
“Kau... Sean?” Riana menatap orang uang menepuk pundak Slitherio.
“Yo, Ketua Guild Sevens sekaligus Flame King Slitherio. Maaf terlambat...” Orang itu bukan lain adalah Sean. Dibelakangnya berjalan seorang pria dengan jubah hitam dan membawa sabit besar di pundaknya.
“Dark Schyte Luvian?” Riana semakin terkejut saat melihat pria yang berjalan dibelakang Sean.
“Maaf, kami terlambat...” Luvian memasang posisi dan melompat tinggi dengan dibantu oleh Geon, naga besar peliharaan Sean.
Luvian mengayunkan sabitnya dan menyelamatkan Trestio dengan Li yang terpojok karena dua serangan Visidha.
Visidha terlempar ke bawah dan menghancurkan arena dengan dahsyatnya. Sean yang melihat itu menarik pedangnya lalu melesat mengadu pedangnya dengan pukulan Visidha.
TRANG!
TRANG!
Suara benturan dua benda keras mengisi seisi arena yang ramai oleh pasukan bantuan Visidha.
Wagata, Zen, Fadexion, dan Fisvion memilih menonton pertarungan dahsyat dihadapan mereka.
“Murid sialan!” Visidha mengumpat ketika melihat Wagata yang menonton pertarungannya.
“Guru sudah kuat, tidak ada yang mampu mengalahkan kekuatan guru...” Wagata menjawab dengan tersenyum tipis.
Visidha serasa ingin membunuh Wagata karena mendengar ucapan Wagata. Tetapi Wagata benar. Ia sudah kuat. Seharusnya sedikit makhluk di Midvast maupun di belahan bumi yang lain dapat menandinginya.
Visidha tertawa keras lalu berteriak keras. Tubuhnya yang tadinya diselimuti dengan jubah hitam kini bertelanjang dada saja dan jubahnya lepas.
Darkness Fire Sword yang sebelumnya tertancap di punggung Visidha seketika terlepas danendarat di depan Slitherio.
Slitherio meraih Darkness Fire Sword lalu melesat diikuti oleh Sean dan Riana kemudian mengeroyok Visidha sekali lagi. Serioza datang sambil mengangkat palunya tinggi-tinggi.
“Sky Splitting Technique: Rain Thunder!” hujan petir segera terjadi tepat setelah Serioza menyerukan tekniknya.
Petir-petir menyambar tubuh Visidha yang tidak bergeming setelah terkena teknik hebat seperti itu.
Kejadian di depannya membuat Slitherio semakin mengerutkan alisnya, apalagi saat HP Visidha kembali terisi penuh.
Perjuangan para pemain yang ada disana akan semakin bertambah karena kekuatan Visidha yang tiada tandingannya.
Slitherio melompat mundur lalu melesat lagi menuju Visidha dengan dua pedangnya dan mulai menyerang habis-habisan.
__ADS_1
Sean tidak ingin ketinggalan, ia menggunakan pedangnya untuk membantu Slitherio yang terus menebaskan kedua pedangnya yang diselimuti api berwarna merah menyala.
“Tidak... Aku masih bisa lebih cepat...” Slitherio menggigit keras sambil terus mengayunkan kedua pedangnya dengan cepat. Perlahan kecepatan tangan Slitherio semakin meningkat seiring banyaknya tebasan yang sudah ia lakukan, entah itu mengenai sasaran atau tidak.
Slitherio berteriak sekeras-kerasnya lalu mengayunkan kedua pedangnya dengan ganas, ia seperti kesurupan sesuatu yang jahat.
Riana yang melihatnya membuka mulutnya lebar-lebar, “Hebat...”
Geisha mengangkat busurnya lalu melepaskan satu panah yang telak mengenai kepala Visidha yang tidak terlindungi apapun.
Perlahan, HP Visidha menurun sampai ke angka 1.300.299 dan itupun setelah Slitherio menebaskan kedua pedangnya tanpa henti dan tak terbatas tanpa skill.
“Twin Flame Sword Technique: Dance of Simple Life...” Slitherio menarik napas panjang lalu kembali melesat menyerang Visidha yang memasang wajah tenang.
Gerakan Slitherio seketika menjadi lentur, itu adalah skill yang ada di Twin Flame Sword Technique. Skill ini menitikberatkan pada kelenturan yang ikut menekankan pada kekuatan, sehingga didapatkan sebuah serangan yang lincah tapi juga kuat.
Slitherio menyerang sambil menghindari serangan Visidha dengan lincah, membuat Visidha merasa bingung.
“Kenapa kau semakin lincah?” tanya Visidha sambil tersenyum tipis.
“Bukan urusanmu!” Slitherio mengangkat tinggi-tinggi pedangnya lalu menebaskannya dengan cepat ke tubuh Visidha. Slitherio lalu melompat mundur.
Sean yang melihat Slitherio seperti sedang berpikir segera berseru, “Ayo kita serang dia bersamaan!”
Luvian memutar sabitnya dengan cepat lalu melesat dengan kecepatan tinggi diikuti oleh Serioza dan Zaburo. Geisha mengangkat pedangnya dengan memaksa tangannya lalu ikut melesat dengan kecepatan paling rendah diantara mereka. Tubuh Geisha sudah mencapai batasnya.
“Argh!” Serioza mengayunkan palunya dengan kuat dan keras ke tubuh Visidha, Zaburo mengayunkan pedangnya dengan cepat dan kuat, perubahan kekuatan tiba-tiba ini membuat Visidha semakin bingung.
“Kenapa kalian menjadi bersemangat begini?” tanya Visidha di sela saat ia menghindar.
“Bukan urusanmu!” Serioza, Sean, Luvian, Zaburo, dan Riana berseru membalas pertanyaan Visidha.
“Kalian ini...” Visidha mengeraskan tubuhnya dan mengeluarkan aura yang kuat, saat yang bersamaan Sean, Luvian, Serioza, Zaburo, dan Geisha terpental lagi.
Saat itulah, Riana dan Slitherio berseru bersamaan, “Aku akan maju sekarang!”
Slitherio menyarungkan kedua pedangnya lalu mengangkat tangannya, ia lalu bergumam, “Original Skill Soul Remaist: Flame Man Vile...”
Tubuh Slitherio segera diselimuti oleh api merah, membuat jubah dan jirahnya tertutup api. Saat itulah, Slitherio melesat dengan kecepatan tinggi menuju Visidha sambil bergumam, “Flame Warmage Technique: Flame Feather, Flame Feather, Flame Feather...”
Slitherio mengucapkan skill yang sama sebanyak lima kali dan lima bulu tak kasat mata tercipta.
__ADS_1
Disisi lain, Sean dan Luvian yang amat terkejut saat melihat tubuh beserta kecepatan Slitherio yang berubah.
“Apa-apaan itu?”
“Aku masih tidak percaya...”
Sean dan Luvian mengusap mata mereka dengan cepat, sedangkan Riana melihat Slitherio dengan tatapan kagum.
Slitherio melesat dengan kecepatan tinggi, tapi Visidha dengan cepat juga menghindar. Slitherio yang tidak dapat menghentikan kecepatannya terjungkal ke depan lalu berusaha mengendalikan dirinya.
Slitherio berbalik lalu tersenyum sambil menjentikkan jarinya. Sean, Luvian, Serioza, Zaburo, Riana, dan Geisha menatap Slitherio yang menjentikkan jarinya lalu menatap Visidha.
Tepat setelah Slitherio menjentikkan jarinya, ledakan besar segera terjadi di tubuh Visidha.
“Sekarang!” Slitherio berseru lalu mengucapkan sebuah skill, “Flame Warmage Technique: Stream of Fire.”
Slitherio menyentuh arena yang sudah hancur dengan telapak tangannya lalu sulur api merambat di atas arena dan mengikat Visidha dengan erat.
Serioza berseru, “Sky Splitting Technique: Execution Strike!” Serioza lalu memukulkan palunya dengan keras ke punggung Visidha. Visidha lalu jatuh telungkup.
“Storm Balance!” Li memetikkan senar Storm Harpnya dengan kuat dan petir biru lepas menuju Visidha lalu menyengatnya.
“Nine Dragon Puncture!” Sean menusukkan pedangnya sebanyak sembilan kali ke dada Visidha dengan tajam. Skill ini adalah skill yang Sean miliki sejak masih berlevel rendah.
“Darkness Wave!” Luvian mengayunkan sabitnya dan mengeluarkan gelombang hitam lalu hancur ketika mengenai tubuh Visidha.
“Arghh!” untuk pertama kalinya, Visidha berteriak kesakitan.
“Flame Warmage Technique: Dance of Twin Claws!” Slitherio mencakar tubuh Visidha dengan cepat. Ia menggunakan skill andalannya dulu ketika bertarung di perbatasan.
“Fly Fan Technique Black White Wave!” Riana mengayunkan kipasnya dengan kuat-kuat dan melepaskan gelombang hitam putih.
Geisha langsung maju dengan pedangnya dan menyerang Visidha bersama dengan Slitherio yang memakai cakar Phoenixnya.
Zaburo memainkan pedangnya dengan lincah, selincah Slitherio dan sekuat Sean. Bisa dibilang permainan pedang Zaburo amat terlatih dibandingkan dengan Sean dan Slitherio.
Skill Stream of Fire Slitherio sebentar lagi akan berakhir, sebab itu Slitherio berseru, “Serang dia bersama-sama!”
Semua mengangguk lalu melesat dengan cepat mengacungkan senjata masing-masing menuju Visidha. Trestio menusukkan trisulanya ke bawah dan turun dengan kecepatan tinggi.
Tetapi hal yang tidak terduga terjadi lagi tepat ketika Slitherio, Riana, Geisha, Serioza, Zaburo, Trestio, Sean, Luvian, dan Li.
__ADS_1