Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
90. Remaister kelima


__ADS_3

Riana yang merupakan Top Global nomor lima belas selalu merasa dirinya adalah ahli ilusia terbaik, sampai pada akhirnya nasibnya mempertemukannya dengan Flame King Slitherio, Top Global nomor satu.


Saat itu, Riana ingin melihat kemampuan Flame King yang dikatakan memiliki dua senjata, yaitu pedang dan satunya lagi adalah tangannya sendiri. Ia pun mengujinya dengan melemparkan Jade Crane yang menurut Slitherio adalah monster lemah.


Slitherio menghabisi Jade Crane itu dengan satu skill saja. Riana yang tidak percaya akhirnya memutuskan untuk melawan langsung Slitherio yang melumpuhkannya dengan satu skill saja.


Untung saja, teman-teman Slitherio datang dan Slitherio akhirnya melepaskannya.


Sejak saat itu, keinginannya untuk menjadi kuat muncul dari dalam dirinya sendiri. Ia akhirnya berburu sampai pada akhirnya nasibnya kembali mempertemukannya dengan lawan yang kuat.


Seekor Nightmare Peacock menghalangi jalan Riana. Tak ada pilihan, Riana pun melawannya dengan seluruh kemampuan miliknya.


Dengan seluruh kemampuannya saat ini, bahkan masih tidak mampu untuk melawan Nightmare Peacock yang terkenal akan keindahan ekornya yang berwarna hitam dan putih.


“Aku menyukaimu, jadi kau harus menjadi lebih kuat...” Nightmare Peacock yang ada dihadapannya mengeluarkan suara seperti wanita dan berbicara dengan Riana.


“A-apa?” Riana yang terbaring diatas tanah bertanya dengan nada putus-putus.


“Aku akan menjadikanmu muridmu dan kau akan menerima kekuatan luar biasa dari Nightmare Peacock Vian.” Vian berkata sambil mengangkat sayapnya yang berwarna hitam.


Vian kemudian berubah menjadi manusia dan menunjukkan wujud manusianya. Vian berwujud seorang wanita dengan rambut berwarna hitam, memakai jubah tebal berwarna hitam, dan memakai sarung tangan putih. Wajahnya amatlah cantik untuk ukuran seorang manusia.


Vian menjulurkan tangannya kemudian membantu Riana berdiri. Vian kemudian berkata, “Aku akan mengajari tambahan ilmu Mimpi Buruk yang amatlah hebat.”


Vian kemudian mengajak Riana memasuki sebuah goa dan mengajari Riana disana selama tiga hari.


Riana yang memang pada dasarnya adalah orang yang pintar, mampu menangkap semua ajaran Vian dengan baik dan cepat. Vian sendiri bahkan kewalahan saat mengajarinya.


Di hari keempat, saat Riana sedang tertidur, ia mendengar sebuah suara. Ternyata Vian sedang mengeluarkan sesuatu dari dadanya. Ia berteriak dengan keras sebelum akhirnya tubuhnya meledak dan menjatuhkan sebuah kotak yang berisi cahaya berwarna hitam putih.


Vian juga menjatuhkan jubah yang biasa ia pakai, satu buku skill, dan topeng yang memiliki warna hitam sempurna.


Riana yang tidak tau kalau Soul Remaist itu diletakkan di dalam kotak mencoba menyerapnya dan jadilah dirinya menyerap Soul Remaist.


[Kau akan menyerap Soul Remaist!


Apa kau yakin?]

__ADS_1


Sebuah jendela informasi muncul di hadapannya saat Riana merasa seluruh pandangannya tertutup oleh cahaya berwarna hitam dan putih.


“Yakin...”


Prosesnya dimulai dengan pertanyaan yang entah darimana asalnya tidak Riana tau.


[Kau akan mendapat kekuatan dari Nightmare Peacock!


Apa kau yakin?]


“Yakin...”


Tubuh Riana serasa dipenuhi oleh berbagai energi, tetapi dirinya menahannya agar bisa menyelesaikan proses penyerapan Soul Remaist.


[Rasmu tidak akan diubah, tetapi jobmu akan diubah!


Apa kau yakin?]


“Ya!”


Tubuh Riana serasa semakin tidak mampu menahan kekuatan yang mulai mengalir dengan cepat di dalam tubuhnya. Pertanyaan ini adalah pertanyaan terakhir, Riana merasakan bahwa kekuatan yang mengalir di dalam tubuhnya semakin bertambah. 


Riana merasakan levelnya naik lima level ke level 202 dan juga jobnya berubah. Jobnya kini adalah Nightmare Master, sebuah job yang termasuk dalam Special Job.


Riana tidak menyadari bahwa ada satu jendela informasi yang muncul sebelum dirinya menjadi Remaister yang membuat seluruh Midvast gempar.


***


Slitherio, Asheuin, dan Whu membaringkan tubuhnya di tengah-tengah ruangan itu sambil menatap ke atas.


Hadiahnya berupa dua ekor Pet dan tentu saja adalah Crystal Magic Stone. Tetapi hadiah yang didapatkan mereka melebihi yang mereka dapatkan sekarang.


Sebuah pilar naik dari ujung ruangan setelah FrostVamp Wyvern berhasil dikalahkan dan Gold Winged Lion dibangunkan lagi.


Gold Winged Lion sejak awal tidak berniat menyerang mereka setelah melihat kecantikan Geisha. Ia malah membantu mereka dengan bertarung melawan FrostVamp Wyvern langsung disaat Slitherio bersama yang lain kewalahan saat menghadapinya. 


Jadi, Gold Winged Lion menjadi seekor Pet dan berubah menjadi lebih kecil dan mengambilkan semua barang yang dijatuhkan FrostVamp Wyvern ketika ia mati.

__ADS_1


“Slitherio, ambil Crystal Magic Stone disana dengan sisa kekuatanmu...” Whu yang tidak sanggup mengangkat tubuhnya segera mengarahkan tongkatnya ke arah Crystal Magic Stone yang belum mereka ambil sejak tadi.


Asheuinlah yang mengambil Crystal Magic Stone dengan berjalan tertatih-tatih sambil ditopang dengan pedangnya. 


Aksi Asheuin membuat Slitherio merasa ia masih memiliki pedang sehingga ia pun melakukan hal yang sama dengan yang Asheuin lakukan.


Mereka kemudian berjalan bersama-sama menuju pilar tempat Crystal Magic Stone berada. Whu sendiri sudah tidak mampu lagi mengangkat tubuhnya.


Slitherio dan Asheuin akhirnya sampai di depan Crystal Magic Stone. Asheuin menyarungkan pedangnya kemudian menopang tubuh Slitherio.


Slitherio menatap Asheuin dengan tatapan bertanya, tetapi Asheuin berkata, “Tenang saja tuan...”


Slitherio mengangguk dan ia pun mengambil Crystal Magic Stone lalu menyimpannya. Ia kemudian mencoba berjalan, tetapi Asheuin tidak membiarkan Slitherio mencoba berjalan.


Asheuin kemudian berjalan membawa Slitherio menuju tempat Whu dan membantu Whu berdiri dengan sebelah tangannya.


Whu yang mendapat bantuan seperti itu segera berdiri dengan sisa kekuatannya dan Asheuin menopang tubuh keduanya sambil berjalan menuju sebuah lingkaran yang sepertinya mengarah ke luar Dungeon.


Tidak ada yang tertinggal karena Asheuin sudah meletakkan semua senjata Whu dan Slitherio kembali di tempatnya semula.


Slitherio merasa kakinya sudah baikan setelah Asheuin bantu berjalan dan melepaskan diri dari Asheuin. Ia kemudian membantu menopang Whu yang masih tidak mampu berjalan bersama dengan Asheuin.


Ketiganya akhirnya berjalan bersamaan sampai pada akhirnya mereka melewati lingkarang sihir itu dan keluar dari Dungeon yang telah menelan delapan orang teman mereka.


***


Diluar sudah malam ketika mereka bertiga sampai di luar Oxyvian Labyrinth. Mereka bertiga mencari tempat dan mendudukkan Whu.


“Hei, aku sudah baikan saat kalian menopangku. Seharusnya kalian tidak melakukan itu.” Whu berkata sambil berdiri. Ia sudah berbohong saat Slitherio bersama Asheuin menopangnya.


“Sudahlah, yang penting sekarang misi kita sudah selesai.” Ujar Slitherio kemudian menatap langit.


“Asheuin, kembalilah. Kami akan memerlukanmu besok pagi.” Ujar Slitherio sambil memajukan tangannya sedikit. Asheuin berjalan mendekat kemudian menghilang.


“Kau mau apa sekarang?” tanya Whu.


“Aku akan memutuskan sambungan, apa kau ikut?” sahut Slitherio kemudian menghilang.

__ADS_1


“Hmm, energiku sudah terkuras sejak tadi. Ada baiknya juga memutuskan sambungan “ gumam Whu kemudian ikut memutuskan sambungan.


__ADS_2