
“Eh?!”
Suasana Pulau Dewa yang sepi membuat keduabelas orang itu kebingungan bukan main. Sampai pada akhirnya sebuah suara memecah kebingungan mereka.
“Masuk saja, aku ada didalam...”
Orang berelemen Logam menoleh pada yang lainnya dan yang lainnya menggeleng tanda mereka bukanlah yang mengatakan hal itu.
Karena tidak ada pilihan dan tidak mungkin mereka kembali setelah berpetualang jauh, akhirnya mereka memasuki pulau itu.
Sangatlah sepi situasi di pulau itu, sampai akhirnya mereka sampai di dekat sebuah bangunan. Orang yang wajahnya tidak terlihat mendekati mereka berdua belas.
“Aku Tuhan, aku akan menguji kalian...” setelah orang yang mengaku Tuhan itu berbicara, aura yang berat merembes keluar dari tubuhnya. Aura yang sangat kuat menekan mereka sampai orang berelemen Petir yang merupakan orang terkuat diantara mereka jatuh berlutut.
Yang masih bertahan hanyalah orang berelemen Cahaya dan orang yang berelemen Kayu. Keduanya berdiri dan menahan aura orang yang mengaku Tuhan itu. Hal itu tidaklah salah karena kekuatan orang itu yang melebihi mereka semua.
Orang itu tertawa lepas setelah melihat orang berelemen Cahaya dan orang berelemen Kayu jatuh berlutut.
Orang itu mengaku kalau ia hampir saja mengeluarkan kekuatan seluruhnya. Dua belas orang itu ternyata mampu menahan 95% kekuatannya.
Dua belas orang itu tidak percaya, ternyata mereka sekuat itu. Mereka akhirnya mengakui orang itu sebagai Tuhan dan mulai berlatih disana.
Tuhan sendiri akan mengajarkan cara-cara mendapatkan Teknik Kedewaan dan cara memakainya. Dengan kekuatan mereka, seharusnya mereka dapat menggunakan seluruh kekuatan Teknik Kedewaan itu.
Sekarang, jumlah kekuatan Spirit mereka sudah sama, yaitu sebesar 40 kekuatan Spirit.
Lima tahun berlalu dan dua belas orang ini berhasil menjadi Dewa. Kekuatan Spirit mereka sudah mencapai 100 kekuatan Spirit selama lima tahun berlatih.
Selain berlatih, mereka juga melakukan beberapa ujian selama berlatih disana. Seperti berdiri diatas laut lepas selama seharian penuh tanpa memakai kekuatan fisik, menaiki anak tangga sebanyak 999 anak tangga, menyelam ke dasar lautan dan mencari Hiu Taring Hitam, menaiki Gunung Awan Cerah yang puncaknya menembus awan-awan tanpa kekuatan Spirit, dan menerima ratusan petir surgawi yang dipanggil oleh Tuhan.
Tuhan mempercayai kekuatan kedua belas orang itu dan memberikan secuil kekuatan miliknya pada dua belas orang itu.
Setelah mereka diangkat menjadi Dewa oleh Tuhan, dua belas orang itu diberikan akses menuju Gods Realm. Tetapi ada beberapa hal yang perlu mereka urus terlebih dahulu.
Dua naga dari Benua Northev, Naga Surga dan Naga Neraka datang ke tempat itu. Mereka kemudian menerima pelajaran dari Tuhan langsung dan mereka kemudian dikirim ke Midvast untuk mengajari para manusia disana.
Setelah kedatangan Naga Surga dan Naga Neraka, datang lagi dua naga dari Benua Northev dan mereka mendapat pelajaran dari Dewa Naga, orang mendapat julukan Naga Abadi dulu.
Setelah kedatangan Naga Surga dan Naga Neraka, beberapa makhluk datang ke tempat itu dengan kekuatan mereka yang bisa dibilang lumayan tinggi.
__ADS_1
Ada yang berwujud monyet, rubah, ular, burung, dan lainnya. Mereka semua datang dengan tujuan berlatih.
Entah apa yang ada dipikiran para makhluk itu, tetapi yang pasti setelah mereka berlatih di pulau ini mereka dapat berubah menjadi manusia seutuhnya tanpa ciri khas tertentu.
Setelah mereka menyelesaikan seluruh ujian yang diberikan Tuhan, mereka memilih pergi ke Midvast daripada kembali ke tempat tinggal mereka dulu.
Setelah mereka semua pergi, Gods Island kembali sepi. Saat melihat itu, Tuhan berkata ia akan melindungi Bumi dengan kekuatannya.
Tepat setelah Tuhan mengatakan itu, ia menghilang dan meninggalkan dua belas Dewa di tempat itu.
Dua belas Dewa melakukan diskusi sejenak sebelum menarik keputusan.
Keputusan itu adalah salah satu dari dua belas Dewa akan berjaga di Gods Island dan menerima seluruh peserta yang akan mendapat Manual seperti mereka.
Setelah memutuskan hal itu, Dewa Air kembali ke Midvast dan mengambil sebelas orang yang memiliki elemen sama seperti mereka.
Sebelas orang itu kemudian diperintahkan membuat satu akademi untuk melatih orang-orang yang ingin menapaki jalan seperti mereka.
Sementara itu, dua belas Dewa akan bergantian berjaga di Gods Island dan akan berganti setiap lima puluh tahun sekali.
Setelah menyelesaikan itu semua, sebelas Dewa yang tersisa pergi menuju Gods Realm dan meninggalkan Dewa Petir yang menjaga Gods Island.
***
Slitherio mengusap matanya, hampir dua jam ia membaca tanpa henti. Atra dan Whu ikut bergabung, sedangkan Naze dan Geisha sudah terlelap di kamar mereka masing-masing.
Hari sudah mendekati puncak sore dan mereka baru membaca tiga perempat dari buku itu.
“Sial, panjang sekali cerita ini...” keluh Whu sambil meregangkan punggungnya.
“Tadi itu belum termasuk dalam pertarungan Heaven Dragon dan Hell Dragon yang legendaris itu.” Ujar Slitherio kemudian membenarkan posisi duduknya.
Ia kemudian melanjutkan membaca, “Setelah Era Kedamaian...”
***
Era Kedamaian dimulai setelah Era Penciptaan, puluhan tahun setelah Era Penciptaan. Era Kedamaian hanya berlangsung sekitar seratus tahun, setelahnya berlangsunglah Era Kekacauan.
Era Kekacauan dimulai karena pertentangan yang terjadi di Gods Realm. Entah apa yang terjadi, Dewa Kegelapan bertengkar dengan Dewa Cahaya.
__ADS_1
Dan apa yang sembilan Dewa yang lain takutkan terjadi. Keduanya bertarung di Bumi dan hampir saja menghancurkan sebagian Bumi jika saja Dewa Naga tidak datang melerai keduanya.
Dewa Naga mengusulkan agar keduanya membentuk sebuah kerajaan untuk diri mereka sendiri-sendiri dan mengembangkannya.
Dewa Kegelapan dan Dewa Cahaya setuju. Mereka kemudian pergi ke Midvast dan mulai mendirikan kerajaan mereka sendiri-sendiri.
Naga Surga dan Naga Neraka mendengar hal itu kemudian memilih bergabung ke salah satu kerajaan itu. Karena adanya pertentangan dari Naga Neraka, mereka berdua yang merupakan makhluk terkuat di Midvast berpisah dan berubah haluan.
Naga Neraka mendukung kerajaan yang didirikan Dewa Kegelapan, sedangkan Naga Surga memilih mendukung kerajaan yang didirikan oleh Dewa Cahaya.
Puncak dari kedamaian kedua kerajaan itu adalah setelah dua ratus tahun setelah kedua kerajaan itu berdiri dan berubah jenis menjadi kekaisaran. Kekaisaran yang didirikan oleh Dewa Cahaya disebut Kekaisaran Surga, sedangkan kekaisaran yang didirikan Dewa Kegelapan disebut Kekaisaran Neraka.
Setelah dua ratus tahun berlalu, Naga Neraka dan Naga Surga bertarung selama lima jam. Pertarungan itu berhasil membuat dua kekaisaran legendaris itu menghilang dari Midvast dan tidak diketahui lagi nasibnya.
Pertarungan itu berhasil berhenti setelah Dewa Naga datang menghentikan pertarungan itu bersama dengan Dewa Petir dan Dewa Angin. Ketiganya melerai keduanya dengan menerima langsung sisa serangan kedua makhluk itu.
Setelah keduanya sepakat tidak bertarung lagi, Dewa Naga mengajukan pengunduran dari urusan duniawi dan mengucilkan diri.
Dengan begitu, kekuatan dua belas Dewa terpecah belah. Dua dewa bertentangan, sedangkan satu dewa memilih tidak ingin mengurusi dunia lagi.
Yang menjadi harapan terakhir hanyalah sebelas orang yang dibawa Dewa Air ke Gods Island. Kekuatan sebelas orang itu lumayan tinggi dan hampir mencapai kekuatan dua belas Dewa pertama.
Namun kemampuan sebelas orang itu sedikit berbeda dari dua belas Dewa pertama.
Hal itulah yang membuat sembilan dewa elemen yang tersisa sedikit ragu untuk mengajak sebelas orang ini untuk mencampuri urusan dunia.
Hingga akhirnya, Dewa Petir yang menjadi pemimpin para dewa memutuskan hanya akan menerima orang-orang yang berkeinginan kuat dan berhati baik untuk dijadikan orang yang kurang lebih setara dengan dua belas Dewa pertama.
***
“Dan begitulah buku ini aku tulis. Mungkin ada beberapa kertas yang kau rasakan sedikit berbeda teksturnya, hal itu disebabkan karena buku ini kutulis saat masih ada di Bumi dan di Gods Realm. Untuk yang membaca buku ini, kuharap kau mendapatkan lanjutan dari buku ini.” Slitherio mengakhiri buku itu dan menutupnya.
“Hah, selama empat jam kita membaca buku ini dan mendapat akhir bahwa buku ini masih memiliki lanjutannya...” Atra meregangkan tubuhnya sambil berdiri.
“Setidaknya kita mendapat informasi dari Dewa Racun kalau Gods Island dan Gods Realm itu benar-benar ada.” Ujar Whu setelah melihat ke jendela diluar.
Hari sudah hampir malam dan matahari mulai terbenam. Setidaknya di luar angin terasa sejuk dibanding di dalam yang terasa hangat.
Slitherio, Whu, dan Atra bisa membayangkan kekuatan dua belas Dewa pertama. Dilihat dari ujian yang mereka terima, kemampuan mereka menghentikan pertarungan legendaris saat itu, dan kenyataan kalau benua di Bumi ini tidaklah satu.
__ADS_1
Banyak yang diketahui oleh mereka bertiga sampai saat mereka menutup buku itu.
Panjang kan?