Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
249. Semifinal II


__ADS_3

Ryan menatap ke depannya. Ini adalah semifinal terakhir dari grup A, yaitu tim Indonesia melawan tim Korea. Bisa dibilang kalau pertandingan dua tim ini yang paling ditunggu setiap penonton.


Ryan menyalami Seong Joon sambil berkata, “Tunggu aku...”


“Akan kutunggu aksimu...” Ujar Seong Joon dengan tatapan sedikit tajam.


Keduanya saling berjabat tangan sebentar lalu pergi ke tempat mereka masing-masing.


“Oh, apa yang dibicarakan oleh dua kapten tim ini?”


“Sepertinya sedang berbicara tentang pertandingan nanti, akan menarik sepertinya...”


Kedua tim duduk di tempat masing-masing dan bersiap. Tatapan Ryan dan Seong Joon seketika serius ketika mereka memegang ponsel mereka.


Rio, Fredy, Leo, dan Agus yang duduk di sebelah Ryan menelan ludah mereka bersamaan, “Ryan akan serius sekarang...”


Fase Draft Pick betul-betul berlangsung sengit. Setiap tim mengetahui kelemahan lawan mereka sehingga mereka membanned Hero yang kemungkinan akan dipakai oleh lawan mereka.


Penonton dan juri tak terdengar suaranya. Mereka terlihat tegang melihat fase Draft Pick yang benar-benar bisa menimbulkan kehebohan.


“Wow, tak kusangka tim Indonesia akan mengambil langkah yang nekat untuk mengamankan Kasa!”


“Kasa itu harus sering-sering mencari monster merah, bukan?”


“Dan lagi, Kasa ini harus lincah. Aku ragu tim Indonesia bisa memainkannya...”


“Cih...” Leo yang mengamankan Kasa berdecak kesal.


“Aku akan mengamankan Gaburon...” ujar Ryan lalu ia langsung mengambil Gaburon.


“Uooh, kapten tim Indonesia langsung mengambil Gaburon! Apakah tim Korea akan berhasil bertahan di tangan Gaburon?”


“Tim Korea sedang terlihat kebingungan. Apakah mereka sedang memikirkan Hero untuk mengalahkan Gaburon?”


“Millier?! Tim Korea benar-benar memastikan kemenangannya!”


“Rio, pakai Tian...” ujar Ryan. 


“Kalau kuperhatikan, kita tak ada memakai Archer...” ujar Hendra yang duduk di bangku penonton.


“Sepertinya Ryan punya rencana tertentu...” ujar Justin sambil melirik Ryan, “Ryan, kemenangan tim Indonesia ada di pundakmu...” gumam Justin.


“Tian?! Ini sudah kali keenamnya Zena mengeluarkan Tiannya!”


“Apakah pemain ini berniat bermain-main?” tanya Seong Joon dalam diam.


“Fase Draft Pick telah selesai! Kita tinggal menunggu...” ucapan pembawa acara terputus karena teriakan seorang pengawas.


“Pak, kapten tim Indonesia mendapat sebuah panggilan dari seseorang!” 


“Eh?”


“Silahkan selesaikan urusannya!”


Ryan berdiri dan membungkuk sedikit, “Sumimasen...” Ryan berjalan menjauh dan semua orang melihatnya. (Jepang: Permisi)

__ADS_1


“Kenapa yah?” tanya Ryan sambil melepas Headphonenya.


“Ayah hanya ingin mengatakan, semangat. Ayah tahu kalau kau telah melewati banyak hal disana, tapi ayah tetap berdoa agar kau dan timmu menang...”


“Ayah, kalau itu Ryan tahu. Semua orang di Indonesia pasti mendoakan kami. Reputasi Indonesia tengah dipertaruhkan disini...”


“Kau harus mematahkan anggapan kalau Indonesia itu negara yang lemah, harus...”


“Baik ayah...”


“Dan juga, jangan lupa kau pakai uang yang pemerintah dan ayah berikan itu...”


Ryan tersedak napasnya sendiri, “Apa maksud ayah?”


“Apa kau lupa kalau saat dulu kau tamasya, kau hanya membelikan biskuit seharga Rp2.000,00 dari Rp200.000,00 yang kami berikan untukmu?”


“Itu, hehehe...” Ryan menggaruk kepalanya.


“Ya sudah, lanjutkan turnamenmu. Kami mendukungmu disini...”


Telepon lalu dimatikan dan Ryan kembali ke tempat duduknya, “Lanjutkan...”


Pertandingan dilanjutkan setelah dijeda selama tiga puluh detik karena Ryan mendapat telepon dari orang tuanya.


Menit awal, Gaburon langsung menguasai Offlane dengan membunuh satu Hero lawan dan First Blood didapatkan oleh Ryan.


“Perlahan, tim Indonesia mulai menunjukkan taringnya. Tapi itu takkan berhasil kalau tim Korea berhasil mengambil alih pertandingan...”


Level Gaburon milik Ryan dan level Titanios milik Seong Joon sedang berbalapan untuk menjadi yang tercepat dalam mencapai level 15.


“Agus, segera amankan Buff Monster...” ujar Ryan saat levelnya sudah 13. Temannya sendiri masih level 12 dan 11.


Agus yang memakai Wukong segera melesat menuju Buff Monster dan menghabisinya. Di menit ke-8, Buff Monster seharusnya belum menghilang.


“Tanpa Wukong sadari, Titanios lawan bergerak menuju arahnya dengan kecepatan tinggi! Apa yang akan dilakukan Wukong?”


“Kau melupakan sesuatu! Gaburon sudah menunggu disana! Ini umpan!”


Seong Joon tentu saja tak mendengar ucapan itu. Tetapi ia sudah mengantisipasinya dan membawa serta satu rekannya, yaitu Zink.


Zink adalah Hero dengan role Tank dan HPnya amatlah tebal. Saat di level 12, HPnya sendiri sudah menembus angka 10000.


Tetapi ahli Tank dari tim Indonesia, yaitu Fredy membuat Hero yang dipakainya memiliki HP diatas 11000. Levelnya sendiri sudah level 12 juga.


“Semua pemain mendekat ke dekat Wukong! Apa yang tengah direncanakan oleh kedua tim?!”


Titanios lalu melesat dan menyerang Wukong yang Mananya sudah habis. Saat itulah, Gaburon langsung mengubah senjatanya dan menyambut Titanios.


Tetapi Zink langsung ikut melompat dan membantu Titanios. Para penonton lalu bersorak keras sambil mendukung jagoan mereka.


Tak lama, pemain dari setiap pihak sampai dan war tak bisa dihindarkan. Semua penonton segera tercengang saat melihat kemampuan Gaburon yang aneh itu.


“Gaburon, lifestealnya besar sekali!”


“Wah, kenapa bisa?!”

__ADS_1


Tim Korea mulai panik, tetapi Seong Joon tetap tersenyum dan ia lalu bermain dengan lebih serius.


“Kasa melesat dengan kecepatan tinggi menuju tempat war terjadi! Dan nampaknya, Kasa telah mencapai level 15 lebih dulu!”


Kasa sendiri dipakai oleh Leo sendiri memang merupakan Jungler terbaik. Leo tentu tak menyia-nyiakan kemampuan itu.


Jari Leo bergerak cepat dan menguras HP Zink dengan cepat sampai Hero Tank itu mati. Jari Leo tak berhenti disana. Ia langsung melesat dan menghabisi lawannya dengan cepat.


Tetapi Leo melupakan sesuatu. Rio segera berseru pada Leo, “Leo, tarik mundur Kasa! Millier belum mengeluarkan ultinya!”


Ryan segera tersadar dan ia melihat Millier yang telah mengeluarkan sayap. Nama ulti Millier bernama Immortal Wings dan itu membuat Millier tak bisa mati.


“Tak ada pilihan, Tian!” Crado yang dipakai oleh Fredy segera bergerak mundur dan Tian melompat menuju Millier.


Pertarungan Tian dan Millier tak bisa dihentikan. Keduanya saling melepaskan serangan mereka dan terlihatlah kalau Tian milik Rio lebih hebat.


“Apa-apaan itu?!”


“Tim Korea terlihat tak bisa berkutik?!”


Pemandangan Tian yang menghabisi Millier benar-benar langka. Dengan kata lain, Tian ini memiliki sesuatu yang menjadi kelemahan Millier, yaitu serangan Magic.


Serangan Magic takkan bisa membuat fungsi ulti Millier untuk beregenerasi lebih baik dari yang lainnya tak berguna.


Tian bergerak menuju Archer lawan yang merupakan Veri dan menghabisinya secepat mungkin.


Dalam duel antara Tian dan Millier, ternyata telah membuat Lord spawn. Gaburon yang HPnya tersisa kurang dari satu bar segera bergerak menuju Lord diikuti oleh Crado yang HPnya juga tersisa sedikit.


Titanios bergerak menuju Lord seorang diri dan terlihatlah kalau itu adalah serangan bunuh diri.


Ryan tersenyum lebar lalu berseru, “Kasa!”


Kasa terbang dengan cepat dan langsung menguras HP Titanios yang tak sempat melawan. Titanios akhirnya mati dan dengan begitu, dari tim Korea tak ada yang tersisa.


“Uooohh, tim Indonesia langsung habis-habisan dengan Kasanya yang dengan lincahnya menguras HP Lord dengan cepat!”


“Tunggu! Aku menyerah!” 


Seong Joon melepas Headphonenya dan mengangkat tangannya. Temannya yang lain juga begitu.


“Pernyataan menyerah hanya akan disetujui oleh tim lawan...” ujar pembawa acara sambil menunjuk Ryan yang sedang duduk sambil menunggu heronya hidup lagi.


“Seong Joon, kau adalah lawan yang tangguh. Akan disayangkan kalau kau berhenti sampai sini saja...” ujar Ryan sambil melepas Headphonenya, “Aku menerima pernyataan menyerahmu.”


Ucapan Ryan membuat seisi arena heboh. Tetapi tidak dengan kedua tim yang sedang bertanding.


“Aku tahu kalau tak sepantasnya aku berhenti sampai sini saja...” ujar Seong Joon lalu berjalan menuju Ryan, “Kuharap selanjutnya kita bisa menjadi teman...”


“Yah, kau benar...” ujar Ryan membalas ucapan Seong Joon dan menyalaminya. Suasana segera riuh saat Ryan dan Seong Joon bersalaman.


“Apa yang dipikirkan Ryan?” tanya Justin sambil berdiri dan melihat kejadian itu lebih jelas.


“Ada rencana lagi dibalik Ryan ini...” gumam Hendra sendiri.


Pertandingan selesai dengan kemenangan tim Indonesia dari tim Korea dengan skor terakhir 11-10.

__ADS_1


Dengan begitu, tim Indonesia melaju ke babak final dan babak penyisihan untuk grup B dimulai esok hari.


__ADS_2