Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
224. Pertempuran Heaven Empire


__ADS_3

Situasi dunia nyata ataupun lima benua kini sedang heboh disebabkan karena sebuah pesan dari Ketua Guild Thiefer sekaligus seorang Dewa Bergelar, yaitu Mad God Alex.


Isi pesan itu meminta pada seluruh guild One-Star ke bawah dan ke atas untuk mengirim sebagian anggota mereka ke lokasi yang Sean tentukan.


Sebuah foto lalu muncul setelah beberapa detik berlalu sejak pesan itu terkirim dan isi dari foto itu cukup membuat gempar seluruh dunia.


“Apa-apaan ini?!”


“Berapa jumlah pasukan besar itu?!”


Ya, foto itu adalah penampilan dari pasukan Hell Empire yang menyerang Heaven Empire hari itu. Beberapa orang langsung menghubungi anggota mereka untuk bersiap dan sebagian lagi memilih mengonfirmasikan hal itu pada Alex dan Gorzsha. Gorzsha adalah orang yang mengirim foto itu karena dikirimi oleh Slitherio.


Slitherio akhirnya setuju dengan rencana Sean dan memanggil seluruh anggota guildnya serta meminta mereka pergi menuju Benua Northev dan bertemu dengan sang Dragon Sword God JadeRed. 


Para pemain yang akan pergi membantu akan berkumpul di Benua Northev dahulu barulah pergi bersama-sama dengan Teleport menuju tempat Slitherio dan yang lainnya menunggu. JadeRed sendiri sudah diberitahu lokasi Slitherio dan yang lainnya oleh Sean.


Karena lokasinya ada di atas awan, bisa saja kalau Heaven Empire tidak bisa ditemukan kalau pergi sendiri-sendiri.


Saat semua pemain lain sedang menyiapkan bantuan, di Heaven Empire sudah berlalu beberapa menit sejak Slitherio, Sean, dan Carey menyebarkan hal kabar serangan itu.


***


Slitherio mengepalkan tangannya, “Baik, saranmu akan kuterima. Jika ada sesuatu di Midvast dan empat benua lain, kuharap hal itu takkan mengganggu pertempuran ini...”


Sebuah pesan lalu masuk dan Slitherio menerimanya. Ia lalu membacanya dan berkata pada Sean, “Kita sekarang berpencar. Laksanakan rencana tadi, aku akan menghabisi lawan sebanyak yang aku bisa sambil mencari keberadaan Benario. Kau juga lakukan hal yang akan kulakukan sambil kau mencari para pemimpin pasukan besar ini. Kalau kau bisa membunuh mereka, langsung bunuh.” Ujar Slitherio sebelum melesat maju.


Sean menarik Gold Dragon Swordnya dan melesat ke kanan. Pasukan lawan sudah menyerang maju dengan sekitar lebih dari 15 orang pemimpin pasukan lawan, termasuk Benario.


15 pemimpin pasukan ini memilih diam di belakang sambil menunggu pasukan penjaga berhasil dikalahkan. 

__ADS_1


Dari kejauhan saja Slitherio bisa menebak kalau pasukan penjaga perlahan dikalahkan. Siapa yang tidak tahu nasib dari 50 prajurit yang dikeroyok lebih dari 100.000 orang prajurit?


Rata-rata, level dari prajurit Heaven Empire sekitar level 300 ke atas, sedangkan para prajurit penyerang sekitar level 250 ke atas. Secara level, pasukan Heaven Empire jelas diuntungkan, tetapi secara jumlah jelas pasukan lawan jauh lebih besar.


Slitherio yang memperhatikan pertempuran itu mengerutkan dahinya, “Apa-apaan jumlah itu?!”


Ujung dari pasukan itu tak terlihat, Slitherio ragu kalau jumlah itu sebanyak 500.000 orang. Slitherio melepaskan Heaven’s Vision dan memeriksa seluruh dunia.


Slitherio membelalakkan matanya, “Bagaimana mungkin?! Ini sih bukan 500.000, tetapi hampir 1 juta!”


Slitherio melesat maju dan membantu pasukan penjaga sambil sekali lagi melepaskan Light of Help. Tanda kedua ini ia isyaratkan menjadi permintaan bantuan.


Dari kejauhan, yang melihat isyarat itu adalah Vius, Lore, Whu, dan Riana. Mereka tanpa ragu langsung melesat menuju tempat Slitherio saat ini. Perintah berpencar sudah mereka lupakan karena tak ada gunanya berpencar kalau pasukan lawan saja masih berkumpul di gerbang masuk.


“Bodoh! Kenapa kalian kemari?! Bukankah aku meminta kalian berpencar?!” Slitherio langsung memarahi mereka yang datang padanya.


“Kau mengatakan aku bodoh setelah kau memeriksa jumlah pasukan itu?!” Whu menunjuk Slitherio, “Takkan ada gunanya kita berpencar sekarang! Yang pertama harus kita lakukan adalah menyatukan seluruh pasukan Heaven Empire dan pemain bantuan.”


“Bisa jadi itu adalah pasukan bantuan. Kita harus maju!” seru Slitherio sebelum melesat menerjang pasukan lawan.


Slitherio menarik Heaven Flame Sword dan Flame Phoenix Sword bersamaan lalu melesat menuju pasukan lawan.


Disebabkan karena jumlah mereka yang banyak membuat serangan Slitherio bisa menghabisi belasan prajurit hanya dengan dua kali tebasan.


“Kami bukanlah kami yang dulu bisa kalian bantai seenaknya saja!” seru Sean sebelum melesat menaiki Geon. Ia lalu menyerang dari atas naganya itu.


FastStone menarik ketujuh pedangnya dan melempar enam pedangnya. Satu pedang lagi ia pakai untuk bertarung dengan tangannya sendiri.


Dengan turunnya tiga dewa membuat pertempuran dikuasai oleh Heaven Empire untuk sementara. Tetapi dari segi jumlah jelas pasukan lawan jauh lebih unggul.

__ADS_1


Tetapi, siapa yang tidak bisa menebak akhir dari pertempuran ini kalau ada 3 pemain yang berlevel 900 turun bertempur yang dikeroyok oleh ribuan prajurit level 300? Tentu saja 3 pemain ini yang akan menang.


Li sendiri memainkan serulingnya di atas Night bersama dengan Rifa yang terus menggambar berbagai macam hewan lalu mewujudkannya menjadi nyata.


Hewan-hewan yang diciptakan oleh Rifa membantu Slitherio, Sean, dan FastStone dalam bertarung. 


Riana sendiri juga ikut bertarung dengan kipas besinya yang kini bertingkat Myhtic dengan nama Yin Yang Fan. Kipas ini bisa melepaskan gelombang berwarna hitam putih secara bersamaan dan membuat prajurit lawan mengalami efek Slow.


Di saat para dewa sedang bertempur, para pemimpin lawan sedang berdiskusi tentang lawan mereka.


***


“Jubah merah itu, serahkan dia padaku...” Leone meregangkan jari telunjuknya dengan jempolnya sambil menyeringai.


“Takkan kubiarkan Pedang Api kembali membunuhku seperti enam tahun lalu...” Visidha mengepalkan tangannya, ia masih menyimpan dendam yang dalam pada Slitherio. 


Bukan hanya Visidha, tetapi Seven Deadly Sins dan tujuh jendral Hell Empire masih menyimpan dendam pada Slitherio, FastStone, dan Asheuin.


“Si pedang hijau itu tidak ada...” Sueta menatap beberapa orang yang terlihat menunggu giliran bertarung di pihak lawan mereka. Pedang hijau yang dimaksudnya adalah Asheuin, sang Great Dragon Knight.


“Mungkin ia tidak ikut turun bertarung...” Deviasy mengelus dagunya, “Jangan-jangan...”


“Jangan pernah mengatakan kalau yang ada di Heaven Empire adalah sebagian kecil dari seluruh orang yang membunuh kita dulu?” tanya Deviasy sambil menatap Benario.


“Bagaimana kalau ada pasukan bantuan datang?” tanya Bagune.


“Pasukan kita sudah sebanyak 2.000.000 prajurit, mustahil bagi mereka untuk bisa lolos...” Vuxy menggelengkan kepalanya, menolak pendapat Bagune. Jumlah ini adalah jumlah seluruh pasukan gabungan Hell Empire dari Benua Midvast, Northev, dan Westerie.


“Itu benar, kita sudah mengepung seluruh Heaven Empire dari segala penjuru. Takkan ada bantuan yang datang kemari...” ujar Benario, “Kalau ada bantuan, mereka harus menghadapi pasukan besar kita dahulu barulah bisa membantu...”

__ADS_1


Tak lama setelah Benario berkata demikian, seorang prajurit datang lalu memberi hormatnya.


“Lapor Yang Mulia, sebuah pasukan besar datang dari arah Utara dan membantai prajurit kita dengan mudahnya!”


__ADS_2