
Slitherio memucat mendengarnya. Saat ini di pihak Fisvion sudah mengalami kehilangan sebesar hampir seribu pasukan dari dua ribu pasukan yang awalnya dibawanya.
Meskipun Fisvion terlihat tenang, sebenarnya dirinya sudah merasa khawatir jika seandainya teman-teman Slitherio berhasil mengatasi seluruh pasukannya, bahkan bukan tidak mungkin dirinya bisa terbunuh di tangan mereka semua.
Fisvion menggeleng kemudian kembali mengayunkan kapaknya, berniat kembali menghadapi Slitherio namun terhenti oleh sebuah ucapan.
“Apa sudah habis?”
Whu menggaruk kepalanya melihat medan perang yang sudah kosong, menyisakan dirinya, Atra, tiga jendral, dan Slitherio bersama Fisvion. Salah satu dari empat jendral gugur karena lengah saat bertarung menyebabkan dirinya tertebas.
Fisvion mematung melihat itu semua, “Bagaimana mungkin?” pikir Fisvion sambil melompat mundur.
Kondisinya maupun Slitherio dan orang-orangnya juga bisa dikatakan buruk.
HP milik Atra terkuras hingga menyisakan 10% HPnya sedangkan Whu terus mendapat asupan HP dari Clon miliknya sehingga HP yang tersisa hanya 50%. Tiga jendral yang tersisa bahkan kondisinya lebih baik dari Atra, mereka hanya memiliki sisa HP kurang lebih sebesar 20%.
Prince John bersama Prince Xaviero hanya mengalami luka sedikit jika mengingat kemampuan mereka yang paling rendah diantara mereka semua dan sedikit yang mau mengincar mereka berdua karena ras Orc lebih menyukai lawan yang kuat.
Fisvion memilih kabur daripada harus melanjutkan pertarungan yang akhirnya sudah ia lihat sendiri, berakhir dengan dirinya terluka parah dan paling parah adalah kehilangan nyawanya.
Slitherio tidak berniat mengejarnya, dirinya saja sudah kehilangan hampir setengah HPnya akibat serangan Fisvion yang tidak bisa ia tahan.
Slitherio melesat memungut Equip yang berserakan di hadapannya, Atra dan Whu juga tidak mau ketinggalan sehingga mereka ikut memungut Equip yang berserakan.
Tiga mantan jendral lainnya memilih mengambil Equip yang terjatuh dari salah satu rekannya, Slitherio, Atra, dan Whu memang tidak berniat mengambilnya meskipun Equip itu berkualitas Legendary karena Equip itu adalah milik Sky Empire.
Selesai memungut Equip, mereka kembali ke perkemahan.
***
“Apa?!”
Zen memukul meja yang ada di hadapannya hingga hancur berkeping-keping setelah mendengar laporan Fisvion.
__ADS_1
Fisvion bertemu dengan pasukan bantuan dan memerintahkan mereka untuk kembali.
“Benar Zen, aku kalah dari anak itu. Bahkan seluruh pasukan yang aku bawa juga dibantai oleh pasukan kecilnya itu...” Fisvion berkata dengan ketakutan. Dirinya yang dipukul habis-habisan oleh Slitherio masih terbayang di pikirannya.
“Tetapi seluruh pasukan kecilnya juga tewas, hanya menyisakan enam orang saja di pasukannya itu...” ucap Fisvion sambil tertawa kecil.
Zen menatap Fadexion yang sedari tadi mendengarkan kemudian berucap, “Fadexion, bawa lima ratus prajurit terbaikmu untuk menyerang Sky Empire.”
Fadexion yang mendengar itu segera tersenyum lebar sambil berkata, “Serahkan saja kepadaku...”
Zen tersenyum mendengar itu, “Kami akan menyusul setelah selesai mengobati Fisvion dan akan bergerak dengan seluruh pasukan yang ada dan juga dengan bantuan orang hebat.”
Fadexion melihat Zen dengan seksama, “Maksudmu?”
Seseorang masuk ke dalam ruangan dan tersenyum lebar pada Fadexion, “Halo junior...”
Mata Fadexion terbuka lebar, begitu juga dengan Fisvion, “Jendral tertinggi, Wagata?!”
***
Mereka memakai pakaian orang biasa dan hampir tidak ada yang mengenal Prince John jika memakai pakaian orang biasa.
Prince John bergerak sebagai pemandu untuk perjalanan mereka mengelilingi ibukota Sky Empire. Ia menjelaskan beberapa bangunan terkenal yang ia tau dan ada beberapa yang tidak ia ketahui.
Saat ini, mereka sedang berada di depan sebuah restoran yang terlihat sangat kuno. Prince John menjelaskan bahwa restoran ini adalah restoran pertama di ibukota Sky Empire sekaligus yang memiliki banyak makanan yang sangat lezat dan juga murah.
Restoran ini memiliki empat lantai, lantai satu dan dua hanya khusus untuk rakyat biasa, lantai tiga khusus untuk orang-orang yang memiliki keuangan yang besar, lantai empat hanya diperbolehkan untuk orang yang membayar biaya sebesar 10 Gold.
“Mau singgah?” tanya Prince John setelah ia selesai menjelaskan. Ia mulai merasa lapar.
Slitherio yang kurang lebih mengetahui pikiran Prince John dari raut wajahnya akhirnya mengiyakan.
Mereka masuk dan memesan meja di lantai tiga melihat lantai satu sudah penuh sedangkan lantai dua sudah hampir penuh sehingga Prince John memilih makan di lantai tiga.
__ADS_1
Setelah selesai membayar biaya masuk sebesar 5 Gold mereka naik ke lantai tiga dan mulai memesan makanan.
Beberapa orang memandang Slitherio, Atra, dan Prince John dengan tatapan heran, seolah bertanya mengapa mereka bisa ada disini. Mereka memandang rombongan Slitherio dengan heran karena melihat pakaiannya yang biasa digunakan rakyat biasa.
Beberapa orang menyadari ketiganya memiliki kekuatan yang mungkin diatas mereka sehingga tidak berani menatap langsung, apa lagi menyinggung salah satu dari mereka.
Setelah makanan mereka datang, mereka langsung makan dengan perlahan.
Belum selesai mereka makan, seseorang datang dan mencari seseorang bernama Prince John. Orang itu mengatakan dirinya melihat sinyal keberadaan Prince John berhenti di restoran itu.
Prince John bangun meninggalkan meja dan menemui orang yang dimaksud. Orang itu memberikan laporan yang berhasil membuat dahinya mengkerut.
Orang-orang yang tadi memilih tidak ingin berurusan dengannya bernapas lega karena mengetahui orang yang tidak mereka singgung ternyata adalah putra dari kaisar Sky Empire saat ini, Serioza.
Sementara itu, orang yang memandang rendah dirinya tadi hanya bisa menelan ludah, berharap Prince John tidak memperpanjang masalahnya.
Slitherio dan Atra tertawa kecil melihat sikap orang-orang itu yang menyadari salah satu dari mereka adalah Prince John.
Prince John kembali dengan wajah yang mengkerut, “Tuan Slitherio, Tuan Atra, kita harus kembali. Pasukan lawan kembali dengan kekuatan yang lebih besar.”
Wajah Slitherio dan Atra berubah ketika mendengar hal itu.
“Haih, aku menyesal tidak membunuhnya tadi...” Slitherio teringat akan pertarungannya tadi dengan Fisvion dan mulai menyesali diri sendiri karena tidak membunuhnya tadi.
“Mau bagaimana lagi, ini keinginan mereka untuk menguasai Sky Empire.” Ucap Prince John berusaha tenang.
Mereka kembali dengan cepat, berusaha mencapai perkemahan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi.
Benar saja,perkemahan sudah diserang dan beberapa prajurit tewas. Untung saja tenda khusus milik Serioza bersama kedua putranya, kedua jendral, tiga mantan jendral, Atra, Whu, dan Slitherio masih aman.
Slitherio melesat ke tendanya dan langsung mengenakan perlengkapannya. Selesai memakai perlengkapannya, ia mengirim pesan pada Atra dan Whu untuk tidak mencarinya karena ia sendiri akan mencari bantuan pemain mengingat masalah ini tidak bisa dihentikan hanya dengan kekuatan Sky Empire saja.
Selesai mengirim pesan itu, Slitherio memutuskan sambungan.
__ADS_1