
Whu sedang asyik membaca buku ketika seseorang mengetuk pintu kediamannya. Orang itu adalah LoghSeveria.
“Oi, bagaimana kalau kita berburu bersama dengan seluruh anggota Guild Sevens?” Ujar LoghSeveria bertanya pada Whu.
“Bagaimana ya, hari ini kita harus menutup semua pintu masuk Kota Hostix untuk mencegah penggemar Slitherio datang kemari...” Whu mengangkat kertas yang ada sejak tadi di dekatnya.
“Urusan itu bisa belakangan, kita urus diri sendiri saja dulu...” Ujar LoghSeveria lalu menarik tangan Whu.
Whubtak dapat menghindari tangan LoghSeveria yang semakin cepat sejak diberikan jabatan ketua Guild sementara oleh Slitherio.
Keduanya pergi dan menemui anggota Guild Sevens yang sudah menunggu di luar tembok kota. Six Dragon Pillar diminta menjaga kota selama mereka berburu.
Mereka bersenang-senang di luar kota sangat lama, bahkan setelah mereka selesai berburu pun mereka tetap bersenang-senang di markas utama.
“Kita ini sedang menjaga Midvast atau tidak?” tanya Ovyx setelah mereka kembali.
“Kata Slitherio, sebelum perang harus ada santainya dulu...” June menjawab pertanyaan Ovyx sambil menatap keluar markas.
“Percaya saja kalian dengan ucapan Slitherio itu...” Zynga berkata sebelum tertawa lepas. Ia sendiri sebenarnya jarang percaya dengan orang lain selain teman-temannya sendiri.
Semua orang tertawa mendengar ucapan Zynga, “Benar-benar banyak orang yang percaya dengan Slitherio itu...” Riana tertawa semakin keras. Hanya Whu saja yang terdiam.
“Tunggu sebentar...” ucapan Whu seketika menghentikan keramaian yang disebabkan oleh candaan sederhana Zynga.
“Ada apa? Lynx melirik Whu.
“Sepertinya kita telah melewatkan sesuatu...” Whu menatap semuanya, “Kita tidak sempat menyambut Ketua Guild Sevens yang baru kembali...”
“Aku akan membacakan pesan dari FastStone...” Whu yang tadi sempat membaca sebuah pesan dari FastStone membacakan pesannya dengan keras.
“Kami akan kembali ke Midvast dalam waktu sepuluh detik. Sampai jumpa di Kota Hostix!” begitulah pesan dari FastStone.
“Aku merasakan aura yang dahsyat dari ujung Tebing Keabadian...” Asvi meletakkan jari telunjuknya di depan mulutnya.
Semua orang segera keluar dari markas dan bergerak menuju Tebing Keabadian dengan cepat. Saat sampai, mereka melihat sebuah cahaya terang di ujung tebing.
“Apa itu?” tanya Riana. Ia menyipitkan matanya.
Seseorang keluar dari cahaya itu dengan pedang berwarna merah tersarung di pinggangnya. Ada tujuh orang yang keluar dari cahaya itu.
Mereka memunggungi cahaya sehingga wajah mereka terlihat berwarna hitam, tak terlihat apapun.
__ADS_1
Saat cahaya itu menghilang, wajah orang yang familiar di pikiran semua orang terlihat di hadapan mereka. Wajah itu dimiliki oleh pria dengan pedang berwarna merah yang tersarung rapi di pinggangnya.
“Slitherio?” Whu mendekati orang itu.
“Hehe, lama tak jumpa...” pria itu bukan lain adalah Slitherio yang kini telah menjadi dewa. Tujuh orang di sebelahnya adalah Sean, FastStone, Atra, Li, Naze, Geisha, dan Clarey.
“Aura kalian terasa berbeda...” LoghSeveria berkata sambil menyipitkan matanya.
“Berbeda?” tanya Sean, “Lupakan itu, bagaimana dengan Guild Reister?” tanya Sean sambil menatap Whu.
“Guild anda sudah kujaga seperti aku menjaga Guild Sevens...” ujar Whu, “Dan aku selalu dicari oleh orang yang mengaku kalau dirinya adalah wakil ketua Guild Reister...”
Whu menggaruk kepalanya dengan canggung, ia sendiri sulit untuk memikirkan alasan yang cocok untuk dikatakan pada orang itu.
“Oh ya, aku masih ingat dengan kata-kata Luvian sebelumnya...” FastStone berniat berbicara, tetapi sudah dipotong oleh Clover.
“Kalian lelah, bukan? Mari kita ke markas terlebih dahulu...” Clover tersenyum lebar saat mengatakan hal itu.
Slitherio dan yang lainnya mengangguk. Mereka sesungguhnya sudah tidak bisa lelah lagi di dunia ini, tetapi mereka tetap memilih mengikuti saran Clover karena mereka memang sudah lelah menahan kekuatan skill Teleport yang dilepaskan Slitherio dan Sean.
***
“Dan begitulah kisah kami selama di Gods Island...” Slitherio dan yang lainnya bercerita tentang seluruh ujian di Gods Island.
“Apa nama makhluk itu?” tanya Riana.
“Hmm, apa namanya ya?” Slitherio memegangi dagunya, “Aku lupa...”
“Yang kita hadapi saat itu adalah White Shark dan salah satu dari empat penguasa Triangle Sea...” Geisha berdeham sejenak sebelum berkata.
“Kekuatannya sungguh hebat...” Li ikut bercerita.
“Bahkan yang terkuat diantara kita saja sampai mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengalahkannya, meskipun tetap kalah...” Clarey melanjutkan cerita Li.
“Kau, bisa memakai dua pedang besar sekaligus?” sebagai pengguna pedang di Guild Sevens, Lynx jujur saja terkejut mendengar cerita itu. Ceritanya seperti dibesar-besarkan, pikir Lynx.
“Lupakan itu. Jelaskan lebih jauh tentang keberadaan salah satu petinggi Hell Empire.” Slitherio menatap Whu.
Whu berdeham sebentar lalu mulai bercerita, “Masalah kalau Hell Empire mulai menunjukkan dirinya kira-kira berhasil kita lacak...” kita yang dimaksud Whu adalah 11 Ketua Guild Profesional.
“Beberapa guild Newbie mencoba menantang 11 Guild Profesional untuk mendapatkan posisi dan mereka semua gagal...”
__ADS_1
“Lewatkan bagian ini. Aku sudah mendengarnya dari Luvian...” Sean mengibaskan tangannya.
Whu menggaruk kepalanya lalu berkata, “Baiklah...”
“Ceritakan tentang bagian aktivitas tersembunyi yang berhasil kalian lacak...” ujar FastStone. Ia tertarik dengan berita itu.
“Selama kalian pergi, kami tetap mengawasi Midvast dan tidak pernah seharipun menurunkan kewaspadaan...”
“Dan juga aku mendengar kalau guild Newbie menantang kalian, benar?” Atra tidak mengetahui tenntang hal ini sehingga ia bertanya pada Whu.
“Apa kalian tahu kalau Guild Sevens, Guild Reister, dan Guild Darkness kini ditakuti di seluruh dunia” tanya LoghSeveria balik. Ia sebelumnya tidak menyangka hal ini.
“Guild Sevens ditakuti? Bukankah guild ini kira-kira lebih muda umurnya dari Guild Azure Dragon?” tanya Atra.
“Kita ditakuti sebab keberadaan Whu, JadeRed, dan Luvian selama kalian ke Gods Island. Tambahan, kira-kira setiap minggu akan ada saja GvG antara Guild Profesional dan guild Newbie ataupun Guild One-Star yang ingin mendapatkan posisi di Guild Profesional.” Asvi mengangkat telunjuknya.
“Ditambah dengan kedatangan tujuh anggota Guild Sevens yang sudah menjadi dewa, bukan tidak mungkin Guild Sevens akan menjadi guild tanpa tandingannya di Midvast...” ujar Li sambil memegangi dagunya.
“Baiklah, aku akan pergi dengan Sean menuju Kota Verys....” ujar Slitherio berdiri dari kursinya lalu menarik tangan Sean, “Ayo, ada yang ingin kubicarakan dengan 11 Ketua Guild Profesional...”
Sean berdiri dengan cepat dan berjalan di sebelah Slitherio. Langkah mereka sungguh-sungguh ringan, belum ada satu menit mereka sudah berpindah menuju Kota Verys.
***
“Ketua!”
“Sean!”
Berbagai sambutan didapatkan Sean setelah kembali bersama dengan Slitherio ke Kota Verys. Abraham yang merupakan salah satu dari empat wakil ketua Guild Reister segera melakukan perintah Sean yang meminta semua Ketua Guild Profesional untuk berkumpul di markas utama Guild Reister.
Alex, Carey, Zero, Kurei, Gorzsha, Qiun, Luvian, WhiteFang, dan Fei segera bergerak ke Kota Verys secepatnya karena perintah Sean meminta mereka datang dengan cepat.
Seperti biasa, Slitherio dan Sean menunggu di ruang pertemuan tempat mereka biasa melakukan pertemuan.
Semua orang sampai dalam waktu bersamaan dan langsung saling tukar sapa. Yang paling pertama terkejut tentu saja Luvian dan Sean setelah melihat perubahan yang dialami seluruh 11 Ketua Guild Profesional.
“Kalian...”
“Memiliki level lebih tinggi dari kami berdua?”
Tentu saja Sean dan Slitherio tak bisa menerima ini. Mereka dewa tetapi memiliki level yang jauh dibawah Luvian dan yang lainnya.
__ADS_1
Kebalikannya, Luvian lebih terkejut saat mengetahui kalau status Slitherio dan Sean lebih tinggi 2.000 dari mereka semua.
“Baiklah, lupakan itu. Kami ingin membicarakan sesuatu...” Sean mengangkat tangannya bersama dengan Slitherio, “Teleport: Go to Void Hill!"