Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
65. Ruangan rahasia


__ADS_3

Deushi maju menyerang setelah mengucapkan sebuah skill, “Shadow Knife.” 


Pisaunya mulai berubah menjadi warna hitam keputihan, Deushi maju dengan pisau itu. Atra tersenyum melihat itu.


“Jika ia menggunakan skill, aku pun bisa.” Atra kembali mengeluarkan cakarnya. Ia mengalirkan Mananya ke cakar itu dan cakar itu mulai berubah menjadi hitam pekat serta tingkat ketajamannya meningkat.


“Armament!” 


Sang raja langsung berdiri saat melihat cakar itu dan skill yang digunakan Atra, “Tidak salah lagi. Dia adalah Rioz!”


Atra melesat maju dan menghempaskan pisau yang masih berada di tangan Deushi. Pisau itu terlempar cukup jauh hingga akhirnya menancap di atas sebuah kursi tempat Deushi tadi duduk.


“Apa kau masih tidak ingin menyerah?” tanya Atra.


“Y-ya... Aku menyerah!” Deushi berkata sambil mengatur napasnya lagi. Pisau andalannya sudah terlempar dan ia sudah tidak memiliki kemampuan untuk melawan lagi.


Dengan begitu, Atra berhasil melewati seleksi dan menjadi jendral tertinggi BloodThirsty Kingdom. Enam peserta yang tersisa kembali melakukan pertandingan dan didapatkanlah tiga orang yang akan dijadikan jendral biasa bersama Deushi.


Tiga orang yang gagal akan dijadikan Commander bersama dengan tujuh orang yang gagal melewati tujuh besar.


Acara pelantikannya akan dilaksanakan esok hari, siang hari. Setelah acara pelantikannya, lima jendral terpilih akan diberikan kesempatan masuk ke ruangan yang ada di perpustakaan BloodThirsty Kingdom.


***


Esok paginya, Atra bersama empat orang jendral biasanya dilantik menjadi jendral oleh sang raja.


Keempatnya adalah Deushi, seorang pria bertubuh pendek yang bernama Chev, seorang wanita bertubuh langsing bernama Vin, dan seorang pria bertubuh kurus tinggi bernama Zey.

__ADS_1


“Aku bernama Atra akan mengabdikan hidupku untuk BloodThirsty Kingdom selamanya. Aku juga tidak akan mengkhianati BloodThirsty Kingdom meskipun aku diancam sekalipun. Dan juga aku akan melindungi segenap bangsaku dari segala jenis ancaman, baik itu dari luar maupun dari dalam.” Ucap Atra dengan nada tegas. Ia mendapatkan kata-kata ini dari pelayan raja. Kata-kata ini disebut sumpah sejati BloodThirsty Kingdom.


Empat orang lainnya mengenalkan dirinya masing-masing kemudian mengucapkan sumpah yang sama dengan yang tadi diucapkan Atra.


Sang raja tersenyum kemudian berkata dengan tegas, “Dengan ini, kalian berempat kuangkat menjadi empat jendral BloodThirsty Kingdom dan prajurit Atra kuangkat menjadi Jendral Tertinggi BloodThirsty Kingdom.”


[Selamat, kau telah diangkat menjadi Highest General BloodThirsty Kingdom!


All. Stat +30 permanen, Murderous Point +100, mendapat skill War Cry, dan mendapat kehormatan memimpin 10.000 prajurit BloodThirsty Kingdom.]


Atra tersenyum melihat jendela informasi tersebut. Satu hal yang tidak ia inginkan malah diberikan padanya. Yaitu mendapat kehormatan memimpin 10.000 prajurit BloodThirsty Kingdom dan menjadi Highest General.


Kabar bagusnya, ia mendapatkan skill War Cry. Slitherio pernah berkata, skill yang dulu ia pakai saat pertempuran di perbatasan Sky Empire bernama War Cry. Slitherio juga mengatakan bahwa skill ini bisa meningkatkan kemampuan orang-orang yang dipimpinnya.


Murderous Point juga yang menjadi kabar baiknya. Dengan begini, poin Murderous Auranya sudah melebihi 1.000 dan pastinya akan lebih kuat.


Ia juga sempat melihat ke status dua rekan barunya dan keduanya memiliki Murderous Point yang besar juga.


Atra tersenyum mendengar hal ini. Ini adalah tujuan utamanya mengikuti seleksi ini.


Acara ditutup dengan penampilan teknik sang Highest General yang baru, jendral Atra. Atra sendiri memilih menampilkan sebagian dari Mechanic Claws Technique, yaitu Dance of Claw, Puncture, Wave Cuts, Break the Wind, dan Wind Knife. 


Sebenarnya, Mechanic Claws Technique memiliki delapan skill, hanya tujuh yang muncul di Skill Book yang dijatuhkan Rioz. Satu lagi ternyata Armament, Rioz sendiri yang menambahkannya karena ia sendiri menemukan skill itu di perpustakaan.


Sang raja semakin mengenali teknik-teknik itu. Setelah Atra selesai menunjukkan teknik yang ia miliki, sang raja membubarkan orang-orang yang menghadiri acara itu dan memberikan kunci kepada pelayannya untuk mengakses ruangan teknik.


Lima orang yang baru diangkat mengikuti pelayan yang membawa kunci ruangan teknik dan keenamnya mulai diikuti oleh beberapa orang.

__ADS_1


Sepertinya kunci ruangan itu tidak bisa jatuh ke tangan yang salah, pikir Atra.


Mereka mulai menarik perhatian saat mereka sudah keluar istana dan memasuki jalan besar. Beberapa penduduk mengetahui tentang pengangkatan jendral baru dan mereka langsung memberi hormatnya pada Atra dan empat jendral biasa lainnya.


Atra merasa sedikit canggung, sedangkan Deushi seolah sudah biasa menghadapi hormat itu, Chev memilih diam menerima itu semua, Vin melambaikan tangannya pada mereka semua, dan Zey memasang wajah datar saat menerima itu semua.


“Oh, tak kusangka Deushi yang terkenal perkasa malah diangkat menjadi jendral biasa, apa mungkin ada yang lebih hebat darinya dikalangan Commander?”


“Kudengar kalau ada murid Jendral Rioz yang mengikuti seleksi ini juga, tetapi aku tidak mengetahui apakah murid Jendral Rioz lolos atau tidak.”


“Mungkin saja kalau Jendral Tertinggi yang baru adalah murid Jendral Rioz.”


Beberapa orang sedang membicarakan orang yang mampu mengalahkan Deushi dengan mudahnya. Atra tersenyum sendiri, tentu ia mengetahui nama orang mampu melakukannya. Orang itu bukan lain adalah dirinya.


Mereka terus berjalan hingga akhirnya sampai di perpustakaan yang kemarin Atra datangi. Beberapa petugas perpustakaan langsung mengenali Atra, karena Atra sempat hampir membuat keributan disana, sebab itulah Atra diingat oleh petugas disana.


Siapa sangka, orang yang hampir membuat keributan disana malah menjadi salah satu dari lima Jendral BloodThirsty Kingdom, bahkan menjadi Jendral Tertinggi.


Orang yang kemarin nyaris membuat Atra maju menyerangnya memilih diam seribu bahasa saat pandangan keduanya bertemu. Atra tersenyum dengan santai, seolah kejadian kemarin tidak pernah terjadi.


“Senior semua saya berikan waktu kurang lebih sehari untuk mendapatkan jurus yang sesuai dengan gaya bertarung senior semua. Jika sudah mendapatkan jurus yang sesuai, senior semua dapat meminta seseorang untuk menyalinkannya.” Jelas pelayan itu dengan sopan, kemampuannya tidak dapat disamakan dengan lima orang dihadapannya saat ini. Salah sedikit, mungkin ia tidak bisa bernapas dengan tenang karena menyinggung salah satu dari Lima Jendral.


Atra berjalan memasuki ruangan itu dengan antusias, ia kemudian diarahkan seseorang ke sebuah ruangan lain yang ada di dalam ruangan itu.


Atra mengikutinya dan disanalah seluruh jurus hebat disimpan. Sebagian diletakkan dliar ruangan rahasia itu.


“Disini Jendral bisa memilih jurus apa saja yang diinginkan. Jurus disini merupakan jurus yang sangat hebat, beberapa tidak dapat kami terjemahkan isinya. Saya harap Jendral dapat menemukan rahasia dari jurus yang tidak dapat kami terjemahkan itu.”

__ADS_1


“Satu lagi, saya akan menemani Jendral memilih jurus yang diinginkan.” Lanjutnya.


“Hmm, menarik...”


__ADS_2