
Ryan menyeringai lebar, “Hihi, aku sudah tahu gameplay mereka...”
“Kalau begitu, taktik apa yang akan kita pakai?” Tanya Rio. Ia masih syok karena ia mati lagi dan bisa dibilang ia beban.
“Masih sama, hanya saja salah satu dari kita harus memakai Teleport...” Ujar Ryan, “Nanti akan kuberitahu fungsinya...”
Ryan terlihat seperti membiarkan tim Jepang menang, tetapi ia sendiri bahkan sulit terima tim Indonesia dikalahkan seperti itu.
“Baik...”
15 menit berlalu dan ronde penentuan akan dimulai. Ryan menarik napas panjang. Ia takkan kalah lagi.
“Hmm? Tim Jepang melepas Wukong?! Gaburon juga?!”
“Untuk apa tim Indonesia membanned Hero support seperti Renato?”
Renato adalah Hero support yang memiliki kemampuan penyembuh yang hebat. Tidak diketahui alasan tim Indonesia membanned Hero seperti itu.
“Tampak disini kalau tim Jepang takkan melepas tim Indonesia sekali lagi...”
Ryan melirik Fredy yang memakai Auto Translator saja, tanpa Headphone. Ryan melihat kalau Fredy berniat curi dengar pembicaraan tim Jepang.
Fungsi kedua tim memakai Headphone itu untuk mencegah tim lain mendengar pembicaraan tim lawannya. Tetapi Fredy melepas Headphonenya dan mendengar pembicaraan tim Jepang. Ia menggeser sedikit posisi duduknya jadi mendekati
“Kita harus membantai tim Indonesia seperti tadi. Pastikan agar tim Indonesia kembali tak bisa berkembang...”
Fredy memberitahukan hal itu dan Ryan menarik satu keputusan penting, “Kita main mid...”
Taktik yang dipakai Ryan maksudnya seperti ini. Sebuah tim akan berkumpul di tengah dan langsung menghabisi Army yang ada di sana lalu menghabisi Hero yang berjaga di mid.
Mid Ryan ambil karena kebanyakan Hero Archer dan Hero Mage akan berjaga disana, jadi mungkin akan lebih mudah untuk menghancurkan Tower disana.
Tanpa ragu, seluruh anggota tim Indonesia bergerak menuju mid dengan cepat dan langsung menghabisi siapapun yang menghadang di Mid Lane.
“Langsung maju!” Hendra berseru dengan semangat, meski mereka tahu kalau mereka sedang dihadapkan pada situasi yang tak beruntung, mereka tetap maju.
__ADS_1
Karena ribuan pemain di Indonesia menunggu mereka, itulah alasannya kenapa mereka terus bersemangat meskipun berada di posisi yang tidak beruntung.
Dengan lima pemain di mid membuat Army lawan menjadi tidak berguna. Mereka terus maju dan menghancurkan dua Tower di Mid Lane dengan mudahnya.
Tim jeoang langsung bergerak ke tengah dan saat mereka sampai di tengah, tim Indonesia telah bergerak ke Lane lainnya dengan cepat. Kelimanya bergerak dengan cepat ke Offlane yang terlihat kosong itu.
“Sial, sekarang kita yang tidak diuntungkan!” Tsuyoshi yang melihat semuanya tentu tak bisa membiarkan timnya kalah.
Dua pertimbangan yang ada di pikiran Tsuyoshi. Mereka bergerak ke tempat tim Indonesia berada dan Lane lainnya tidak dijaga, dan mereka berpencar tetapi mereka akan mati.
Tsuyoshi teringat sesuatu ketika ia memikirkan pertimbangan yang pertama, “Mereka berani mengambil resiko untuk kemenangan mereka?”
Tsuyoshi tersenyum licik, ia memerintahkan pada rekannya untuk berpencar dan menghancurkan Tower lawan.
Tetapi saat mereka berani mengambil resiko dengan berpencar, saat itu juga base mereka telah dijebol oleh tim Indonesia.
“Kembali!” Tsuyoshi memerintahkan temannya untuk kembali dan saat mereka berniat kembali, HP base mereka tersisa kurang dari separuhnya. Tim Indonesia kabur kembali ke base mereka.
Ryan mengadu telapak tangannya pada yang lainnya sambil berkata, “Untuk selanjutnya aku akan beritahu...”
“Hendra, inilah alasan kenapa aku memintamu untuk memakai Yun. Skill ultimate milik Yun bisa memindahkan siapapun ke berbagai tempat. Ditambah dengan memakai Teleport, kau bisa menghabisi Army di Safe Lane dengan mudah.”
“Kita akan berpencar...” ujar Ryan lalu ia bergerak ke Offlane bersa tiga temannya.
“Semoga berhasil...” ujar Rio lalu ia kembali menatap ponselnya.
Hendra mengepalkan tangannya, ia adalah penentu kemenangan tim Indonesia, sebab itulah ia tak boleh gagal.
Hendra menarik napasnya lalu ia bergerak menuju Safe Lane yang towernya sudah hilang satu. Ia tak memedulikan temannya yang masih war di Lane atas, karena baginya, kemenangan tim lebih baik daripada ia membantu teman-temannya. Ia langsung mengeluarkan skill ultimate milik Yun yang bernama Dimentional Displacement. Ia lalu sampai di dekat Army yang sedang berperang kecil.
“Oh, nampaknya tim Jepang tak menyadari perangkap yang dipasang tim Indonesia! Apa yang akan dilakukan tim Jepang?”
Hendra terus bergerak maju sampai akhirnya ia berhasil menjebol base lawan dan mulai mengurangi HP base lawan.
“Sial! Ini perangkap!” Tsuyoshi yang mati segera melihat ke base-nya. Lawan telah menyerang base-nya dengan cepat bersama Army yang tersisa.
__ADS_1
Dari tim Jepang tersisa satu pemain lagi. Pemain itu segera kembali ke base dan terlambat. Tim Indonesia berhasil menghancurkan base mereka.
“Waahh, tim Indonesia berhasil menghancurkan base lawan tepat waktu! Dengan begini, tim Indonesia berhasil memenangi World Tournament Physical and Magic S3!”
Ryan dan empat temannya yang bermain saling berpelukan serta berteriak kegirangan. Agus dan Leo yang duduk di kursi penonton juga ikut berteriak kegirangan dan berpelukan erat.
Selesai selebrasi sebentar, tim Indonesia yang terpecah menjadi dua berkumpul di atas arena dan menaikkan tangan kanan mereka bersamaan.
Hujan pita kecil jatuh di atas mereka dan pembawa acara kembali berbicara, “Tak bisa disangka, kalau tim yang terlihat lemah ini bisa memenangi World Tournament Physical and Magic yang disebut-sebut merupakan tempat berkumpulnya banyak pemain hebat dari seluruh dunia!”
Dua orang, yang sepertinya adalah pencipta Physical and Magic datang dan menyerahkan hadiah berupa kertas besar yang bertuliskan jumlah uang yang didapat serta sebuah piala yang amat besar.
Ryan dan Rio sebagai kapten dan wakil tim Indonesia menerima piala itu dan seseorang memotret ketujuhnya yang bergaya dengan asal-asalan.
Tsuyoshi berjalan keluar dari ruangannya dan mengacungkan kepalan tangannya, “Slitherio, jika nanti kita bertemu aku pasti bisa mengalahkanmu...”
Pernyataan Tsuyoshi seperti mengatakan kalau mereka pasti akan bertemu, kapanpun itu dan dimanapun itu. Entah dengan cara apa, mereka pasti akan bertemu, lagi.
Bukan sebagai musuh, tetapi sebagai rekan satu Guild...
***
Indonesia...
“Woohoo!”
Tak terhitung banyaknya orang Indonesia yang berseru kegirangan karena kemenangan tim Indonesia yang mereka banggakan itu.
Termasuk dua orang tua yang sedang menonton televisi. Salah satunya kemudian berkata, “Ryan, hebat ya?”
“Itu kan karena kau yang memutuskan untuk membiarkan Ryan berkembang seperti yang ia inginkan...” ujar orang tua yang lainnya.
Di tempat lain...
“Sudah kuduga, orang itu pasti yang akan menang...” seorang perempuan menonton ponselnya yang menampilkan sebuah pertandingan yang sudah selesai.
__ADS_1
“Yah, kau memang tak menjawab beberapa patah kataku sebelumnya, tetapi kau telah kembali muncul di hadapanku, meski tak di hadapanku langsung, tetapi di mataku, kau tetap menampilkan wujudmu meski hanya sesaat...”