
Slitherio, Sean, FastStone, Atra, dan yang lainnya kecuali Li mengatur napas mereka yang tidak beraturan. Mencoba memahami tubuh itu jauh lebih sulit dibanding duel dengan Visidha, begitulah pikiran Sean.
Li sendiri memilih mencoba menyeimbangkan tubuhnya, ia mencobanya dengan mengatur napasnya perlahan serta mencoba memahami tubuhnya lebih baik lagi. Ia memejamkan matanya.
“Bagaimana rasanya ketika kalian mendapatkan kekuatan besar hanya dalam waktu singkat?” Tanya Jay sekali lagi.
“Mengerikan...” Sean selesai mengatur napasnya kemudian melirik Slitherio, “Bagaimana denganmu?”
“Cukup satu kunci saja dan aku bisa merasakan kekuatan besar di dalam tubuhku...” Slitherio memegangi kepalanya.
“Memang, Kunci Kebijaksanaan adalah kunci pembuka diantara delapan kunci dan itu adalah yang paling penting dalam membuka jalan dewa kalian...” Jay menjelaskan.
“Di benua kalian, mungkin ada lima jalan untuk menjadi dewa. Tetapi sebenarnya ada enam jalan. Yang kalian jalani sekarang adalah jalan keenamnya, yaitu membuka seluruh kunci dalam tubuh kalian...” Zein mendekat, “Dan kita sudah membuka kunci kedelapan kita sekitar dua ratus tahun lalu, mungkin lebih...”
Li terlihat masih memejamkan matanya sampai akhirnya ia membukanya dan bertanya, “Apa nama kunci selanjutnya?”
“Bukankah sudah kujelaskan sebelumnya?” Luna mendekat. Ia menatap Li dengan mata menyipit.
“Kunci Kehidupan adalah kunci kedua dan merupakan kunci pertama pembuka teknik Mata Dewa...” jelas Luna. Ia melirik Li, “Jangan bilang...”
“Seperti yang Anda pikirkan, saya hampir membuka kunci kedua itu...” Li menggaruk kepalanya, ia sendiri tidak menyangka kalau ia bisa sehebat itu.
“Bagaimana?” Slitherio menunjuk Li lalu menatap Sean dan FastStone, “Bagaimana ia bisa membuka satu kunci lalu hampir membuka satu kunci selanjutnya?!”
“Masalah bakat, pastinya...” Zein melirik Li, “Bisa kau jelaskan kenapa kau bisa melakukannya? Bukankah Slitherio ini jelas yang paling berbakat diantara kalian?”
Li mengelus dagunya lalu berkata, “Entahlah, saya sendiri tidak bisa menjelaskannya...”
Jay menghela napasnya panjang, “Apa kalian mau disambar seperti itu lagi?”
Sean dan Atra menggeleng, sisanya mengangguk. Jay menyarungkan pedangnya lalu berkata, “Tunggu dua hari lagi...” kemudian Jay berubah menjadi kilatan petir dan menghilang.
“Esok, kalian akan menerima aura dingin dari Luna...” Zein mengacak rambut Luna yang berwarna putih.
Slitherio menelan ludahnya, aura dingin Luna adalah kelemahan dari elemen miliknya dan tidak diketahui apakah ia bisa hidup atau tidak.
***
__ADS_1
Keesokan harinya...
Slitherio menelan ludahnya lalu menatap semuanya. Ia sudah memberitahu Zein sebelumnya dan Slitherio mendapat jawaban seperti ini.
“Bagaimana kau ingin menjadi dewa kalau kau sendiri takut dengan aura dingin sekecil ini?!” Zein menunjuk Slitherio dengan tatapan marah.
“Elemen Luna Goddess berlawanan dengan elemen saya dan itu seperti mencoba mengirim saya ke jurang kematian...” Slitherio menggaruk kepalanya.
“Tidak, kau besok akan tetap menerima aura dingin dari Luna!” ujar Zein lalu kembali ke rumahnya. Memang Slitherio menemuinya di rumah Zein.
Aura dingin Luna terasa sedikit lemah, tetapi itu adalah kekuatan asli dari elemen Es dan kekuatannya seharusnya kurang dari petir biru milik Jay.
Tetapi Jay kemarin hanya mengerahkan separuh dari kekuatan petirnya, jika ia sampai mengerahkan seluruh kekuatannya, Slitherio dan yang lainnya bisa hangus terbakar.
Slitherio merapatkan giginya sebelum menerima aura dingin yang menusuk sampai ke tulang-tulangnya. Yang lainnya juga menerima efek yang sama dengan Slitherio.
Slitherio merasakan energi yang dikandung dalam aura itu lebih besar dari petir biru milik Jay. Bisa jadi kalau Luna ini mengerahkan lebih dari separuh kekuatannya, batin Slitherio.
Selama dua jam ini mereka diminta juga untuk mengumpulkan Mana dalam jumlah besar pula. Jika mereka bisa membuka kunci kedua, maka mereka bisa mengumpulkan kekuatan Spirit dan menambah kapasitas Mana sebanyak 5 kekuatan Spirit.
Kenapa dua jam? Bukankah sebelumnya hanya satu jam? Karena Slitherio sebelumnya mengajukan keberatan dan Zein marah. Sebab itulah Zein menambah waktu ujian menjadi dua jam dan itu cukup menyiksa Slitherio dan yang lainnya.
Selama dua jam ini pula Slitherio yang paling tersiksa karena elemen Slitherio yang pada dasarnya berlawanan dengan elemen Luna menyebabkan perlawanan keras di tubuh Slitherio, membuat tubuh Slitherio terasa amat panas.
Tetapi efeknya jauh melebihi rekan-rekan lainnya. Ia berhasil membuka Kunci Kehidupan dan hampir berhasil membuka Kunci Kebenaran.
Dengan begitu, Slitherio dan yang lainnya berhasil mendapatkan dua skill baru, yaitu Absorb Spirit Power dan God Eye.
Absorb Spirit Power berfungsi untuk menyerap kekuatan Spirit dari alam dan berguna juga dalam pertempuran. God Eye berfungsi untuk melihat segalanya dalam jarak yang pertama didapatkan. Dalam kunci kedua ini, mereka berhasil membuat God Eye mereka memiliki jarak jangkau sejauh 10 m.
“Ujian hari ini cukup, sampai jumpa tiga hari lagi...” Luna melambaikan tangannya lalu berubah menjadi butiran es dan menghilang.
Sean, FastStone, Atra, Naze, Li, Geisha, dan Clarey mengatur napas masing-masing. Aura dingin Luna menusuk sampai ke bagian tubuh terkecil mereka dan itu cukup menyakitkan.
Tetapi tentu saja Slitherio yang paling parah efeknya saat menerima aura dingin Luna. Dua elemen yang berasal dari dua tubuh yang berbeda berbenturan di dalam tubuhnya dan jika saja Slitherio tidak bisa mengatasinya, tubuhnya akan meledak karena tidak sanggup menahannya.
Dua kekuatan besar dalam tubuh Slitherio memiliki kekuatan yang amat besar dan ketika keduanya bergabung, maka akan menghasilkan kekuatan yang jauh lebih kuat lagi.
__ADS_1
“Baik, siapa yang sudah membuka Kunci Kehidupan?” Zein berdeham setelah Slitherio selesai mengatur napasnya.
Semua orang mengangkat tangannya. Zein tersenyum lebar lalu bertanya lagi, “Apa ada yang hampir membuka Kunci Kebenaran?”
Slitherio dan Sean mengangkat tangan mereka, sisanya menunduk. Sepertinya sulit untuk membukanya, batin Zein.
“Itu wajar saja karena mengingat kunci ketiga adalah kunci yang paling sulit dibuka karena membutuhkan kekuatan serta keinginan yang besar untuk melakukannya...” Zein menunjuk Li, “Dan dia adalah contohnya...”
“Artinya kunci ketiga ini membutuhkan keinginan yang kuat, begitu?” Clarey mengelus dagunya, “Memangnya kemampuan apa yang akan didapatkan jika bisa membuka kunci ketiga ini?”
Zein menjentikkan jarinya, “Kemampuan yang didapatkan mungkin tidaklah terlalu penting, tetapi yang kalian dapatkan selanjutnya itu sulit untuk didapatkan mengingat kunci ketiga ini adalah kunci untuk membuka jalan dewa kalian, tergantung apakah kalian bisa membukanya dengan mudah atau dengan sulit...”
Dan itulah kegiatan yang akan dilakukan Slitherio, Sean, FastStone, Atra, Li ,Naze, Geisha, dan Clarey selama di Gods Island.
***
Setengah bulan lebih kemudian...
Slitherio dan teman-temannya akhirnya berhasil membuka seluruh kunci yang ada di dalam tubuh masing-masing dan berhasil mendapatkan kekuatan yang amat besar.
Kekuatan Spirit mereka akhirnya melebihi 20 kekuatan Spirit dan bisa membuat mereka sebagai pemain terkuat di Midvast.
Selama setengah bulan itu, mereka memutuskan untuk berjuang membuka kedelapan kunci dengan susah payah dan akhirnya berhasil membuka Kunci Keabadian tepat sehari sebelumnya.
Tersisa empat ujian lagi dari enam ujian yang telah diatur oleh Zein dan Luna. Selama ini, mereka telah menyelesaikan dua ujian, yaitu menerima aura sembilan dewa dan menerima petir sambil membuka delapan kunci di dalam tubuh mereka.
Membicarakan tentang kunci yang telah dibuka, mereka semua telah membuka kedelapan kunci itu dan mendapatkan sebuah skill mengerikan yang disebut Heaven’s Vision.
Skill ini merupakan revolusi dari skill God Eye dan merupakan skill yang cukup mengerikan bagi Li karena jangkauan skill ini mencapai 1.000 Km dan itu bisa dipakai memantau kondisi Midvast.
Selama di Gods Island, mereka tidak bisa berburu dan akhirnya level mereka tetap di level 500 serta tidak bisa melewati level 550.
Slitherio berpikir kalau itu adalah cara agar mereka tidak dicurigai dan terpaksa mereka meningkatkan kekuatan dengan Life Core berukuran besar.
Selain dipakai meningkatkan kapasitas Mana, Life Core juga berguna untuk meningkatkan status. Tetapi sepertinya, fungsi ini hanya ada di Gods Island saja. Slitherio berniat membelinya untuk dipakai di Midvast saat mereka pulang nanti.
“Jika kalian bisa membuka Kunci Keabadian, artinya jiwa kalian sudah menyatu dengan alam semesta dan kalian bisa berpindah tempat sesuka hati kalian, jika kalian ingin kembali ke benua kalian, kalian bisa langsung berpindah tanpa perlu berlayar lagi di lautan luas itu...” ujar Zein hari itu.
__ADS_1
Mereka akan diberikan waktu istirahat selama satu minggu untuk menyeimbangkan tubuh mereka agar siap untuk melalui ujian selanjutnya, yaitu mendaki gunung tanpa batas.