
Slitherio berteriak dan kembali maju menyerang para pasukan yang masih ketakutan melihat perubahan para pendatang yang tidak mereka perkirakan.
Sisi lain, Zen panik melihat pasukannya dibantai oleh Slitherio dan kedua temannya. Panik dicampur takut membuat Zen kehilangan akal sehatnya.
“Fisvion, lawan pemuda jubah merah itu. Pastikan ia tewas dengan wajah penuh ketakutan.” Perintah Zen pada Fisvion.
“Tapi...” Fisvion menghentikan ucapannya begitu melihat tatapan tajam Zen padanya.
Sambil menelan ludahnya, Fisvion yang berada pada kondisi penuh luka memaksa dirinya untuk maju melawan Slitherio.
Slitherio yang terlihat bugar tentunya sangat kelelahan ditambah Potion yang hanya memberikan efek selama dua puluh detik.
Dengan sisa kekuatannya, Slitherio maju menghadapi Fisvion yang sama lelahnya dengannya. Serangan lemah dilancarkan kedua orang ini, namun tidak ada yang mengenai sasaran.
Atra yang melihat itu semua berniat menggantikan Slitherio mengingat jika ia berada di bawah pengaruh Blood Moon Bless, dirinya akan memiliki stamina tiada batas. Tapi langkahnya terhenti melihat Slitherio yang tersenyum sambil memandang dirinya.
“Tenang saja...” ucap Slitherio pelan kemudian melepaskan aura yang kuat dan dengan sisa kekuatannya ia maju menyerang Fisvion.
Fisvion menyambutnya dengan kapaknya dan benturan dua senjata terjadi. Mereka berdua melompat mundur dan kembali melesat menyerang satu sama lain.
Memang secara pengalaman bertarung, Fisvion jauh lebih unggul dibanding Slitherio. Namun jika ditanya soal jurus dan kemampuan, Fisvion sedikit tidak yakin akan kemampuannya.
Napas Slitherio bertambah tidak beraturan sedangkan napas Fisvion juga hampir mencapai batasnya.
Dengan kondisi begitu, keduanya sebenarnya tidak ingin melanjutkan pertarungan ditambah perintah dari Zen membuat Fisvion tidak bisa meninggalkan pertarungan.
Slitherio melompat cukup jauh dan mendarat di sebelah Whu, “Aku akan meminta agar pasukan berjirah biru itu kembali ke dalam, kalian ikutlah bersama mereka. Mereka bisa menyembuhkan kalian.”
Ucapan Slitherio berhasil membuat Whu tersentak, “Apa yang ingin kau lakukan?”
“Untuk sementara, aku akan menahan mereka sampai kalian kembali ke dalam.” Sahut Slitherio tanpa ragu sedikit pun. Ia pun mengeluarkan Stamina Potion dan meminumnya.
“Potion ini tidak akan bertahan lama, sebaiknya kalian pergi saat aku perintahkan.” Slitherio mengeratkan genggamannya pada pedangnya.
Slitherio membentangkan sayapnya dan terbang ke atas dengan kecepatan sedang. Ia melihat ke dalam tembok pertahanan, disana sudah berdiri banyak tenda dan terlihat beberapa orang sedang memantau pertarungan yang terjadi.
Slitherio mengatur napasnya, ia berseru, “Pasukan jirah biru, beberapa orang sedang menunggu kalian di Sky Empire! Sebaiknya kalian kembali sementara aku akan menahan mereka disini!”
Seruan Slitherio membuat pasukan berjirah biru yang disebut Sky Knight menoleh ke arahnya, “Cepat atau aku akan membunuh kalian semua!”
__ADS_1
Slitherio mengangkat kepalan tangannya yang mulai diselimuti api dan bersiap melesat ke bawah apabila tidak ada yang ingin menurut padanya.
Atra dan Whu menatap Slitherio kemudian menatap satu sama lain dan mengangguk. Whu membuat satu clon lagi sementara Atra melepaskan wujud serigalanya dan kembali ke wujud manusianya kemudian melesat menuju tempat Serioza dan kedua jenderalnya.
Dengan cepat, Atra dan Whu bersama calonnya membawa pergi tubuh Serioza dan kedua jenderalnya yang terkulai lemas karena pengaruh Blood Moon Bless.
Mereka melesat menuju tembok pertahanan sambil menatap Slitherio yang terbang di atas mereka. Sky Knight yang lain mengikuti mereka.
“Dengan begini aku bisa menggunakan skill terakhirku, Flame Warmage Technique: Spirit Boom!”
Slitherio melesat turun sambil mengarahkan telapak tangannya ke tanah. Ketika telapak tangannya menyentuh tanah, ledakan besar terjadi dan melukai Zen bersama Fadexion dengan Fisvion.
Zen yang masih panik berseru sambil menunjuk Serioza yang dibawa oleh Atra, “Jangan biarkan mereka lolos!”
Zen berkata demikian namun tidak ada yang melaksanakannya. Pasukan mereka sudah berada di puncak batasnya.
Fadexion mendekati Zen kemudian memukul keras kepalanya hingga terhuyung-huyung pusing dan akhirnya terjatuh pingsan.
“Kalian, bawa pemimpin kalian ini kembali ke perkemahan. Kita akan melanjutkan pertempuran esok hari.” Perintah Fadexion.
Pasukan yang tersisa menuruti perintah Fadexion. Yah, setidaknya salah satu bawahan pemimpin mereka masih memiliki akal sehatnya.
Slitherio melesat cepat kembali ke Sky Empire, seluruh tubuhnya sudah mencapai ambang batasnya. Ia terus terbang cepat bahkan sampai meninggalkan rombongan Atra yang lebih dulu pergi meninggalkan pertempuran.
Ketika sudah dekat perkemahan, Slitherio menarik sayapnya lagi dan membiarkan tubuhnya terjatuh tanpa kendali.
Tubuhnya yang terjatuh menghantam banyak tenda dan menghancurkan banyak sekali obor yang awalnya ditancapkan untuk penerangan malam.
Prince Xaviero yang pertama melihatnya segera meminta tolong pada prajurit lain untuk membawa Slitherio ke tim penyembuh secepatnya.
Pada saat yang bersamaan, rombongan Serioza sampai dan disambut oleh prince John. Dengan cepat mereka segera mendapatkan perawatan.
Atra dan Whu juga tidak ketinggalan mendapat perawatan meskipun awalnya mereka menolak melepas topeng mereka.
Slitherio dan Atra bersama Whu terpisah tenda yang cukup dekat. Sementara itu, tenda yang awalnya hancur segera diperbaiki.
Prince John dan Prince Xaviero telah berada di tenda khusus milik Serioza dan bersiap mendengar kemampuan musuh mereka.
“... Masalah hari ini terasa ringan berkat kedatangan tiga orang pendekar yang bersedia membantu kami berseratus tiga.” Serioza mengakhiri penjelasannya dengan pujian yang ditujukan untuk Slitherio, Atra, dan Whu.
__ADS_1
“Oh iya, dimana mereka bertiga?” tanya Serioza sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
“Pendekar berjubah perak dan topeng alis panjang telah kami rawat, sedangkan pendekar yang ayah ceritakan memiliki kekuatan dahsyat itu kami tidak...” ucapan Prince John disambung oleh Prince Xaviero.
“Pemuda dengan jubah merah telah kami rawat. Tenda mereka bertiga sudah kami letakkan bersebelahan.” Sambung Prince Xaviero.
“Apa kalian bisa memanggilkan mereka kemari?” pinta Serioza.
“Tentu ayah.” Prince Xaviero memberi hormat kemudian keluar dari tenda. Kini di dalam tenda hanya ada Serioza dan Prince John.
“Ehm, begini ayah...” Prince John menceritakan kondisi dua jenderalnya yang terluka sedikit parah. Dia juga menambahkan bahwa ada kemungkinan esok keduanya tidak bisa turun bertempur.
“Aku dan kakak sudah berdiskusi soal ini, jadi besok kami berdua akan menggantikan jendral Despian dan jendral Lyne.” Tutup Prince John sambil menatap Serioza, berharap permintaannya dikabulkan.
“Kau ini, aku sudah bilang kalau ada permintaan seperti tadi aku tidak bisa mengabulkannya.”
Prince John menunduk mendengar jawaban ayahnya. Prince Xaviero kembali bersama tiga orang dengan jubah berwarna merah, topeng ukiran cakaran, dan topi jerami.
“Hormat pada Yang Mulia.” Ketiga orang itu memberi hormatnya.
Ketiga orang itu bukan lain adalah Slitherio, Atra, dan Whu. Mereka dibangunkan oleh Prince Xaviero ketika mereka masih berada di tenda mereka.
Prince Xaviero mengatakan bahwa Serioza ingin berbicara dengan mereka, jadi mereka mengikuti Prince Xaviero ke tenda khusus milik Serioza.
“Begini, aku ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan teman-teman semua. Kaisar tua ini berterima kasih pada pendekar semua.” Ucap Serioza ketika Slitherio, Atra, dan Whu sampai di tendanya.
Slitherio merasa ada alasan kenapa mereka dipanggil sehingga bertanya, “Jadi, apa yang ingin senior bicarakan dengan kami?”
Catatan Penulis:
Begini, mengingat sisa kuota penulis sudah mendekati batas ada kemungkinan Minggu depan Remaist Online tidak bisa update.
Mungkin besok malam saya akan rilis lebih banyak chapter untuk pembaca semua.
Sekian saja, saya harap cerita ini dapat menyenangkan pembaca semua.
Salam,
Rio.
__ADS_1