Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
57. Misi penyelamatan III


__ADS_3

Geisha tidak tau sudah berapa lama ia disandera oleh orang-orang ini. Yang jelas, dirinya tidak tau harus melakukan apa-apa selain duduk menatap pintu penjara itu, berharap ada yang datang dan menolongnya.


Lama ia menatap pintu itu, ada satu orang yang datang membawakan sepiring makanan dan memberikannya. Orang itu kemudian pergi.


Waktu terasa lama bagi Geisha yang terbiasa berjalan-jalan di hutan, mengisi waktunya dengan berburu. Namun kini, ia malah disandera dan dikurung oleh sekelompok orang yang tidak dikenalnya.


Beberapa jam berlalu, ia kemudian mendengar samar-samar suara bangunan yang runtuh. Suara desingan pedang samar terdengar dari bawah tanah yang menjadi tempat dirinya di kurung.


Ada jendela yang tembus langsung keluar, Geisha penasaran dan menengok ke jendela tersebut. Tiga wajah yang dikenalnya sedang bertarung di melawan sekelompok orang yang tadi menangkapnya.


Geisha yang melihat itu merasa senang, ia berharap orang yang akan menolongnya adalah Slitherio. Seorang. Tidak ada yang lain.


Suara gaduh mulai terdengar saat lima orang yang bertarung di halaman luas itu mulai menghancurkan bangunan di sekitarnya.


Penjara tempat Geisha dikurung juga mulai merasakan dampaknya. Tetapi tidak sampai membuat penjara itu runtuh.


Geisha mulai berdoa agar dirinya cepat dilepaskan. Ia memejamkan matanya dan mulai berdoa.


***


Slitherio terus berlari di lorong-lorong bangunan itu. Kakinya mulai terasa pegal karena terus berlari melewati lorong-lorong panjang nan membingungkan itu.


Dirinya sudah mengetahui letak penjara bawah tanah itu dan lengsung melesat menuju tempat itu. Belum sampai di tempat tujuan, seseorang yang dikawal oleh enam Soul Knight berdiri menghadang jalan Slitherio.


“Halo... Tak kusangka, tak perlu kucari malah targetku sendiri yang datang kemari mengantar nyawanya...” ujar orang itu.


Orang itu mengenakan pakaian santai dan terlihat dirinya tidak terlalu peduli dengan situasi di luar. 


Slitherio sudah tau orang ini dari beberapa lukisan di ruang kerja kepala keluarga ini. Dialah kepala keluarga yang dimaksud, Johan HeavenSoul.


Johan HeavenSoul ini memiliki tubuh yang lumayan kurus, tetapi tubuhnya terlihat gagah dan sedikit berotot. Kulitnya berwarna putih dan ada sedikit merah di wajahnya. Rambutnya sendiri berwarna hitam gelap, tidak cocok dengan warna kulitnya.

__ADS_1


“Kau membunuhku, temanmu akan kubunuh juga...” lanjut Johan HeavenSoul dengan santai.


Slitherio menahan dirinya untuk menarik pedangnya. Ia tau, untuk membunuh Johan HeavenSoul haruslah melawan enam penjaganya ini. Meskipun bisa menang, tetapi ada dua faktor yang menyebabkan dirinya tidak bisa bertarung disini.


Pertama, karena lorong tersebut dibilang sempit tidak dan dibilang lebar juga tidak. Ini akan mempengaruhi luas pergerakan Slitherio yang bisa dibilang sangat luas.


Kedua adalah karena penjara bawah tanah itu berada tepat di bawah kakinya saat ini. Jika ia bertarung sang menggunakan skill dahsyatnya, ia tidak yakin dapat memastikan orang yang akan ditolongnya masih bernapas atau tidak.


Pilihan terakhir hanyalah bertarung, tanpa skill. Poin STR dan INTnya memang tinggi, tetapi poin INTnya lebih dominan dalam Status miliknya. STRnya juga tinggi, tetapi lebih efektif dengan bertarung memakai Skill.


Tiba-tiba, Slitherio teringat akan satu skill bawaan senjatanya, Red Sword. Ia menggunakan skill itu dan langsung maju menyerang Johan HeavenSoul.


Tetapi itu adalah tipuan. Dengan cepat, enam penjaga yang mengawal Johan HeavenSoul mengeroyok Slitherio. Slitherio tersenyum kemudian melepaskan satu skill pedangnya.


“Flame Sword Technique: Flame Wave!” Slitherio melepaskan satu gelombang serangan api ke arah lawannya. Satu penjaga yang berada paling dekat dengannya langsung tewas karena terkena serangan tersebut.


Gelombang itu terus melaju menembus lawannya hingga akhirnya menghilang saat mengenai tubuh Johan HeavenSoul. 


Tubuh Johan HeavenSoul yang tidak memiliki kemampuan apa-apa langsung tewas begitu saja saat terkena gelombang itu. Slitherio yang melihat itu langsung maju menghabisi lima penjaga yang tersisa yang meratapi kematian tuannya. 


[Selamat, Chapter 03: Corruption Nobleman telah selesai!


Dalang dari berbagai peperangan yang menghantui beberapa kerajaan kecil yang bukan lain adalah Johan HeavenSoul telah dibunuh oleh Slitherio.


Dengan bantuan Atra, Whu, Naze, NightResha, dan FastStone, HeavenSoul telah dihancurkan.


Dengan demikian, Chapter 04: Deicever Nobleman telah dimulai dan batas level dinaikkan hingga level 500]


Jendela informasi tersebut muncul kurang dari seminggu sejak batas level dinaikkan setelah Chapter 02 tamat.


Banyak pemain yang merasa terkejut karena batas level kembali dinaikkan. Bahkan ada beberapa pemain yang mengumpat karena batas level kembali dinaikkan dan semakin membuat jarak antara para pemain biasa dan pemain yang masuk daftar Top Global.

__ADS_1


Sisi lain, lima ketua Guild terkuat terus mengucapkan terima kasih pada sosok Slitherio yang kembali menaikkan batas level yang membuat jarak diantara mereka dan pemain biasa. Kini mereka sudah tidak takut lagi dikejar oleh pemain biasa.


Tentunya hal ini menimbulkan sedikit kontroversi, ada yang menyebut bahwa Slitherio memakai sejenis cheat yang membuat dirinya dapat mengetahui jawaban dari tiga Chapter Plot of Hell Empire.


Meskipun hal itu tidak dipercaya, tetapi tidak sedikit juga orang-orang yang menjadikan Slitherio sebagai idola barunya. Dijadikan idola karena Slitherio berani mencari masalah dengan salah satu dari keluarga bangsawan terbesar di Midvast.


“Memang gelar pemain nomor satu paling cocok dipasangkan di dirinya, terbukti dengan dirinya yang mampu menyelesaikan tiga Chapter sekaligus dalam waktu sebulan. Lebih tiga hari saja.” Begitulah ucapan Alberto Aquilani selaku ketua IROO.


“Aku tidak salah kan memberikan tempat nomor satu untuk Slitherio bukan?” lanjut Alberto Aquilani.


Neil Young yang diajak bicara hanya mengangguk saja. Ia akhirnya tau kalau kekuatan Slitherio dan kemampuannya memang tidak main-main.


***


Slitherio mengabaikan jendela informasi itu, tetapi satu jendela informasi selanjutnya menghentikan langkahnya.


[Kau telah membunuh Johan HeavenSoul!


Salah satu dari kepala keluarga bangsawan terbesar di Midvast, telah kau bunuh.


Kau akan mendapat masalah jika sampai berhadapan dengan tiga keluarga bangsawan yang lainnya.


Selesaikan atau terlibat masalah dengan empat keluarga bangsawan terbesar di Midvast]


“Apa?! Salah satu dari lima keluarga bangsawan terbesar di Midvast telah kuhancurkan?! Mimpi apa aku semalam?!” teriak Slitherio.


Slitherio menjambak rambutnya kemudian melesat menuju penjara bawah tanah. Jalan menuju penjara bawah tanah sangatlah sempit, tetapi Slitherio tidak menyerah.


Ia terus berlari hingga akhirnya ia sampai di deretan penjara bawah tanah. Ia berjalan dengan pelan, mencari sosok yang akan diselamatkan, dan akhirnya ketemu. Orang itu dikurung di salah satu penjara dan sedang duduk menatap pintu penjara.


Slitherio menarik pedangnya kemudian menyerang pintu itu bertubi-tubi. Tindakannya menciptakan suara yang sangat keras, menyadarkan orang itu dari termenungnya. Orang itu bukan lain adalah Geisha.

__ADS_1


Mata Geisha melebar saat melihat Slitherio yang menghancurkan pintu penjara dengan pedangnya. Wajahnya sudah terlihat kelelahan, terlihat dirinya yang mungkin bertarung habis-habisan dengan seluruh penjaga Heaven Mansion.


Berkali-kali Slitherio menebaskan pedangnya, hingga akhirnya pintu itu hancur oleh pedangnya sendiri.


__ADS_2