
Slitherio memandang ke arah lautan musuh yang tercipta di depannya, sedangkan Atra dan Whu sudah menggapai senjatanya. Memang Atra hanya diminta untuk memakai cakarnya untuk bertarung dan tidak perlu memakai wujud serigalanya.
Beberapa dari prajurit yang dibawa Slitherio sedikit bergetar begitu melihat lautan musuh di hadapan mereka.
Jumlah pasukan yang dibawa Slitherio sebanyak seratus orang yang Serioza katakan memiliki kekuatan yang mendekati Sky Knight. Ditambah dengan mantan jendral berjumlah empat orang dan Prince John bersam Prince Xaviero, jumlah orang yang bertempur di perbatasan sebanyak seratus sembilan orang.
Slitherio memejamkan matanya kemudian berseru, “Serang mereka!”
[Selamat, kau berhasil mendapatkan Skill “War Cry”!
Sebuah teriakan yang mampu menghilangkan segala rasa takut pada prajurit yang kau pimpin. Dapat ditingkatkan dengan sering digunakan
Atk: +15% pada prajurit yang kau pimpin
Def: +5% pada prajurit yang kau pimpin]
Jendela informasi yang muncul di hadapannya membuat Slitherio tersenyum lebar.
“Semuanya, serang mereka!” seru Slitherio.
Secara tiba-tiba, kemampuan para prajurit di bawah pimpinan Slitherio meningkat pesat, bahkan kemampuan para jenderalnya.
Kini mereka memandang Slitherio seperti Serioza yang dulu.
Tak mau berlama-lama, pasukan kecil itu maju bersamaan dengan seruan dari lautan musuh di depan.
“Manusia api, kutantang kau untuk berduel!”
Pemimpin pasukan lawan berseru sambil mengacungkan senjatanya yang berupa kapak. Ia bukan lain adalah Fisvion.
Slitherio menarik pedangnya dan maju mendekati Fisvion yang mengangkat kapaknya sembari berseru, “Pasukan! Serang mereka!”
Kedua pasukan yang secara jumlah itu berbeda jauh segera berbenturan, Atra dan Whu yang sudah semangat melesat menghabisi satu persatu Orc yang ada.
Slitherio masih berjalan mendekati Fisvion sambil tersenyum lebar. Fisvion juga tersenyum, namun senyumnya memberikan hawa yang sedikit tidak mengenakkan bagi beberapa orang disana.
Slitherio mengangkat pedangnya, menghunuskan nya ke arah Fisvion, “Kau yakin?”
“Tentu saja!” Fisvion melesat sambil mengayunkan kapaknya kepada Slitherio.
__ADS_1
Slitherio menahan kapak itu dengan pedangnya dan terlihatlah perbedaan kekuatan mereka berdua.
Fisvion menyerang sambil tertawa keras sementara Slitherio memilih bertahan dulu sambil mempelajari pola serangnya.
“Dia... Dia hampir tidak memiliki kelemahan?” Slitherio mengumpat dalam hatinya. Dengan terpaksa, Slitherio menyarungkan pedangnya ke punggungnya kemudian melakukan beberapa gerakan.
“Kau ingin menari? Jangan sekarang...” Fisvion tertawa lantang melihat gerakan Slitherio yang dipikirnya adalah tarian sehingga ia memilih maju menyerang.
Terlambat. Sitherio selesai melakukan gerakan itu dan maju menyerang dada Fisvion yang terlihat tidak dilindungi apapun.
“Flame Warmage Technique: Ten Flame Fist...” gumam Slitherio sambil memukulkan kepalan tangannya ke arah dada Fisvion sebanyak sepuluh kali. Fisvion yang tidak menduga serangan itu terpukul mundur sejauh beberapa langkah saja.
Tak ingin kehilangan kesempatan lagi, Slitherio melesat sambil mengarahkan telapak tangannya ke arah Fisvion sambil bergumam, “Flame Warmage Technique: Flame Palm...”
Serangan tapak mendarat telak di dada Fisvion dan membuatnya kembali terpental mundur. Slitherio mengejar Fisvion sambil menarik Flame Phoenix Sword dan berkata, “Flame Sword Technique: Five Cuts.”
Lima tebasan melayang dan tiga diantara tepat mengenai sasaran sedangkan sisanya berhasil dihindari bahkan ditangkis.
“Kau!” seru Fisvion kemudian mengangkat kapaknya yang mulai berubah warna menjadi merah darah.
“Rasakan ini!” Fisvion melesat menyerang Slitherio yang serangannya ditahan menggunakan pedang Slitherio.
Slitherio melompat mundur kemudian mengatur napasnya, “Flame Warmage Technique: Twin Phoenix Claw...”
Tangan Slitherio berubah menjadi cakar yang berada di kedua tangannya, kemudian ia bergumam lagi, “Flame Warmage Technique: Dance of Claw...”
Slotherio melesat kemudian melancarkan sekitar tujuh cakaran kemudian melompat mundur lagi.
“Sialan kau!” umpat Fisvion kemudian maju mengayunkan kapaknya dengan berat.
Meskipun serangannya terlihat lambat, tetapi setiap kapak itu menghantam tanah, tanah itu seketika hancur dan Slitherio tidak bisa membayangkan jika kapak itu mendarat di tubuhnya.
Slitherio membuat jarak dengan Fisvion sebelum bersiap melepaskan Skill lagi, “Flame Warmage Technique: Fire Ball!”
Slitherio membuat sebuah bola api dan melemparkannya ke arah Fisvion. Yang ditargetkan menghindar dengan melompat tinggi kemudian melesat ke arah Slitherio.
Slitherio menarik pedangnya dan menahan kapak Fisvion dengan kuat.
Fisvion menarik kapaknya dan kembali mengayunkannya ke arah Slitherio yang gagal ditahan oleh Slitherio sehingga menyebabkan dirinya terpental cukup jauh.
__ADS_1
Slitherio bangkit perlahan dan ketika ia melihat ke depan, Fisvion sudah berdiri di depannya sambil meletakkan kapaknya tepat di lehernya.
Slitherio menelan ludahnya, “Kau mau apa?” tanyanya.
“Hm, aku? Aku hanya ingin pengganggu rencana Yang Mulia terbunuh...” Fisvion berkata sambil tersenyum mengerikan.
Slitherio menggigit bibirnya, ia kemudian menoleh ke arah pasukannya yang mengalami kesulitan.
Fisvion mengikuti pandangan Slitherio, “Tenang saja kawan, seluruh pasukanmu akan dibantai oleh pasukanmu. Tentu dengan kematian yang mengenaskan.”
Fisvion berseru pada pasukannya, “Bantai mereka semua!”
Pasukan Fisvion mendengar itu meningkatkan kekuatannya, tetapi tetap tidak ada gunanya dihadapan cakar Atra maupun tongkat Whu.
“Ingin membantai mereka? Bunuh kami dahulu!” seru Atra dan Whu secara bersamaan kemudian meningkatkan kemampuannya masing-masing dengan Skillnya.
Atra mengacungkan cakarnya sementara Whu juga mengacungkan tongkatnya ke arah Fisvion. Empat orang mendekati Atra dan Whu.
“Jika hanya membiarkan pendatang melindungi Sky Empire tanpa kami, kami bukanlah mantan jendral Sky Empire...” empat mantan jendral itu mengangkat senjatanya dan mengeratkan genggamannya.
“Semuanya, lindungi Sky Empire!” seru salah satu empat mantan jendral tersebut. Meskipun sudah berusia senja, stamina mereka nyaris tidak ada bedanya dengan anak muda.
Mereka berempat berpencar setelah mendengar seruan itu, Atra dan Whu tersenyum melihat semangat para mantan jendral tersebut.
Mereka berempat mengenakan perlengkapan dari Heirloom of Sky Empire, sebelum mencapai perkemahan mereka sempat mampir sebentar ke tempat penyimpanan Heirloom of Sky Empire dan mengenakan perlengkapan yang mereka inginkan.
Kemampuan mantan jendral yang sudah dasarnya sangat besar ditambah dengan pusaka tersebut membuat mereka menjadi ketakutan kedua bagi pasukan Fisvion setelah Atra dan Whu.
Slitherio tersenyum melihat semangat empat orang yang bertempur bersamanya, ia kemudian menoleh lagi menghadap Fisvion yang gemetar melihat pasukannya dibantai satu persatu.
“Duel kita belum selesai bukan?” tanya Slitherio sambil menghunuskan pedangnya ke arah Fisvion, “Aku sudah bisa bertarung dengan tenang...” Slitherio mengeratkan genggaman pedangnya.
Fisvion menoleh menlihat Slitherio sebelum mengangkat tangannya, tangannya melepaskan cahaya berwarna merah darah, cahaya yang sama dengan cahaya yang dilepaskan Zen.
“Hehe, aku sudah memanggil bantuan. Pasukan kecil kalian tidak akan bisa bertahan...” ucap Fisvion sambil tertawa kecil.
Slitherio terdiam mendengar hal itu. Memang, sebelum Fisvion memanggil bantuan saja sudah ada lebih dari sepuluh prajurit yang gugur di medan perang dan ada kemungkinan mereka harus bertarung melawan ratusan pasukan bantuan yang dipanggil Fisvion.
Meskipun pertempuran baru berlangsung sampai matahari di atas kepala, pertempuran itu terjadi berat sebelah karena pasukan kecil milik Slitherio secara individu memiliki kemampuan dan kekuatan yang lumayan tinggi sehingga mampu bertahan dari serangan seribu pasukan Fisvion.
__ADS_1
“Tenang saja, aku sudah memanggil lima ratus pasukan tambahan yang pastinya kau tidak bisa mengatasinya.”