
Atra terdiam mendengar perkataan Bhesia, artinya ada orang yang lebih dulu memiliki Mechanic Claws dan ia hanyalah penerus.
“Seperti yang kau pikirkan, Mechanic Claws merupakan salah satu senjata turun temurun dari Kerajaan Haus Darah...” Bhesia mulai bercerita.
Mechanic Claws merupakan salah satu dari Four Ancient Weapon yang merupakan empat senjata tempaan seorang penempa yang datang ke kerajaan ini.
Keempat senjata tersebut adalah Mechanic Claws, Sword of Despair, Life Spear, dan terakhir Blood Great Sword. Keempat senjata itu termasuk senjata Legendary dan keempat memiliki atribut Lifesteal.
Lifesteal adalah sebuah atribut dimana senjata tersebut dapat memberikan penggunanya sejumlah Heal Poin yang didapatkan dari HP lawan yang berkurang, hanya HP yang bertambah dan Mana tidak akan bertambah.
Atra mengetahui hal ini karena hampir semua Game yang dulu ia mainkan memakai istilah ini. Istilah ini wajib diketahui para Player karena memang item yang memiliki atribut seperti ini harus dimiliki dalam Equipment Hero yang dimiliki.
Bhesia berhenti di depan sebuah pintu kemudian berkata, “Kita sudah sampai...”
Bhesia mendorong pintu itu kemudian ia masuk, Atra mengikuti di belakang. Bhesia berjalan hingga ia sampai di tengah ruangan. Atra berhenti sangat jauh dari rajanya, membuat Bhesia kebingungan.
“Kemari...” Bhesia memanggil Atra dengan ayunan tangannya.
Atra berjalan mendekati Bhesia kemudian berhenti tepat di depan Bhesia. Terlihatlah tinggi mereka yang tidak berbeda jauh, Atra ternyata sedikit lebih pendek dibanding Bhesia.
“Kumohon berdiamlah di BloodThirsty Kingdom!” secara tiba-tiba, Bhesia menunduk dihadapan Atra.
“Sudah sebanyak tiga Jendral Tertinggi yang tidak pernah kembali setelah mengatakan ingin berkeliling dunia. Hanya kau andalanku memimpin empat jendral biasa lainnya untuk menghadapi tantangan besar didepan.” Bhesia memohondengan sangat. Terlihat ia merasa kecewa terhadap tiga Jendral Tertinggi sebelumnya.
“Eh, bangun. Aku tidak berhak menerima permohonan mu.” Atra berusaha mengangkat Bhesia. Entah kenapa, tubuh Bhesia terasa berat ketika Atra mencoba mengangkatnya.
Bhesia mengangkat tubuhnya, ia kemudian menepuk pundak Atra, “Kau harus menyelamatkan dunia lagi, bukan? Pergilah...”
Atra mengangkat alisnya, ada yang tidak beres. Ia kemudian bertanya, “Apa ada masalah?”
Bhesia mengangguk, “Ini semua tentang legenda dua kekaisaran terbesar di masa lalu...” Bhesia kemudian mulai bercerita.
Salah satu dari dua kekaisaran terbesar ingin menguasai Midvast lagi. Dua kekaisaran ini adalah Heaven Empire dan Hell Empire.
Salah satu diantara keduanya akan kembali menguasai Midvast, Begitulah ucapan raja dua generasi sebelum Bhesia.
Ucapan itu terus diturunkan hingga saat ini. Entah kenapa, Bhesia merasa kalau kekaisaran itu akan menguasai Midvast dalam waktu dekat dan benua ini masih belum bersatu.
“Salah satu ucapan beliau saat itu adalah, satukan Midvast dalam satu bendera yang utuh. Saat ini, seluruh bendera Midvast sedang tercerai berai dan perlu disatukan.” Bhesia mengepalkan tangannya.
“Salah satu upaya dari salah satu kekaisaran ini adalah memecah belah kekuatan di Midvast. BloodThirsty Kingdom dan Phoenix Gold Kingdom adalah salah satunya. Phoenix Gold Kingdom bisa diserang oleh kita karena ada hasutan dari salah satu jendral biasa kita. Mereka menghasut karena ia ingin kita menjadi salah satu dari ras abadi.” Bhesia berkata begitu sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Atra mengangguk, kini ia mengetahui alasan kenapa Slitherio bisa menjadi tidak terkalahkan. Ternyata ia salah satu dari ras abadi.
“Aku memiliki teman dari Phoenix Gold Kingdom dan ia menerimaku sebagai temannya.” Atra berpikir mungkin informasi ini bisa digunakan untuk menyatukan keduanya.
Wajah Bhesia menjadi buruk, “Apa kau kalah olehnya?”
“Tidak, yang ada ia kalah olehku dan ia mengajakku berteman bersama dengan manusia kera.” Atra menjelaskan.
“Manusia kera?! Jangan pernah mengatakan manusia kera yang itu!” Bhesia mengingat satu makhluk yang memiliki wujud seperti kera.
“Benar yang itu.”
Bhesia menghela napas lega, “Setidaknya Midvast akan bertahan dari serangan itu...”
Bhesia menatap Atra, “Kau kutugaskan untuk menyatukan Midvast. Dengan cara apapun kau harus menyatukan Midvast.”
Atra tersenyum, ini adalah tugas pertamanya sebagai Jendral Tertinggi. Ia harus melaksanakannnya sebaik-baiknya.
Bhesia kemudian mengeluarkan sebuah buku, “Kami termasuk salah satu dari bawahan Heaven Dragon. Buku ini selalu diturunkan dari Jendral Tertinggi lima generasi sebelumnya yang melakukan perjanjian dengan senior FolkChase. Kau akan membutuhkannya.” Ujar Bhesia.
Atra tersenyum kemudian menerima buku tersebut. Ia kemudian menegakkan tubuhnya kemudian berkata, “Tugas telah diterima...”
***
Tiga hari berlalu setelah Slitherio dan teman-teman menaklukan Blood Dungeon. Sekarang mereka sudah berada di wilayah kekuasaan Phoenix Gold Kingdom.
Hari terasa cepat karena Slitherio bersama Geisha, Naze, dan Whu melesat menggunakan Wind Step. Geisha dan Naze mempelajari skill itu setelah Slitherio memberikan buku panduan mempelajari skill itu.
Meskipun baru bertingkat Beginner, keduanya bisa beradaptasi dengan cepat karena dasar kemampuan keduanya yang menitikberatkan pada STR dan DEX.
Meskipun awalnya keduanya merasa cepat lelah, dengan batuan Stamina Potion yang dimiliki Slitherio dapat membuat keduanya mampu berlari selama dua hari berturut-turut.
Enam mantan Pendekar Naga Hijau juga diminta mempelajari skill itu dan Slitherio memberikannya. Nyatanya, mereka berenam hampir mengimbangi kecepatan Slitherio dan Whu yang berada di tingkat Skill Mastery Advance hanya dengan tingkat Beginner.
Sebelum memasuki Phoenix Gold Kingdom, mereka berencana memutuskan sambungan karena tiga hari lagi adalah hari pergantian tahun. Mereka ingin merayakan pergantian tahun di dunia nyata.
Asheuin dan lima temannya dikembalikan ke dalam cincin roh kemudian keempatnya memutuskan sambungan.
***
Baru kali ini, Ryan merasakan arti dari permainan yang sebenarnya. Tersambung selama empat hari berturut-turut mungkin masih terasa kurang dibanding saat ia belajar dengan Zon selama seminggu, tetapi kesan yang didapatkan terasa sangat berbeda.
__ADS_1
Ryan mendapat banyak barang yang tidak berguna hasil dari perburuannya di Blood Dungeon, pertarungan di Heaven Mansion, dan pertempuran di perbatasan. Saking banyaknya, Slitherio sampai bingung mencari Black Sword yang ia selalu simpan.
“Kujual saja armor Soul Knight dan para Orc itu...” Ryan mengambil laptopnya dan mencari tokonya. Disana, ia melihat banyaknya orang-orang yang menanyakan kabar darinya.
Disebabkan dirinya terkenal karena menjual lima Soul Remaist Soldier. Namanya juga dikenal berkat lima Soul Remaist Soldier ini selain dari Top Global nomor satu.
Ryan membongkar seisi Inventorynya dan melihat tumpukan armor yang terlihat usang.
[Orc Armor (Unique)
Phy. Def: 10
Mag. Def: 5
Jumlah: 1.527]
“Apa?!” Ryan tersentak saat melihat jumlah armor itu, “Apa aku sekejam itu?”
[Soul Armour (Rare)
Phy. Def: 30
Mag. Def: 25
Jumlah: 751]
[Grey Soul Sword (Rare)
Atk: 300
Jumlah: 747]
Ryan merasa pergantian tahunnya mungkin akan terasa menyenangkan dengan menjual Equip ini.
**Besok penulis ingin libur, ingin mencari inspirasi di atap rumah.
Sampai jumpa di Chapter selanjutnya.
Salam,
Rio**.
__ADS_1