Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
234. Ahli strategi kecil III


__ADS_3

“Kalau kalian ingin membantah, lakukan nanti saat istirahat, karena guru-guru mulai datang. Akan menimbulkan kecurigaan kalau kita berkumpul ramai-ramai di perpustakaan lama dan para guru pasti akan mencari alasan...” Ujar Don.


Beberapa murid lalu menoleh keluar jendela. Karena letak perpustakaan lama ada di gedung tua di dekat kantin dan berada di lantai dua, membuat mereka bisa melihat apapun yang ada di bawah.


“Bubar!”


***


“Ayah, sudah malam. Kapan kita pulang?” Tanya Rayhan. Jujur saja, ia menikmati cerita Ryan sampai malam. Ryan saja bahkan tidak sadar.


“Ah, benar...” Ryan berdiri, “Kita pulang sambil bercerita, mau?”


“Tidak, aku hanya ingin makan mie ayam yang kakek belikan buat ayah dulu...” jawab Rayhan sambil tersenyum lebar.


Ryan terdiam. Anaknya ini benar-benar pintar, sama seperti yang Raisya katakan sebelas tahun lalu, saat akhir pertempuran Heaven Empire.


***


“Sampai mana kita tadi sore?” tanya Ryan. Mereka kini sudah pulang dan sampai di rumah.


Rayhan kebetulan tak ada tugas sehingga ia meminta ayahnya untuk melanjutkan ceritanya.


Raisya dan Ria juga ikut mendengarkan. Bagi mereka, mendengar masa lalu Ryan itu seperti mendengar cerita dongeng.


Tak biasanya ada seorang anak kecil yang mampu membuat rencana berpencar saat petak umpet, apalagi mampu membuat rencana yang lumayan rumit untuk ukuran anak kelas 6.


“Sampai saat ayah merencanakan strategi menyontek saat ujian...” jawab Rayhan.


“Itu dia alasan kenapa ibu tak pernah mengijinkan dirimu untuk mengikuti semua saran dari ayahmu...” Raisya mendengus.


“Ehehe, iya-iya...” Ryan mengelus dagunya, “Bagaimana kalau kita lewatkan saja saat ayah dan Ray hampir ketahuan?”


“Kalau ketahuan, bukankah ayah dan teman ayah yang namanya Ray itu akan dilarang ikut ujian?” tanya Rayhan. Itu seingatnya tadi.


“Oh, benar juga. Tapi kenyataannya berbeda...”


“Ayah dan Ray memang hampir ketahuan, tapi saat itu ayah mengatakan pada guru kalau ayah dan Ray sedang mendiskusikan soal ujian tadi...”


“Dan ayah lalu memberi Ray sebuah pesan...”


“Apapun yang terjadi, kau harus selalu tenang dalam menghadapi segala situasi yang ada di hadapanmu. Kalaupun ada hantu maupun serigala yang berdiri di hadapanmu, jangan pernah panik dan berusahalah untuk mencari jalan keluar...”

__ADS_1


“Kata-kata yang bijak...” komentar Ria.


“Bijak, tapi kepintarannya tak ayahmu pakai saat sudah SMP...” ujar Raisya.


“Oi, jangan Spoiler...” Ryan menatap Raisya sambil cemberut. Spoiler adalah bocoran. Bagi para Wibu ataupun para pemula yang ingin menonton Anime, spoiler adalah hal yang dilarang bagi para pencari ketegangan.


Disebutkan kalau seseorang sudah mendapat spoiler, maka saat ia menonton episode itu bisa saja ia mengetahui jalan ceritanya, sehingga membosankan.


“Lanjutkan saja, yah...” Ria dan Rayhan menatap Ryan, “Ceritakan saat ayah bertemu dengan ibu...”


***


Ryan dan 29 teman sekelasnya berhasil lulus tanpa lubang pada rencana mereka. Setiap hari, Ryan mengubah jeda menjadi 14 menit, kembali 15 menit, dan seterusnya, sehingga rencana mereka tak diketahui guru.


Sebab itulah mereka bisa lulus dengan mudahnya. Dan Ryan mencari SMP yang dekat dengan rumahnya, yaitu SMP No 8.


Ryan bisa diterima dengan mudahnya dan ia satu kelas lagi dengan Ray, Liem, Don, Yuni, dan Vina. Vina sendiri adalah rival utama Vania soal kepintaran, tetapi Vina mendapat nomor empat.


Disana, Ryan bertemu dengan seorang teman lagi. Namanya adalah Hendra dan ia mengaku adalah seorang Otaku dan seorang Gamer.


“Hai, namaku adalah Hendra. Salam kenal.” Ujar Hendra sambil mengulurkan tangannya, “Aku adalah Gamer yang akan mendapat gelar Gamer nomor satu di dunia!”


Ray menepuk dahinya, “Dia sepertinya orang yang agak sinting...”


“Game? Game ini genrenya MOBA, memerlukan strategi yang rumit...” jawab Hendra.


“Apa kau meremehkannya? Dia adalah ahli strategi yang amat hebat, ia bahkan membantu- Huuph!” baru saja Don berniat membocorkan rahasia kelulusan mereka, Liem langsung menutup mulut Don paksa.


“Apa yang kau lakukan?!” Don menunjuk Liem.


“Itu rahasia kita, mana bisa kita bocorkan begitu saja?” Liem menatap tajam Don.


“Rahasia apa?” tanya Hendra.


“Tidak ada!” Ray mengibaskan tangannya, “Lupakan omongan Don ini. Dia memang sulit menjaga rahasia.”


“Kalau memang rahasia, aku takkan mempertanyakan lebih jauh.” Ujar Hendra sambil tersenyum.


***


“Hendra? Bukankah dia Whip God LoghSeveria?” tanya Raisya.

__ADS_1


“Apa kau pikir orang yang memiliki nama Hendra hanya LoghSeveria saja? Banyak di luar sana...” Ryan menatap Raisya sambil memintanya diam.


“Whip God LoghSeveria itu... Siapa?” tanya Rayhan. Yang Rayhan tahu hanya nama Flame Sword God yang legendaris itu. Gelar itu sebenarnya milik ayahnya, tetapi ia tidak tahu.


“Nanti akan ayah ceritakan tentang 7 anak muda yang berani menantang orang yang lebih tua saat di sebuah turnamen tingkat dunia...” ujar Ryan, “Spoiler lagi...”


“Oh ya, kapan ayah bertemu ibu dan seperti apa caranya?” tanya Ria. Ia berumur 15 tahun dan sepertinya ia sudah tahu yang disebut dengan nama cinta.


“Hmm, apa kau ingin menerapkannya di dunia nyata? Kusarankan jangan...” pipi Raisya memerah sedikit. Meski rambutnya ada beberapa yang memutih, tetapi wajahnya masih cantik seperti saat berusia dua puluhan tahun.


“Caranya betul-betul unik...” Ryan mengelus dagunya, “Tapi ayah akan tetap menceritakannya secara berurutan...”


***


“Hei, apa kau akan bermain?” tanya Hendra di suatu malam. Tugas Ryan sudah selesai dan ia tinggal tidur saja.


“Hmm, sepertinya...” Ryan menjauhkan ponselnya dari telinganya, “Ah, masih bisa...”


Ponsel itu Ryan dapatkan saat meraih juara pertama cerdas cermat dan merupakan hadiah dari ayahnya. Ibunya hanya memberikannya sebuah Headphone karena Ryan suka mendengarkan lagu.


“Nah, bagaimana kalau kita mabar saja?” tanya Hendra, “Kita bermain mode Rank saja, bagaimana?”


Ryan berbaring di tempat tidurnya, jam masih menunjukkan pukul 21.03 dan itu masih belum.larut bagi Ryan.


Ryan meraih Headphone miliknya yang ia letakkan di sebelah tempat tidurnya lalu memakainya, “Nah, apa kau bisa mendengarku?”


“Bisa. Tunggu sebentar, aku akan bertanya pada teman-teman yang lain...” ujar Hendra lalu suaranya hilang sebentar.


Sambil menunggu, Ryan membuka game yang ingin ia mainkan. Nama game yang akan ia mainkan bernama Physical and Magic.


Permainan ini bergenre MOBA dan cukup terkenal karena baru satu tahun perilisannya, sudah ada hampir 10.000.000 orang yang bermain permainan ini.


Ryan mengenal permainan ini dari Hendra, yang mengaku akan menjadi Gamer terhebat sepanjang sejarah.


***


“Ayah, ceritakan tentang Game Physical and Magic itu!” seru Rayhan. Ryan menaikkan alisnya.


“Kau ingin tahu tentang permainan itu? Dengar, permainan itu membutuhkan strategi yang rumit...” ujar Ryan. Ia sendiri tentunya masih ingat dengan apa yang dikatakan oleh Hendra dulu.


“Alasan saja ayah ini...” Ria menatap Ryan datar.

__ADS_1


Ryan menghela napas panjang lalu berkata, “Baiklah, akan kuceritakan...”


__ADS_2