Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
35. Dark Ruler Wagata


__ADS_3

Wagata dilahirkan di sebuah suku Orc yang tidak memiliki marga. Ketua suku tersebut adalah salah satu komandan pasukan yang bekerja di Orcene Kingdom.


Sukunya berdiri dibawah pemerintahan Orcene Kingdom yang juga berdiri dibawah pemerintahan sebuah tempat yang dinamai Death Valley.


Wagata dilahirkan dengan tubuh khusus dimana dirinya dapat menerima berbagai latihan keras yang bahkan melebihi latihan komandan tertinggi Death Valley.


Sayangnya, tidak ada satu pun orang di keluarganya yang peduli akan kondisi tubuhnya itu dan terus menyuruhnya menjadi prajurit biasa


Wagata yang tidak terima akhirnya memilih berlatih sendiri dan memilih pola latihan yang paling mungkin untuknya.


Dengan seluruh latihannya yang keras, Wagata berharap dapat mengeluarkan seluruh potensi dalam dirinya.


Sia-sia, potensi dirinya terlalu besar, dengan seluruh latihannya bahkan dia baru mengeluarkan separuh dari seluruh kekuatan miliknya. 


Dirinya sudah pernah berlari keliling tempat tinggal suku selama lima jam tanpa henti dan baru mengeluarkan sebagian kecil dari potensi miliknya.


Orc memiliki potensi yang dapat dilihat untuk menentukan masa depannya nanti. Seorang Orc akan diangkat menjadi jendral apabila berhasil menjadi Orc dengan potensi tertinggi diantara semuanya.


Jendral tertinggi hanya akan diberikan kepada Orc yang memiliki potensi tertinggi diantara tertinggi dan tertingginya lagi.


Wagata sebenarnya memiliki potensi yang melebihi jendral biasa dan berkesempatan menjadi jendral tertinggi, namun karena dirinya yang masih kecil tidak bisa langsung diangkat menjadi jendral tertinggi dan harus melalui latihan keras yang mampu mengeluarkan seluruh potensi miliknya.


Wagata mendaftar menjadi prajurit di usia lima belas tahun dan menerima latihan keras yang melebihi latihannya sebelumnya.


Disaat seluruh temannya sudah lelah berlari dua hari, Wagata tetap berlari selama hampir lima hari penuh.


Sang jendral tertinggi Orcene Kingdom yang mendengar hal itu menemui Wagata yang sedang beristirahat dan menawarkan posisi Commander padanya.


Wagata yang mendengar hal itu menjadi bersemangat dan meneruskan latihannya.


Dua tahun berlalu, sang jendral tertinggi menepati tawarannya dan Wagata diangkat menjadi Commander termuda yang pernah ada, mengalahkan Zon sang Flame Man Vile yang menjadi Commander di usia delapan belas tahun.


Nama Wagata tersebar di suku tempatnya dilahirkan dan ketika kedua orang tuanya mendengarnya mereka hanya bisa terbaru dan menyesali ucapan mereka dahulu.


Wagata terus berlatih dan ketika berusia delapan belas tahun ia berhasil memimpin pasukan sebanyak seribu prajurit.


Wagata merasa meskipun ia memiliki kekuatan besar tetapi wawasannya tentang dunia masihlah dangkal. 


Sehingga Wagata memutuskan pergi berkelana sendirian mengarungi dunia selama lebih dari sepuluh tahun.


Selama itu, sepak terjangnya terdengar hampir di seluruh penjuru Midvast. Tidak sedikit yang memujanya, tidak sedikit juga yang berniat membunuhnya.


Hingga akhirnya, Zon sang Flame Man Vile datang untuk membunuhnya. Sayangnya, Zon gagal setelah lima hari bertarung imbang.

__ADS_1


Zon yang menyerah memilih kabur dan sejak itulah nama Dark Ruler terdengar dan menjadi julukan Wagata.


Wagata sedikit pun tidak bahagia, karena menurutnya sendiri ia berkelana di dunia hanya dalam rangka mencari pengalamannya di dunia, tidak lebih.


Ia kembali dan langsung diangkat menjadi jendral tertinggi Orcene Kingdom kemudian dikirim untuk berlatih ke Death Valley.


Disana, ia bertemu dengan sang penguasa Hell Empire, nama sebenarnya dari Death Valley. Sang penguasa sendiri tidak mau menyebutkan namanya, hanya mengatakan huruf depan namanya adalah L.


Wagat tidak terlalu menghiraukan nama orang itu, karena yang juga masuk dalam tujuan hidupnya adalah menjadi kuat.


Disana, dirinya yang adalah jendral tertinggi Orcene Kingdom bahkan tidak bisa disamakan dengan jendral tertinggi Hell Empire yang merupakan Hell Dragon, Visidha.


Dirinya meminta Visidha untuk menjadi gurunya dan Visidha menerimanya. Ketika berguru dibawah Visidhalah baru seluruh potensi miliknya dikeluarkan, bahkan melebihi batas potensi miliknya.


Visidha mengira akan melihat Wagata menyerah, tapi ia salah. Wagata terus berlatih sekuat tenaga dan akhirnya sampai di puncak tertinggi potensi yang pernah dimiliki Orc.


Ketika Wagata meraih hal itu, Visidha menyambutnya dengan senyum lebar yang sangat mengerikan.


Latihan yang disediakan Visidha sangatlah berat. Ia diminta mengangkat satu batu besar hanya dengan satu tangan dan menahannya selama seharian penuh. Wagata tidak mempermasalahkan hal itu. Hal itu berlanjut selama sebulan penuh.


Kemudian ia diminta berlari keliling Death Valley sebanyak lima puluh kali dan sekali lagi Wagata tidak mempermasalahkannya.


Visidha kemudian meminta Wagata kembali berkelana, tetapi kali ini Visidha ikut serta dalam perjalanan kali ini.


Setengah tahun berlalu. Wagata dan Visidha kembali menuju Death Valley dengan masuk lebih dalam goa itu dan mereka sampai di Death Valley setelah seminggu berjalan.


Visidha kembali menyuruh Wagata berkelana dan hanya diberikan sekantung besar yang isinya hanya batu dan selembar kertas.


Baru kali ini Wagata tidak bisa menjalankan latihannya dan akhirnya memilih kembali ke Death Valley. Visidha menyambutnya dengan ucapan, “Kau tidak gagal, kau telah melewati batasanmu...”


Ucapan itu membuat Wagata senang dan ia berkelana lagi. Kali ini, ia bertarung melawan ratusan monster dan namanya akhirnya terdengar lagi setelah ia menghancurkan satu kerajaan kecil dengan menyebarkan ucapan.


“Aku adalah Wagata, murid Hell Dragon Visidha. Akan mencari satu kekaisaran untuk kukuasai sepenuhnya.” Begitulah ucapannya saat itu.


Ucapan itu dianggap omong kosong sebelum beberapa tahun kemudian ia muncul di perbatasan tenggara Sky Empire sambil membawa lima puluh ribu pasukan gabungan Death Valley dan Orcene Kingdom.


Wagata menatap pertempuran dihadapannya sambil bergumam, “Apa ada yang bisa menandingi ku?”


***


Slitherio menatap ke dalam Sky Empire Empire sebelum melesat mencari Atra dan Whu. Raut wajah mereka terkejut melihat Slitherio yang wajahnya terlihat serius.


“Santai saja, pertempuran ini bukanlah akhir dari segalanya. Kau tidak perlu sampai terlihat serius begitu...” Atra menepuk pundak Slitherio pelan.

__ADS_1


“Ini bukan tentang pertempuran ini akhir dari segalanya, tapi tentang bantuan...” Slitherio menceritakan yang terjadi di dunia nyata setelah ia memutuskan sambungan.


“Aku ragu, orang-orang yang diharapkan membaca pesanku sedang berada di alam mimpi atau sedang tersambung.” Slitherio menutup ceritanya.


Whu membuat lima clon untuk melindungi dirinya bersama Atra selama Slitherio bercerita.


Atra berpikir sejenak kemudian berkata, “Apa kau tau darimana ketua Guild Darkness? Dia berasal dari New York. Di negaramu mungkin sedang tengah malam, tapi disana dari yang kutahu mungkin sudah siang.” 


Slitherio kembali tersenyum kemudian berniat menarik pedangnya, namun ia merasa pedangnya tidak ada pada pinggangnya, “Dimana pedangku?!”


Atra dan Whu yang melihat itu menepuk dahi mereka bersamaan. Di mata mereka, mereka melihat pedang Slitherio jelas tersarung di punggungnya.


“Dimana?! Di inventory ada, sedang terpasang tapi dimana?!”  Slitherio berniat terbang mencarinya di perkemahan namun tangannya ditarik oleh Atra.


“Pedangmu ada di punggungmu...” Atra menunjuk ke punggung Slitherio.


“Ini dia...” Slitherio menggenggam pedangnya kemudian melesat sambil membunuh Orc yang menghalangi.


“Menarik...” gumam sosok yang sedang duduk tenang seolah kekacauan di sekitarnya tidak terjadi.


Catatan Penulis:


Sebenarnya saya berniat memberikan bonus 10 chapter untuk hari ini.


Sayangnya yang baru jadi cuma lima jadi saya cuma bisa merilis lima saja.


Selama menulis saya juga mempersiapkan ulangan akhir yang menentukan apakah saya bisa naik kelas sembilan atau tidak.


Makanya tulisannya banyak kesalahan, ya karena saya buat ceritanya sambil membuat tugas dari sekolah, mengingat saya menulis cerita ini sejak awal bulan lalu dan baru bisa dirilis akhir bulan lalu.


Hari ini pun saya juga masih mempersiapkan lima chapter yang seharusnya dirilis hari ini, mungkin saya bisa merilisnya setelah selesai ulangan.


Ya sudah, intinya jangan lupa Likenya supaya penulis makin semangat menulisnya.


Karena baru kali ini saya dapat like yang jumlahnya seratus lebih yang mendekati dua ratus yang saya kira cuma bisa diimpikan seumur hidup saya.


Panjang jadinya...


Saya penasaran bagaimana reaksi pembaca ketika tau penulis cerita ini adalah pemuda berusia 15 tahun?


Sekian saja dari saya, saya ucapkan terima kasih atas seluruh dukungan yang telah kalian berikan untuk saya.


Salam,

__ADS_1


Rio.


__ADS_2