Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
72. Kisah para Dewa


__ADS_3

Sudah berlalu dua jam sejak mereka sampai di Phoenix Gold Kingdom. Dua jam itu dihabiskan Slitherio dan teman-temannya untuk mencari restoran, makan, mencari penginapan, dan masuk ke penginapan itu.


Slitherio, Naze, Atra, Whu, dan Geisha memesan kamar untuk mereka sendiri. Tidak baik untuk gabung dalam satu kamar karena ada satu wanita di kelompok mereka, yaitu Geisha.


Sekarang, Slitherio berada didalam kamarnya. Ia akan melihat statusnya karena ia sudah jarang melihat statusnya sendiri sejak ia melanjutkan perjalanan lagi.


“Status.”


[Slitherio ->


Asheuin ->


Sen -> ]


Slitherio kemudian memilih namanya sendiri dan melihat statusnya sendiri.


Slitherio/Phoenix/Flame Knight/level 202


STR (495) INT (457) VIT (224) DEX (439)


HP: 50.500


Murderous Point: 1.351


Mana: 1 Spirit/10.000 Mana


Sword Mastery: Advance level 15


Dapat memberikan tambahan Physical Damage+200 setelah memakai skill.


Skill Mastery: Advance level 3 (Secara keseluruhan Mastery skill dihitung)


Skill pasif: Immortal Beast 


Pemilik skill ini dapat bangkit dari kematian, mati berkali-kali dapat memperpanjang Cooldown skill ini. Cooldown: 1 hari]


“1 Spirit? Itukah total Manaku keseluruhan?” gumam Slitherio.


“Setidaknya aku sudah cukup kuat, urusan menaikkan level akan kuurus nanti saja. Yang sekarang yang penting adalah menyelesaikan Legendary Quest dulu.” Lanjut Slitherio sendirian.


“Ah, tadi Atra sempat memberiku satu buku lagi...” Slitherio kemudian mengeluarkan buku yang bisa dibilang tebal baginya.


“Kisah para Dewa? Menarik...” Slitherio kemudian mulai membacanya.

__ADS_1


“Dahulu kala...”


***


Dulu sekali, saat dunia baru tercipta dan manusia sudah muncul ke dunia, ada satu manusia yang terlihat paling berbeda dari yang lainnya. Ia sendiri mengaku dari langit dan ditugaskan untuk membimbing para manusia untuk menjadi lebih baik.


Manusia-manusia yang saat itu terbilang sangat bodoh kemudian menertawakannya, sampai pada suatu ketika.


Saat itu, manusia dari langit itu menghancurkan satu batu karang dengan satu pukulan pelan. Kejadian itu kemudian merubah para manusia menjadi pemuja orang itu.


Banyak yang berkata kalau manusia itu adalah dewa yang turun dari langit. Beberapa manusia kemudian memilih berguru dengannya. Manusia langit itu menerimanya.


Manusia langit itu memeriksa para manusia yang memilih berguru dengannya. Hasilnya, ada kurang dari sepuluh orang yang memiliki kekuatan elemen dan ada dua manusia yang memiliki elemen Void.


Elemen Void adalah elemen yang sangat langka karena elemen ini memungkinkan pemiliknya mendapat kekuatan yang luar biasa dari Kekosongan.


Manusia langit itu mengajari orang-orang itu sesuatu yang disebut dengan Manual. Sang manusia langit berkata kalau Manual itu adalah sebuah teknik dari langit untuk menapaki sebuah jalan yang disebut dengan jalan Dewa.


Ada beberapa Manual yang dimiliki manusia langit itu, ada beberapa yang berupa Manual elemen dan ada juga Manual tak berelemen.


Saat para manusia itu menginjak usia dua puluhan tahun, sebuah tanda datang dari langit yang kurang lebih memberitaukan manusia langit itu untuk kembali ke langit.


Sebelum pergi, manusia langit itu sempat berkata, “Kalian harus menjadi kuat, kuat untuk melindungi benua ini, untuk melindungi mereka yang penting bagi kalian semua. Jika kalian sudah menjadi kuat, temui aku di Gods Realm.”


Sebelas orang yang mendengar itu bersemangat, diantara beberapa murid manusia langit itu memang hanya sebelas orang ini yang memiliki semangat yang paling tinggi untuk menapaki jalan Dewa.


Sebelas orang itu masing-masing menguasai elemen Air, Api, Tanah, Petir, Angin, Logam, Kayu, Es, Racun, dan dua lagi menguasai elemen Void.


Dua orang yang menguasai elemen Void diberikan Manual elemen Cahaya dan Kegelapan oleh manusia langit.


Mereka kemudian terus berlatih mengikuti Manual yang diberikan guru mereka. 


Sementara itu, beberapa manusia yang tidak mendapat Manual yang kurang lebih sama tingkatannya dengan sebelas orang ini memilih berhenti dan menyimpan Manualnya untuk generasi selanjutnya.


Sepuluh tahun berlalu semenjak kepergian manusia langit. Sebelas orang yang mendapat Manual hebat dari manusia langit perlahan menjadi sangat kuat. 


Diantara kesebelasnya, hanya orang berelemen Petir yang paling kuat karena ia berhasil mengumpulkan 10 kekuatan Spirit, disusul oleh orang berelemen Air yang berhasil mendapat 9 kekuatan Spirit. Yang ketiga adalah orang berelemen Angin yang mengumpulkan 9 kekuatan Spirit.


Setelah Angin, elemen terkuat yang berhasil dilatih oleh mereka adalah Api, Tanah, Kegelapan, Logam, Es, Racun, Cahaya, dan terakhir adalah Kayu. 


Orang yang mendapat elemen Kayu memang merasa kalau elemennya adalh yang paling sulit dilatih. Sepuluh temannya juga menerimanya apa adanya meskipun ia dianggap paling lemah oleh orang-orang.


Selain melatih elemen mereka, mereka juga melatih kemampuan senjata mereka dan jurus mereka. Berkali-kali senjata mereka hancur karena kelebihan kekuatan Spirit yang mereka salurkan. Tetapi mereka mendapat arahan dari orang berelemen Logam yang memang paling hebat dalam mengatur kekuatan Spiritnya.

__ADS_1


Satu ucapan yang terus melintas dipikiran mereka adalah ucapan manusia langit saat mengajari mereka, “Jumlah kekuatan Spirit yang kalian miliki hanyalah angka, karena yang terpenting adalah bagaimana kalian mengendalikan kekuatan Spirit yang kalian miliki itu.”


Lima belas tahun berlalu sejak sang manusia langit meninggalkan mereka bersebelas. Kekuatan mereka dikenal seluruh Midvast. 


Kekuatan mereka sudah hampir mencapai yang diinginkan manusia langit. Langkah terakhir hanyalah menapaki jalan Dewa yang terakhir, berpetualang menuju Gods Island, pulau yang berada jauh di tengah lautan yang luas.


Sebelas manusia yang berhasil dipilih oleh manusia langit bersiap. Namun disela persiapan mereka, ada masalah yang menghentikan persiapan mereka.


Dipimpin oleh orang dengan kemampuan Petir yang merupakan orang terkuat diantara mereka, mereka menemukan sumber masalah.


Seekor naga yang berwarna hijau dengan beberapa corak hitam di sisiknya terbaring malas di atas sebuah gunung yang sudah hancur. Orang dengan elemen Tanah mengenali gunung itu sebagai gunung Hati Pecah, sahabatnya.


Perasaan orang berelemen Tanah karena teman bicaranya dihancurkan dengan begitu kejamnya, bahkan sampai dijadikan tempat tidur.


Sepuluh orang yang lainnya mendengar perkataan orang berelemen Tanah berniat memberikan naga ini satu pelajaran.


Kesebelasnya langsung menyerang naga itu dengan mengeroyoknya langsung. Karena naga itu bangun ketika mendengar suara keributan dan gagal melawan, ia kemudian dipukuli oleh sebelas orang itu sampai akhirnya naga itu menyerah.


Sebelas orang itu memilih memaafkan naga itu. Yang bagusnya, naga itu bersedia mengabulkan satu permintaan mereka bersebelas.


Karena tujuan mereka selanjutnya adalah Gods Island, mereka akhirnya meminta hal itu kepada naga itu. Si naga menyetujuinya dan mereka pun berangkat ke Gods Island.


Dalam perjalanan, naga itu mengenalkan dirinya sebagai Naga Abadi. Ia berasal dari Benua Northev dan disana adalah benua tempat tinggal para naga.


Disana, ada lima naga yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Mereka dijuluki Naga Langit, Naga Bumi, Naga Surga, Naga Neraka, dan Naga Abadi.


Naga Abadi diperintahkan ke Midvast untuk melakukan perpindahan karena Benua Northev tidak mampu memberikan kekuatan Spirit yang mencukupi untuk latihan lima naga ini.


Mereka terbang diatas Triangle Sea tanpa hambatan berarti. Mereka akhirnya sampai di Gods Island dalam waktu seminggu sejak mereka bertemu dengan Naga Abadi.


Saat mereka baru sampai di pulau itu, yang menyambut mereka hanyalah sebuah pulau yang sangat sepi.


“Eh?!”


**Terima kasih pada MaLingKingKong yang telah membantu saya dalam menemukan banyak kesalahan dalam penulisan karya ini.


Saya harap dengan adanya pembaca seperti dia dapat meningkatkan keinginan menulis saya.


Dan selama pandemi yang mulai berkurang ini, saya harap para pembaca mematuhi peraturan pemerintah dan selalu jaga kesehatan.


Jangan sungkan untuk meminta up lebih karena saya yakin para pembaca pasti bosan karena diam di rumah saja. (Saya juga begitu)


Sekian saja. Selalu jaga kesehatan dan jangan lupa dengan hidup sendiri yang kita sendiri tidak tau kapan akan berakhir**.

__ADS_1


__ADS_2