Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
55. Misi penyelamatan


__ADS_3

Slitherio meletakkan tangannya di bawah dagunya, terlihat di wajahnya kalau dia sangat khawatir akan keadaan Geisha.


“Dia siapanya kau?” FastStone yang tidak tau hubungan diantara keduanya memutuskan bertanya.


“Hanya teman...” Jawab Naze dengan pelan.


“Oh...” Hanya itu yang keluar di mulut FastStone, “Jika ia temanmu, aku punya saran untukmu...”


Slitherio yang mendengar hal itu matanya berubah menjadi cerah, “Benarkah?”


“Benar. Yang kita perlukan hanyalah menyerang langsung Heaven Mansion.” Jawab FastStone ringan. Ia kemudian tersenyum.


Namun senyumnya segera memudar begitu ia merasakan aura tidak enak keluar dari tubuh tiga orang dihadapannya. Slitherio mengeluarkan aura berwarna merah, Atra berwarna perak, dan Whu berwarna hitam kemerahan.


“Apa kau yakin ingin menyerang terang-terangan Heaven Mansion?” tanya Atra dingin, “Apa kau tadi tidak lihat kesulitan Slitherio yang merupakan Top Global nomor satu dalam menghadapi sekelompok Jirah abu-abu itu?”


“Tentu ia kesulitan karena saat itu ia tidak ada persiapan. Yang selanjutnya ingin kukatakan adalah kita akan menyerang Heaven Mansion dengan persiapan penuh.” Ucap FastStone.


“Ucapannya tidaklah salah. Kita harus bersiap. Malam nanti kita akan menyerang Heaven Mansion.” Begitulah ucapan Slitherio sebelum ia membaringkan tubuhnya di rumput-rumput di lapangan luas itu.


***


Matahari bersinar dengan terangnya. Atra, Whu, dan FastStone mencari tempat teduh, tetapi Slitherio masih berbaring di tengah lapangan luas itu. Bahkan dirinya masih tertidur dengan santainya.


“Bagaimana mungkin dirinya bisa bertahan di suhu yang sebegitu panasnya? Bahkan sampai tertidur seolah matahari itu adalah pemanas ruangan.” Tanya FastStone.


“Kau tidak tau tentangnya. Yang pasti, rasnya membuat Slitherio mampu bertahan di bawah sinar matahari yang paling terik sekalipun.” Jelas Atra. Sejujurnya ia juga terkejut karena Slitherio masih mampu bersantai sementara nanti malam mereka akan menyerang salah satu dari keluarga bangsawan terbesar di Midvast.


Whu mengambil tendanya kemudian membawanya di samping Slitherio. Ia membuat tenda kemudian menarik masuk Slitherio ke dalam tenda tersebut.


Cara Whu menarik Slitherio terasa aneh dimata Atra dan FastStone, tetapi Atra tau kalau Whu terpaksa melakukannya.


Saat matahari mulai bergerak ke barat, seseorang datang dengan penampilan seperti Hunter namun membawa sebuah palu berukuran sedang di pinggangnya. Ia juga membawa sebuah tas berukuran sedang.

__ADS_1


“Hai, namaku NightResha. Aku seorang Warsmith dan sedang mencari jalan menuju kota. Apa ada yang tau dimana ada kota terdekat?” pria itu memperkenalkan diri sekaligus mengutarakan permintaannya.


“Kota terdekat berjarak sekitar setengah hari jika kita berlari, namun jika melihat kondisimu mungkin bisa mencapai waktu seharian.” Ujar Atra.


“Ah...” NightResha mengedarkan pandangannya. Pandangannya kemudian jatuh pada Flame Phoenix Sword milik Slitherio yang tertancap di dekat tenda.


“Ini? Flame Phoenix Sword? Senjata langka yang hanya dimiliki oleh Phoenix Gold Kingdom? Sebuah kehormatan jika aku bisa bertemu dengan salah satu jendral tertinggi Phoenix Gold Kingdom.” NightResha yang melihat pedang itu terpana.


“Kau tau nama pedang itu?” tanya Whu yang kebingungan.


“Tentu saja. Flame Phoenix Sword merupakan salah satu dari senjata tempaan penempa legendaris yang tinggal di Phoenix Gold Kingdom. Pedang ini ditempa menggunakan api dari isi perut bumi yang ditempa selama sebulan penuh. Pedang ini telah diwariskan selama Phoenix Gold Kingdom berdiri. Kabar terakhir adalah pedang ini dipegang oleh Zon, jendral tertinggi Phoenix Gold Kingdom dan menghilang. Siapa sangka aku malah bertemu dengan pedang ini disini.” Jelas NightResha panjang lebar.


“Sebenarnya ada lebih dari satu senjata yang ditempa dengan cara yang sama dengan Flame Phoenix Sword. Tetapi seluruh senjata itu menjadi milik Phoenix Gold Kingdom seutuhnya.” NightResha mengakhiri penjelasannya.


“Ada yang membicarakan guruku?” Slitherio keluar dari tenda dengan wajah yang terlihat mengantuk.


“Pedang ini dimiliki oleh gurumu, bukan?” tanya NightResha.


“Kau siapa?” tanya Slitherio sambil menguap.


“Kau... The Great Warsmith NightResha? Ahli taktik yang membantu mempertahankan sebuah kota dari serangan monster mengerikan?” Slitherio merasa senang, ia sudah mendapat jawaban dari kebingungannya saat ini.


“Kau tau aku?” tanya NightResha.


“Tentu saja. Kau masuk daftar Top Global nomor lima puluh dan termasuk ahli taktik terbaik di Remaist Online.” Ujar Slitherio.


“Begini, aku perlua bantuanmu...” Slitherio menceritakan segala hal yang terjadi.


NightResha mendengarkan semuanya dengan tenang. Setelah cerita Slitherio selesai, ia mengutarakan pendapatnya.


“Menurutmu, cara satu-satunya kita menyerang Heaven Mansion ini hanya saat malam hari?” tanya NightResha.


Slitherio mengangguk. NightResha mengangguk saat melihat Slitherio.

__ADS_1


“Aku punya saran terhadap rencana yang masih tidak lengkap ini...” NightResha mengatakan saran yang baru muncul di pikirannya.


“Kita dapat mengirimkan satu orang yang memiliki kecepatan paling tinggi disini untuk menguping beberapa pembicaraan sederhana penjaga. Nah, siapa yang memiliki kecepatan paling tinggi di kelompok ini?” NightResha mengatakan rencananya.


Semua orang menunjuk Slitherio. Memang, diantara mereka hanya Slitherio yang dapat menggabungkan skill Flynya dan Wind Stepnya.


NightResha mengangguk. Ia kemudian melanjutkan, “Kita juga membutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan memanah paling tinggi disini.”


Nazelah yang sekarang ditunjuk. Naze yang memiliki job Hunter dapat memakai pedang dan juga busur.


NightResha melanjutkan, “Kita memerlukan dua orang yang akan maju menghancurkan pertahanan lawan dengan kekuatan maksimal. Mungkin lebih juga bisa.”


Whu, Atra, dan FastStone yang tersisa. Ketiganya mengajukan diri dan keduanya diterima. 


“Dan seluruh rencana itu bisa kita mulai sekarang.” Ujar NightResha ringan.


Keenam orang itu duduk ditemani minuman sederhana yang disebut minuman ringan oleh Naze. Minuman ini disebut Slow Tea. Minuman ini dapat memberikan efek pelan saat meminumnya, tetapi dapat memberikan efek cepat setelah setengah jam berlalu. Ini penting bagi Slitherio karena ia akan masuk menyusup ke Heaven Mansion.


Setengah jam berlalu. Rencana akan dimulai. NightResha mengajukan diri untuk ikut bersama Atra, Whu, dan FastStone.


Ketiganya pergi bersamaan dengan Slitherio yang terbang dengan cepat. Sekelebatan bayangan terlihat di mata kelimanya.


Matahari perlahan menghilang di barat saat Slitherio sudah sampai di atas gerbang masuk Heaven Mansion. Berkat Skill Wind Stepnya yang sudah mencapai Advance saat ini, Slitherio dapat melompat-lompat tanpa menimbulkan suara sedikitpun.


Dari jauh, Slitherio bisa melihat Naze yang bersembunyi di rimbunnya daun-daun pohon. Naze telah bersiap untuk memanah.


Slitherio memberikan isyarat untuk memanah beberapa orang dibawahnya. Naze memahami maksud isyarat Slitherio kemudian menembak dua anak panah untuk membunuh penjaga yang berjaga di bawah Slitherio.


Slitherio bergerak maju, diikuti oleh Whu yang membuat lima clon dirinya, Atra yang berubah menjadi serigala, FastStone yang maju memakai pedang dan perisainya yang menjadi tameng untuk melindungi Whu bersama Atra, dan NightResha yang memberikan beberapa saran untuk penyerangan terbukanya. Sesekali NightResha juga ikut menyerang dengan palunya.


Naze melompat turun dan ikut menyerang bersama keempatnya. Ia memakai pedangnya dan maju menyerang dibelakang FastStone yang bertindak sebagai Defender.


Dalam penyeranagn seperti ini, sangat penting untuk memiliki tiga jenis pemain. Defender yang bertugas untuk melindungi teman-temannya, Attacker yang memberikan serangan di belakang Defender, dan Supporter yang memberikan beberapa bantuan kecil untuk Defender dan Attacker.

__ADS_1


Ketiganya penting untuk keberhasilan suatu misi. Saat ini, FastStone berada di posisi Defender yang melindungi teman-temannya. Atra, Whu, dan Naze berperan sebagai Attacker yang memberikan tambahan serangan dari belakang Defender. Dan terakhir NightResha yang menjadi Supporter. 


Slitherio terus melompati penjaga dan sesekali menghabisinya. Hal ini terasa mudah sampai ada seruan yang mengacaukan segalanya.


__ADS_2