
Slitherio berjalan dengan perlahan menuju kediaman utama Duke Lavenia yang berada di puncak Void Hill.
Saat dirinya melintas, banyak orang yang menatap Slitherio dengan tatapan penasaran. Tatapan itu membuat Slitherio merasa terlihat aneh.
“Apa aku seaneh itu?” Gumam Slitherio kemudian berjalan lebih cepat.
Ketika sampai di kediaman utama Duke Lavenia, Slitherio langsung disambut oleh seorang pria uang langsung membawanya ke ruang kerja Duke Lavenia.
“Selamat datang, Tuan 'Pedang Api'...” Duke Lavenia menyambut Slitherio dan memintanya untuk duduk. Si pria tadi sudah kembali ke pekerjaan awalnya.
“Ada yang aneh...” Slitherio berpikir.
Menurutnya, sambutan ini amatlah aneh. Kenapa? Karena sambutan itu terasa seperti sambutan tidak percaya terhadap kembalinya Slitherio.
Sepertinya ia tidak mengetahui dengan jelas seluruh kemampuan temanku, batin Slitherio sambil tersenyum lebar.
“Sialan, kenapa manusia ini tidak mati di Oxyvian Labyrinth?” di sisi lain, Duke Lavenia mengumpat dalam hatinya saat melihat kemunculan Slitherio dengan keadaan baik-baik saja.
Duke Lavenia sudah mengatur agar Slitherio mati di Oxyvian Labyrinth, tetapi ia tidak memperhitungkan kemampuan Atra, Whu, Naze, dan Geisha.
Kemampuan mereka sebenarnya kurang untuk menyelesaikan Dungeon itu, tetapi dengan strategi dari Slitherio maka mereka dapat keluar dengan selamat, meskipun dengan bayaran delapan dari seluruh rekan Slitherio harus mati di tempat itu.
“Baik, apa kau membawa benda yang kuinginkan?” tanya Duke Lavenia sambil menadahkan tangan, meminta Crystal Magic Stone.
Slitherio mengeluarkannya kemudian memberikannya pada Duke Lavenia, “Ini dia...”
Duke Lavenia menerima batu itu kemudian berkata, “Aku akan mengambilkan hadiah untukmu...” Duke Lavenia kemudian berdiri dan meninggalkan Slitherio sendirian di ruangan itu.
Setelah Duke Lavenia menghilang, Slitherio segera berpikir keras.
“Kenapa ia begitu sopan padaku?” gumam Slitherio pelan.
Duke Lavenia kembali kemudian memberikan sekantong Gold. Sebuah jendela informasi muncul di hadapan Slitherio.
[Quest selesai!]
Slitherio, Atra, Whu, Naze, dan Geisha menerima Charisma+100 dan 500 Gold untuk dibagi-bagikan kepada seluruh anggota party.
“Nah, aku akan membicarakan hal yang sangat penting denganmu...” Slitherio kemudian berkata.
“Apa itu?” tanya Duke Lavenia.
__ADS_1
“Apa kau salah satu dari pemuja aliran sesat?” tanya Slitherio tajam.
“Oh, bicara apa kau?” Duke Lavenia tertawa kecil, “Tentu saja bukan...”
“Lalu altar itu digunakan untuk apa?” tanya Slitherio sambil menunjuk sebuah altar yang memiliki warna hitam dan putih.
“Itu... Altar untuk memuja sang Dewi Alam. Warnanya memang hitam putih, tetapi warna itu adalah warna kesukaan Dewi Alam.” Jelas Duke Lavenia dengan cepat.
“Artinya seluruh tempat ini memuja sang Dewi Alam ini?” tanya Slitherio sekali lagi.
“Benar...”
Slitherio menghela napas panjang, ia mengira Duke Lavenia akan mengaku kemudian mengeroyoknya disini.
“Baiklah, sampai jumpa...” Slitherio berjalan menuju jendela kemudian melompat turun.
Duke Lavenia mengikutinya dan setelah Slitherio mendarat di tanah, Duke Lavenia langsung menghembuskan napas lega.
“Untung saja aku langsung menemukan ide seperti itu, kalau tidak...” Duke Lavenia tidak mampu membayangkan akan seperti apa keluarganya nanti.
Seseorang masuk ke dalam ruangan dan berkata, “Lapor tuan, ada sekitar lima belas orang yang sedang berkumpul diluar Void Hill dan sepertinya mereka tidak bermaksud baik.”
“Persiapkan seluruh Lavenia Knight dan panggil seluruh jendral Lavenia Knight lalu suruh mereka kemari. Kita akan menyerang orang-orang itu yang paling mungkin adalah teman-teman Slitherio...”
Slitherio membagi 500 Gold itu kepada 15 anggota guild yang lainnya. Ia membaginya kepada semua orang, kecuali dirinya.
“Kenapa tidak kau ambil saja sedikit?” tanya Li.
“Biar saja, lagipula aku dapat berburu untuk mendapatkan harta yang mungkin bisa lebih banyak dibandingkan ini.” Jawab Slitherio sambil terus membaginya, “Dan juga bertujuan untuk mengganti Platinum milik LoghSeveria yang hilang karena dipakai untuk membentuk Guild.”
Semua orang yang mendengarnya mengangguk. Mereka kini semakin menerima Slitherio sebagai ketua Guild mereka. Mereka kemudian kembali ke kegiatannya masing-masing.
Slitherio sendiri memilih melepas jubahnya dan memakainya untuk merebahkan diri di bawah pohon yang ada disebelah pohon tempat Asvi dan Naze duduk diatasnya.
“Siapkan diri kalian...” Asvi dan Naze yang kembali duduk di atas pohon segera berkata sambil menunjuk ke arah Void Hill.
Yang lainnya segera bersiap, Atra dan Whu segera menghampiri Slitherio dan bertanya, “Apa kita akan mengeluarkan Asheuin bersama yang lainnya?”
“Biar para anggota baru Guild Sevens melihat kemampuan enam manusia yang dimiliki oleh ketua guild mereka.” Jawab Slitherio kemudian mengangkat tangannya.
Ia memanggil Asheuin bersama seluruh teman-temannya. Enam makhluk yang mengenakan jirah berwarna hijau gelap muncul dihadapan semua orang.
__ADS_1
Orang-orang terkagum melihat penampilan keenamnya yang terlihat tunduk pada Slitherio.
“Kita akan memberi mereka julukan apa? Nama Enam Pendekar Naga Hijau sudah lama dikenal oleh orang-orang.” Tanya Whu pada Slitherio.
“Kita panggil saja mereka Enam Pilar Naga.” Jawab Slitherio kemudian berseru, “Dengar aku, Enam Pilar Naga!”
“Ya!” seru keenamnya sambil menunduk. Aksi mereka membuat orang-orang disana semakin kagum pada ketua Guild mereka.
“Kita akan menghadapi serangan yang dilancarkan oleh Duke Lavenia. Dan kalian harus berjuang dengan baik di tempat ini.” Ujar Slitherio sambil menunjuk ke arah Void Hill. Tempat itu kini ramai oleh para prajurit yang memakai jirah berwarna ungu. Mereka semua sedang menuju ke tempat Slitherio dan yang lainnya duduk.
“Yang turun saat ini hanyalah Riana, Naze, LoghSeveria, Lynx, dan Enam Pilar Naga. Asvi, Ovyx, Geisha, dan Clarey membantu mereka. Sisanya akan menonton yang sedang bertarung.” Slitherio membagi tugas.
Atra, Whu, dan Li yang paling tidak senang. Mereka pun melancarkan protes.
“Baiklah, Naze akan diganti oleh Li.” Slitherio kembali memperbaiki pembagian tugasnya.
Slitherio, Whu, Atra, June, Renne, Zynga, dan Naze berjalan menjauh demi memberikan ruang bagi rekan-rekannya bertarung.
Slitherio memperhatikan gaya bertarung mereka yang sebenarnya masih berantakan. Mereka bahkan tidak memberikan kesempatan pada yang lainnya untuk ikut membantu.
Lain ceritanya dengan Enam Pilar Naga yang sejak kehidupan terdahulu mereka yang sudah sering bekerjasama. Ditambah dengan kehidupan yang sekarang, kerjasama mereka semakin baik.
Saat sedang memikirkan tentang gaya bertarung yang cocok dengan mereka, tiba-tiba sebuah pikiran melintas di benak Slitherio.
“Ada yang aneh...” Slitherio berpikir sejenak.
Jika Duke Lavenia menggerakkan pasukan sebesar ini hanya untuk melenyapkan mereka disini, artinya...
“Duke Lavenia adalah Deicever Nobleman yang dimaksud!” Slitherio berseru dengan keras kemudian mengembangkan sayapnya dan terbang naik.
Whu dan Atra yang kebingungan dengan sikap Slitherio memanggilnya kembali, tetapi yang dipanggil tidak kembali.
“Jika sudah seperti ini, artinya ada yang bermasalah...” Atra mengeluarkan cakarnya, membuat yang lainnya kebingungan.
“Bermasalah?” tanya June, Renne, dan Zynga.
“Jika Slitherio pergi tanpa berkata ingin kemana, artinya ada yang harus dia urus. Sebaiknya kita maju dan menerobos pertahanan Void Hill.” Whu menjelaskan sambil menarik tongkatnya. Ia kemudian melompat dan langsung menyerang para prajurit itu dengan cepat.
Tindakannya membuat yang lain kebingungan karena ini tidaklah seperti rencana Slitherio sebelumnya.
“Kenapa kau ikut maju?” tanya Li.
__ADS_1
“Ada masalah, aku tidak bisa menjelaskannya. Tetapi kita harus membantu Slitherio menyelesaikan masalahnya dengan menyelesaikan masalah disini dulu.” Jawab Atra kemudian melesat menuju Void Hill secepatnya.