Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
242. Turnamen dunia


__ADS_3

Tiga bulan berlalu sejak kabar dari Raisya yang membuat Ryan lupa mengganti pakaian sekolahnya ke pakaian santainya.


Selama itu, Ryan mulai bermain bersama anggota squadnya. Sesekali mereka juga belajar bersama untuk mempersiapkan diri menuju ulangan akhir semester yang telah berlalu.


Kemunculan Squad N5S ini betul-betul unik. Mereka pertama kali ikut ke sebuah turnamen sederhana yang diadakan oleh Bla Corp yang diadakan setiap seminggu sekali dan setiap mereka berpartisipasi, mereka selalu menang.


Total pertandingan Squad N5S adalah sebanyak 30 pertandingan dan berhasil memenangkan turnamen sederhana itu sebanyak 15 kali. Beberapa lagi kalah karena kesalahan strategi yang dibuat oleh Ryan.


Setelah dua bulan berlalu, nama SLITHERIO akhirnya tertulis di nomor pertama pemain dengan Rank tertinggi dengan Rank Legend bintang 1497, diikuti oleh seorang pemain yang memakai nama GeomJeong. Belakangan Ryan ketahui kalau nama itu berarti hitam dalam bahasa Korea.


Lalu, nama para anggota squadnya juga terdaftar di beberapa daftar pro player Hero tertentu. Sebut saja SLITHERIO (Ryan) yang menjadi Top Global season 15 serta Top Global nomor satu Hero Gaburon, Zena (Rio) yang menjadi Top Global Hero PanMan, ~~ZZY•• (Fredy) yang menjadi Top Global nomor sepuluh serta Top Global Hero Titanios, LoghSeveria (Hendra) yang menjadi Top Global Hero PanMan nomor dua, _ASVI_ (Leo) yang menjadi Top Global Hero Veri, dan lainnya.


Hal itu membuat nama N5S sedikit ditakuti di seluruh dunia. Tetapi, Squad mereka menempati urutan nomor dua Squad terkuat, diatasnya ada Squad NiShi dari Jepang yang pernah memenangkan dua turnamen tingkat dunia, World Tournament Physical and Magic.


Ryan duduk di depan meja belajarnya dengan santai. Ia diminta untuk menjaga rumah karena kedua orang tuanya pergi ke sebuah tempat. Berdua saja.


Ryan bisa menebak kalau ibunya ingin berbelanja dan ayahnya menemani, jadi Ryan memutuskan untuk mengunci segala celah yang ada di rumahnya dan ia duduk santai di kamarnya.


Ia memiliki sebuah laptop dan laptop itu isinya adalah beberapa judul anime. Bisa dibilang Ryan sekarang menjadi Otaku.


Laptop itu juga Ryan pakai untuk membuat tugas, jadi Ryan tak perlu takut akan ponselnya yang sering loading karena kelelahan.


Ryan melihat-lihat media sosialnya dan melihat beberapa trending. Salah satu trendingnya adalah Bla Corp berniat mengadakan turnamen tingkat dunia sebulan lagi.


Beberapa negara diundang dan setiap negara haruslah mengirim satu Squad untuk pergi bermain ke negara yang akan menjadi Tuan Rumah turnamen ketiga ini, yaitu di Tokyo, Jepang.


“Aku harus memberitahu yang lainnya...” Ryan memotret berita itu lalu mengirim foto itu ke grup squadnya.


“Ah, sepertinya kita takkan dapat bagian deh...” ujar Rio.


“Siapa tahu dapat. Kita harus berdoa karena ini adalah kesempatan bagi kita untuk dikenal dunia!” ujar Agus sambil memakai lima tanda seru di akhir kalimatnya.

__ADS_1


Suara orang mengetuk pintu terdengar dan Ryan langsung bersiaga. No Life begini, Ryan bisa berkelahi memakai tongkat sapu.


Ryan berjalan menuju pintu masuk sambil membawa sebatang sapu dan melihat ke jendela.


Dua orang dengan jas berwarna hitam mengetuk pintu rumah Ryan. Salah satunya berkata, meski samar-samar, Ryan bisa mendengarnya sedikit.


“Apa kau yakin ini rumah pemain terhebat season ini?” tanya salah satu orang.


“Yakin, bukankah atasan sebelumnya pernah berkata begitu?” tanya salah satu orang lagi.


“Darimana mereka tahu ini rumahku?” gumam Ryan sambil menggenggam erat sapunya.


Ryan menarik napas panjang lalu memeriksa dua orang itu, “Tak ada senjata dan tak terlihat mencurigakan...”


Ryan membuka pintu dan menatap dua orang di hadapannya. Salah satu orang bertanya pada Ryan, “Halo, apa benar ini rumah dari Top Global nomor satu season ini?” 


“Benar...” jawab Ryan. Ia ingin mendengar apa yang diinginkan dua orang ini darinya.


“Kalau begitu, segera panggilkan. Kami ingin berbicara sebentar dengannya.” Ujar salah satu orang lagi.


“Heh, apa kau memang benar orang yang dimaksud? Kau tak terlihat menjanjikan...” ujar salah satu orang lagi. Dari nadanya terdengar kalau ia meremehkan Ryan.


“Kau tak percaya? Aku berikan kalian bukti...” Ryan mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan akunnya yang bercahaya dimana-mana.


“Baiklah, ada yang ingin kami bicarakan denganmu...” salah satu orang itu berkata lagi, “Tapi sebelum itu biarkan kami memperkenalkan diri kami sebentar...” sikap mereka seketika berubah ketika mengetahui kalau remaja 17 tahun dihadapan mereka saat ini adalah Top Global yang itu.


Orang dengan tubuh tinggi bernama Raditya Nata dan merupakan pegawai Kementerian Olahraga. Satunya lagi yang memakai jam di pergelangan tangan kirinya bernama Ari Permana dan juga ia adalah pegawai Kementerian Olahraga.


“Kami ingin membicarakan tentang turnamen dunia itu...” ujar Raditya.


“Oh, turnamen itu? Apa kalian bisa menjamin kalau kami takkan diteror oleh para guru kami karena tak masuk selama turnamen?” tanya Ryan. Ia tahu kalau besar taruhannya kalau ia sampai menyetujui permintaan ini.

__ADS_1


“Tentu, tapi siapa yang kau maksud 'Kami'?” tanya Ari.


“Squadku. Aku tahu kalian membutuhkan satu Squad untuk mewakili negara Indonesia untuk bisa mengikuti turnamen ini, tetapi apakah kalian bisa menjamin hal yang sebelumnya aku katakan?” tanya Ryan.


“Tapi tunggu, kenapa aku yang kalian cari padahal masih banyak orang di luar sana yang mungkin bisa mewakili Indonesia? Apa alasannya?” tanya Ryan lagi. Ia tahu kalau alasannya karena identitas dirinya yang sekarang yang merupakan Top Global nomor satu.


“Top Global nomor satu adalah alasan menteri untuk mengirim anda.” Jawab Ari. Ia merupakan pengagum nama SLITHERIO.


“Baiklah, aku anggap kalian setuju untuk hal pertamaku tadi. Yang kedua, apakah kalian bisa membiayai tiket menuju Jepang? Maksud lainku, apakah kalian akan membiayai seluruh perjalanan kami ke Jepang?” tanya Ryan lagi. Kalau tidak maka Ryan akan dengan senang hati meminta dua orang ini pergi dari rumahnya.


“Tentu saja, bahkan kami bisa memberimu bonus sebesar Rp5.000.000,00 seandainya kau memenangi turnamen ini.” Ujar Raditya. 


“Sebagai seorang siswa, kami paham kalau kalian memerlukan pelajaran untuk bisa lulus. Sebab itulah kami akan membuat kalian libur selama turnamen berlangsung dan sekolahmu pasti paham akan hal itu.” Ujar Ari. Ia tahu kalau kesempatan seperti ini takkan datang dua kali.


Ryan mengangguk, “Aku akan menghubungi teman-temanku dan menanyai mereka, apakah pendapat mereka sama atau tidak denganku...” ujar Ryan lalu membuka ponselnya lagi.


“Oh tentu saja!”


“Terima!”


“Kesempatan pergi ke Negeri Sakura betul-betul langka!”


“Ini takkan datang dua kali! Terima!”


“Aku hanya mengikuti keputusan kapten saja!”


“Yuhuu, Jepang! Aku datang!”


Ryan menggaruk kepalanya dan berkata, “Baiklah, aku akan pergi sebulan lagi. Selama itu, persiapkan segala keperluan kami selama di Jepang. Seingatku turnamen semacam ini hanya akan terlaksana selama dua minggu mungkin lebih.”


“Kami akan melakukan apapun agar anda bisa lebih santai dalam menghadapi turnamen ini. Selama itu juga, jangan lupa untuk berlatih agar saat di turnamen itu nanti kalian tidak gagal ataupun gugup.” Ari berpesan.

__ADS_1


“Ya, serahkan pada kami turnamen itu...” Ryan mengangkat tangannya, “Sampai jumpa...”


Setelah dua orang itu pergi, Ryan mengepalkan tangannya lalu mengangkatnya, “Negeri Sakura, tunggu aku...” gumamnya sambil menyeringai lebar.


__ADS_2