
Ryan keluar dari restoran dan berjalan menuju rumahnya yang berada beberapa rumah dari apartemen Raisya. Ia sempat menatap ke arah suatu jendela dan ia melihat seseorang yang tadi baru ditemuinya sedang tersenyum menatapnya.
Ryan membalas senyuman itu dan berjalan menuju rumahnya. Suasana jalan sedikit gelap karena matahari sudah terbenam. Beberapa lampu jalan sudah menyala dan mengiringi perjalanan Ryan pulang menuju rumahnya.
Rumah Ryan terlihat gelap saat Ryan sampai. Ryan langsung masuk dan menyalakan lampunya. Ia terhenti tiba-tiba saat teringat sesuatu.
“Kenapa tadi aku lupa meminta nomornya?” Ryan menepuk dahinya.
Ia berpikir keras hingga akhirnya ia mendapat ide. Ryan mengambil laptopnya dan mencari forum Remaist Online. Ada fitur baru untuk memindahkan data pemain ke dalam laptop.
Ryan mengambil V-Gearnya dan menyambungkannya dengan laptopnya. Ia memilih data pemainnya dan menyalinnya ke laptopnya.
Saat selesai menyalin data pemainnya, ia langsung mendapat notifikasi dari teman-temannya di Midvast yang hanya berjumlah dua orang saja.
Yang pertama Ryan lihat adalah pesan dari Atra yang menanyakan apa Ryan sudah melihat daftar Top Global dan Ryan menjawabnya sudah.
Ia juga menambahkan namanya berada di urutan paling atas daftar Top Global itu dan Atra menjawabnya dengan tertawa.
Ryan tidak menjawab lagi dan ia memikirkan posisi Raisya di Top Global, “Seingatku ia mengatakan peringkat tujuh, aku coba lihat lagi...”
Ryan mengetikkan website yang tadi ia dapatkan dan ia langsung mendapatkan beberapa pilihan, seperti daftar Top Global, daftar Five Guild, dan daftar para Remaister.
Ryan sudah mengetahui daftar yang lain dan ia memilih daftar Top Global.
Seratus pemain terkuat terlihat di layar laptop Ryan, banyak nama yang terdengar asing di telinga Ryan dan ada sebagian yang Ryan dengar karena barusan ia melihatnya di televisi.
Ia terus menyusuri daftar itu dan melihat nama yang tertera di angka tujuh pemain terkuat.
“Brave Ranger Geisha? Itukah nama karakter Raisya? Kenapa ia memakai nama itu?” pikir Ryan. Ia terus menyusuri daftar itu dan menemukan nama Naze di peringkat nomor dua puluh dua.
“Black Sword Naze? Nama yang keren...” gumam Ryan saat melihat nama yang Ryan yakini adalah milik Rio.
Ia kembali menyusuri daftar itu dan tidak jauh dari posisi Naze tertuliskan nama yang sangat tidak asing bagi Ryan sendiri, LoghSeveria.
“Long Whip LoghSeveria? Dia sungguh bermain dan kejayaan N5S akan berlanjut di Midvast...” gumam Ryan saat melihat nama LoghSeveria dan Asvi di daftar itu.
Empat mantan anggota Squad N5S terdaftar di Top Global dan bisa dipastikan jika mereka membentuk Guild, bukan tidak mungkin nama guild mereka akan muncul menggantikan Guild Reister sebagi Guild terkuat.
Ryan keluar dari website itu dan kembali menuju forum Remaist Online. Ia mencari nama Geisha dan mengirimkan permintaan pertemanan.
__ADS_1
Kebetulan Raisya sedang aktif sehingga ia menyetujui permintaan pertemanan dari Ryan. Ryan menarik napas panjang sebelum mengetikkan sesuatu.
“Halo, sedang apa kau hari ini?” tanya Ryan di ruang obrolannya dengan Geisha.
Raisya menjawab, “Aku sedang makan, kenapa?”
Ryan menggaruk kepalanya, memikirkan lanjutan dari obrolan ini, “Apa kau ada waktu hari ini?”
Raisya yang membaca itu detak jantung bertambah keras, “Aku ada waktu, kenapa?”
Pikiran Raisya mulai berkeliaran kemana-mana, memikirkan kemungkinan yang pastinya mustahil Ryan lakukan.
“Bagaimana kalau kita bertemu di Midvast?” tanya Ryan.
Pemikiran Raisya seketika buyar saat membaca pesan itu, “Tidak ada harapan...”
“Baiklah. Kau ada dimana saat di Midvast?” tanya Raisya.
“Syatch.”
“Dekat. Baiklah aku akan kesana sekarang.” Raisya menutup laptopnya setelah ia menjawab pesan Ryan dan mematikan laptopnya. Ia langsung tersambung ke dunia Remaist Online.
Ryan yang melihat status Raisya yang aktif di Midvast langsung mematikan laptopnya. Ia memilih mandi terlebih dahulu karena bau tubuhnya sudah tidak enak.
***
Slitherio berlari ke pusat ibukota setelah membaca pesan dari Atra bahwa ia sedang menunggu Slitherio disana.
“Slitherio!” seseorang melambaikan tangannya ke arah Slitherio. Orang itu bukan lain adalah Atra.
Atra melambaikan tangannya sambil memanggil slitherio tanpa memperhatikan sekitarnya. Sekitar mereka meskipun sedikit sepi karena hari masih pagi tetapi ada beberapa pemain yang lewat di sekitar sana.
Banyak pemain yang menoleh ke arah Slitherio dengan wajah penasaran.
“Apa aku bermimpi?”
“Apakah itu Slitherio?”
“Aku harus berfoto dengannya!”
__ADS_1
Banyak orang yang berlari ke arah Slitherio yang sedang berdiri mematung di tengah-tengah jalan. Atra yang melihat itu memilih diam sambil berusaha menahan tawanya.
“Halo...” seseorang menepuk pundak Atra keras, mengejutkan Atra yang sedang duduk diam melihat Slitherio yang dikerumuni banyak orang.
Atra sudah melihat daftar Top Global dan nama yang tertulis paling atas mengejutkan Atra. Bagaimana tidak, nama Slitheriolah yang tertulis di nomor satu.
Nama Slitherio memang baru muncul kurang dari sebulan tetapi ia sudah menyelesaikan dua Chapter sekaligus dalam waktu kurang dari sebulan sejak kemunculannya itu.
Nama Atra dan Whu juga menjadi terkenal karena keberhasilan mereka membantu Slitherio dalam menyelesaikan dua Chapter. Bergabungnya mereka juga tanpa disengaja.
“Hoi?” orang itu mengayunkan tangannya di depan wajah Atra dan menyadarkam Atra dari lamunannya.
“Ah, kenapa? Kau tadi bilang apa?” tanya Atra sambil menggaruk kepalanya.
“Aku mencari Slitherio, apa kau kenal dia?” tanya orang itu, “Namaku Geisha. Salam kenal.”
“Slitherio? Itu orangnya.” Atra berkata sambil menunjuk Slitherio yang dikerumuni orang-orang.
“Geisha? Brave Ranger Geisha? Tak kusangka aku bisa bertemu denganmu disini.” Ujar Atra sambil mengulurkan tangannya, mengajaknya bersalaman.
Geisha tidak menanggapinya dan berlari menuju Slitherio. Slitherio yang melihat itu menaikkan alisnya dan memilih melompat tinggi hingga akhirnya ia mendarat di atap salah satu bangunan.
“Kalian mau fotoku? Naik kemari terlebih dahulu.” Seru Slitherio sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang. Angin yang terasa keras di atap menyebabkan jubah Slitherio berkibar.
Orang-orang memotret Slitherio dari bawah dan membubarkan diri. Slitherio menatap di bawahnya dan memastikan situasi telah aman barulah ia melompat turun.
Geisha yang tadi mengejar Slitherio mendekatinya dan mengulurkan tangannya, “Halo, namaku Geisha.”
Slitherio tersenyum mendengar nama itu. Geisha bertanya pada Slitherio, “Jadi, kenapa kau memanggilku kesini?”
Slitherio menatap Atra yang mematung yang melihatnya dengan tatapan kosong. Atra bisa melihat dari sudut pandangnya, Slitherio dan Geisha ini sudah dekat sejak dulu.
“Apa kau ingin berpetualang bersamaku?” tanya Slitherio.
Geisha terlihat berpikir sejenak sebelum menjawab, “Ya, aku ikut...” ia lalu menoleh ke arah Atra dan bertanya, “Apa dia akan ikut?”
“Dia ikut. Namanya Atra. Seharusnya kau tau dia bukan?” jawab Slitherio sambil menunjuk Atra.
Geisha menutup mulutnya, “Dia... Atra?” dia masih tidak percaya orang yang terlihat bodoh itu adalah Atra, Remaister kedua dan pemain terkuat nomor sepuluh.
__ADS_1
Atra berjalan mendekati mereka dan bertanya, “Kalian sudah kenal?”
Bonus Chapter: 6/10