Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
203. Perpustakaan IV


__ADS_3

“Ujian keempat, ya?” Atra mengelus dagunya, “Mungkin antara mencari ikan terkuat atau berdiri di lautan?”


“Bukankah Zein God sebelumnya sudah mengatakannya?” Geisha menatap Slitherio dan Atra datar, “Berdiri di atas lautan selama dua belas jam...”


“Zein God memberi kita istirahat selama seminggu lebih itu karena ia ingin kita melatih emampuan keseimbangan kita, kudengar begitu dari Reiy Goddess...” Li mengelus dagunya. 


“Ini permainan atau bukan? Kenapa kita diminta melatih keseimbangan padahal jelas-jelas kita sudah bisa melakukannya sejak dari Hostix?” Sean duduk di sebelah FastStone dan menjambak rambutnya setelah mendengar ucapan Li.


“Kebetulan di depan perpustakaan ada sebuah kolam, bagaimana kalau kita menguji keseimbangan kita disana?” Slitherio menunjuk ke luar ruangan.


“Boleh...” ujar Atra lalu berlari menuju tempat yang dimaksud.


“Aku tinggal saja disini...” Geisha menaikkan bahunya, “Nanti malam barulah aku akan melakukannya...”


“Aku juga...” Li mengangkat tangannya, “Nanti malam diatas atap perpustakaan aku akan melakukannya...”


Atap perpustakaan berbentuk seperti atap pada umumnya, membuat Li bisa mengatakan itu. Ia berencana akan berdiri di atas atap perpustakaan sambil mengangkat satu kakinya.


“Apa kau yakin ingin melakukan itu?” Clarey menatap Li. Li mengangguk.


Slitherio, Sean, FastStone, Naze, dan Atra berjalan ke tempat yang dimaksud Slitherio lalu menatap tempat yang dimaksud. Sebuah kolam dengan beberapa daun lebar diatasnya.


“Apa ini?” Sean melirik Slitherio dengan datar. 


“Aku yakin Zein tidak sekejam itu, membiarkan kita berdiri diatas laut tanpa alas apapun.” Slitherio menaikkan bahunya, “Setidaknya ini yang bisa kita jadikan tempat latihan...”


Slitherio melompat dan mendarat di atas salah satu daun itu lalu berdiri dengan kaki terangkat. Aksi Slitherio membuat mereka menjadi pusat perhatian.


“Setelah duel di stadium yang merusak itu, sekarang mereka berniat berdiri diatas daun. Apakah mereka berniat merusak Gods Island?” seorang pria berdiri di sebelah FastStone. Ia adalah Hunter God Keyn. 


“Merusak?” Naze menagap Hunter God Keyn. Keyn mengangguk.


Dengan cepat, Sean ditatap oleh FastStone, Naze, dan Atra, “Apa saja yang kalian lakukan di stadium tadi?”


Sean menggaruk kepalanya sambil tertawa kecil, “Seperti biasa, duel sederhana...”

__ADS_1


***


Slitherio dan Sean menarik pedang masing-masing bersamaan lalu melesat dalam waktu bersamaan. Keduanya telah sepakat untuk tidak menggunakan skill serta hanya memakai keterampilan pedang saja.


Slitherio mengayunkan pedangnya dengan cepat serta tanpa jeda. Tetapi anehnya, Sean bisa menahan semua serangan itu, bahkan bisa menyerang balik dengan kekuatan yang sama.


Kejadian ini terjadi karena kekuatan mereka yang pada dasarnya sudah setara, ditambah dengan kekuatan pedang serta tingkat pedang mereka yang sama menjadi faktor utama mereka bisa imbang.


Ditambah dengan dua guru mereka yang dianggap sebagai ahli pedang terbaik diantara semua dewa menyebabkan keduanya mendapat pelajaran pedang yang lebih baik dari yang lainnya.


Keduanya melompat menjauh lalu Slitherio berkata, “Seperti biasa, kau adalah lawan yang tangguh...”


“Tidak, kau lebih tangguh...” Sean tersenyum lebar lalu melesat menuju Slitherio.


Slitherio menaikkan alisnya lalu melompat mundur lalu melesat menghindari Sean. Slitherio mengambil langkah mengelilingi stadium sambil sesekali menangkis serangan Sean.


Tanpa mereka ketahui, setiap pertukaran serangan yang mereka lakukan telah menghancurkan hampir sebagian stadium itu.


Sean terus mengejar Slitherio sambil mencoba menyerang Slitherio dari belakang, tetapi Slitherio selalu saja berhasil menahan serangannya.


Tanpa terasa mereka telah mengelilingi stadium sebanyak lima kali dan akhirnya stadium hancur sebagiannya dengan kerusakan yang amat parah.


Slitherio melesat menuju tengah stadium dan Sean mengikuti. Keduanya mendarat dan terlihat kalau napas mereka masih teratur.


“Apa kau ingin melanjutkan duel ini?” Slitherio menghunuskan Flame Phoenix Sword, “Gold Dragon God Sean?”


“Aku ingin menyelesaikan duel kita tujuh bulan lalu itu...” Sean mengangkat Gold Dragon Sword, “Aku ingin melihat, sejauh apa perbedaan kekuatan kita setelah melewati Triangle Sea...”


Kekuatan Slitherio kini berada di posisi pertama pemain terkuat. Tidak ada pemain yang mampu menandinginya kecuali Sean dan bisa saja sang Endless Staff Whu.


Kenapa Whu dikatakan bisa menandingi Slitherio? Alasannya karena Whu memiliki kemampuan membelah diri, memungkinkan dirinya mengeroyok Slitherio. 


Ditambah setiap clonnya memiliki 70% kekuatannya, menjadikan Whu sebagai dewanya para Staffmaster, pengganti Shoun yang disebut-sebut berhasil melewati Triangle Sea serta mendapat gelar Staff God.


“Kudengar kalau salah satu wakil ketuamu yaitu si Endless Staff Whu bisa menandingimu, benarkah?” Sean bertanya sambil menancapkan pedangnya.

__ADS_1


“Kalau tentang pedang, ia takkan bisa...” Slitherio menaikkan bahunya, “Tetapi soal kekuatan, aku yakin dia pasti bisa mengimbangi ku dalam waktu sesaat...”


Tanpa menunggu Sean menjawab, Slitherio langsung melesat dan menyerang Sean. Sean hanya tersenyum lebar lalu berkata, “Kau akan menyesali ini...”


Sean menghindar dan meninggalkan Gold Dragon Swordnya yang masih tertancap. Tentunya Sean berniat mengambil kembali pedang kesayangannya itu, tetapi Slitherio tidak membiarkannya.


Slitherio terus menahan Sean agar ia tidak mengambil pedangnya lagi. Menyadari kalau ia takkan bisa mengambil pedangnya lagi, Sean memilih mengangkat kepalan tangannya.


“Duel tangan?” Slitherio menaikkan alisnya, “Kau pasti bercanda...”


“Tidak, aku tidak akan bercanda...” Sean tersenyum lebar. Ia yakin pada kekuatan kepalan tangannya yang tidak ditutupi gauntletnya.


Slitherio tidak memakai gauntletnya, membuat mereka bisa berduel tangan tanpa takut adanya ketidak seimbangan.


Slitherio menancapkan Flame Phoenix Sword di sebelah Gold Dragon Sword lalu mendekati Sean, “Apa kau yakin?”


“Kau hanya dikenal orang karena kekuatan tangan apimu itu, bukan?” Sean terdengar seperti mengejek Slitherio.


“Siapa bilang?” Slitherio langsung melesat dan mengadu pukulannya dengan pukulan Sean.


Ketika dua pukulan itu saling berbenturan, hembusan angin kencang segera tercipta dari pertukaran serangan pertama itu dan menghancurkan tempat penonton serta arena.


Dari pertukaran serangan itu saja sudah terlihat kalau kekuatan keduanya sudah imbang. Ditambah dengan tingginya poin STR mereka membuat serangan itu terlihat lebih kuat.


“Tunggu, kita sebenarnya ingin duel pedang atau semuanya?” Slitherio mengendurkan pukulannya.


Sean juga membuka matanya lebar lalu segera tersadar, “Benar, kita duel pedang atau semuanya...” ia lalu berpikir keras.


Disaat keduanya sedang berpikir, seorang pria datang mendekat dan memukul kepala Slitherio dan Sean bersamaan, “Apa kalian berniat menghancurkan stadium?”


Pria itu bukan lain adalah Sky Hammer God Nief. Nief mengangkat kedua pedang yang tertancap dihadapan Slitherio dan Sean lalu bertanya, “Siapa yang mengizinkan kalian duel dengan pedang sungguhan?”


Tanpa ragu Slitherio dan Sean saling menunjuk temannya. Nief yang sedang tidak bagus kondisi hatinya segera menjatuhkan pedang yang tadi ia pegang, “Balikkan badan kalian ke belakang...”


Takut akan dipukul oleh Nief, keduanya segera berbalik dan mata keduanya melebar. Saking dahsyatnya pertarungan mereka, stadium sebagiannya sudah hancur dan terlihat beberapa orang sedang mengintip mereka bertiga.

__ADS_1


“A-apa-apaan itu?!”


__ADS_2