Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
101. Rancangan desa Havesta


__ADS_3

Semua pun terdiam setelah Slitherio berkata seperti itu. Slitherio yang melihatnya segera tertawa kecil lalu berkata, “Dengan begitu aku dan Atra akan meminta bantuan kecil yang dimaksud itu besok...”


Setelah Slitherio berkata begitu, Atra mengangguk dan semuanya kemudian diam.


“Apa-apaan kalian ini?” Slitherio bertanya sambil merebahkan dirinya di tanah. 


“Kenapa tidak kita buat saja beberapa ras bergabung di desa ini di bawah pimpinanmu saja, Slitherio?” Usul LoghSeveria yang ternyata usulnya sudah lebih dulu ada dipikiran Slitherio.


“Telat...”


“Kita akan membuat desa itu seperti kota yang amat indah?” usul Naze. Ia yakin dengan kemampuan Slitherio yang hebat kalau soal merancang sesuatu.


“Itu pasti...”


“Kita akan membuat desa yang di tengah-tengah desa itu ada air mancur yang indah?” usul Riana.


“Tenang saja...”


“Kita buat markasnya ada di ujung tebing dan mengisi sepanjang jalur kesana dengan patung kita semua?” usul Geisha yang membuat semua orang menatapnya.


“Bukan hanya markas, tempat tinggal kita akan diisi di sepanjang jalur dan kediamanku akan berada di ujung tebing itu yang akan berdekatan dengan markas kita.” Slitherio menambahkan 


“Ada lagi?” tanya Whu. Ia sudah mengingat semuanya dengan baik.


“Kita harus membuat sebuah daerah yang berisi toko, pemukiman, ataupun tempat hiburan.” Tambah LoghSeveria.


“Tentu saja itu harus diisi.” Slitherio bangkit dan duduk lagi.


“Lalu, hutan disana akan kita apakan?” tanya Atra.


“Biarkan saja, yang menjadi bagian dari kediaman kalian akan diambil kayunya sedangkan sisanya akan dibiarkan.” Jawab Whu.

__ADS_1


“Bagaimana kalau tempat kita diam sekarang kita jadikan pusat dari desa ini?” usul Li.


“Boleh juga...” Slitherio mengangguk. 


“Ada yang bawa kertas? Aku tidak ingin semuanya kelupaan...” Whu menatap semuanya, berharap benda yang ia inginkan ada yang memilikinya.


“Sebagai Adventurer, aku tidak akan kekurangan barang yang aku butuhkan di alam bebas...” ujar Geisha sambil menyerahkan selembar kertas dan alat tulis.


Geisha berganti job menjadi Adventurer dan menjadi Grand Job Geisha yang mengakhiri perjalanan Geisha mencari job.


Di Remaist Online, untuk mengganti job cukup dengan melakukan misi yang diminta oleh sistem sebelum berganti job.


Naze misalnya. Ia ingin mengubah jobnya menjadi Wind Archer dan untuk mendapatkannya ia hanya cukup menjadi Archer saja selama pertarungan.


Kalau Geisha, ia hanya melakukan perjalanan panjang untuk menyelesaikan misinya itu.


Sebelum menyelesaikan misi yang diminta oleh sistem, sebelumnya akan diberikan pilihan Grand Job sesuai dengan Second Job masing-masing.


Sebagai Hunter, Naze dapat memilih sebagai Demon Hunter, Money Hunter, dan Wind Archer. Tetapi Naze memilih Wind Archer karena memang pasif dari job ini lebih ke arah mengalahkan semua makhluk, bukan ke monster saja.


Whu segera menuliskan segalanya yang tadi dikatakan teman-temannya di kertas itu dengan rapi dan cepat. Setelah selesai, Whu membuatkan salinannya kemudian menyerahkannya ke Slitherio dan Slitherio menyimpannya.


“Baiklah, kita beristirahat dulu. Besok pagi, kita akan mulai mendirikan desa ini bersama-sama.” Ujar Slitherio sebelum memutuskan sambungan.


Istirahat yang dimaksud adalah istirahat di dunia nyata. Mereka kemudian memutuskan sambungan di tempat yang telah ditentukan oleh Slitherio.


***


Ryan menyalin keseluruhan rancangan yang Guild Sevens ciptakan tadi di desa Havesta.


Setelah menyalinnya, Ryan mencoba menggambarnya dengan sketsa kasar yang banyak coretannya di sana-sini.

__ADS_1


Kurang lebih bentuk desa itu jika dilihat dari atas adalah lingkaran dengan sebuah jalur menuju ujung tebing yang Ryan gambar dengan bentuk segitiga.


Di segitiga itu Ryan membuat gambar sebuah rumah dan sebuah benteng. Ryan menganggapnya sebagai kediamannya dan markas utama Guild Sevens.


Di sepanjang jalur itu, Ryan juga menggambar empat belas rumah kecil yang didepannya Ryan rencanakan akan berisi patung dari masing-masing anggota Guild Sevens.


Lalu di pusat desa Ryan mengisinya dengan gambar air mancur yang menggambarkan air mancur yang diinginkan Riana.


Di sekeliling air mancur itu Ryan mengisinya dengan gambar toko kecil yang akan dibuat menjadi toko makanan. Seperti cafe di dunia nyata.


Ryan membuat kurang lebih tujuh cafe yang lumayan lebar di sekeliling air mancur itu dan sebuah jalan besar yang menghubungkan pusat desa dan gerbang desa.


Di sepanjang jalan besar itu Ryan membuat beberapa gambar rumah bertingkat yang menggambarkan penginapan dan restoran.


Ryan juga membuat cabang jalan yang lebih kecil yang menghubungkan jalan utama dengan pemukiman penduduk yang ada di belakang restoran dan penginapan.


Pemukiman sendiri Ryan bagi menjadi tujuh pemukiman yang lebih kecil. Disanalah para penduduk desa Havesta akan tinggal.


Ryan kemudian membuat gerbang desa dan tembok desa yang Ryan perhitungkan setinggi lima meter.


Ryan kemudian melihat hasilnya dengan alis terangkat, “Ini desa atau kota sebenarnya?”


“Tidak peduli entah ini desa atau kota, yang paling penting adalah tempat itu akan menjadi markas utama Guild Sevens.” Ryan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kerjanya sambil menatap langit-langit ruangan.


Di Remaist Online, seseorang dapat mentransfer foto apapun ke dalam V-Gearnya dan memasukkannya ke dalam karakternya. Semua foto dapat dikirim, kecuali foto bergerak.


Ryan mengambil V-Gearnya dan menyambungkan V-Gearnya dengan laptopnya. Setelah itu, Ryan meraih ponselnya yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi dan memotret denah sederhana itu kemudian memindahkannya ke laptopnya.


Setelah fotonya pindah ke laptopnya, Ryan memindahkan foto itu lagi ke V-Gearnya dan menunggu. Prosesnya cukup singkat, hanya dalam waktu sekejap foto itu sudah terpisah dan tersedia dalam bentuk item berbentuk kertas bergambar.


Ryan merapikan alat-alatnya dan menyimpan laptopnya di laci meja kerjanya kemudian membawa ponselnya dengan V-Gearnya lalu masuk ke kamarnya lagi.

__ADS_1


Saat dikamar, Ryan meletakkan ponselnya di atas meja di sebelah tempat tidurnya dan membawa V-Gearnya lalu meletakkannya di atas tempat tidurnya.


Karena hari masihlah siang dan mereka akan bertemu nanti pagi di waktu Midvast, Ryan memutuskan untuk beristirahat sambil mengisi waktu sebelum melakukan rencananya untuk mendirikan lagi desa Havesta.


__ADS_2