
“p-pahit...” Ryan menjulurkan lidahnya dan tersenyum kecut, rasa kopi ternyata berbeda dengan yang selama ini ia bayangkan.
“Minumnya perlahan saja...” Raisya berkata sambil menyeruput minumannya dengan perlahan.
“Mungkin kau bisa berkata perlahan, tetapi aku yang merasakannya tidak...” Ryan menatap secangkir kopi yang ada dihadapannya. Ia lalu mencobanya lagi dengan perlahan, tetapi rasanya tetap pahit.
“Aku coba...” Raisya meraih cangkir kopi Ryan dan menyeruputnya dengan perlahan. Tidak ada ekspresi yang sama dengan Ryan, ia malah menikmatinya.
“Eh, kenapa kau minum semuanya...” Ryan merebut cangkir kopinya dan melihat isinya yang sudah berkurang hampir separuhnya.
“Rasanya sedikit pahit di awal tetapi manis di akhir...” Raisya menjilati bibirnya dan tersenyum lebar.
“Mananya yang manis...” Ryan mencobanya dengan perlahan, tetapi ia tidak meneguknya langsung, tetapi sedikit-sedikit.
“Benar, manis...” Ryan menatap kembali isi cangkirnya dan meminumnya dengan cara yang sama.
“Rasa kopi ini mungkin akan membuat kita menyadari perjalanan hidup kita selama ini...” Raisya lalu berkata setelah menghabiskan seluruh isi gelas minumannya.
Menurutnya, rasa kopi ini seperti perjalanan hidup manusia yang tidak akan berubah.
Rasa kopi kebanyakan pahit di awal tetapi manis di akhir. Seperti itulah juga perjalanan hidup manusia, sulit di awal tetapi bahagia di akhir.
“Kita boleh mengatakan kalau hidup kita itu terasa pahit, hampa, terasa menyakitkan. Tetapi pada akhirnya, kita dapat menemukan kebahagian di akhir kisah pahit itu.” Raisya tersenyum.
“Yang menentukan akhir dari perjalanan hidup kita hanyalah cara kita dalam menjalani kehidupan pahit itu, dengan cara sederhana atau rumit...” Raisya menatap Ryan yang masih meminum kopinya.
“Waktu juga begitu. Mungkin kita merasa kalau semuanya terasa sama, lambat, tetapi sebenarnya waktu itu berjalan dengan biasanya. Yang membuatnya terasa lambat dan cepat hanyalah cara kita menikmati waktu itu.” Ryan meletakkan cangkirnya. Ia sudah merasa lebih baik, “Seperti cara kita menikmati kopi ini...”
“Cara sederhananya adalah dengan meminumnya secara perlahan dan menikmati, begitulah cara kita seharusnya menikmati hidup.” Ryan berkata sebelum melihat jamnya. Jam menunjukkan pukul setengah satu siang.
“Baiklah, aku akan kembali untuk tidur.” Ryan berdiri dan menaikkan resleting jaketnya kemudian berjalan keluar.
__ADS_1
Raisya masih duduk di tempat yang sama sambil memangku kepalanya, ia sekarang semakin menikmati hidupnya setelah mendengar perkataan yang keluar dari mulutnya secara tiba-tiba.
***
Ryan membersihkan dirinya sebentar sebelum membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memeluk V-Gear yang telah menemani hidupnya selama beberapa bulan ini.
Ryan menutup tirai kamarnya dan kembali berjalan keluar sambil membawa V-Gearnya keluar. Ryan keluar untuk menutup semua pintu rumahnya kemudian menguncinya dan melakukan hal yang sama pada jendelanya.
Ia lalu kembali ke kamarnya dan merebahkan dirinya dengan menjatuhkan badannya ke atas tempat tidur kemudian memejamkan matanya.
***
Entah berapa lama telah berlalu sejak Ryan merangkul Raisya saat di Midvast, tetapi semua yang terjadi setelahnya menjadi sulit untuk diingat oleh Raisya.
Ia selalu memikirkan saat dirinya dan Ryan duduk di ujung tebing dan mendengar langsung pernyataan dari Ryan soal perasaannya yang dulu pernah ada.
“Meski hanya secuil, setidaknya itulah yang membuatku menghancurkan Kota Syacht.” Begitulah kata-kata Ryan saat Raisya bertanya tentang perasaan Ryan padanya.
Saat itulah, Raisya mengetahui kalau masih ada harapan diantara mereka yang harus mereka perjuangkan.
Meski tak terucap secara langsung, melalui sebuah tatapanlah Raisya bisa mengetahui kalau Rio menyukai Clare.
“Eh, kenapa aku malah memikirkan hal seperti ini?” Raisya menepuk pipinya dan melanjutkan kegiatannya, yaitu membersihkan rumahnya.
Meski tinggal di apartemen, Raisya selalu menganggap tempat itu sebagai rumah keduanya. Rumah pertamanya ada di rumah kakak laki-lakinya yang sudah bekerja.
Raisya mengatakan ingin tinggal disini karena tempat itu dekat dengan makam kedua orang tuanya dan ingin agar selalu dekat dengan kedua orang tuanya.
Si kakak hanya mengangguk dan mencarikan apartemen yang murah untuk ditinggali oleh Raisya.
Sebagai seorang kakak, kakak Raisya memutuskan untuk mengirimkan sejumlah uang untuk membantu kehidupan Raisya yang bisa dibilang sedikit sulit di awal-awal ia tinggal disana.
__ADS_1
Untuk meringankan beban hidupnya, ia akhirnya memutuskan untuk bekerja sebagai karyawan biasa di sebuah perusahaan sedang dan bekerja disana sampai pada akhirnya peluncuran permainan genre VRMMORPG pertama di dunia, yaitu permainan Remaist Online.
Raisya membeli perangkat untuk permainan itu dan memainkannya. Sebelumnya, ia sudah mengajukan permintaan pengunduran diri pada atasannya karena banyak teman satu tempat kerjanya yang mengundurkan diri.
Meski begitu, perusahaan itu tetap berjalan dan hanya tersisa sedikit dari jumlah awal pekerja disana.
Alasan Raisya mengundurkan diri adalah karena melihat kalau semakin banyak orang yang dipecat dari tempat kerjanya karena sering terlambat masuk kerja ataupun absen beberapa hari karena keasyikan bermain.
Sebab itulah, Raisya mengundurkan diri agar tidak menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang dipecat dari pekerjaannya. Menurutnya, lebih baik mengundurkan diri dibanding dipecat.
Setelah mengundurkan diri, Raisya akhirnya bermain dengan nama karakter Geisha dan memilih job sebagai Archer.
Sebagai Archer, ia memiliki serangan yang hebat dalam serangan jarak jauh, tetapi tidak dengan serangan jarak dekat.
Selama berburu untuk menaikkan level, ia ditemani dengan seorang teman yang masih setia berteman dengannya, yaitu Clare yang kebetulan saja bermain Remaist Online dengan nama karakter Clarey, dengan huruf tambahan Y.
Clarey bermain sebagai Special Job yang bernama Rogue Knight membuatnya mampu menggunakan berbagai skill unik dan berbagai skill yang berguna.
Dari Clarey juga, Geisha akhirnya mencari busur yang dapat memberikan bonus serangan pada monster, yaitu Iron Bow dan White Sword.
Geisha membeli White Sword karena ia akan memilih job Ranger sebagai Second Job-nya.
Ia lalu bermain bersama dengan Clarey, sampai pada akhirnya ia mencapai level 100 dan mendapatkan Second Job-nya.
Clarey laku mendaftarkan Geisha sebagai temannya dan mengenalkannya pada dua teman lainnya, yaitu Renne dan June.
Sejak saat itulah, Geisha mulai bertarung seorang diri sebagai Ranger dan berkali-kali muncul di tengah hutan sendirian lalu membantai apapun yang ada dihadapannya.
Nama Geisha akhirnya mulai dikenal setelah dirinya berani membantai kawanan besar Grizzly Bear sendirian dan tidak ada yang membantunya.
Seorang pemain merekam itu semua saat kawanan Grizzly Bear itu berniat menyerang kota dan hanya Geisha seorang yang berani melompat turun kemudian menghadapi mereka semua dengan White Swordnya.
__ADS_1
Setelah itu, nama Geisha semakin dikenal setelah dirinya dimasukkan dalam daftar Top Global dan disejajarkan dengan pemain sekelas Slitherio yang merupakan Remaister pertama.
Meski awalnya tidak percaya, tetapi daftar itulah yang berhasil mempertemukannya dengan orang yang amat ia tunggu sejak dulu, yaitu Ryan.