
“Stone Statue?” Geisha mengangkat alisnya. Ia mengenali makhluk ini karena memang makhluk inilah yang nyaris saja menggagalkan penaklukan Dungeon tingkat ketiga oleh Guild Reister.
Dengan kekuatannya, Stone Statue mampu melawan dua pemain yang berlevel 20 seorang diri. Tetapi, Stone Statue dihadapan mereka memiliki wujud yang sangat berbeda dengan yang ada di Dungeon tersulit ketiga.
Stone Statue ini memakai jirah yang terbuka di segala tempat. Ia juga membawa senjata yang sepertinya Equip Epic.
“Aha, aku akan mengalahkan kalian semua!” Whu berseru sambil mengangkat tongkatnya, “Clone Technique: Ten Clones!”
Sepuluh tiruan Whu segera mengelilingi mereka dan setelah Whu memerintahkan mereka untuk menyerang, sepuluh clon itu maju dengan tongkat mereka dan memukuli para Stone Statue itu dengan ganas.
“Hehehe, aku ikut satu...” Slitherio menarik pedangnya, ia kemudian mengembangkan sayapnya dan terbang ke atas sebelum bergumam, “Flame Warmage Technique: Fire Breath...”
Semburan api keluar dari mulut Slitherio dan menghempaskan semua Stone Statue itu jauh-jauh. Slitherio menarik pedangnya kemudian bergumam, “Flame Sword Technique: Puncture of Despair...”
Tusukan mematikan segera mendarat di tubuh Stone Statue dan Stone Statue itu langsung menghilang.
Slitherio tidak diam setelah melihat satu Stone Statue mati di depannya, ia kemudian bergumam lagi, “Flame Sword Technique: Ten Puncture...”
Slitherio bergerak dengan cepat dan menusukkan pedangnya sebanyak sepuluh kali ke Stone Statue yang berbeda. Ia kemudian bergumam lagi, “Flame Sword Technique: Stream of Fire...”
Slitherio menancapkan pedangnya ke tanah dan api-api menjalar di lantai ruangan dan membakar semua yang dilaluinya.
Stream of Fire mungkin adalah skill yang dapat digunakan di dua senjata, yaitu pedang dan sarung tangan besi. Bedanya hanya pada penampilan skill ini.
Stream of Fire yang dilepaskan menggunakan sarung tangan besi akan mengeluarkan akar-akar api yang akan melilit lawannya sampai tidak bergerak.Sedangkan, Stream of Fire yang dilepaskan dengan pedang akan membuat api besar yang akan menerjang siapapun yang menghalangi jalannya.
Geisha, Asheuin, dan Dee terdiam melihat aksi Slitherio bersama Whu yang bertarung melawan Stone Statue. Keduanya membantai Stone Statue tanpa ampun.
Hanya dengan kombinasi keduanya mampu membuat para Stone Statue hancur tak tersisa.
“Flame Sword Technique: Square Cuts...” Slitherio mengangkat pedangnya kemudian berputar-putar mengelilingi satu Stone Statue sambil menebaskan pedangnya.
“Clone Technique: Monkey Power!” Whu mengangkat tongkatnya kemudian berteriak lantang. Tubuhnya membesar sedikit.
Slitherio menebaskan pedangnya ke Stone Statue dan menghancurkannya dengan pedangnya. Aksi mereka akhirnya berakhir setelah seluruh Stone Statue dihancurkan.
“Asheuin, Dee, jaga sekitar. Kami akan mengambil semua kekayaan ini.” Ucap Slitherio kemudian berlari cepat ke tumpukan-tumpukan harta yang terhampar di depannya. Ia kemudian meraih banyak sekali pedang, Silver, dan berbagai jenis permata. Whu juga melakukan hal yang sama dengannya.
“Tuan, ada batu raksasa mendekat kemari!” Asheuin menarik pedangnya sambil memberitahukan adanya Stone Statue besar kepada Slitherio.
Stone Statue itu berjalan dengan membawa sebuah kapak yang besarnya menyamai ukuran tinggi Slitherio. Setelah Stone Statue itu terlihat, sebuah jendela informasi muncul dihadapan semua orang.
[Stone Statue Lord (level 180)
__ADS_1
ATK : 600
DEF : 500
HP : 110.000]
“Serahkan hal ini kepada Long Eyebrow Whu!” Whu mengangkat tongkatnya kemudian memanggil kembali semua clonnya.
“Clone Technique: Monkey Power!”
“Clone Technique: One Clone!”
Satu clon keluar dari tubuh Whu dan berdiri sejajar dengan Whu. Ia kemudian mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi kemudian melompat ke atas Stone Statue Lord itu kemudian berseru, “Clone Technique: Crittical Strike!”
Tongkatnya ia pukulkan tanpa ada rasa ampun ke arah kepala Stone Statue Lord. Kepala Stone Statue Lord retak sedikit.
“Hehe, giliranku... Flame Sword Technique: Puncture of Despair!” Slitherio melesat dari tempatnya tadi berdiri dan merampas EXP yang seharusnya menjadi milik Whu.
“A-apa?!” Whu gagal memukulkan tongkatnya lagi ke kepala Stone Statue Lord itu dan tongkatnya langsung mengenai lantai. Lantai yang terkena tongkat Whu langsung hancur.
“Hahaha, aku hebat, bukan?” Slitherio menyarungkan pedangnya kemudian tertawa keras.
“Sudahlah, mungkin bukan keberuntunganku saja...” Whu meletakkan tongkatnya di punggungnya kemudian berjalan menuju pintu yang telah terbuka setelah Slitherio menghabisi Stone Statue Lord itu.
***
Sepanjang jalan di depan, hal yang sebelumnya dihadapi sisa-sisa kelompok Slitherio kembali muncul. Yang dimaksud adalah Ghost Trap dan para makhluk yang disebut dengan Ghost.
Ghost adalah makhluk yang memiliki tubuh yang tembus pandang, tidak memiliki kemampuan menyerang, dan satu lagi, mereka tidak bisa dibunuh. Hanya ada satu cara untuk membunuh Ghost, dengan menggunakan skill berelemen.
Di kelompok Slitherio saat ini, yang memiliki skill elemen hanya Whu dan Slitherio. Slitherio dengan skill elemen Api dan Whu skill elemen Angin.
Clone Technique Whu ternyata memiliki banyak skill elemen Angin. Tetapi Whu tidak mengeluarkannya saat melawan para Stone Statue dan para Skull. Whu menyimpan semua skill elemen Angin untuk digunakan melawan musuh di depan.
Selama di jalur, Ghost Trap yang tersebar bertambah banyak. Dengan tambahan Ghost, kesulitan untuk melewati jalur itu bertambah.
Batu-batu yang tadi dikumpulkan Slitherio sudah habis untuk mengetahui Ghost Trap yang tersebar di depan mereka. Hasilnya, sekitar lebih dari enam puluh Ghost Trap tersebar di hadapan mereka dan ada kurang lebih sepuluh Ghost yang menghadang.
Slitherio menarik pedangnya kemudian menancapkannya ke lantai dan bergumam, “Flame Sword Technique: Stream of Fire...”
Api besar mulai menyebar di atas lantai dan menerjang apapun yang menghadang. Para Ghost tidak bisa menghentikan api itu, yang ada hanyalah kemusnahan bagi mereka yang menghadang.
Slitherio menarik Whu dan Asheuin kemudian meminta Geisha dan Dee naik ke punggungnya. Ia sejak tadi telah terpikirkan hal ini, tetapi situasi di depan membuatnya tidak dapat mengatakannya segera.
__ADS_1
Batu yang tadi dikumpulkan untuk mengaktifkan semua Ghost Trap sudah habis, ditambah perjalanan masih panjang menjadi pertimbangan Slitherio untuk melakukan hal ini.
“Apa kau yakin?” tanya Geisha.
“Tenang saja...” Slitherio tersenyum lebar. Asheuin dan Whu yang berada di masing-masing tangan Slitherio hanya menghela napas panjang.
Geisha tertunduk kemudian naik ke punggung Slitherio. Slitherio sekarang membawa beban tiga orang temannya.
“Geisha, ambil pedangku di pinggangku...” Slitherio bersiap untuk terbang rendah.
“Untuk?” tanya Whu.
“Untuk membuat pijakan untukku mempertahankan ketinggian terbangku.” Jawab Slitherio.
“Ada aku, tuan...” Asheuin menarik pedangnya kemudian bersiap.
Slitherio tersenyum kemudian berkata, “Tunggu aba-abaku, jika aku meminta turunkan maka buatlah agar pedangnya dapat menjadi alat untuk membuatku bertahan di udara.”
“Baik, tuan.”
Slitherio bersiap, kemudian terbang dengan kecepatan tinggi yang digabungkan dengan skill Wind Step. Slitherio terus terbang dengan kecepatan tinggi.
Setelah yakin telah merasa sangat cepat, Slitherio menarik sayapnya kemudian melesat dengan Wind Stepnya.
Slitherio merasa tubuhnya mulai turun perlahan, ia pun berseru, “Turun!”
Asheuin mempersiapkan pedangnya kemudian menyentuhkan pedangnya ke lantai dan menghempaskan mereka ke depan. Pedangnya ia tarik lagi dengan cepat.
Slitherio merasa tubuhnya mulai bergerak naik, ia pun menggunakan Wind Stepnya lagi dan melesat dengan kecepatan tinggi.
Setidaknya sekitar tiga kali mereka melakukan hal itu dan hampir saja mereka terkena Ghost Trap. Mereka akhirnya sampai di depan pintu ruangan, tetapi sekelompok Skull menghalangi mereka.
“Flame Warmage Technique: Fire Breath!” Slitherio menghembuskan api besar dari mulutnya dan bergerak ke arah para Skull itu.
Para Skull itu yang tidak memiliki ketahanan sihir akhirnya mati dan menjatuhkan senjata mereka. Whu meraih senjata mereka kemudian menyimpannya.
Saat penaklukan ini, mereka mendapatkan lumayan banyak Equip langka. Bahkan, Inventory mereka penuh oleh Equip.
Mereka menarik senjata mereka setelah Slitherio menurunkan mereka. Slitherio membuka pintu itu, yang lainnya bersiaga.
“Siap?” tanya Slitherio.
Whu, Geisha, Asheuin, dan Dee mengangguk bersamaan. Slitherio membuka pintu itu dan melihat ke dalam.
__ADS_1
Sesuatu yang besar menyambut mereka di dalam ruangan itu yang dianggap terakhir karena tidak adanya pintu lagi untuk melanjutkan perjalanan.