
“Apa anda tahu Inti Kehidupan?” Tanya Sean. Caranya ia mendapatkan kekuatan Spirit dalam jumlah besar hanya dalam setahun adalah dengan cara menyerap Life Core dan berburu meningkatkan level.
Dengan menaikkan level, kapasitas Mana juga meningkat beberapa. Sebab itulah SuperSoft Corporation memberikan sebuah fitur dimana pemain bisa meningkatkan kapasitas Mana dengan menyerap Life Core.
Ide ini sebenarnya terinspirasi dari beberapa novel genre kultivasi dari negeri China yang dimana beberapa tokohnya meningkatkan jumlah Qi dengan sebuah inti dari hewan-hewan gaib.
Neil Young dan tiga Game Masternya juga membaca novel itu saat mereka masih kecil. Sebab itulah terlintaslah ide di pikiran Neil tentang membuat sebuah permainan dimana ada unsur dunia nyatanya juga di dalamnya.
Ide itu kemudian dijadikan nyata dengan diluncurkannya permainan Remaist Online yang bisa dibilang terlalu sempurna untuk ukuran sebuah permainan VRMMORPG pertama di dunia.
Detail yang amat jelas, pertarungan yang sengit, kekuatan monster yang terbilang tinggi, serta bentuk Equip yang amat beragam, hal inilah yang membuat permainan Remaist Online terkenal hanya dalam waktu singkat.
Sean menatap Sid. Sid mengangguk, ia mengetahui Inti Kehidupan karena memang itu adalah benda yang lumayan mahal di Gods Island dan hanya beberapa orang saja yang bisa mendapatkannya. Baik itu membelinya dari Hunter God ataupun mencari sendiri.
“Kami mencari hewan-hewan yang kuat lalu menghabisinya dan mengambil Inti Kehidupannya untuk kita pakai meningkatkan kekuatan kami...” Sean menatap Slitherio, “Dan Slitherio adalah orang yang memiliki kemampuan serta Inti Kehidupan yang terbilang banyak...”
Sid menatap Slitherio, “Benar?”
“Tentu, apa anda mau sebuah Inti Kehidupan yang memiliki besar melebihi kepalan tangan?” Slitherio mengeluarkan sebuah batu berwarna merah kehitaman, itulah Life Core atau yang disebut Inti Kehidupan oleh Sean sebelumnya.
“Di Gods Island, Inti Kehidupan seperti ini hanya berharga sekitar 5 Gold...” Gaburon mengambil Inti Kehidupan dari tangan Slitherio dan memeriksanya, “Tapi apa kau mau memberikannya padaku?”
“Tidak, Inti Kehidupan sebesar itu hanya ada lima di tanganku dan itu adalah benda yang berharga bagiku...” Slitherio mengambil kembali Inti Kehidupan dari tangan Gaburon, “Kalau anda mau, bukankah Anda bisa mencarinya sendiri?”
“Dia malas merepotkan tangannya sehingga ia tadi langsung mengambilnya dari tanganmu...” Sid menepuk telapak tangan Gaburon yang terbuka seperti sedang meminta Inti Kehidupan tadi dari Slitherio.
“Mana ada! Aku hanya malas menyelam saja ke laut karena menurutku pusaran air disana jauh lebih mengerikan dari aura Zein God, asal kau tahu saja...” Gaburon memukul pundak Sid keras.
__ADS_1
“Bukankah ada di daratan? Kenapa kau sampai mencarinya di lautan?” Sid menatap Gaburon dengan datar.
“Sudahlah, aku akan istirahat dulu...” Gaburon berdiri lalu berjalan meninggalkan semuanya, “Tolong dicuci, ya?”
Setelah berkata demikian, Gaburon menghilang dan meninggalkan Sid dengan yabg lainnya di ruang makan.
“Begitulah, kalian harus menghindari sifat malas Gaburon itu. Aku saja bahkan masih bingung, kenapa Gaburon itu bisa diangkat menjadi Universe Sword God...” Sid mengangkat bahunya lalu berkata lagi, “Sebaiknya kalian istirahat untuk menyiapkan diri untuk hati esok. Biar aku saja yang mencuci piringnya...”
Geisha dan Clarey berdiri, “Biarkan kami ikut membantu...”
“Tidak usah, kalian istirahat saja...” Sid merapikan piring lalu berjalan menuju dapur.
Slitherio menatap yang lainnya yang mengangguk lalu berkata, “Kami istirahat duluan, ya...”
***
Pagi hari...
Zein dan Luna sudah memanggil kembali Jay ke bumi dan memintanya untuk membantu mereka memberikan ujian untuk delapan orang itu.
Slitherio menatap Jay sambil menelan ludahnya. Sean, FastStone, dan Naze juga menatap Jay tetapi dengan tatapan sedikit ketakutan. Atra, Geisha, dan Clarey merasakan hal yang ama dengan yang lainnya.
Itu wajar saja karena Jay datang sambil membawa sebilah pedang yang bilahnya diselimuti oleh petir berwarna biru. Zein berkata kalau pedang itu akan ia pakai untuk memberikan petir yang akan diterima oleh Slitherio dan yang lainnya agar beberapa kunci dalam tubuh mereka terbuka serta bisa mengeluarkan seluruh kekuatan mereka yang terpendam.
Sebelum Zein datang, Luna menjelaskan tentang kunci yang ada di dalam tubuh manusia ataupun makhluk hidup. Ada delapan kunci, yaitu Kunci Kebijaksanaan, Kunci Kehidupan, Kunci Kebenaran, Kunci Nafsu, Kunci Ketenangan, Kunci Kegelapan, Kunci Kematian, dan terakhir adalah Kunci Keabadian.
Seluruh dewa yang tinggal di Gods Island rata-rata sudah membuka tujuh kunci, sedangkan Twelve First Gods sudah membuka delapan kunci ini, menjadikan mereka sebagai satu-satunya kelompok yang telah memasuki alam keabadian.
__ADS_1
Jay menatap semuanya, “Semuanya, perkenalkan namaku adalah Jay dan aku diminta untuk memberikan kalian ujian berupa petir...” Jay menunjuk Zein dengan jempolnya, “Tentang gelarku, tanyakan saja pada dia...”
“Gelarnya adalah Thunder God dan dianggap sebagai dewa terkuat kedua di antara jajaran Twelve First Gods serta elemennya sendiri adalah Petir.” Zein melirik Jay.
“Baik, Zein dan Luna dipersilahkan untuk menjauh...” Jay menunjuk ke bawah Gods Altar, “Silahkan menunggu disana...”
Sekarang ini, Slitherio, Sean, FastStone, Atra, Naze, Li, Geisha, dan Clarey sedang berdiri di atas Gods Altar bersama dengan Jay.
“Baik, apa kalian siap?” tanya Jay sambil menaikkan pedangnya di atas kepala, “Apa kalian paham caranya menerima petir?”
“Diam saja?”
“Menyerap energi yang terkandung dalam petir itu?”
“Benar, dan kalian harus menerima petir ini untuk meningkatkan kemampuan kalian...” tepat setelah Jay berkata demikian, petir berwarna biru langsung menyelimuti Jay dan awan seketika berubah menjadi gelap.
Karena kekuatan Twelve First Gods amat besar, setiap kali mereka melepaskan teknik mereka akan terjadi kekacauan di bumi, entah itu di daratan ataupun di lautan.
Petir langsung menyambar Gods Altar dan beberapa menyambar delapan orang yang akan menjadi dewa itu.
Slitherio merapatkan giginya, ia merasakan tenaga yang amat kuat berasal dari petir biru itu. Baru beberapa menit saja ia sudah disambar tiga petir sekaligus.
[Selamat, kau telah membuka Kunci Kebijaksanaan!
Kekuatan Spiritmu meningkat menjadi 14 kekuatan Spirit dan level bertambah 2 level!]
Jendela informasi itu muncul setelah Slitherio menerima sambaran petir kedua puluhnya dan selama hampir satu jam lebih ia tersambar petir.
__ADS_1
Sean sendiri telah membuka Kunci Kebijaksanaan juga, Li sudah hampir membuka Kunci Kehidupan, dan sisanya sudah membuka Kunci Kebijaksanaan serta mendapat tambahan 2 kekuatan Spirit.
Jay menurunkan pedangnya, “Bagaimana?”