Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
52. Hell Castle


__ADS_3

Slitherio mencari menu untuk membuat party dan mengundang Atra, Whu, dan Geisha untuk ikut di dalam party tersebut.


“Kau yakin?” Tanya Geisha sambil menyetujui permintaan party itu.


“Aku tidak yakin, tapi diriku penasaran dengan Dungeon tingkat Insane ini...” Ujar Slitherio setelah semua orang sudah masuk dalam party buatannya.


[Party telah terbentuk!


EXP dan uang yang didapatkan dalam perburuan akan dibagi sama rata kepada seluruh anggota party.


Pilihlah pemain yang akan menjadi Leader party ini!]


“Slitherio!” Usul Atra dan Whu.


“Eh...” Slitherio bingung atas keputusan mendadak kedua temannya.


[Slitherio telah menjadi Leader party ini!


Slitherio harus membuka Dungeon ini dan membiarkan anggota partynya mengikuti seluruh perintahnya]


“Sial...” Slitherio menepuk dahinya. Ia menyentuhkan tangannya di pintu kastil itu dan mendorong pintu itu hingga terbuka.


[Kau telah mengakses Dungeon!


Kau tidak dapat memutuskan sambungan saat berada di Dungeon dan kau akan keluar otomatis saat tewas di dalam Dungeon.


Kau hanya dapat menyelesaikan dungeon dengan menang atau kalah jika kau mati di dalam Dungeon]


Slitherio menelan ludahnya, begitu juga tiga temannya. Masih terlalu awal untuk Dungeon tingkat Insane.


Mereka berempat masuk dan situasi gelap langsung menghiasi kastil itu. Mereka terus maju dan akhirnya satu makhluk yang tubuhnya transparan menerjang keempatnya.


Keempatnya langsung menyerang makhluk transparan itu, namun tubuh makhluk itu tembus dan sulit diserang menggunakan serangan biasa.


Slitherio melapisi pedangnya dengan api dan menebaskan pedangnya ke makhluk itu. Makhluk itu seketika tewas.


“Apa mungkin seluruh makhluk Dungeon ini hanya bisa aku habisi seorang saja dan kalian hanya menonton?” tanya Slitherio.


“Jangan kira hanya kau saja yang memiliki Skill elemen...” Whu menarik tongkatnya dan mengayunkannya ke salah satu makhluk transparan dan sesuatu menembus makhluk itu.


Mata Geisha melebar. Itu skill elemen angin!


Geisha menarik pisaunya dan bersiaga, meskipun tau kecil kemungkinannya bisa bertarung dengan kemampuan ketiga orang di depannya.


Atra memilih menyimak saja karena hampir seluruh skill miliknya tidak berelemenkan elemen apa pun. Bisa dikatakan skill miliknya hanya berbentu teknik serang biasa saja.

__ADS_1


Saat Atra masih melihat pertarungan di depannya, ia merasakan sesuatu mendekat. Dengan cepat Atra menoleh dan menemukan monster yang berbentuk rangka manusia dengan Jirah yang dikenakannya sedang berjalan sambil tertatih-tatih menuju Atra.


Atra mengeluarkan cakarnya dan mencakar rangka berjalan itu. Atra kini menyadari, mereka kini sedang dikepung dari segala arah dan tidak ada celah untuk kabur.


“Kita dikepung!” seru Atra yang didengar oleh ketiga temannya.


“Sial! Inikah kekuatan Dungeon tingkat Insane?” batin Slitherio saat mendengar seruan Atra.


“Kalian, segera menyingkir! Cepat!” Slitherio mengangkat tangannya, berniat mengeluarkan skillnya lagi.


Atra dan Whu tau, biasanya Slitherio akan mengangkat tangannya seperti itu dengan dua alasan. Pertama, menyuruh orang menjauh. Dan kedua adalah mengeluarkan skill terkuatnya.


Dengan dua alasan itu cukup membuat Atra dan Whu ketakutan. Skill Slitherio seperti tidak memandang kawan ataupun lawan.


Atra memilih kabur sementara Whu menarik tangan Geisha untuk menjauh. Meski awalnya tidak mau, setelah penjelasan dari Whu Geisha akhirnya mau pergi membiarkan Slitherio melakukan keinginannya.


Setelah melihat temannya menjauh, Slitherio bergumam, “Flame Warmage Technique: Spirit Boom...”


Segel tak kasat mata tercipat di bawah kakinya, monster manapun tidak mampu melihat segel itu. Hanya Slitherio sajalah yang mampu melihat segel itu.


Sedetik kemudian, ledakan besar terjadi. Monster yang tadi mengepungnya seketika mati tak tersisa. Bahkan kastil itu juga ikut hancur setengah, memperlihatkan beberapa ruangan yang belum dicapai. Terhitung ada sekitar lima ruangan lagi yang harus dilalui.


Level Slitherio naik dua level, sedangkan kedua temannya naik satu level dan Geisha tidak mengalami kenaikan level.


Karena biasanya hanya pembunuh Monsternya saj yang mendapat EXP lebih banyak dari anggota partynya. Ini juga sebab kenapa banyak pemain yang suka berburu seorang diri. Karena jika seseorang tergabung di dalam sebuah Guild atau party, biasanya EXP hasil berburu mereka akan dibagikan ke seluruh temannya.


Slitherio memimpin mereka memasuki Dungeon lebih dalam. Makin jauh mereka melangkah, jumlah monster dan kekuatannya kian bertambah.


Meskipun awalnya tidak mampu mengimbangi, mereka akhirnya mampu masuk sampai ke ruangan terakhir kastil ini.


Slitherio berhasil naik level sebanyak lima level, Whu sebanyak enam level, Atra sebanyak empat level, dan Geisha sebanyak lima level. Whu sudah berhasil melepas segel cincin roh Zeo.


Kini mereka sudah bersiap di depan pintu ruangan terakhir kastil itu. Keempatnya menyiapkan senjatanya, setelah semuanya siap barulah Slitherio membuka pintu ruangan terakhir itu.


Didalamnya sangat gelap, nyaris tidak terlihat apapun. Meski begitu keempatnya tetap tidak menurunkan kewaspadaannya.


Saat Slitherio melangkah maju, beberapa obor menyala dan terlihatlah sosok besar yang duduk di tengah ruangan itu.


Sebuah jendela informasi muncul di depan mereka berempat.


[Quest: Artefact of Hell Empire **** (Insane)


Artefak kuno dari kekaisaran kuno neraka tersimpan di kastil ini. Temukan dan pastikan agar artefak ini tidak jatuh ke tangan yang salah. 


Artefact of Hell Empire : 0/1

__ADS_1


Reward: All Stat+50, Weapon Mastery menjadi Advance, Skill Mastery menjadi Intermediate level 20, Artefact of Hell Empire untuk diri sendiri]


Reward yang berlebihan, tak sebanding dengan benda yang didapatkan.


Slitherio kebingungan, begitu juga dengan yang lainnya. Artefact of Hell Empire? Bukankah yang sekarang mereka hadapi adalah makhluk besar di depannya?


“Aku tau! Mungkin artefak ini adalah reward dari Quest ini!” seru Atra bangga. Ia merasa sudah menyelesaikan misteri ini.


“Kau tidak baca ya? Rewardnya salah satunya adalah artefak itu.” Whu menjelaskan dengan santai.


“Kalian berani masuk ke ruangan suci, takkan kubiarkan kalian keluar dengan jiwa masih ditubuh kalian.” Suara berat terdengar menghentikan Whu yang ingin berkata lagi.


Dengan cepat, Slitherio mengangkat pedangnya. Ia menyadari kini mereka akan menghadapi lawan yang kuat.


[Hell Knight Commander (level 150)


ATK : 500


DEF : 450


HP : 100.500]


“Apa?!” seru Atra yang terkejut.


“Sial...” Whu membuat satu clon dan melakukan hal yang sama sebanyak empat kali.


“Serang!” Slitherio berseru kemudian terbang menyerang Hell Knight Commander itu.


Atra melesat ke atas dengan Wind Step sambil menyerang bagian yang bisa ia serang. Geisha memilih memakai busur mekaniknya, tetapi mesinnya ia lepaskan kemudian ia simpan. Ia hanya memakai busurnya saja.


Whu melesat ke atas dengan Wind Step dan memukul kepala Hell Knight Commander bersama lima clonnya.


HP Hell Knight Commander itu berkurang hingga 90%. Slitherio yang bisa melihat mereka akan menang memacu ketiganya untuk ikut bersama-sama menyerangnya.


Whu memerintahkan dua clonnya untuk menyerang kaki Hell Knight Commander itu sementara tiga lainnya membantu Slitherio dan Whu menyerang bagian kepalanya.


Atra menyerang bagian tubuh tengahnya dengan cakar mekaniknya dan memberikan serangan cakar dengan brutal. Ia kemudian melompat mundur dan mendarat di sebelah Geisha.


“Aku akan memilih menggunakan Super Remaistku untuk membantu Slitherio dan Whu.” Gumam Atra sebelum ia berubah menjadi manusia setengah serigala. Ia kemudian kembali melesat menuju tempatnya tadi menyerang.


Situasi akan terasa lebih mudah bagi mereka. Tetapi tidak dengan Hell Knight Commander itu. Ia semakin terdesak karena serangan brutal ketiganya yang terus menyasar titik vitalnya. Serangannya seolah hanya mengenai angin kecil saja karena reflek ketiganya jauh lebih tinggi dibanding dirinya.


Merasa panik, ia memilih meledakkan dirinya saja dibanding harus mati di tangan tiga manusia yang dianggapnya adalah lalat kecil.


Ledakan besar itu langsung mengenai Whu, Atra, dan Slitherio yang berada paling dekat dengan Hell Knight Commander. Slitherio melesat menjadikan tubuhnya sebagai perisai bagi Atra dan Whu yang memiliki HP paling rendah.

__ADS_1


HP Atra dan Whu langsung merosot turun ke angka 19%, sedangkan HP Slitherio segera menurun dengan cepat hingga akhirnya hilang dan lenyap.


Slitherio berubah menjadi butiran cahaya merah keemasan sebelum akhirnya menghilang. Tetapi sesuatu yang hebat terjadi setelahnya.


__ADS_2