Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
112. Pertandingan pembuka


__ADS_3

Suasana stadium ramai, entah itu orang yang menyemangati Guild idolanya atau sekedar teriak saja agar terdengar ramai, suasana stadium tetap ramai.


“Untuk pertandingan pembuka, kami akan melakukan undian untuk menentukan dua Guild yang akan bertarung untuk membuka Event ini. Tuan Neil dipersilahkan untuk mengambil nama dua guild.” Pembawa acara mempersilahkan seorang pria yang memancarkan aura hebat maju.


Pria itu memiliki wajah sederhana, tetapi pancaran kekuatannya membuat Slitherio sedikit bergetar.


“Saya Neil, selaku pencipta permainan Remaist Online akan mengambil dua nama Guild yang akan bertarung membuka Event ini.” Neil diberikan sebuah mangkok yang berisi kertas digulung.


Neil mengaduk isi mangkok itu dan mengeluarkan dua gulungan. Ia lalu membacakan isi gulungan itu.


“Dua guild yang akan bertarung di pertandingan pembuka adalah Guild Sevens melawan Guild Night.” Ucap Neil membacakan isi dua gulungan itu.


Whu dan Atra menepuk dahinya, sisanya menghela napas. Slitherio tersenyum lebar lalu berbisik pada LoghSeveria yang berdiri di dekatnya, “Biarkan mereka melihat kekuatan Flame King Slitherio ini...”


Slitherio meregangkan jari-jarinya sampai berbunyi. Atra, Naze, Geisha, Lynx, Clarey, dan Ovyx memisahkan diri dari rombongan dan mendekati Slitherio. Anggota guild Sevens yang lainnya memilih pergi ke dekat pintu tempat mereka tadi masuk ke arena.


Slitherio menarik Darkness Fire Sword dan mengacungkannya ke hadapan tujuh anggota Guild Night.


Belakangan ini, Guild Night terkenal karena seluruh anggotanya yang memiliki skill elemen Kegelapan. Bahkan ketua Guild mereka, Sinteron memiliki job Darkness Guardian yang termasuk Special Job.


Meskipun ketua Guild mereka memiliki Special Job, level mereka masih di bawah tujuh anggota Guild Sevens yang turun hari ini.


Atra mengeluarkan cakarnya, tetapi Slitherio berbisik, “Biar aku yang mengurus mereka...” Slitherio berbisik sambil tersenyum lebar, “Beritahu yang lainnya juga...”


Atra mengerutkan dahinya, saat ia berniat bertanya, pembawa acara yang sekarang berganti menjadi wasit melompat turun ke arena lalu berseru, “Pertandingan dimulai!”


Sebuah jendela informasi muncul dihadapan Slitherio dan ketua Guild Night. 


[Dari: Event War Guild


Tipe: GvG


Lawan: Guild Night


Waktu: tanpa batas

__ADS_1


Terima?]


“Terima...” Slitherio menjawabnya dengan santai.


“Terima!” ketua Guild Night berseru lalu mengepalkan tangannya.


Wasit itu langsung berlari ke luar arena dan berdiri di sana sambil menatap Slitherio dan Guild Night yang sekarang saling tatap.


“Apa kau yakin dengan kemampuanmu seorang? Meskipun kau adalah Top Global nomor satu, kami tidak akan sungkan untuk membunuhmu hari ini.” Ketua Guild Night turun pada pertandingan pembuka ini dan mulai memanasi Slitherio.


“Oh, benarkah? Apa kau sudah tahu tentang Oxyvian Labyrinth?”  Slitherio bertanya sambil tertawa kecil.


Atra dan yang lainnya mundur setelah Atra memberitahukan rencana Slitherio untuk menghadapi mereka semua sendirian.


Meskipun awalnya menolak, tetapi mereka tidak bisa membantah perintah ketua Guild yang mereka kagumi itu.


Slitherio menarik Flame Phoenix Sword dan sekarang ia membawa Darkness Fire Sword di tangan kirinya dengan Flame Phoenix Sword di tangan kanannya.


“Serang dia!” Sinteron mengepalkan tangannya lalu menunjuk Slitherio yang tersenyum lebar dan melesat menuju Slitherio.


Ketika Slitherio menancapkan pedangnya, hembusan api yang besar lepas dari pedangnya dan menyebar ke seluruh arena.


Sinteron yang sedang melesat bersama enam anggota guildnya segera terhempas mundur dan terpental ke belakang. HP mereka berkurang seperempatnya.


Slitherio tidak diam sampai disana saja, ia langsung melesat dengan memutar pedangnya kembali ke atas dan melesat sambil membawa dua pedangnya.


Saat sampai di dekat tujuh anggota Guild Night, Slitherio bergumam, “Twin Flame Sword Technique: Eight Fire Pillar...”


Slitherio mengayunkan kedua pedangnya ke segala arah lalu mulai menusukkan dua pedangnya secara bersamaan ke satu anggota Guild Night dengan cepat lalu melesat menuju tiga anggota Guild Night lainnya.


Eight Fire Pillar adalah skill dimana penggunanya dapat menusukkan dua pedangnya secara bersamaan ke satu target lalu mengincar target lainnya dengan cepat. Target yang bisa diincar hanya sebanyak empat orang saja karena dalam satu kali serangan, dua tusukan akan mendarat di satu orang. Sebab itulah skill ini dinamakan Eight Fire Pillar.


Sinteron tidak terkena skill ini dan ia langsung melesat mengincar kepala Slitherio dengan cepat. Ia mengarahkan pukulannya ke arah kepala Slitherio, tetapi Slitherio lebih cepat menghindar dan menusukkan dua pedangnya secara bersamaan ke tubuh Sinteron.


HP Sinteron langsung turun ke angka 30% dan ia langsung ditendang oleh Slitherio lalu terpental.

__ADS_1


“Twin Flame Sword Technique: Lone Slash!” Slitherio merentangkan kedua pedangnya ke sisi kana dan kirinya lalu berputar singkat kemudian menghempaskan tiga anggota Guild Night keluar arena.


“Apa kalian ingin melanjutkan?” Slitherio menyarungkan Darkness Fire Sword dan menatap Sinteron dengan tajam.


“Ini masih belum berakhir! Dark Fist!” Sinteron berseru lalu melesat mengincar kepala Slitherio yang sudah lebih dulu bereaksi.


Slitherio menyarungkan Flame Phoenix Sword dan menangkap tangan Sinteron lalu menggenggamnya dengan erat. Ia melakukannya dengan tangan kanannya.


Tangan kirinya mulai mengepal dan melancarkan satu skillnya, “Flame Warmage Technique: Ten Flame Fist!”


Sepuluh pukulan api dari Slitherio telak mengenai perut Sinteron dan mementalkan Sinteron keluar arena.


Tiga anggota Guild Night yang tersisa mengangkat tangannya, menyatakan menyerah. Sejak tadi, memang ketiganya yang paling jarang terkena serangan, tetapi sekalinya terkena serangan HP mereka turun ke angka 55%.


Slitherio mengangkat tangannya, pertandingan ia selesai dalam waktu kurang dari lima menit dan diselesaikan seorang diri.


“A-apa?!” Whu yang melihat dari luar arena tidak hentinya membuka mulutnya, ia sendiri tidak percaya bahwa Slitherio memiliki skill sehebat itu.


“Kau, berapa kapasitas Manamu?” Sinteron naik ke atas arena dan menunjuk Slitherio, “Kenapa kau tidak kekurangan sedikitpun Mana?”


“Manaku sudah berevolusi menjadi kekuatan Spirit dan berjumlah 2,7 kekuatan Spirit dengan level 235.” Slitherio mengacungkan jempolnya.


Mulut semua orang yang ada disana terbuka lebar, “2,7 kekuatan Spirit?!”


“20.700 Mana adalah jumlah Manaku saat ini...” Slitherio tersenyum lebar. Itu adalah hasil perburuannya selama satu bulan ini bersama dengan semua anggota Guild Sevens.


“Eh?!” suasana disana seketika ramai, hanya Neil dan Albert sajalh yang tidak panik. Mereka berdua sudah mengetahui kapasitas Mana Slitherio saat ini dari data pemainnya Slitherio.


Neil yang mengeluarkan kekuatan besar sebagai Magic Caster saja memiliki kapasitas Mana sebesar 2,5 kekuatan Spirit, sedangkan Albert yang mengambil job Dawn Knight memiliki kapasitas Mana sebesar 1,9 kekuatan Spirit.


Sean sebagai pemain terkuat memiliki kekuatan Spirit sebesar 2,6 kekuatan Spirit. Luvian memiliki kapasitas Mana sebesar 2,7 kekuatan Spirit, setara dengan Slitherio.


Jika Sean dan Slitherio bertarung, ada kemungkinan keduanya akan imbang dalam waktu yang amat lama.


Kini, pandangan semua orang mengarah pada Slitherio yang sedang melipat tangannya di depan dadanya.

__ADS_1


Maaf telat!


__ADS_2