Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
96. Malam yang panjang II


__ADS_3

Slitherio terbang menuju Void Hill dengan kecepatan tinggi. Ia melakukan yang dulu ia lakukan di Heaven Mansion, yaitu menerobos dari atas kemudian terus maju sampai ke bawah.


Beberapa orang yang melihat Slitherio melemparkan panah ke arahnya, tetapi bukan Slitherio namanya jika hanya menghindarinya saja.


Slitherio melompat turun kemudian menghabisi para penyerangnya dengan pedangnya. Setiap tebasan Slitherio mengandung elemen api yang kuat, sehingga ketika tebasan Slitherio mengenai targetnya maka akan menimbulkan api kecil yang akan membakar targetnya sampai menghilang menjadi butiran cahaya.


Slitherio kembali terbang ke atas dan masuk melalui sebuah jendela yang berada di posisi paling atas bangunan utama Void Hill.


Kebetulan saja karena disana adalah ruang kerja Duke Lavenia dan ia kini tidak sendirian. Seorang pria sepuh berjubah dengan tudung menutupi kepalanya sedang berdiri di hadapan Duke Lavenia.


Pria sepuh itu membuka tudungnya dan memperlihatkan wajah yang tidak asing bagi Slitherio.


“Vi-Visidha?!” Slitherio menarik pedangnya, tetapi Visidha memiliki kecepatan diatas Slitherio. 


Visidha memukul Slitherio dan membuat Slitherio terpental mundur. Slitherio terpental sampai membentur jendela yang tadi dimasukinya dan mementalkannya ke luar jendela.


HP Slitherio langsung berkurang sampai 70% setelah Slitherio berhasil membuat dirinya terbang di udara.


“Bagaimana mungkin aku tidak menyadari keberadaan Hell Dragon?” gumam Slitherio kemudian melesat maju dan menghunuskan pedangnya ke arah Visidha.


Visidha menghindar dan membiarkan Slitherio menabrak pintu yang tertutup rapat. Pintu itu langsung hancur dan membuat Slitherio keluar dari ruangan itu lagi.


“Apa ini kemampuan dari murid Zon yang amat dipuji oleh FolkChase sialan itu?” Visidha berjalan mendekati Slitherio yang masih terkapar di luar ruangan.


“Tidak...” Slitherio bangkit dengan pedangnya dan menusuk Visidha yang tidak sempat bereaksi. Tetapi Visidha tersenyum lebar kemudian menghilang.


“Dimana dia?!” Slitherio menurunkan pedangnya, ia kemudian mengedarkan pandangannya. Ia kemudian melihat Visidha yang sedang berdiri di atas jendela.


“Sampaikan salam saya pada Yang Mulia Leone.” Duke Lavenia menunduk dan Visidha pun terbang menuju selatan dengan kecepatan tinggi.


Sebelum Slitherio datang ke ruangan itu, Duke Lavenia diberi wewenang untuk memerintahkan kurang lebih seratus Hell Knight yang menyamar di tempat itu.


Duke Lavenia duduk kembali di kursinya kemudian berkata, “Kemari Slitherio...”

__ADS_1


Slitherio berdiri perlahan kemudian berjalan dengan dibantu oleh pedangnya. HPnya kini tersisa separuhnya dan itu disebabkan oleh satu orang saja.


Harga diri Slitherio sebagai Flame King ternoda karena dikalahkan oleh satu orang saja. Tetapi Slitherio memahami bahwa saat ini ia masih terlalu lemah untuk dapat menghadapi Hell Dragon satu lawan satu.


“Bagaimana kau bisa tau kalau aku bekerjasama dengan Hell Empire?” tanya Duke Lavenia sambil menatap Slitherio yang masih berdiri.


“Jawabannya ada pada altar disana...” Slitherio menunjuk altar yang sebelumnya menarik perhatiannya sebelumnya.


“Apa mungkin Nature Goddess menyukai ukiran berbentuk tengkorak? Dan juga, sejak kapan Nature Goddess menyukai warna hitam dan putih? Setauku siapapun yang memiliki elemen kayu akan selalu menyukai warna hijau...” Slitherio menjelaskan semuanya dengan senyum kemenangan.


“Oh, benar juga...” Duke Lavenia mengangguk kemudian berkata, “Selamat, kau telah memecahkan misteri dibalik bentuk altar ini...”


Slitherio menjadi waspada saat melihat Duke Lavenia yang  mendekat ke arahnya sambil tersenyum lebar.


“Benar, aku adalah pemuja setia ajaran yang diciptakan oleh Yang Mulia Leone...” Duke Lavenia mengangkat kedua tangannya ke atas, “Lalu kau mau apakan aku?”


“Membunuhmu...” Slitherio menarik pedangnya dengan cepat kemudian melesat menuju Duke Lavenia dan menebaskannya.


“Jangan pernah meremehkanku...” Duke Lavenia menghindar kemudian memukul Slitherio.


Pada dasarnya, para bangsawan hampir tidak memiliki kemampuan membela diri sekalipun. Tetapi ada beberapa bangsawan yang memiliki kemampuan bela diri, meskipun hanya sedikit. Duke Lavenia adalah contohnya.


Duke Lavenia yang memiliki kekuatan amat jauh di bawah Slitherio segera terpental dan menabrak meja kerjanya.


“Kalau kau berniat membunuhku, seratus Hell Knight akan menyerangmu saat ini juga...” Duke Lavenia bersiul dengan keras, “Tunggu mereka...”


Slitherio menggenggam erat pedangnya, ia harus membunuh Duke Lavenia dan kabur lalu bergabung dengan anggota Guildnya.


Slitherio melesat kemudian menebas kepala Duke Lavenia yang tidak mampu menghindar. Sebuah jendela informasi muncul dihadapan semua pemain di seluruh Midvast.


[Selamat, Chapter 04: Deicever Nobleman telah diselesaikan!


Dalang di balik banyaknya bangsawan yang menjadi penganut ajaran sesat adalah Duke Lavenia. Duke Lavenia telah dibunuh oleh Slitherio.

__ADS_1


Dengan begitu, batas level dinaikkan menjadi level 600 dan Chapter 05: Rise of Darkness Soldier dimulai!]


Slitherio tak membaca jendela informasi itu karena ia melompat dadi atas dan langsung terbang tinggi di atas Void Hill. Situasi diluar bisa dibilang sedikit terkendali.


Dengan keberadaan 10 anggota guild yang termasuk dalam daftar Top Global, situasi di luar menjadi sedikit lebih baik dibanding saat penyerangan ke Heaven Mansion.


Ditambah dengan Enam Pilar Naga, kurang lebih sekitar dua ribu Lavenia Knight yang mengeroyok mereka dapat dilawan dengan mudah.


“Hei kau!” seseorang berteriak dari jendela ruang kerja milik Duke Lavenia. Orang itu memakai jirah lengkap dan ia menghunuskan pedangnya.


“Apa kau yang membunuh Duke Lavenia?” tanya orang itu.


“Kalau benar, kenapa?” Slitherio mendekat dan berdiri di atas jendela yang hancur itu.


“Hadapi aku...” pria itu mengangkat pedangnya kemudian maju menyerang Slitherio yang menyambutnya dengan pedangnya juga.


“Melawan pedang dengan pedang... Menarik...” Slitherio tersenyum lebar, ia semakin mempercepat permainan pedangnya.


Di sisi lain, pria yang menantang Slitherio bertarung semakin berambisi setelah melihat permainan pedang Slitherio ini.


“Aku akan membunuhmu sekarang!” pria itu mengayunkan pedangnya dengan cepat dan kuat, membuat angin kecil yang mengenai jirah Slitherio.


Wush...


Angin kecil itu membentur jirah keras Slitherio dan menghilang. Hal itu memperlihatkan perbedaan kekuatan mereka yang amat jauh.


“Apa kau yakin ingin membunuhku?” tanya Slitherio.


“Tentu saja!” pria itu mengacungkan pedangnya.


Slitherio memejamkan matanya sebelum bergumam, “Wind Step...”


Slitherio melesat dengan cepat menuju pria itu. Saat ia sudah berada cukup dekat dengan pria itu, ia kembali bergumam, “Flame Sword Technique: Square Cuts...”

__ADS_1


Slitherio bergerak ke sisi kanan pria itu sambil berputar-putar mengelilingi pria itu dan menebaskan pedangnya ke tubuh pria itu. 


Slitherio menebaskan pedangnya ke sisi kanan, belakang, kiri, dan depan secara berurutan. Setiap tebasan mengandung elemen api yang amat kuat, sehingga ketika Slitherio menyelesaikan skillnya, sebuah persegi yang terbuat dari gelombang tebasan pedang Slitherio muncul dan digantikan dengan tewasnya pria itu.


__ADS_2