Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
94. Guild Sevens


__ADS_3

Slitherio membuka matanya, ia melihat sinar matahari yang masuk ke hutan melalui celah-celah kecil pohon-pohon di hutan yang amat terik.


Ia kemudian menatap sekelilingnya, ia melihat Naze, Whu, Atra, Li, Geisha, dan Riana sedang duduk mengelilingi sebuah api unggun. Api yang kemarin ia nyalakan untuk melindungi semuanya sudah mati.


“Ap-...” Baru saja Slitherio berniat bertanya, sebuah pesan dari LoghSeveria muncul dihadapannya.


“Aku, Lynx, Ovyx, Asvi, dan Zynga sudah berada di hutan di depan Void Hill. Kami disini bersama tiga orang gadis yang amat cantik. Kau dimana?” begitulah pesan dari LoghSeveria.


“Oh, mereka sudah sampai semua?” gumam Slitherio. Ia kemudian berkata pada yang lainnya, “Kita akan mencapai Void Hill secepatnya...”


Whu dan Atra yang pertama bereaksi, “Kenapa?”


“Yang lainnya sudah sampai di Void Hill. Anggota yang belum kusebutkan kemarin itu.” Sahut Slitherio kemudian mengembangkan sayapnya.


“Apa kita akan kesana dengan Wind Step?” tanya Whu. Ia sudah bersiap-siap saat melihat Slitherio yang sudah memasang posisi seperti itu.


“Benar...” Slitherio tersenyum lebar.


“Oh, jangan dengan itu...” Naze dan Geisha segera berjongkok dan menundukkan kepalanya, diantara kelimanya hanya mereka berdua yang tidak mampu mengejar Slitherio, Atra, maupun Whu.


Li hanya dapat tersenyum, sedangkan Riana sudah yakin akan kemampuan terbangnya. Dengan begjtu ada empat orang yang dapat melesat dengan kecepatan tinggi di kelompok mereka saat ini.


“Begini saja...” Naze berdiri kemudian mengatakam sebuah rencana. Yang lainnya segera mengerutkan dahi mereka saat mendengar rencana itu.


Slitherio akan membawa Geisha bersamanya, Li akan dibawa oleh Whu, Atra akan membawa Naze bersamaanya, dan Riana akan terbang sendirian.


“Apa-apaan itu?” tanya Geisha dan Riana sambil menatap Naze tajam.


“Aku setuju saja...” Slitherio mengangkat tangannya. Whu, Li, dan Atra ikut mengangkat tangannya.


“Baiklah...” Geisha menggaruk kepalanya, ia merasa tidak enak pada Slitherio. Mereka kemudian melaksanakan rencana itu.


Kini mereka sudah berada pada posisi yang direncanakan Naze. Riana awalnya menawari Geisha untuk ikut dengannya, tetapi Riana sadar bahwa ia tidak biasa membawa orang saat melesat.


“Siap?” tanya Slitherio pada Geisha.


Geisha mengeratkan pegangan tangannya pada pundak Slitherio. Slitherio tersenyum lebar kemudian berseru, “Ayo kita menuju Void Hill!”


***


LoghSeveria dan empat temannya sudah menunggu di hutan di depan Void Hill selama hampir setengah jam.


Lynx sedang berjongkok sambil menggambar sebuah lingkaran di atas tanah sambil ditunggu oleh Ovyx. Asvi sedang duduk diatas pohon sambil menatap Void Hill yang terlihat ramai. Zynga sendiri sedang duduk di bawah Asvi sambil menatap hutan. 


Mereka terus melakukan hal yang sama dalam diam sampai pada akhirnya tiga orang perempuan datang dengan wajah waspada saat melihat kelimanya.

__ADS_1


“Mau apa kalian?” tanya salah satu perempuan yang membawa tongkat yang memiliki sulur tanaman yang mengelilingi tongkatnya.


“Kami sedang menunggu Slitherio bersama teman-temannya.” LoghSeveria mewakili yang lainnya untuk menjawab pertanyaan perempuan itu.


“Bohong...” salah satu perempuan yang membawa pedang di pinggangnya bersiap menarik pedangnya, sedangkan perempuan yang membawa tongkat menghentikannya.


“Jika kalian berani menarik senjata kalian, maka kalian harus berhadapan dengan Light Long Whipku.” LoghSeveria menggenggam gagang cambuknya, bersiap menariknya kapan saja.


“Sudahlah...” Lynx berdiri kemudian mengangkat tangannya, “Jika aku boleh tahu, siapa saja orang yang ingin kalian temui?”


“Flame King Slitherio...” jawab perempuan yang membawa tongkat.


“Tujuan kita sama...” Lynx mengangguk. 


Tiga orang perempuan itu menaikkan alisnya, “Sama?”


“Benar, kita sedang menunggu orang yang ingin kalian temui itu...” Lynx kemudian menjelaskan semua situasi sebelumnya.


“Artinya kita akan bersama, bukan?” tanya perempuan yang membawa pedang.


“Benar...” Lynx mengangkat jempolnya.


Asvi, Ovyx, Zynga, dan LoghSeveria terpana melihat aksi Lynx. Siap yang mengira kalau orang yang hampir tidak memiliki kemampuan berbaur dengan sesama malah dapat mendamaikan mereka semua.


“Ada baiknya kalau kita bersantai sejenak...” ujar Lynx kemudian berjalan duduk di sebelah Zynga.


Perempuan yang membawa pedang bernama Clarey, perempuan yang membawa tongkat bernama Renne, dan perempuan yang membawa busur bernama June. Mereka datang kemari karena mendapat undangan dari Geisha, teman Slitherio.


Mereka kemudian melakukan kegiatan masing-masing dalam diam dan senyap. Meskipun jumlah mereka banyak, mereka tidak saling berbincang dengan temannya.


LoghSeveria sendiri sudah mengirim pesan pada Slitherio dan memintanya untuk datang cepat. 


Mereka kemudian menunggu selama hampir tujuh jam sampai pada akhirnya empat orang yang melesat sambil membawa orang. Satu orang melesat tanpa membawa siapapun.


Empat orang yang melesat masing-masing memakai jubah merah, abu-abu, coklat, dan hitam. LoghSeveria yang mengenali orang yang datang dengan jubah berwarna merah segera menyapanya.


“Slitherio!” LoghSeveria melambaikan tangannya sambil berseru.


Orang yang dipanggil Slitherio mendarat di depan LoghSeveria kemudian bertanya, “Lihat?”


Tujuh anggota N5S akhirnya berkumpul di satu tempat. Whu, Atra, dan Geisha yang merupakan penggemar berat mereka merasa senang bisa melihat Squad yang menjadi legenda di masanya bisa berkumpul lagi di dalam satu permainan.


“Nah, dengan begini kita bisa langsung membuat Guildnya...” LoghSeveria kemudian mencari menu 'Buat Guild' kemudian mengisi data yang diminta.


“Apa namanya?” tanya Whu.

__ADS_1


“Karena nama guild tidak bisa dikombinasikan dengan angka, maka aku membuat namanya menjadi Guild Sevens.” Jawab LoghSeveria. 


“Sudah jadi...” LoghSeveria berkata sambil menunjuk Slitherio, “Kau akan menjadi ketuanya...”


Slitherio tersenyum lebar, mereka akan mengguncang Midvast dengan para mantan anggota Squad N5S.


Slitherio kemudian menjadi ketua Guild. Riana, LoghSeveria, Whu, dan Atra menjadi wakil ketua guild. Asvi, Lynx, Ovyx, Zynga, Li, Geisha, Clarey, Naze, Renne, dan June menjadi anggotanya.


Baru saja dibentuk, kekuatan Guild Sevens langsung setara dengan Guild One-Star yang selangkah lagi menjadi Guild profesional.


“Satu masalah selesai, satu lagi masalah...” Naze segera berpikir sejenak sebelum bertanya, “Dimana markas kita?”


Yang lainnya segera terdiam setelah mendengar pertanyaan itu. 


“Kita jadikan saja Void Hill sebagai markas kita, bagaimana?” usul Riana yang paling sadis diantara mereka.


Slitherio menyetujuinya kemudian berjalan masuk ke Void Hill. Yang lainnya berniat mengikuti, tetapi Slitherio melarangnya.


“Biar aku saja yang membawakan yang diminta Duke Lavenia.” Ujar Slitherio kemudian berlari menuju Void Hill.


Situasi sedang malam saat pembentukan Guild Sevens, sehingga hampir tidak ada pencahayaan yang mendukung di hutan itu.


“Hah, diantara kita hanya Slitherio saja yang mampu membuat api. Aku tidak bisa.” LoghSeveria mengangkat tangannya ketika diminta dibuatkan api unggun.


“Aku pun...” Whu dan Atra mengangkat tangannya tanda tidak bisa.


“Jadi anggota beban tidak enak juga, bukan?” Asvi bertanya sambil menatap anggota Guild Sevens lainnya yang langsung dibalas anggukan.


“Kalian yakin termasuk jajaran sembilan puluh sembilan pemain terkuat? Membuat api saja bisa dilakukan oleh pemain No Job sekalipun...” LoghSeveria berkata kemudian mencari dua batu lalu mencari ranting pohon dan menggesekkan dua batu itu dengan kuat.


“Si-sial...” LoghSeveria terus menggesekkan dua batu itu dengan cepat dan keras, sampai batu itu terkikis sedikit demi sedikit.


“Tadi kau mengatakan bisa, kenapa sekarang malah tidak bisa?” Naze bertanya dengan nada menyindir.


“Sulit, bodoh!” LoghSeveria mengumpat sambil melempar batu yang digenggamnya ke arah Naze yang menunduk dan mengenai Li yang duduk di belakang Naze yang sedang berbincang dengan Atra.


“Siapa yang melempar batu?!” Li yang terkena batu itu mengusap kepalanya yang terkena batu sambil mengedarkan pandangannya. Semua orang tertawa saat melihat kejadian itu.


“Bukankah kalian seharusnya tidak membuat keributan?” suara dari arah Void Hill terdengar yang membuat mereka semua langsung terdiam dan menarik senjata mereka. Situasi yang gelap ditambah pandangan mereka yang gelap membuat mereka tidak dapat melihat dengan jelas orang yang bertanya.


“Aku ini ketua Guild kalian, kenapa kalian menghunuskan senjata kalian padaku?” sosok yang bertanya kini sudah terlihat. Sosok itu membawa sebuah obor yang mengeluarkan cahaya terang. Dia adalah Slitherio.


“Maafkan kami!” Naze dan yang lainnya segera menunduk.


“Sudahlah, lagipula aku tidak akan membunuh kalian semua...” Slitherio kemudian berjalan menuju tumpukan ranting yang dibuat LoghSeveria dan menyalakannya dengan obor yang ada di tangannya.

__ADS_1


“Bagaimana?” tanya Whu yang dijawab dengan anggukan oleh Slitherio. Slitherio kemudian mengeluarkan sekantong Gold yang berisi 500 gold dan meletakkannya di dekat api unggun.


“Kita bagi...” Slitherio mengeluarkan semua gold yang ada di dalam kantong itu kemudian membaginya.


__ADS_2