
Visidha berusaha melepaskan diri dari skill Stream of Fire Slitherio, tetapi tidak bisa. Yang hanya bisa ia lakukan sekarang adalah teleportasi kembali ke Hell Empire.
Waktu serasa berhenti ketika Visidha menghilang tanpa jejak, mereka yangg berada disana segera berseru.
“Eh?!”
“Baiklah, sudah waktunya kita tampil, bukan?” Wagata berdiri lalu meregangkan kedua tangannya,ia lalu memasang posisi siaga.
Zen menarik tombaknya dan bersiap, Fadexion menarik pedangnya lalu bersiap, dan Fisvion mengangkat kapaknya lalu bersiap.
Wajah Slitherio segera memburuk ketika melihat Wagata, Zen, Fadexion, dan Fisvion berdiri dan memasang posisi. Tetapi ia segera menguasai dirinya lalu berkata, “Hanya kalian saja?”
“Tidak kami saja yang ada disini, 99.000 prajurit Hell Empire telah bersiap diluar dan hanya menunggu waktu saja sampai kami menyerang.” Zen berkata sambil tersenyum tipis.
Sean mengumpat dalam hatinya, tidak pernah ia sangka akan sebanyak itu pasukan yang datang ke Sky Empire.
“Oh...” Slitherio mengeluarkan Stamina Potion dan menuangnya ke atas api yang baru ia buat, “Flame Warmage Technique: Stamina Flame...”
Slitherio menyentuhkan api itu ke atas arena dan seketika, tubuh orang-orang yang ada disana segera membaik, bahkan stamina mereka kembali.
Slitherio menarik Flame Phoenix Sword lalu bergumam, “Tidak ada yang lolos ketika aku menarik satu pedangku, tak ada yang mampu hidup setelah aku menarik pedang keduaku...”
Slitherio melesat dan menyambut serangan Wagata. Kekuatan Slitherio sudah berkembang jauh sehingga ia mampu menandingi kemampuan Wagata.
Disaat berada di ambang keterkejutan,seansegera menguasai dirinya lalu menatap Slitherio yang sedang bertukar serangan dengan Wagata. Ia melihat lagi dan menemukan Fadexion sedang melesat menuju Slitherio dan Wagata lalu berniat membantu.
Sean segera maju dan menahan serangan Fadexion dengan pedangnya lalu mulai bertukar serangan.
Riana melihat kalau Fisvion dan Zen berniat mengeroyok Slitherio serta Sean, ia lalu melesat dan menahan serangan kedua Demon itu.
Riana menggunakan kedua Fly Fannya untuk menahan serangan Fisvion dan Zen.
__ADS_1
Kipas Riana terbuat dari logam yang kuat dan ringan, menjadikannya sebagai senjata dengan keringanan yang menyetarai Storm Harp yang merupakan senjata teringan di Midvast.
Meski berada pada posisi dikeroyok, Riana tidak sekalipun menunjukkan tanda-tanda kesulitan ataupun terpojok. Malah, Fisvion dan Zenlah yang berada pada posisi terpojok.
Geisha, Li, Serioza, Zaburo, Trestio, dan Luvian pergi meninggalkan Sean, Slitherio, dan Riana yang sudah disibukkan oleh lawan-lawan mereka.
Di luar, sudah menunggu 99.000 prajurit Hell Empire dan disaat seperti inilah, sabit Luvian dapat bekerja dengan baik.
Luvian memutar sabitnya lalu melesat menuju pasukan Hell Empire yang terbilang lemah itu sambil menghunuskan sabitnya.
Luvian tidak datang sendiri, ia datang bersama dengan Pasukan Elit Guild Darkness yang menunggu di perbatasan timur Sky Empire.
Saat ini, kedudukan Guild terkuat dimiliki oleh Guild Darkness, diikuti oleh Guild Reozsya, Guild Archero, Guild Reister, dan terakhir Guild Xiun.
Guild Xiun adalah guild yang paling dikenal oleh pemain karena memang kekuatan Guild Xiun setara dengan Guild Thiefer, guild yang terkenal akan ketua Guildnya yang suka mencari gara-gara di seluruh Midvast.
Guild Xiun terkenal akan kemampuan para anggotanya yang mengutamakan pertahanan dan kekuatan dibandingkan kecepatan.
Teori ketua Guild Xiun semakin terbukti ketika rekaman Slitherio melawan Wagata tersebar.
Luvian sendiri masih sulit menerima kekuatan Guild Xiun karena memang kemunculan mereka secara tiba-tiba, muncul di angka keenam Guild terkuat dan mengancam posisi Guild Thiefer.
Luvian kenal dengan Black Fast Alex karena ia pernah ikut mencuri bersama dengan Alex dan harus ia akui, kemampuan Alex memang hebat.
Kembali ke pertempuran. Luvian mengangkat tangannya dan melepaskan satu skill yang selalu ia keluarkan jika membutuhkan bantuan, Light of Help.
Sekitar seratus pemain dengan pakaian serba hitam muncul dari hutan di timur Sky Empire dan langsung menyerbu masuk dengan segala kekuatannya menuju Syacht yang berjarak sekitar dua jam dari sana.
Dengan waktu selama itu, seharusnya Pasukan Elit Guild Darkness akan sampai pada pukul lima sore waktu Midvast.
Geisha memilih bertarung di belakang Serioza yang memang memintanya untuk selalu mengikutinya.
__ADS_1
Li terus mengikuti Trestio sambil membawa Bamboo Flute dan memainkan musik sederhana yang cukup untuk mengacaukan pendengaran pasukan Hell Empire.
Li dan Geisha tidak mengetahui situasi apa yang mungkin sedang dihadapi oleh Slitherio, Riana, dan Sean.
***
Sean berhasil memojokkan Fadexion dengan sedikit kemudahan karena kekuatan Fadexion berada sedikit di bawahnya.
Slitherio bahkan berhasil melukai Wagata dengan serius,Wagata sendiri kehilangan tangan kirinya sedangkan Slitherio hanya mengalami luka ringan.
Riana yang langsung melawan dua Demon tidak dapat menghindari kemungkinan dirinya akan mati disini, tetapi setidaknya ia sudah menguji kemampuannya yang mungkin masih terbilang rendah jika disetarakan dengan Sean, apalagi Slitherio.
Tetapi disaat dirinya sedang kelelahan, dirinya mendengar sesuatu yang membangkitkan semangatnya lagi.
“Jangan menyerah! Setelah pertempuran ini, aku akan mengajak kalian berlibur ke barat Midvast dan berkemah disana!” Slitherio berseru sambil menahan serangan Wagata dengan sedikit kemudahan.
Semangat Riana meningkat dan ia pun segera mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk melawan Zen dan Fisvion, bahkan berniat membunuh mereka.
Disaat mereka sedang bertarung, sebuah jendela informasi nyaris membuyarkan semangat mereka karena saking senangnya karena Chapter 05 akhirnya tamat.
[Selamat, Chapter 05: Rise of Darkness Soldier akhirnya selesai!
1.000 Hell Knight berniat menyerang Kota Hostix untuk mencari Bola Kegelapan yang merupakan pusaka Hell Empire, tetapi niat mereka dihentikan oleh pelindung Kota Hostix, yaitu Guard of Hostix, Enam Pilar Naga, Wilhelm, Tsuyoshi, dan Crysant.
Dengan begitu, batas level ditingkatkan menjadi level 700 dan Chapter 06: Gate of Beast Hell dimulai]
“Eh?!” Sean, Slitherio, dan Riana berseru sambil menggenggam senjata masing-masing.
Tentu Sean tahu Kota Hostix karena memang kota itu akhir-akhir ini terkenal karena keragaman ras yang ada disana.
Siapa yang mengira kota sederhana seperti itu malah menjadi sasaran Hell Empire untuk dihancurkan oleh 1.000 Hell Knight, tetapi setelah membaca alasannya ia hanya bisa menghela napas.
__ADS_1
Disisi lain, Slitherio memahami alasan Enam Pilar Naga tidak memenuhi panggilannya dan juga, ia terkejut saat menyadari rahasia yang ada di kota buatannya.