
Book of Secret Midvast merupakan buku kedua yang juga adalah lanjutan dari buku Kisah para Dewa. Buku ini ditulis oleh Poison God, salah satu dari Twelve First Gods.
Buku ini menceritakan tentang kelanjutan dari akhir pertarungan antara Heaven Dragon melawan Hell Dragon ratusan tahun lalu.
Tepat setelah Heaven Empire dan Hell Empire menghilang dari muka bumi, Sky Dragon yang merupakan salah satu dari tiga jendral Heaven Empire kembali ke Midvast dan mendirikan satu kekaisaran yang disebut dengan Sky Empire.
Ia kemudian mengajak Heaven Dragon yang merupakan salah satu dari tiga jendral Heaven Empire untuk ikut membantunya dalam mendirikan Sky Empire dan membuat satu keluarga bangsawan.
Saat Sky Dragon membuat keluarga bangsawan yang disebut Sky, ada satu keluarga bangsawan yang sudah muncul lebih awal dari keluarga Sky.
Keluarga itu disebut dengan nama HeavenSoul. HeavenSoul saat itu masihlah salah satu dari sekian banyaknya keluarga bangsawan yang ingin menguasai Midvast.
Dengan munculnya Sky Empire sebagai salah satu dari kekaisaran tertua di Midvast, tidak ada lagi yang ingin menguasai Midvast untuk dirinya sendiri.
Setelah Sky Empire berdiri, Earth Dragon turun ke bumi setelah mendapat ijin dari penguasa Heaven Empire. Earth Dragon mendirikan sebuah kekaisaran yang dipanggil Land Empire dan menjadi salah satu dari dua kekaisaran terbesar.
Beberapa puluh tahun kemudian, salah satu dari pangeran mahkota Land Empire kabur dari kekaisaran dan mendirikan sebuah kekaisaran sendiri. Kekaisaran itu disebut Ocean Empire yang menguasai seluruh daerah laut Midvast.
Ada yang mengatakan kalau sang pangeran mahkota mendapat sebuah kekuatan dari dasar laut dan menjadikannya sebagai salah satu dari beberapa leluhur Ras Abadi di Midvast.
Para pendahulu ras-ras abadi ini disebut sebagai titisannya Twelve First Gods. Para dewa-dewi dikatakan turun kembali ke bumi untuk membuat penerus di dunia ini.
Tapi kenapa harus Midvast? Bukankah dikatakan bahwa ada lima benua raksasa di Bumi ini?
Sebenarnya, ada lima benua raksasa di atas Bumi ini, yaitu Benua Northev, Benua Eastest, Benua South, Benua Westerie, dan yang terakhir adalah Benua Midvast.
__ADS_1
Benua Midvast adalah benua yang berada di tengah-tengah diantara empat benua besar itu. Diantara Benua Midvast dan Benua Eastest, ada sebuah kepulauan yang disebut dengan Gods Island yang menjadi satu-satunya kepulauan yang tidak termasuk dalam wilayah benua manapun. Hal ini baru dibuktikan oleh Ocean Goddes yang melakukan keliling dunia seorang diri selama enam bulan.
Kembali ke Midvast. Setelah Ocean Empire didirikan, masih ada sisa sebuah wilyaha di Midvast barat yang tidak diakui oleh kekaisaran manapun.
Puluhan tahun berlaku setelah berdirinya tiga kekaisaran di Midvast. Sebuah wilyaha yang tidak diakui di Midvast barat telah memiliki pemiliknya dan oemiliknya menamai kekaisarannya dengan nama Underworld Empire.
Underworld Empire merupakan tempat tinggal bagi para Demon yang sering merusuh di berbagai tempat. Sebab itulah, Sky Empire yang merupakan kekaisaran yang paling dekat dengan Underworld Empire memutuskan untuk mendirikan sebuah organisasi yang disebut dengan Demon Hunters.
Para Demon Hunter selalu melakukan pembersihan Demon di berbagai tempat di seluruh Midvast. Tetapi karena suatu alasan, organisasi ini menghilang tanpa jejak.
Tak ada yang mengetahui kemana perginya para Demon Hunter. Ada yang mengatakan kalau mereka semua telah ditangkap oleh Demon King dan menghabisi mereka semua.
Puluhan tahun berlalu. Sebuah kebenaran diungkapkan oleh seorang Ras Abadi. Ras abadi itu menemukan sebuah artefak yang dipercaya merupakan salah satu dari peninggalan terakhir Hell Empire.
Para dewa-dewi yang mendengar itu dari salah satu ras abadi menyiapkan sebuah persiapan. Yaitu membuat teknik sebanyak mungkin dan mewariskannya pada seluruh ras abadi yang ada.
Membicarakan tentang ras abadi, ada sebelas ras yang dianggap sebagai sebelas ras abadi.
Mereka adalah Phoenix, Wind Wolf, Scorpio, Ilith, Demon, LightMan, Storme, Atlantean, Frosty Gotlan, Irone, dan terakhir adalah SandMan.
Semua ras abadi itu diberikan semua teknik yang mereka ciptakan, termasuk Flame Sword Technique dan Flame Warmage Technique.
Mereka telah menyiapkan persiapan ini selama ratusan tahun, tetapi tidak ada tanda-tanda akan terjadinya pertempuran.
Para dewa-dewi sendiri sudah terbelah, Dragon God mengasingkan diri, Life God dan Death God berselisih. Death God sendiri diletakkan di alam kematian dan dibiarkan sendirian disana selamanya.
__ADS_1
Para makhluk yang sebelumnya belajar di Gods Island memilih tinggal di Midvast karena Midvast memiliki semua iklim yang diperlukan semua makhluk hidup.
Ada satu jalan menuju alam kematian, kata Nature Goddes, adalah di Gate of Beast Hell. Tidak ada yang mempercayainya, tetapi itu benar adanya.
Ratusan tahun berlalu sejak persiapan itu dilakukan. Banyak perubahan yang terjadi di dunia. Di bumi, banyak sekali pendekar hebat yang memiliki kekuatan yang amat dahsyat. Bahkan, salah satu dari keturunan Sky Dragon mampu mengangkat Sky Splitting Hammer yang merupakan senjata mematikan milik Sky Dragon yang merupakan pusaka keluarga Sky.
Seekor naga hebat yang lahir dari istri Heaven Dragon bahkan memiliki kemampuan yang hampir menyamai Heaven Dragon sendiri. Ia memiliki tujuh kepala, sehingga disebut sebagai Seven Headed Dragon.
Heaven Dragon membuat satu perkumpulan yang berisi makhluk-makhluk kuat dari berbagai penjuru Midvast yang disebut dengan perkumpulan para Beast Remaist.
Heaven Dragon menamai inti kekuatan mereka dengan nama Soul Remaist karena Tuhan sendiri memberikan sebuah gelar bagi mereka yang belajar di Gods Island. Gelar itu adalah Beast Remaist World Ruler.
***
“Dan itulah beberapa rahasia yang ingin kubagikan lagi kepada pembaca yang berhasil menemukan lanjutan dari buku Kisah para Dewa. Dan kuharap rahasia ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh sang pembaca.” Slitherio mengakhiri buku itu dengan menutup buku itu perlahan.
Hampir empat jam ia membaca bersama dengan Whu dan Atra yang sudah menyerah duluan yang lalu memutuskan untuk memutuskan sambungan sampai besok pagi.
Yang lainnya memilih tertidur di dunia ini karena jika mereka tidur di dunia ini, maka di dunia nyata mereka akan tertidur.
Slitherio telah memotret beberapa bagian penting dalam buku itu dan menyimpannya. Ia berniat untuk mengirimkannya nanti ke forum.
Ia membuat sebuah lingkaran besar yang ia buat dengan api yang berguna untuk melindungi mereka dari serangan monster buas.
“Seharusnya ini sudah cukup...” Slitherio menyimpan bukunya kemudian memutuskan sambungan.
__ADS_1