
Neil kembali menatap pertandingan di depannya sambil bergumam, “Perasaanku saja atau bagaimana tempat ini mulai ramai...”
Gumaman Neil didengar oleh Albert yang langsung bertanya, “Kenapa?”
“Ah, tidak. Mungkin perasaanmu saja...” Neil tersenyum lebar lalu menggaruk kepalanya.
Albert mengangguk lalu berkata, “Baguslah...”
Neil mengangkat alisnya, “Apa maksudmu?”
“Tidak, aku hanya menyangka bahwa kau juga memiliki perasaan seperti ramai begitu, ternyata tidak...” Albert menghembuskan napasnya.
“Apa kalian berdua juga merasakannya?” Serioza bertanya sambil menatap Neil dan Albert.
“Apanya?” Albert dan Neil bertanya secara bersamaan.
“Aku juga merasakannya dari reaksi beberapa genangan air di perbatasan tenggara dan selatan Sky Empire...” Trestio menyilangkan tangannya.
“Kuharap itu hanya perasaan saja...” Serioza menggenggam besi kecil di pinggangnya.
Di tempat yang lain, di tempat para anggota Guild Sevens beristirahat, ada dua orang lagi yang menyadari adanya keramaian yang baru.
“Naze, apa kau menyadarinya?” tanya Geisha. Naze mengangguk.
“Menyadari apa?” tanya Whu saat mereka sedang beristirahat. Pertandingan terakhir akan menjadi pertandingan terakhir mereka di babak Semifinal jika mereka lolos ke babak Final.
Pada babak Final, akan didapatkan 5 guild yang telah berjuang selama Event War Guild akan dipertemukan pada babak Final yang akan dilanjutkan pada esok hari.
Jika Guild Sevens memenangi pertandingan ketiganya sekaligus pertandingan terakhirnya di babak Semifinal, maka Guild Sevens akan dianggap sebagai Guild terkuat pada event ini.
Jika Guild Sevens sampai memenangkan Event War Guild, maka hadiah 1 Diamond beserta pengangkatan Guild Sevens menjadi Guild Profesional akan menjadi miliknya sepenuhnya.
Pertandingan Guild Sevens melawan Guild Zerui akan menjadi pertandingan penutup babak Semifinal sebelum melanjutkan babak Final esok hari.
[Dari: Event War Guild
Tipe: GvG
Lawan: Guild Zerui
Waktu: tak terbatas
Terima?]
“Terima...” Whu bergumam lalu menarik tongkatnya dengan cepat lalu memainkannya sebentar.
__ADS_1
Riana menarik kipasnya dan mmengipasnya sebentar ke wajahnya, “Selama ini aku hanya menonton kera ini dengan yang lainnya bertarung, tetapi kali ini biarkan Nightmare Girl yang akan mengurusnya!”
Riana melempar kipasnya diikuti dengan seruan Asvi yang mulai memukul para anggota Guild Zerui yang terkenal akan para anggotanya yang mendalami skill cambuk.
“LoghSeveria, ini akan menjadi pertandingan yang menyenangkan!” Zynga memainkan pisaunya dengan lincah, “Armament!”
Pisau Zynga berubah warna menjadi hitam lalu gerakan Zynga semakin lincah seiring dengan warna pisaunya yang berubah warna.
LoghSeveria sendiri menguji kekuatan Light Long Whipnya dengan skill-skillnya yang terbilang dahsyat, sampai menghancurkan sedikit arena di sekitarnya.
Pertandingan seketika berhenti ketika sebuah seruan terdengar dari langit, “Lihatlah para semut ini! Mereka menggemaskan, bukan?”
Semua orang sontak menatap ke atas dan melihat siapa yang berbicara itu, orang itu melayang di udara lalu turun perlahan ke atas arena.
Whu, Riana, LoghSeveria, Asvi, Zynga, Renne, dan June bersiaga, sementara para anggota Guild Zerui berdiri di tempatnya sambil menggenggam erat cambuk mereka.
Ketika orang itu mendarat di arena, Slitherio yang berdiri sambil menggenggam gagang pedangnya di pinggangnya terkejut bukan main.
“He-Hell Dragon?!” orang itu bukan lain adalah Visidha, salah satu dari para jendral Hell Empire.
Slitherio langsung menarik Flame Phoenix Sword dan Darkness Fire Sword bersamaan lalu mengacungkannya ke arah Visidha.
“Oh, ada bocah yang berhasil membunuh muridku... Menarik...” Visidha mengeluarkan senjatanya yang berupa kepalan tangannya.
“Bisakah kau mencari lawan yang seimbang?” suara di belakang Visidha membuat Visidha mengepalkan tangannya lebih keras lalu memukul ke arah belakangnya yang tidak ada siapapun.
Whu, Riana, dan Atra membuka mulutnya lebar, FolkChase berpindah tempat dalam waktu singkat!
“Eh, senior... Salam dariku...” Slitherio berbalik dan memberi hormatnya.
“Santai saja, yang paling penting adalah sekarang Sky Empire telah dikepung dari berbagai penjuru. Kalian tidak akan bisa lolos.” FolkChase berkata demikian sebelum menghilang lagi.
Semua orang yang ada disana sudah lebih dulu lari, termasuk para NPC dan para pemain yang sedang menonton pertandingan.
Tetapi sialnya diluar malah terdengar suara jeritan orang. Entah apa yang menunggu diluar stadium, tetapi yang pasti mereka bukanlah sesuatu yang baik.
Slitherio menggenggam kedua pedangnya dengan erat, Whu menarik tongkatnya lalu memainkannya dengan singkat, Atra mengeluarkan cakar mekaniknya, dan Riana mengembangkan kipas hitam putihnya.
“Mohon bantuannya, empat Remaister...” Slitherio tersenyum lebar.
“Apa aku boleh ikut satu?” satu orang dengan tampilan seperti Dark Elf dan Demon berdiri sambil mengepalkan tangannya. Kepalan tangannya mengeluarkan api berwarna ungu kehitaman. Ia adalah Selena, Remaister keempat.
Slitherio, Whu, Atra, Riana, dan Selena bersiap dengan menggenggam senjata masing-masing.
“Oh, ada lima bocah yang akan menemani waktu bermainku... Kuharap kalian tidak mengecewakanku...” Visidha tersenyum lebar.
__ADS_1
“Kalian semua! Segera lari dan panggil Enam Pilar Naga!” Slitherio melemparkan sesuatu dari kantong jubahnya dan menatap Geisha dengan yang lainnya yang menatap Slitherio dengan tatapan khawatir.
“Tidak usah khawatirkan kami, selamatkan diri kalian dulu...” Atra mengepalkan tangannya.
“Oh, perpisahan yang menyayat hati. Jadi, apa kita dapat memulai pertarungan?” tangan Visidha yang mengepal mengeluarkan api hitam.
“Kita lihat saja...” Slitherio mengembangkan sayapnya lalu mengerahkan skill Wind Step secara bersamaan dengan melepaskan Murderous Aura.
Diantara lima Remaister, hanya Selena yang tidak memiliki kecepatan yang tinggi. Ia sedikit menyesal karena tidak mempelajari skill Wind Step, tetapi menyesal pun tidak ada gunanya lagi.
Selena lalu ikut maju dan menyerang dengan tangannya yang membentuk cakaran yang diselimuti api hitam keunguan.
Pertarungan lima Remaister melawan Beast Remaist World Ruler, Hell Dragon Visidha, dimulai!
***
“Apa kau yakin akan melakukan hal itu?” tanya July ketika melihat FolkChase yang sudah kembali dari kota.
“Aku tidak akan mengambil resiko dengan berdiridi tengah keramaian. Lagipula, jika kau melihat kekuatan Slitherio tadi, kau tidak akan percaya pemuda yang terlihat lemah empat bulan lalu dapat berkembang sejauh ini.” FolkChase berjalan menuju tempat santainya diikuti oleh July.
“Tapi dengan membiarkan Slitherio melawan Visidha seorang diri, apa kau yakin?” tanya July lagi.
“Sebaiknya kau pikirkan dulu kata-katamu itu. Lima bawahanku menghilang dan penggantinya ada di sana sekarang dengan kekuatan yang besar.” FolkChase duduk lalu menyantap secangkir kecil teh hitam.
“FolkChase, apa kau sudah melihat keadaan ibukota?” seorang pria datang sambil membawa sebatang besi kecil.
“Sudah dan aku menyerahkan keputusan pada Pedang Api.” FolkChase menjawab sambil meminum tehnya, “Duduk dulu, Semipa...”
Semipa mendekat lalu duduk dan meminum teh yang sudah FolkChase sediakan.
“Jadi, apakah kita akan ikut campur?” tanya Semipa setelah ia menyelesaikan satu cangkirnya.
“Tidak...”
“Apa kau akan melindungi keturunanku?”
“Sudah kubilang, serahkan saja pada Pedang Api.” FolkChase berdiri lalu menatap hutan.
“Kita sudah tua dan aku mulai memahami maksud dari Dragon God Chao.” FolkChase melipat tangannya ke belakang.
“Maksudmu?” tanya July dan Semipa bersamaan.
“Keputusan Dewa Chao saat itu benar. Kita harus melepaskan ikatan keduniawian dan berusaha menyatukan diri dengan alam, itulah jalan kita yang sebenarnya sebagai para leluhur Midvast.” FolkChase tersenyum kecil.
“Yakinlah, bahwa masalah dunia ini dapat diselesaikan oleh para kaum muda.” FolkChase mengakhiri penjelasannya dengan tepukan pelan di pundaknya.
__ADS_1
“Kata-kata yang bagus, Viones...” Semipa menepuk pundak FolkChase sambil tersenyum lebar.
Dah tau kan nama aslinya FolkChase?