
Slitherio bisa merasakan aura yang pekat keluar dari tubuh pria itu, tetapi ia memilih tenang dan menjawab pertanyaan pria itu
“Aku bukan Slitherio, tetapi sepertinya orang-orang memanggilku dengan panggilan Dewa Pedang Api...” Slitherio berkata dengan senyum lebar.
“Artinya kau itu adalah Slitherio?” Pria itu memegang gagang pedangnya, “Kau tak perlu lagi mengelak dari kenyataan itu...”
“Tunggu sebentar, sepertinya aku memiliki dua gelar lagi...” Slitherio berpikir sejenak, membuat pria itu mengerutkan dahinya.
“Apa yang kau pikirkan?!” pria itu terlihat seperti menahan emosinya, tak pernah ia melihat ada orang yang begitu santai sebelum mengikuti pertarungan.
“Ah, dua gelarku lagi adalah Flame King dan Flame Sword Emperor...” Slitherio mengangkat telunjuknya, tepat setelah itu sebuah pedang langsung menyasar lehernya.
Slitherio tak sempat melihat pedang itu sehingga ia memilih melesat maju dan menghantam perut pria itu yang langsung mengayunkan pedangnya dengan cepat.
Pria itu tentu tidak menebak akan dihantam dengan pukulan oleh Slitherio, tetapi ia memilih melompat mundur sebelum berkata, “Ayo kita duel, Flame Sword God Slitherio...”
Slitherio menghembuskan napasnya, sudah dua kali ia duel selama satu hari ini. Tetapi Mananya tidak berkurang sedikitpun.
“Oh, apa kau yakin akan melawannya?” Vius yang sejak tadi melihat semua itu hanya bisa terkagum saat melihat Slitherio. Yang mampu melakukan gerakan tadi itu mungkin hanya Slitherio atau Sean saja di Midvast.
“Kau diam saja...” pria itu mengibaskan tangannya, meminta Vius untuk diam.
“Orang yang bahkan tak memiliki gelar ataupun julukan di Midvast jangan harap bisa melawan Flame Sword God itu! Dia bukanlah orang yang bisa diremehkan begitu saja!” Vius mengingatkan pria itu, tetapi sepertinya pria itu tak mendengarkan Vius.
“Aku bernama EarthSquare dan aku mencari orang-orang kuat untuk meningkatkan kekuatanku...” pria itu mengangkat kepalan tangan di tangan kirinya.
“Aku sudah mengalahkan Leon dan juga wakil ketua dari Guild Azure Dragon, Lune...” EarthSquare tertawa keras.
Wajah Slitherio berubah, ia mengenal dua orang itu dan tentu saja ia tak menyangka ia bisa mengalahkan Vile Hunter Leon yang terkenal kejam itu.
“Baik, akan kuterima tantangan itu dan menghancurkan Win Streak yang sudah kau buat sebanyak dua kali...” Slitherio mengeluarkan Flame Phoenix Sword dan Darkness Fire Sword dari Inventorynya. Ia akan serius dari awal.
Win Streak adalah jumlah rekor kemenangan yang sudah dibuat seseorang ataupun guild, baik dalam perang antar guild ataupun PvP.
Vius memilih lari menjauh karena sejauh ia ketahui, jika sampai Slitherio mengeluarkan dua pedangnya artinya ia akan serius.
“Hoho, aku akan melihat kekuatan dari Flame Sword God yang sesungguhnya...” EarthSquare menggenggam pedang besar berwarna hitam itu. Ia lalu mengangkatnya dengan mudah, seperti sedang mengangkat pedang biasa.
Dari sini, Slitherio bisa melihat kekuatan fisik orang itu dalam permainan ini. Slitherio memilih memasang posisi dengan memegang Flame Phoenix Sword dan menyarungkan Darkness Fire Sword.
__ADS_1
“Apa kau tidak jadi memakai dua pedang? Aku tetap akan bertarung melawanmu jika kau memakai dua pedang...” dari nadanya, jelas kalau EarthSquare terlihat seperti meremehkan Slitherio.
“Untuk mengalahkan orang bodoh sepertimu, aku tak memerlukan dua pedang untuk melakukannya...” Slitherio tersenyum lebar. Ia lalu menatap EarthSquare.
EarthSquare membuat undangan untuk Slitherio dan Slitherio melihat undangan itu.
[Dari: EarthSquare
Tipe: PvP
Waktu: tak terbatas
Terima?]
“Terima...”
Waktu jeda tiga detik muncul untuk memberi kesempatan bagi dua orang itu mempersiapkan diri masing-masing.
Setelah angka menunjukkan angka 0, keduanya melesat dan terlihatlah kalau EarthSquare tidak memiliki kecepatan yang mampu menandingi kecepatan Slitherio.
Vius memperhatikan juga kalau kecepatan EarthSquare hanya berada sedikit lebih rendah dibanding Slitherio, tetapi ia menutupi kekurangannya itu dengan kekuatan yang besar.
“Hehehe...” EarthSquare tertawa kecil, ia lalu mengeluarkan sebuah pedang berwarna ungu kehitaman dan berseru, “Black Demon Sword!”
Pedang EarthSquare yang baru keluar seperti menghisap pedang yang sebelumnya ia pakai. Ketika pedang yang sebelumnya sudah hilang sepenuhnya, pedang yang baru EarthSquare pegang berubah menjadi warna ungu pekat.
“Sambutlah, Black Demon Sword!” seru EarthSquare sebelum ia mengayunkan pedangnya dengan ringan.
Slitherio berpikir kalau tidak mungkin pedang besar itu mampu mencapai dirinya, tetapi yang selanjutnya terjadi membuat Slitherio mempertanyakan kembali pikirannya itu.
Pedang besar itu memanjang dan mengincar Slitherio yang masih berdiri tenang. Slitherio tersenyum sebelum melesat dan menahan serangan itu.
Serangan itu nyatanya tak mampu untuk menahan Slitherio, Slitherio berhasil menghancurkan serangan itu kemudian melesat dengan kecepatan tinggi dengan skill Flynya dan Wind Step.
EarthSquare tak mampu melihat gerakan Slitherio sehingga ia mengayunkan pedangnya dengan asal-asalan.
Ketika EarthSquare sedang berusaha melacak keberadaan Slitherio dengan pedangnya, tau-tau Slitherio sudah berdiri di belakang EarthSquare dan meletakkan pedangnya di atas bahu kiri EarthSquare.
“Skakmat...” Slitherio menurunkan pedangnya dan memotong tangan kiri EarthSquare dengan cepat, sebelum ia menyadari keberadaannya. Ia lalu melompat mundur dan berdiri dengan tenang.
__ADS_1
“Jujur saja, aku tak pernah melukai seorang pemain. Tak pernah sekalipun...” Slitherio menyarungkan pedangnya, “Tetapi kau mampu membuatku melakukannya pertama kali...”
“Aku tak memaksamu!” EarthSquare memegangi tangan kirinya yang sudah putus, “Dan juga, ini hanya duel biasa!”
“Aku mengetahui niatanmu dari nama pedangmu itu serta dari gaya seranganmu yang seperti ingin membunuhku...” ujar Slitherio sambil mendekat.
“Nama Black Demon Sword mungkin asing di telinga banyak orang, tetapi tidak denganku yang sudah berurusan dengan Hell Empire...” Slitherio lalu berhenti beberapa meter dari EarthSquare, “Pedang Black Demon Sword merupakan pedang terkutuk yang dibuat oleh Leone, tetapi karena gagal maka pedang itu dihadiahkan kepada sang Black Demon, salah satu dari lima petinggi Hell Empire...”
“Sang Black Demon memberi nama pedang itu dengan panggilan dirinya dan memberi sedikit darahnya pada pedang itu agar pedang itu mampu memiliki kekuatan Demon yang ada di tubuhnya...”
“Untuk gaya seranganmu, kau lebih seperti menekankan pada serangan menghancurkan, sebab itulah aku mampu mengetahui kalau kau amat ingin membunuhku...” Slitherio menghembuskan napasnya.
“Black Demon Sword membutuhkan kematian dari lawan pemiliknya, memungkinkan lawannya yang mati akan mendapat penalty yang lebih...” ujar Slitherio. Ia lalu menatap EarthSquare tajam.
“Biasanya, jika ada senjata seperti itu, jika senjata seperti itu membunuh lawan, lawannya akan mendapat penalty kehilangan level kira-kira sebanyak 5-9 level, itu adalah jumlah yang banyak bagi pemain seperti kita ini...” Slitherio lalu kembali mendekat dan berhenti sekitar dua meter dari tempat EarthSquare berdiri.
“Kau juga akan mendapat EXP dari lawanmu yang mati itu, kenaikan levelnya juga mungkin tidak main-main. Itu hanya akan merugikan lawanmu dan menguntungkan dirimu...”
“Kau boleh saja bangga terhadap statusmu itu, tetapi ingatlah kalau masih ada langit di atas langit, yang artinya ada orang yang levelnya jauh lebih tinggi di atasmu...”
“Jika kau meneruskan niat itu, kau akan mendapat title 'Player Killer' dan kau mungkin akan dimusuhi oleh semua pemain...” Slitherio mendekat dan menarik kembali pedangnya kemudian meletakkannya di sebelah leher EarthSquare, “Ada baiknya kau mati dahulu...” ia lalu menebas EarthSquare.
EarthSquare terlihat terkejut, ia semakin terkejut saat melihat jendela informasi yang muncul setelah ia mati.
[Kau mati oleh pemain dengan title 'Cold Blooded Killer'!
Kau akan kehilangan 10 levelmu sebagai penalty kematian!]
Slitherio menyarungkan pedangnya, “Selesai...”
Vius mendekati Slitherio kemudian bertanya, “Apa tidak apa-apa kalau kau membunuhnya?”
Slitherio menatap Vius, “Tenang saja, aku sudah memberinya pelajaran yang akan membuatnya memikirkan kembali niatnya sebelumnya...”
Di dunia nyata, Indonesia...
“Flame Sword God Slitherio! Aku akan membunuhmu kapanpun kita bertemu lagi!” seru EarthSquare di dunia nyata.
Tetapi nyatanya, ia tetap tidak akan bisa membunuh Slitherio karena Slitherio sudah menjadi abadi atau tidak akan bisa mati ketika mereka bertemu nantinya.
__ADS_1