Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
202. Perpustakaan III


__ADS_3

Slitherio melepaskan belasan serangan setelah dua serangan itu, memaksa FastStone untuk terus bergerak mundur sambil menahan serangan itu.


“Bagaimana...” FastStone melompat menjauh, ia lalu memperhatikan pedangnya. Pedangnya kini sudah retak di tengah-tengah bilahnya, membuatnya bisa patah kapanpun saat ia memakainya.


Kondisi pedang Slitherio juga tidak lebih baik dari pedang FastStone. Pedang Slitherio bahkan sudah patah di bagian ujungnya, membuat pedang Slitherio tidak bisa dipakai untuk serangan menusuk. Tetapi Slitherio tidak pernah memakai serangan menusuk sih, batin FastStone.


“Kalau dilanjutkan, aku tidak akan punya pedang cadangan untuk dipakai duel dengan Sean...” Slitherio menggaruk kepalanya, ia lalu menjatuhkan pedang yang lebih dari setahun lalu ia dapatkan dari Atra. Pedang itu lalu menghilang.


“Apa kau menyerah?” tanya Slitherio sambil mendekati FastStone. FastStone menjatuhkan pedangnya dan pedang itu langsung menghilang.


“Tak kusangka kekuatanmu bisa setinggi itu dalam waktu sekejap saja...” ujar FastStone lalu menyalami Slitherio. Dengan begitu, pemenang duel ini adalah Slitherio dan ia akan berduel lagi dengan Sean.


Semua orang yang menonton duel itu bertepuk tangan, duel itu berhasil menerbangkan beberapa rumput dan itu bisa membuat Vin marah besar.


“Jadi, apa kita akan duel dengan pedang biasa kita?” tanya Sean sambil mendekat. Slitherio hanya memijat keningnya lalu menjawab, “Jika memang tidak ada pilihan, maka terpaksa kita memakainya...”


Di Remaist Online, ada dua jenis zone, yaitu Safe Zone dan Danger Zone. Danger Zone tersebar di seluruh dunia, dari ujung utara Benua Northev sampai ujung selatan Benua South, lalu dari ujung timur Benua Eastest sampai ujung barat Benua Westerie. Seluas itulah Danger Zone tersebar.


Sage Zone hanya ada di Gods Island dan sebelum update sekitar lebih dari tujuh bulan lalu, hanya ada Danger Zone di map dunia dan tidak akan ada tempat aman untuk bersantai.


Danger Zone berfungsi untuk tempat bertarung, membunuh, berburu, dan mencari uang dengan cara berbahaya. Dengan kata lain, Danger Zone ini berbahaya bagi para pemain pemula yang tidak memahami aturan keras dunia ini.


Sage Zone yang hanya ada di Gods Island dan siapapun yang ada disini tidak akan bisa mati kecuali dengan duel. Hanya lapar sajalah yang bisa membunuh seseorang dalam Safe Zone ini.


Sebab itulah, Slitherio dan FastStone tidak bisa mengurangi HP lawan masing-masing karena mereka sedang berada di dalam Safe Zone.


Sean mengeluarkan Gold Dragon Swordnya dan menatap Slitherio. Slitherio juga menarik pedang andalannya, yaitu Flame Phoenix Sword.


“Apa kau suka api?” tanya Vin yang entah sejak kapan sudah ada diantara Slitherio dan Sean, “Kau ketahuan...”

__ADS_1


Slitherio tersenyum canggung, “Ketahuan apa?”


“Jangan mengelak! Kau sudah membuat rumput ini kehilangan dua daunnya!” Vin menunjuk sebuah rumput yang  berada di depan kaki Slitherio, “Dan jika kalian berduel dengan pedang sungguhan seharusnya kalian jangan disini!”


Dengan cepat, Vin memegang tangan kanan Slitherio dan Sean dengan erat lalu berpindah ke sebuah stadium, “Duel disini saja daripada di halaman perpustakaan...”


Kemunculan tiba-tiba Vin diantara mereka saja sudah membuat terkejut, apalagi saat merasakan kalau mereka sudah berpindah tempat.


“Disini?” Sean menghunuskan Gold Dragon Swordnya pada Slitherio. Vin mengangguk sebelum ia menghilang lagi.


Stadium sepi, tak ada siapapun kecuali seorang tukang bersih-bersih yang membersihkan serta merapikan kursi-kursi di stadium itu.


“Hehehe...” Slitherio tertawa kecil lalu melesat menyerang Sean.


Sean menyambut serangan Slitherio dan duel kedua antara Gold Dragon God Sean melawan Flame Sword God Slitherio dimulai.


***


Ia berada di ruangan tempat mereka membaca buku bersama dengan Atra, Li, dan Clarey. Naze dan FastStone sedang mencari buku diluar ruangan itu.


“Tapi setidaknya mereka sudah memamerkan kekuatan mereka yang sudah pada dasarnya hebat itu...” Clarey meletakkan kepalanya diatas meja dan beralaskan kedua tangannya.


“Slitherio itu kuat, ya?” Li menopang wajahnya dengan kedua tangannya, “Tetapi ia sudah berada di puncak saat ini dan ia masih berkata kurang...”


“Kekuatan Slitherio saat ini masih kurang, begitulah kata gurunya, Zein God.” Ujar FastStone setelah ia datang bersama dengan Naze sambil membawa tumpukan buku, “Aku mendengar kata-kata itu saat Gaburon God mengatakan ingin makan nasi dengan saus hitam dan ia langsung meliburkan pelajaranku dan Sean...”


“Dengan cara apa Slitherio bisa mengeluarkan seluruh kekuatannya?” Atra berpikir sebentar, “Atau jangan-jangan Zein God memiliki cara untuk melakukannya?”


“Bisa jadi...” FastStone mengelus dagunya, “Siapa tahu kalau ujian yang kita lalui selama ini sebenarnya untuk meningkatkan kekuatan kita...”

__ADS_1


“Ditambah dengan harapan kalau kekuatan kita bisa keluar sepenuhnya...” tambah Geisha. Ia bisa memahami maksud FastStone.


“Dengan harapan seperti itulah mereka tetap memberikan ujian yang berat bagi kita...” ujar Clarey. Ia lalu membuka buku yang ada dihadapannya.


“Tapi ini adalah permainan! Bagaimana caranya kita bisa mengeluarkan seluruh kekuatan kita hanya dengan ujian berat?” Atra memukul meja, membuyarkan konsentrasi Clarey dan Naze yang sedang membaca.


“Hanya dengan berburulah kita bisa meningkatkan kekuatan serta level kita, itulah logika permainan RPG, apalagi MMORPG...” Atra melanjutkan, “Logika seperti itu tidaklah ada di dalam dunia semacam ini...”


FastStone menghela napasnya lalu berkata, “Jika ini hanyalah sebuah mimpi, aku akan memakluminya. Tetapi jika dengan menjadi dewa di dunia ini lalu aku bisa mendapatkan ilmu yang kupelajari, itu sudah diluar batas wajar sebuah permainan...”


“Tetapi entah kenapa aku merasa kalau perubahan ini akan menjadi baik kedepannya...” ujar Geisha lalu melanjutkan buku yang kemarin ia baca.


Disaat Atra hendak melanjutkan, ia mendapat tatapan tajam dari Li dan ia berkata, “Diam dan baca bukumu saja...” Atra langsung diam dan membaca bukunya.


Selama dua jam mereka duduk dalam diam sambil membaca buku atau hanya sekedar duduk saja dengan santai. Mereka juga menunggu dua rekan mereka kembali ke ruangan itu, yaitu Slitherio dan Sean.


Tetapi yang ditunggu tak kunjung datang. Entah apa penyebabnya, mereka tak datang sampai dua jam berlalu.


Dua orang itu berjalan dengan santai menuju ruangan itu sambil menenteng pedang masing dengan santai. Keduanya masuk dengan wajah yang ceria.


“Akhirnya aku tetap tidak bisa mengalahkanmu, Slitherio...” ujar Sean lalu berjalan menuju kamar Atra, “Atra, aku pinjam kamarmu sebentar...”


Atra hanya diam dan tak lama ia pun tersadar akan sesuatu, “Sean, kembali!” Atra meninggalkan buku yang ia baca lalu berlari menuju kamarnya.


Tentang tempat istirahat, perpustakaan itu hanya memiliki dua kamar dan mereka terpaksa berbagi kamar. 


Slitherio, Sean, FastStone, Li, dan Naze tidur di kamar Atra, sedangkan Geisha dan Clarey di kamarnya Clarey.


Tetapi Slitherio menolak dan ia memilih tidur di ruangan baca. Karena Geisha tidak bisa melihat Slitherio tidur sendirian di ruangan baca, ia akhirnya menemani Slitherio di ruangan itu.

__ADS_1


Slitherio menggelengkan kepalanya dan duduk di sebelah Geisha, “Apa kalian sudah memikirkan tentang ujian keempat itu seperti apa?”


__ADS_2