Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
66. Undangan sang Raja


__ADS_3

Atra berjalan mendekati salah satu rak dan menarik satu buku yang disampaikannya tertulis sebuah tulisan kuno.


“Apa Jendral menginginkan buku itu? Itu tidak bisa kami terjemahkan...” Jelas orang yang menemaninya.


“Tidak, aku bisa membacanya. Aku akan mengambil ini satu.” Atra kemudian meninggalkan rak itu kemudian berjalan lagi.


“Ehem, Jendral bisa membuat satu buku teknik berseri dengan mengumpulkan beberapa teknik.” Lanjutnya.


“Ah, aku lupa menanyakan siapa namamu...” Atr kemudian bertanya siapa nama orang yang menemaninya memilih teknik.


“Shein.” Jawab Shein.


Shein kemudian mengikuti Atra kemanapun Atra pergi, sesekali Shein juga menjelaskan tentang buku yang belum diterjemahkan.


Tentu Atra bisa membacanya karena sistem bahasa Remaist Online sudah ia buat menjadi Automation Translate sehingga bahasa apapun bisa diterjemahkan langsung, termasuk segala bahasa di Remaist Online.


Atra mengetahui judul buku yang diambilnya, yaitu One Heaven Dragon, Art of Thief, Ring of Fire, Puncture of Destiny, Art of Shield, dan Blue Sky Thunder.


Atra tidak paham, darimana BloodThirsty Kingdom bisa mendapatkan Skill Book seperti ini.


Contohnya saja One Heaven Dragon. One Heaven Dragon merupakan skill yang mampu memanggil naga surga untuk turun ke bumi dan menghancurkan apapun yang ditargetkan. Atra berencana memberikan skill ini untuk Asheuin karena Asheuin cocok menggunakan skill semacam ini.


Art of Thief adalah seni khusus untuk pemain dengan job Thief. Skill ini memiliki kegunaan untuk merampas apapun yang ada dihadapannya. Jika digunakan dalam pertarungan, skill ini berguna untuk memberi efek Slow kepada lawan.


Ring of Fire adalah skill berelemenkan api.  Berdasarkan apa yang dibacanya, skill ini membuat penggunanya membuat lingkaran api di area yang telah ditentukan. Setelah beberapa detik, area itu akan menyemburkan api-api dan apapun yang ada di dalam area itu akan mendapat efek Scorch dimana Scorch dapat memberikan efek terbakar dan memberikan Magical Damage. Atra akan memberikan skill ini untuk Slitherio.


Puncture of Destiny merupakan skill yang membuat penggunanya dapat menusukkan senjatanya kepada lawan dan membuat lawannya mendapat efek Stun. Atra akan menggunakannya untuk dirinya sendiri.


Art of Shield adalah skill khusus Defender. Skill ini dipasangkan pada tameng dan digunakan untuk menghalau berbagai serangan apapun. Ditingkatan tertentu dapat membuat tameng itu memiliki poin serangan. Atra akan memberikannya pada FastStone karena FastStone adalh Defender sekaligus Attacker terbaik di Remaist Online.


Blue Sky Thunder adalah skill untuk Warmage berelemenkan petir. Skill ini sebenarnya termasuk dalam suatu skill series dan skill ini termasuk yang terkuat diantara semua skill tersebut. Skill ini dipakai untuk memanggil petir biru dan menggunakannya untuk menyerang target dengan sambaran petir.


Atra kembali berjalan menyusuri rak yang ada di ruangan itu. Tak terasa, ia sudah mengambil lebih dari sepuluh buku dan itu membuat Shein kebingungan.


“Jendral, untuk apa Jendral mengambil buku teknik sebanyak itu?” tanya Shein.


“Hm? Tentu saja untuk teman-temanku semua. Mereka membutuhkan skill ini. Apa tidak boleh?” tanya Atra.


“Tidak.” 

__ADS_1


Atra mengerutkan alisnya, “Bukankah kau mengatakan kalian tidak bisa membacanya?”


“Eh, bukan begitu. Maksud saya adalah buku teknik ini adalah simpanan BloodThirsty Kingdom dan tidak boleh sampai bocor keluar.” Jelas Shein dengan hati-hati.


“Jika temanku dapat membacanya, apa kalian akan menganggap buku ini adalah simpanan kalian sementara kalian tidak bisa membacanya?” tanya Atra dengan senyum kemenangan. Kesempatan ini tidak bisa datang dua kali dalam hidup, dapat melihat berbagai skill keren.


“Apa Jendral yakin?” tanya Shein meyakinkan.


“Jika temanku tidak bisa membacanya, kalian bisa menurunkanku dari jabatan Jendral Tertinggi dan bisa menyerahkan jabatan itu ke Deushi.” Ujar Atra sambil mengangkat salah satu buku.


Sekarang jumlah buku yang diambil Atra sudah melebihi lima belas.


“Nah, sudah selesai. Waktunya kita keluar.” Ajak Atra kemudian keluar dari ruangan itu.


Diluar, Atra kembali mengambil satu persatu buku, membuat Deushi dan ketiga temannya memandanginya keheranan.


Deushi kemudian berjalan mendekatinya dan bertanya, “Apa kau maniak buku? Kenapa kau mengambil banyak sekali buku?”


Atra menoleh kemudian menatap Deushi tajam, “Apa tidak boleh?” Atra kemudian berjalan pergi menyusuri rak-rak buku lagi.


Deushi menelan ludahnya, baru kali ini ia ditakuti oleh seseorang. Apalagi orang yang lebih muda darinya dan dengan tatapan juga.


“Tidak.” Jawab Atra singkat, “Apa ada tas? Aku akan membawa semua buku ini ke temanku yang bisa membacanya.”


Shein berlari setelah mendengar pertanyaan itu, isi perpustakaan telah diambil oleh Atra hanya dalam waktu kurang dari seminggu. 


Shein kembali dengan membawa tas berukuran sedang kemudian memasukkan buku yang dipinjam Atra.


Seseorang masuk ke ruangan setelah Shein selesai memasukkan semua buku pinjaman Atra, “Jendral Atra, Yang Mulia Bhesia memanggil Jendral ke istana.”


Atra mengangguk kemudian berjalan keluar ruangan itu. Empat jendral lainnya sudah selesai memilih buku teknik dan sedang disalinkan oleh tukang salin perpustakaan untuk dijadikan Teknik Berseri.


Atra sama sekali tidak terlihat seperti seorang Jendral Tertinggi, Atra hanya berpakaian jubah berwarna abu-abu keperakan dan memakai topeng bercakar. Terlihat sederhana dan misterius.


“Ehem, apa Jendral akan menaiki kereta?” tanya si penjemput.


“Tidak usah, aku akan melompat di atap saja.” Selesai berkata begitu, Atra melompat ke atas atap kemudian melompati atap ke atap lainnya.


Si penjemput merasa keputusannya membawa kereta merupakan keputusan yang salah karena para Jendral Tertinggi sebelumnya juga memiliki sifat yang sulit ditebak.

__ADS_1


Seperti Jendral Tertinggi dua generasi sebelumnya. Ia memilih berlari dibanding harus menaiki kereta yang menurutnya sangatlah lambat.


Jauh didepan, Atra tersenyum saat membayangkan wajah Slitherio yang berhasil mendapat skill yang hebat.


Lima belas menit berlalu dan Atra sampai di gerbang istana. Kedatangannya disambut oleh semua orang. Mereka yang menyambutnya mengetahui Atra adalah Jendral Tertinggi yang baru dan baru tadi diangkat oleh sang raja.


Atra mengangguk kemudian berjalan memasuki istana. Meskipun terlihat mengetahui letak sang raja menunggu, sebenarnya ia tidak mengetahuinya. Itu hanya penampilan luar saja.


Beberapa menit berlalu dan Atra mulai tersesat. Ia terus melewati tempat yang sama berkali-kali dan topengnya menjadi dikenali orang yang kebetulan juga melewati tempat itu.


“Ehem, apa Jendral tersesat?” seseorang menanyai Atra, ia menghapal semua detail Jendral yang baru. Takutnya jika ia menyinggung salah bicara, mungkin dirinya bisa kehilangan pekerjaannya.


“Bagaimana kau tau?” tanya Atra.


“Tentu saja. Hal itu terlihat di wajah Jendral yang terlihat kebingungan.” Jawab orang itu sambil menunjuk wajah Atra.


“Bukankah aku memakai topeng?” tanya Atra lagi. Ia yakin raut wajahnya tidak terlihat dengan jelas karena ia sekarang memakai topeng.


“Dari sekujur tubuh Jendral yang terlihat gemetaran, aku juga bisa tau kalau Jendral sedang kebingungan. Dan Jendral kebingungan karena sedang mencari ruangan raja bukan?” tanya orang itu setelah menjelaskan alasan ia bisa melihat Atra yang kebingungan.


“Bagaimana kau tau? Hantu?” Atra bergidik sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Bisa parah masalahnya jika orang-orang mengetahui Jendral Tertinggi BloodThirsty Kingdom ketakutan terhadap hantu.


“Karena akulah sang raja yang mencarimu.” Jawab orang itu sambil memegang pinggangnya.


“Bohong.” Atra menatap wajah itu sekali lagi. Sekilas ia merasa tidak asing dengan wajah itu.


“Salam raja...” dua orang lewat dan mereka memberi hormat pada orang yang baru saja Atra ajak bicara.


Atra membelalakkan matanya, ia masih tidak percaya dengan pemandangan dihadapannya. 


“Kau percaya?” tanya orang itu. Orang itu kemudian merogoh kantong di dnalam jubahnya dan mengeluarkan sesuatu.


Atra terkejut saat melihat benda itu. Benda itu adalah tanda pengenal yang menunjukkan ia adalah sang raja.


“Terima hormat dariku, Yang Mulia Bhesia.” Atra berlutut saat melihat tanda pengenal itu.


“Kau mengingatkanku pada seseorang. Mari ikuti aku...” Bhesia berjalan mendahului Atra sambil bercerita tentang orang yang dikenalnya.


Bhesia bercerita tentang Jendral Tertinggi sebelumnya yang kurang lebih memiliki karakter yang sama dengan Atra. Bhesia juga menceritakan tentang kemampuan hebat sang jendral itu dengan bersemangat.

__ADS_1


Bhesia terdiam sejenak sebelum melanjutkan, “Ketika kudengar kau merupakan murid salah satu jendral kami, aku merasa senang. Senang karena setidaknya Mechanic Claws Technique memiliki penerus...”


__ADS_2