
Alchemist itu terdiam melihat aksi Naze, ia tidak percaya dengan kekuatan Naze yang hanya butuh satu panah untuk mengalahkan laba-laba itu.
“Mudah sekali...” Whu memangku dagunya dengan tangannya, ia sendiri sebenarnya ingin maju tadi itu.
“Siapa cepat dia dapat.” Naze menyimpan busurnya kemudian menatap ke arah hutan, “Itu Slitherio dan Atra!”
Whu, Riana, Ovyx, Geisha, dan Renne menepuk dahi mereka bersamaan, kata-kata Naze ada benarnya juga. Mereka kemudian menatap ke arah hutan dan melihat dua orang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah desa itu.
Kedua orang itu adalah Slitherio dan Atra yang baru kembali dari kegiatan mereka meminta bantuan di kerajaannya masing-masing.
Alchemist itu segera tersadar dari lamunannya lalu berseru, “Terima kasih, penyelamatku!”
Slitherio dan Atra yang tidak tau situasi bertanya pada Naze yang kebetulan berada paling dekat dengan mereka. Naze lalu menceritakan hal-hal yang terjadi selama Slitherio pergi.
Langkah yang diambil anggota Guild Sevens sudah benar, hanya saja membuat level mereka menjadi lebih tinggi dari ketua Guildnya.
Tetapi untuk menaikkan level di sekitaran level 200 sampai 300 sudah sulit karena EXP yang dibutuhkan untuk menaikkan level lumayan banyak.
Ada yang mengatakan kalau untuk menaikkan level 998 ke level 999 amat sulit karena EXP yang dibutuhkan amat banyak dan sulit untuk menaikkan satu level saja di angka itu.
Slitherio memandang Alchemist itu sambil bertanya, “Kau tersesat?”
Jika ada kesempatan seperti ini, maka Slitherio tidak akan melewatkannya begitu saja. Siapa yang tidak ingin mendapatkan tambahan anggota Alchemist?
Alchemist disini diartikan sebagai Pembuat Ramuan atau Potion. Keberadaan Alchemist akan selalu diterima meskipun Alchemist itu berlevel rendah.
Dengan bantuan Alchemist, sebuah guild dapat berburu sepanjang hari dengan bantuan Potion yang dibuat oleh Alchemist di guild tersebut.
Kelebihan Alchemist adalah mampu membuat Potion yang dibutuhkan rekan mereka, tidak perlu mengangkat tangan untuk menyerang karena Alchemist menaikkan level dengan membuat Potion, dan akan selalu terlindungi.
Meski Alchemist memiliki kelebihan, ia juga memiliki kekurangan. Kekurangannya adalah tidak dapat menaikkan level lebih cepat, selalu menjadi incaran pertama dalam pertempuran, dan memiliki status yang tidak ada bedanya dengan pemain biasa.
Slitherio berniat merekrut Alchemist itu jika Alchemist itu adalah pemain. Slitherio kemudian berkata, “Sepertinya kau tersesat. Bagaimana kalau kau ikut bergabung dengan kami di desa ini?”
Alchemist itu mengangguk dengan cepat, “Saya membutuhkan bantuan kalian untuk menaikkan level saya. Saya akan melakukan apapun yang anda inginkan.”
“Nama saya adalah Clover, dengan Alchemist level 102 dan Skill Mastery tingkat Intermediate level 24.” Ujar Alchemist itu mengenalkan diri.
__ADS_1
“Baiklah Clover, kami menerima kedatanganmu di Guild Sevens.” Slitherio kemudian memasukkan Clover ke dalam Guild Sevens dan melihat statusnya.
“Apa kau yakin adalah Alchemist?” tanya Slitherio setelah melihat status Clover.
Clover mengangguk sambil mengeluarkan sebotol Potion yang berupa cairan berwarna merah, kuning, biru, dan hijau.
“Ini? All Stat Potion?” Geisha yang mendekat meraih Potion itu dan memeriksanya.
“Kalau kalian ingin mendapatkan lebih, aku bisa memberikannya.” Clover memasukkan tangannya ke dalam tas kecilnya lalu mengeluarkan lima All Stat Potion lagi.
“Keahlianku yang dikenal oleh NPC adalah keahlianku membuat All Stat Potion.” Clover menjelaskan dengan santai.
Tak lama, sekelompok orang yang melesat terbang menuju ke tempat mereka berdiam terlihat. Slitherio menebak orang-orang itu adalah bantuan dari Phoenix Gold Kingdom.
“Kami siap membantu anda!” sekelompok orang itu mendarat lalu memberi hormatnya pada Slitherio.
“Bantuan kita sudah datang dan kita hanya perlu mulai membangun desa besok pagi.” Slitherio mengumumkan rencana mereka yang akan dimulai besok.
Para Phoenix sudah membawa tenda untuk kelompok mereka dan memberikan sedikit pada kelompok Slitherio.
“Hei Slitherio, mereka mengaku sebagai Ilith dan awalny berniat menyerang kami. Untung saja kami melihat peluang untuk menjadikan mereka penduduk Havesta, jadi kami membawa kepala sukunya dan beberapa petingginya.” Asvi mengatakan alasan mereka membawa sekelompok orang ini.
Asvi, LoghSeveria, Li, Lynx, Clarey, June, dan Zynga baru kembali dari perburuan mereka dan membawa beberapa orang tambahan.
Ilith adalah salah satu dari sebelas ras abadi dan mewarisi kekuatan alam milik Nature Goddess. Kekuatan para Ilith tidak perlu diragukan lagi, mereka dapat mengubah tangan mereka menjadi berbagai senjata.
Tidak ada ras Ilith dalam daftar ras saat pemain membuat karakter. Sekarang, Slitherio ingin mencoba memasukkan nama ras ini dalam daftar ras di daftar pilihan saat pemain membuat karakter.
“Baik, apa yang kalian inginkan?” tanya Slitherio sambil tersenyum lebar.
“Ka-kami hanya ingin membawa ras kami kemari karena adanya ancaman dari Dark Dwarf.” Ujar salah satu Ilith yang memiliki wajah penuh kewibawaan.
[Desamu akan dimasuki oleh 2.879 Ilith!
Apa kau menerimanya?]
“Ya.” Slitherio menjawab jendela informasi itu sambil tersenyum tipis. Ini jumlah yang tidak sedikit.
__ADS_1
“Dark Dwarf?” tanya Li masih di percakapan mereka dengan kepala ras Ilith.
“Mereka adalah salah satu dari tiga ras pengrajin terbaik di Midvast, Dwarf. Ada Blood Dwarf, Dark Dwarf, dan Dwarf.” Jawab Zynga. Ia memang paling suka mencari informasi aneh seperti itu.
“Dark Dwarf terkenal akan seni ukurnya yang hebat, bukan?” tanya Asvi.
Zynga mengangguk dan berkata lagi, “Blood Dwarf terkenal akan seni membangunnya yang sama hebatnya dengan rancangan ketua guild kita dan Dwarf biasa terkenal akan senjata tempaannya yang kuat dan terbaik di seluruh Midvast.”
Slitherio tersenyum lebar, “Baiklah, Whu dan Riana akan pergi mencari Dark Dwarf ini beserta seluruh Blood Dwarf lalu kita akan menyatukan mereka disini.”
Whu dan Riana saling tatap lalu berseru, “Dengan dia?! Tidak mau!” sambil menunjuk satu sama lain.
“Hei, ini dibutuhkan untuk membuat kalian dapat saling bekerjasama.” Clarey maju dan memisahkan mereka.
Slitherio manggut-manggut, ia membenarkan ucapan Clarey. Mereka sekarang paling butuh hal yang namanya kerjasama.
Meski untuk sekarang seperti tidak ada gunanya karena mereka sudah kuat, tetapi dimasa depan mereka akan membutuhkannya.
Whu dan Riana menggerutu dalam hati mereka, tetapi mereka tetap melaksanakannya.
Whu dan Riana berniat pergi, tetapi dicegah oleh Slitherio, “Kalian yakin akan kembali ke tempat kalian menemukan Ilith ini dengan situasi gelap begini?”
Whu dan Riana kembali menatap hutan. Situasi di hutan sudah gelap dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan pencarian.
Whu dan Riana menelan ludah mereka, Asvi, Li, Atra, Naze, dan LoghSeveria berasa ingin tertawa melihat hal itu. Dua dari lima Remaister takut masuk ke hutan yang gelap? Ini berita hebat.
“Kita sebaiknya beristirahat dahulu sebelum memulai hari esok. Para Ilith boleh menginap disini dulu sebelum mengajak semua ras kalian kemari.” Ujar Slitherio kemudian berjalan menjauh.
“Siap, ketua!” semua orang memberi hormatnya lalu membuat tenda yang dibawa oleh para Phoenix. Ilith yang datang kesana membantu para Phoenix dan para Phoenix membiarkan mereka membantu.
Setelah tenda selesai, para Phoenix dan Ilith memilih untuk berbagi tenda karena sekarang para Phoenix sudah diajarkan oleh Chizui tentang kesamaan ras.
Ras boleh beda, tetapi kita sama-sama makhluk hidup, begitulah kata-kata Chizui sebelum mengirim bantuan ke desa Havesta.
Whu sudah membuatkan teman-teman laki-lakinya tenda lalu beristirahat di dalam dengan berbagi tempat. Para Phoenix memberikan satu tenda untuk teman-teman Slitherio dan Whu membuatkannya.
Setelah jadi, mereka lalu tertidur di dalam tenda itu dan Havesta kembali sepi.
__ADS_1