
Setengah bulan berlalu sejak Slitherio pergi ke Kota Verys dan bertemu dengan sepuluh ketua Guild Profesional lainnya.
Slitherio akhirnya berhasil mencapai level 280 dan hampir seluruh anggota guildnya mencapai level 280 juga.
Enam Pilar Naga malah melewati mereka semua dan mencapai level 300 lalu berevolusi kembali menjadi Dragon Knight. Akhirnya mereka berhasil mendapatkan kekuatan mereka sebelumnya dan mungkin sedikit lebih besar dari kehidupan sebelumnya.
Selama hampir lebih dari enam bulan sejak permainan Remaist Online ini diluncurkan, akhirnya ada satu pemain yang berhasil menembus Weapon Mastery tingkat Master level 35 dan memenuhi satu syarat menjadi dewa.
Pemain itu adalah Lore, sang pemain yang identitas pribadinya masih belum diketahui, selain identitasnya sebagai Top Global nomor tiga puluh dengan gelar 'Desert Tyrant'.
Namanya dikenal berkat kekejamannya saat berburu di Saharan Desert, wilayah yang terkenal karena diduga sebagai lokasi lembah yang amat mengerikan, yaitu Death Valley.
Slitherio juga akhirnya mencapai tingkat Master level pertengahan dan sedikit lagi mencapai level terakhir tingkat Master ini.
Whu, Atra, dan LoghSeveria juga mencapai Weapon Mastery tingkat Master. Sisanya masih tersangkut di tingkat Master level awal.
Jari ini adalah hari perburuan ke Gate of Beast Hell yang diadakan oleh sebelas Guild Profesional. Guild Sevens masih di markas mereka dan belum pergi menuju Gate of Beast Hell karena ada suatu pertemuan yang harus dilaksanakan kembali.
“Ada beberapa anggota yang bertanya, kenapa mereka yang tidak terpilih tidak ikut?” Slitherio memulai pertemuan singkat mereka.
“Alasannya karena mereka yang tidak terpilih itu kebanyakan memiliki kemampuan yang terbilang sedikit di atas rata-rata pemain pada umumnya...” Slitherio merasakan tatapan tak bersahabat dari beberapa orang dihadapannya kini.
Ia tidak mempedulikan tatapan itu lalu melanjutkan, “Meski kalian masuk daftar Top Global, tetapi mungkin kalian masih memerlukan waktu untuk berkembang sampai pada kemampuan yang mungkin diketahui oleh pemain kebanyakan...”
“Hutan disekitar Kota Hostix merupakan tempat berburu yang bagus untuk pemain selevel kita ini. Aku mengetahuinya setelah menjelajah lebih dalam ke dalam hutan yang mendekati perbatasan Utara Ocean Empire.” Slitherio mengeluarkan sesuatu,sebuah kertas.
__ADS_1
“Mereka yang akan pergi ke Gate of Beast Hell adalah LoghSeveria, aku, Riana, Asvi, Lynx, FastStone, Clarey, June, dan Naze serta ditambah dengan Asheuin, Adhie, dan Bhiosa.” Slitherio menatap enam orang yang memasang wajah mengerikan sepanjang pertemuan. Mereka adalah kartu as Guild Sevens, yaitu Enam Pilar Naga.
“Alasan kenapa kau tidak memperbolehkan aku ikut itu apa? Sudah setengah bulan lebih kau tidak memberitahukan hal itu...” Geisha mengangkat tangannya, bisa dibilang pikiran yang terus mengisi pikirannya selama setengah bulan ini adalah alasan Slitherio tidak membiarkannya ikut perburuan ini.
Padahal, jika Geisha ikut maka akan membuat levelnya meningkat lebih jauh lagi.
Sebagai Adventurer, Geisha dapat berburu dengan membentuk party ataupun sendiri. Selama ini, Geisha selalu berburu bersama Clarey, Renne, June, dan Riana, tetapi tidak dengan dua belas anggota guild laki-laki lainnya.
Entah kenapa, Slitherio terlihat amat misterius saat ditanyai soal alasannya itu. Sebab itulah, Geisha selalu mengganti topik pembicaraan saat menyadari raut wajah Slitherio berubah.
Tapi kali ini, karena perburuannya hampir dimulai, ia harus mengetahui alasannya.
“Tinggalkan aku bersamanya...” Slitherio memejamkan matanya, tak perlu lagi menyembunyikan hal seperti itu dari orang yang instingnya amatlah peka.
Whu, Atra, Ovyx, dan mereka yang bertugas menjaga kota segera keluar setelah memberikan tatapan penasaran ke arah Slitherio. LoghSeveria, Riana, dan mereka yang ikut ke Gate of Beast Hell, termasuk Asheuin, Adhie, dan Bhiosa memilih menunggu di dekat Door Everywhere yang sudah dibuat oleh para penduduk kota.
Mata Geisha melebar saat mendengar hal itu. Ia tentu tidak menyangka kalau alasannya ternyata sesederhana itu.
“Meski ini hanya permainan, kau tidak ingin aku mati sia-sia, bukan?” tanya Geisha meyakinkan perkataan Slitherio. Slitherio mengangguk.
“Aku hanya ingin membuatmu selalu aman dan tak pernah terancam...” Slitherio menggaruk kepalanya, “Biarkan aku yang menerima semua ancaman itu...”
“Jadi itu sebabnya kau hanya memilih delapan anggota guild untuk ikut denganmu dan membawa tiga dari Enam Pilar Naga? Hanya ingin membiarkan agar aku selalu aman?” tanya Geisha sekali lagi.
Slitherio mengangguk, ia lalu menatap Geisha yang tingginya setara dengan hidungnya dan mengusap rambutnya pelan, “Tenang saja, aku akan kembali hidup-hidup, meski beberapa dari anggota yang kupilih mati disana...”
__ADS_1
“Kenapa kau membiarkan mereka mati sedangkan aku tidak?” tanya Geisha. Ia amat ingin mengikuti perburuan ini karena ia belum pernah melihat sepuluh ketua Guild Profesional lainnya, kecuali Luvian dan Sean, ia sudah pernah melihat keduanya saat di Syacht.
“Karena kau berharga bagiku...” Slitherio menundukkan kepalanya dan kepalanya menyentuh puncak kepala Geisha.
Geisha tersenyum lalu mengangkat kepala Slitherio perlahan, “Kembalilah hidup-hidup dengan seluruh anggota kita yang ikut kesana, jangan biarkan mereka mati. Meski hanya satu orang saja, itu kuanggap kalau kau melanggar kata-kataku. Bagaimana?” Geisha mengacungkan kelingkingnya.
“Aku janji aku akan membawa semua anggota Guild Sevens kembali hidup-hidup...” Slitherio mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Geisha.
Di dekat Door Everywhere, anggota yang ikut dengan Slitherio sedang menunggu sambil berbincang ringan sambil berusaha menghilangkan gugup karena akan menaklukan Dungeon tersulit peringkat pertama di Midvast.
Slitherio datang dengan wajah yang terlihat santai, sama seperti biasanya. Slitherio menatap petugas Door Everywhere dan berkata, “Bawa kami ke Gate of Beast Hell.”
Penjaga itu mencari sesuatu di dalam peta sederhana lalu menekan sesuatu di atas peta itu lalu berkata, “Satu orang 1 Silver...”
Slitherio membayar 9 Silver pada penjaga itu dan pintu itu terbuka. Slitherio berjalan masuk sambil melambaikan tangannya pada Geisha yang sedang berdiri di sebelah Renne yang dibalas dengan senyumannya.
Delapan anggota lainnya masuk, begitu juga Asheuin, Adhie, dan Bhiosa. Setelah mereka masuk, pintu tertutup kembali dan keramaian disana bubar, menyisakan Geisha yang menatap pintu itu sambil bergumam, “Kembalilah hidup-hidup...”
Catatan Penulis:
Mulai dari hari ini dan seterusnya, jika waktu updatenya tidak seperti dulu, yaitu pukul 00.00 WITA, maka itu artinya penulis sedang ada banyak pekerjaan. (PR_-)
Mohon dimaklumi, penulis masih SMP dan memerlukan banyak sekali ilmu untuk masa depan.
Saya ada satu tips buat kalian biar kalian tetap sehat setelah memakan makanan pedas maupun makanan manis.
__ADS_1
Yaitu minumlah air putih sekitar satu gelas setelah kalian melakukan apapun yang mungkin membahayakan kesehatan kalian. :)