa-apaan itu?!”


“SLITHERIO sang Top Global nomor satu season ini mewakili negara Indonesia?!”


“Aku yakin nasib tim India sekarang sedang sial-sialnya...”

__ADS_1


“Perhatikan tim Indonesia sekarang! Semua playernya memiliki Title!”


“Tapi perhatikan juga tim India! Mereka juga memiliki Title!”


“Tapi sebagian saja, bukan?”


Suara ricuh penonton terdengar dan saat mereka memasuki peta, terlihatlah sebuah gambar di base tempat mereka spawn.


Ryan langsung bergerak menuju daerah Jungle, karena Assassin semacam Ross memerlukan banyak sekali monster untuk bisa naik level lebih cepat.


“Ryan, kuserahkan urusan mengendalikan permainan padamu...” ujar Hendra yang langsung bergerak menuju Offlane. Gaburon memang dikenal sebagai Hero offlaner terkenal.


“Clear Army duluan, lalu ada kesempatan segera kurangi HP Tower sedikit demi sedikit...” ujar Justin yang bergerak ke midlane. Archer dan Mage memang sering ditempatkan di tengah.


Rio yang memakai Tian segera bergerak menuju safelane. Tian ini memiliki HP tipis, tetapi ia mampu membersihkan Lane lebih cepat. Bukan tidak mungkin kalau Rio bisa membuat Tower di Offlane lawan hancur.


Perlahan, ketidak seimbangan mulai terlihat dan tim Indonesia terus mendominasi permainan. 


“Surrend?! Kalian bercanda?!” di menit ke-7 pernyataan menyerah diajukan pada tim Indonesia.


Di layar besar terlihat kalau tim India sudah mengajukan pernyataan menyerah dan karena Ryan sedang ingin bermain melawan pemain negara lain, ia menolak permintaan itu.


Tim India terlihat terkejut dan mereka langsung bermain serius. Tetapi karena secara level Ryan yang memakai Ross sudah memiliki level yang tinggi membuat tim lawan tak bisa mencari Comeback.


Comeback disini dimaksudkan dengan arti berhasil membalikkan keadaan dan berhasil memenangkan permainan.


Dalam kasus kali ini, tim India tidak memiliki ahli strategi yang bisa membuat tim mereka keluar dari situasi terpojok seperti ini.


Pada menit ke-12, tim Indonesia langsung menghancurkan base lawan dan berhasil memenangi ronde pertama.


“Kita pakai cara-...” Ryan berencana mengatakan rencananya, tetapi ia melihat kalau tim India sudah mengantisipasi kejadian seperti tadi.


Fase Draft Pick berlangsung menegangkan dan setiap tim berusaha menguasai permainan.


“Karena ini ronde kedua, ada dua kemungkinan bagi tim Indonesia. Pertama, mereka akan menang, dan yang kedua tim Indonesia akan kalah.”


“Tapi coba dilihat lagi komposisi tim India. Mereka memakai Hero yang season ini sedang OP dan tim Indonesia memakai Hero yang sederhana saja...”


“Apa kau tadi melihat dengan jelas permainan ronde pertama? Jelas-jelas tim India berhasil dipojokkan hanya dengan Hero sederhana pada ronde pertama tadi.”


Ucapan itu kini benar. Tim Indonesia bahkan semakin beringas saat war, membuat tim India mendapat skor 0 sedangkan tim Indonesia mendapat skor 5 saat menit ke-3.


Saat ini, Ryan memakai Hero Titanios. Ia mengamuk dan berhasil mendapatkan Maniac dalam war terakhir pada menit ke-9.


Rio kembali memakai Tian dan ia memperlihatkan kemampuan wakil kapten Squad N5S. Ia berhasil mendapatkan Triple Kill meskipun Maniacnya dicuri oleh Hendra.


“Maaf!” 


“Coba lihat raut wajah tim Indonesia. Mereka tetap bisa bercanda disaat lawan mereka sedang sulitnya...”


“Pemenangnya adalah tim Indonesia!” pembawa acara mengumumkan pemenangnya saat di menit ke-17 tim Indonesia berhasil memenangkan ronde kedua dengan skor terakhir 20-8. 

__ADS_1


Tim Indonesia saling menepukkan telapak tangan pada rekan mereka tanda mereka berhasil memenangkan permainan pertama.


__ADS_2