Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
62. Perpustakaan


__ADS_3

Atra berjalan memasuki barisan tersebut, ia kembali menyusuri buku-buku yang tertata sedikit tidak rapi di rak tersebut. 


Ada banyak sekali jenis buku yang terdapat disana. Ada yang menceritakan tentang sejarah masa lalu Midvast, sejarah berdirinya BloodThirsty Kingdom, sejarah kerajaan sekitar, dan lain sebagainya. Semua judul tersebut tidaklah menarik perhatian Atra, hingga akhirnya pandangan Atra berhenti di sebuah buku yang terlihat paling usang diantara semuanya.


Judul buku tersebut tidaklah jelas, tetapi bisa dipastikan buku tersebut adaalh buku yang paling tua diantara semua buku yang ada disana.


Atra mengambil buku tersebut dan kembali menelusuri rak tersebut. Atra bisa melihat bahwa seluruh buku yang ada disini adalah buku yang berusia sangat tua dan sudah hampir rusak. Yang menjadi pertanyaannya adalah, kenapa buku-buku ini tidak dibuat salinannya agar bisa dibaca oleh generasi sekarang untuk menambah pengetahuan mereka.


Pandanga Atra kembali terhenti, kali ini di sebuah buku yang terlihat paling baru diantara semua buku disini. Judul buku tersebut adalah '5 Jalan Dewa'.


“Ini yang kucari!” seru Atra.


“Ssttt...” seketika semua orang yang ada disana segera menyuruh Atra diam sebelum melanjutkan kegiatan mereka.


Atra menggaruk kepalanya kemudian berjalan kembali. Ia menatap dua buku yang kini ada di tangannya sekarang.


Yang satu buku yang sangat tua, tulisan smpulnya juga tidak jelas. Yang satu lagi buku yang terlihat baru, terlihat dari tulisan judulnya yang masih terlihat.


Atra mencari tempat duduk dan ia menemukan bahwa seluruh tempat duduk yang ada sudah penuh terisi. Dengan terpaksa, ia kembali berjalan mencari tempat duduk.


Langkah kaki Atra berhenti di depan sebuah ruangan. Ruangan tersebut sangatlah gelap. Atra memberanikan dirinya menengok ke dalam.


Dengan sedikit cahaya dari luar, Atra bisa melihat isi ruangan tersebut. Ruangan tersebut berisi tumpukan buku yang terlihat sedikit rusak. Bahkan beberapa lembar halamannya tercecer begitu saja.


“Hei, apa yang kau lakukan?” seseorang menepuk pundak Atra pelan. Ia kemudian mengikuti pandangan Atra yang ke dalam.


“Apa kau berniat membuang buku yang ada di tanganmu ini?” tanya orang itu.


“Eh, iya... Hehe...” Atra mengangguk sambil tertawa dan menggaruk kepalanya.


“Benarkah?” orang itu memegang dagunya, “Kau tidak berbohong... Baiklah, jangan lama-lama. Setelah selesai, tutup kembali ruangan itu.”


Orang itu meninggalkan Atra sendiri. Atra kemudian masuk ruangan itu dan mencari sesuatu. Untung saja ada beberapa lampu tua yang masih bisa berfungsi sehingga Atra bisa menyalakannya dan bisa mencari dengan tenang.


Buku yang 'Dibuang' itu nyatanya sangat berguna bagi Atra, beberapa saja. 


“Ah, ini dia.”

__ADS_1


“Aku perlu ini.”


“Sepertinya isinya menarik, aku akan mengambilnya.”


Satu persatu buku tersebut diambil Atra dan ia menyimpannya di Inventorynya. Ia berencana membaca semua buku tersebut bersama Slitherio dan Whu. 


Atra hanya membawa dua buku yang isinya sangatlah misterius. Judulnya ada yang tidak terlihat, yang satu lagi berjudul 'Kisah para Dewa'.


Atra berjalan keluar dan berjalan santai menuju tempat orang-orang melapor untuk meminjam suatu buku.


Langkah Atra kembali berhenti di depan sebuah ruangan yang dijaga oleh beberapa orang. Atra mendekati ruangan tersebut, tetapi dicegat oleh orang-orang yang menjaga ruangan itu.


Orang-orang ini dapat dikalahkan oleh Atra dengan mudah, tetapi Atra tidak ingin mencari masalah dengan orang-orang lagi. Atra hanya mendekat dengan wajah bingung.


“Mau apa kau kemari?” tanya salah satu orang itu dengan ketus. Orang itu adalah seorang pria yang memiliki tubuh paling besar diantara semua rekannya.


“Ehem, aku hanya penasaran saja dengan isi ruangan ini. Tidak ada salahnya bukan jika aku bertanya?” ujar Atra setenang mungkin.


“Kau tidak pernah ke perpustakaan atau bagaimana?” tanya orang itu lagi. Kali ini dengan nada meremehkan.


“Bukan begitu. Hanya saj biaya masuk perpustakaan sangatlah besar, aku tidak mampu membayarnya sampai aku dapat bekerja sendiri.” Jelas Atra dengan penuh kebohongan. Tentu saja uangnya didaptkan dengan berburu sendiri maupun bersama teman-temannya.


Mata Atra melebar. Jika benar berisi skill hebat, aku akan mendapatkannya dengan berbagai cara, pikir Atra.


“Dengan cara apa aku dapat memasuki ruangan ini?” tanya Atra.


“Hanya dengan mengikuti seleksi memilih jendral tertinggi barulah kau bisa memasuki ruangan ini.” Jawab pria itu.


Atra tersenyum, tidak sulit melakukan hal ini karena memang Atra mempercayai kekuatannya.


“Dimana aku bisa mengikuti seleksi ini?” tanya Atra.


“Oh, kau ingin mengikutinya? Dengan berbekal alat di tanganmu itu?” tanya pria itu sekali lagi dengan nada meremehkan.


Atra mengeluarkan cakarnya kemudian mengacungkannya ke leher pria itu. Atra mendekatkan cakar miliknya hingga menyentuh kulit pria itu. Semua terjadi dengan cepat.


“Dengan cakar inilah aku mendapatkan uang, asal kau tau saja...” Atra menarik lagi cakarnya.

__ADS_1


Pria itu menelan ludahnya, ia telah mencari masalah dengan orang yang salah. Pria itu segera menunjukkan sebuah arah yang tidak bisa Atra lihat posisinya di dalam perpustakaan itu.


“Seleksinya diadakan di halaman istana. Disana para peserta akan dihadapkan dengan lawan yang kurang lebih setara.”


Atra berbalik kemudian berjalan meninggalkan pria itu. Sebelum itu, ia berkata, “Jangan melihat orang dari penampilannya saja, ingat itu...”


Atra berjalan menuju tempat orang melaporkan buku yang akan dipinjamnya. Pria yang menjaga tempat itu melihat aksi Atra sehingga tidak mempermasalahkan buku yang dipinjam Atra.


Setelah urusan perpustakaannya selesai, ia segera menuju istana yang dimaksud.


***


Seleksi untuk memilih jendral tertinggi BloodThirsty Kingdom selalu disambut dengan meriah oleh para murid akademi militer BloodThirsty Kingdom.


Banyak murid yang mendaftarkan dirinya untuk mengikuti seleksi ini. Yang paling mencolok penampilannya ialah Atra seorang.


Tidak ada orang gila yang mau berpakaian seperti Atra sekarang. Dengan jubah bertudung dan topeng yang terlihat dicakar, Atra terlihat sedikit misterius.


“Apa kau ingin mengikuti seleksi ini?” tanya orang yang mengurus pendaftaran seleksi tersebut.


Atra mengangguk kemudian menerima sebuah kertas. Kertas tersebut menanyakan nama, usia, dan level Atra. Untung saja tidak menanyakan tentang infomasi pribadi, batin Atra.


Atra mengisinya dengan jujur, tanpa ada yang ditutupi sedikitpun. Karena level Atra saat ini adalah level 201, Atra memilih mengisinya dengan level 100, level yang umum di kalangan murid akademi militer ini.


Orang itu menerimanya dan terkejut, Atra adalah peserta terkuat yang ditemuinya hari ini.


Atra diberikan sebuah nomor dan dipersilakan masuk ke aula tempat seleksi dilaksanakan.


Saat sampai disana, Atra melihat aula yang sangat luas dipenuhi oleh para peserta seleksi tersebut. Atra melepas jubahnya dan membiarkan tubuhnya yang tertutup Jirah tipis terlihat. Jirah tersebut terlihat ringan, tetapi Atra mengakuinya sebagai Jirah terbaik yang pernah dipakainya.


Atra mencari tempat duduk kemudian menunggu gilirannya.


Atra juga sempat menghitung, jumlah peserta seleksi ini kira-kira sebanyak seratus orang. Sangat banyak dan semua peserta tersebut sangatlah antusias mengikuti seleksi ini.


Atra menyadari bahwa seleksi ini akan berjalan lancar karena kebanyakan pesertanya masihlah sangat lemah, dimata Atra.


**Ada yg main Shadow Fight? Kalau ada yg main, pasti tahu villain yg namanya Lynx?

__ADS_1


Jirah yg dipakai Atra kira-kira seperti yg dipakai Lynx dan cakar mekanik yg dipakainya juga seperti yg dipakai Lynx**.


__ADS_2