Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
21. Great Dragon Knight Asheuin


__ADS_3

Asheuin dilahirkan dan dibesarkan di sebuah desa kecil di Midvast Utara. Asheuin merupakan anak dari sepasang petani yang sehari-harinya hidup bersama teman-temannya.


Teman-temannya adalah orang-orang yang sangat baik menurut Asheuin. Ia tinggal disana sampai saat ia berumur 14 tahun desa tempat ia tinggal diserang oleh sekelompok monster yang tidak ia ketahui jenisnya.


Ia dan teman-temannya selamat karena saat itu ia sedang asyik bermain di tepi sungai dekat desanya. Ketika mereka pulang, pemandangan desanya yang hancur adalah yang pertama Asheuin dan teman-temannya lihat.


Kelima temannya menemukan orang tua mereka tewas dengan luka cakarn yang sangat lebar di dadanya yang mungkin dibuat oleh sekelompok monster itu.


Seorang ksatria yang terlihat berdiri mematung setelah menghabisi monster itu akhirnya tidak tega melihat penderitaan enam anak kecil yang kehilangan semangat hidup dan mengajaknya untuk kembali ke kerajaannya.


Dengan berat hati, akhirnya mereka meninggalkan desa dengan sejuta kenangan manis yang akan selalu ada di ingatan mereka semua.


Mereka kembali ibukota kerajaan setelah mengkremasi para penduduk tidak bersalah itu dengan terhormat.


Sesampainya di ibukota, ksatria tersebut mengarahkan mereka agar masuk ke akademi militer dan berusaha agar memiliki kekuatan yang besar.


Belakangan mereka ketahui, tempat mereka mengabdi dan mempertaruhkan nyawa demi kerajaan itu bernama Jade Dragon Kingdom sebagai salah satu dari beberapa kerajaan besar, seperti Phoenix Gold Kingdom, BloodThirsty Kingdom, Orcene Kingdom, Abyss Kingdom, dan sebagainya.


Mereka akhirnya berlatih sekuat tenaga mereka, menjadi lebih kuat agar bisa membalaskan dendam mereka karena menghancurkan desa mereka.


15 tahun berlalu, akhirnya mereka berenam berhasil menjadi General dan menjadi yang tertinggi pangkatnya dibanding yang lain.


Seiring kabar itu beredar, muncullah keinginan dari luar untuk menghancurkan kerajaan tersebut.


Kejadian saling serang seperti ini sudah biasa di kalangan kerajaan, tetapi masalahnya besarnya pasukan penyerang Green Dragon Kingdom melebihi besarnya pasukan penyerang Phoenix Gold Kingdom dahulu.


Dengan gigih mempertaruhkan nyawa serta raga, sepuluh jendral tertinggi Green Dragon Kingdom memimpin pasukan untuk memukul mundur pasukan aliansi kerajaan tersebut meski harga yang harus dibayar sangat besar.


4 jendral tertinggi gugur dengan berani serta tak terhitung ratusan prajurit yang gugur membela kerajaan tersebut.

__ADS_1


Meskipun berhasil mencapai kemenangan, tak ada kebahagiaan ataupun kegembiraan menyelimuti Green Dragon Kingdom.


Asheuin bersama kelima temannya memilih berkelana bersama untuk melupakan kehilangan yang sangat besar selama mereka berjalan di atas bumi.


Saat mereka berkelana, tersiarlah kabar bahwa Green Dragon Kingdom kembali diserang berselang waktu hampir setahun sejak serangan terakhir dilancarkan.


Dengan cepat mereka kembali melesat menuju kerajaannya dan berniat membantai para penyerang tersebut. Namun terlambat, kerajaan mereka akhirnya runtuh di tangan Blue Sky Kingdom, White Sun Kingdom, dan Blood Moon Kingdom.


Dengan amarah, Sen yang merupakan salah satu teman Asheuin berniat menyerang salh satu dari ketiga kerajaan itu yang menghancurkan kerajaannya.


Adhie yang juga salah satu dari teman Asheuin juga mendukung aksi penyerangan tersebut. Dengan terpaksa, Asheuin menyanggupi permintaan dua temannya itu.


Asheuin, Sen, Adhie, Dee, Zeo, dan Bhiosa menyusup malam-malam untuk menyerang Blue Sky Kingdom yang kebetulan merupakan saat-saat lemah para pasukannya.


Dengan cepat, mereka berenam menghabisi seluruh pasukan Blue Sky Kingdom bahkan juga para jendral yang sedang tertidur.


Dengan begitu, salh satu dari ketiga kerajaan yang menyerang Green Dragon Kingdom lenyap tak tersisa dari muka bumi.


Dalam waktu singkat, keenamnya mendapat julukan baru. Yaitu '6 Pendekar Naga Hijau' mengingat seluruh perlengkapan yang mereka pakai berwarna hijau gelap dan berukiran naga melingkar.


Setelah selesai membalaskan dendam, ada perasaan yang asing menusuk hati Asheuin sebagai orang yang paling banya membunuh di dalam penyerangan diam-diam ini.


Apa gunanya aku melakukan ini semua?, Batin Asheuin dengan mata kosong.


Teman-temannya yang lain merasakan hal yang sama. Mereka menyadari, tidak ada manusia yang akan hidup kembali setelah dendamnya selesai.


Dengan penyesalan, mereka akhirnya pergi terus ke barat dan akhirnya sampai di sebuah tempat yang bernama Altar of King.


Disanalah, mereka merenungkan seluruh kesalahan yang telah mereka perbuat. 

__ADS_1


Tahun demi tahun berlalu, satu persatu teman yang setia menemani Asheuin akhirnya meninggal. Dengan segala penghormatan terakhir, Asheuin memakamkan kelima temannya dengan hormat di tempat itu.


Berselang waktu 8 tahun setelah ia pindah ke Altar of King, ia mulai merasa kesepian. Dengan sepi, ia berbicara.


Satu-satunya peninggalan yang ditinggalkan teman-temannya adalah beberapa buku dan lima buah cincin yang ia sendiri tidak tau fungsinya.


Ditemani sepi juga, ia mulai mengukir sebuah batu yang nantinya akan orang kenang sebagai Prasasti Naga Kesepian.


29 tahun kemudian, ia mencuri sebuah kotak yang ia ketahui dapat membuat dirinya sangat kuat. Ia melindunginya dengan sangat ketat seakan takut kehilangan lagi.


Hari ini, ia merasakan kehadiran empat orang sedang memantau tempat yang ia sebut dengan rumah.


“Apa sudah akhir ya?” Asheuin tersenyum namun dalam senyumnya tidak ada rasa senang maupun sedih, yang ada hanya kekosongan.


***


Slitherio, Atra, Whu, dan Selena sedang duduk menikmati sebotol teh dari Whu sambil menatap Altar of King.


“Menurut kalian apa isi tempat ini?” tanya Atra memecah kesunyian yang tercipta.


“Entahlah, mungkin makam seorang raja...” jawab Slitherio asal-asalan.


“Harta berharga mungkin...” sahut Whu asal-asalan juga.


Hanya Selena yang diam mendengarkan. Sejujurnya ia merasa jika salah berkata pasti akan membuat tiga orang ini akan menjauhinya. Yang terjadi malh sebaliknya.


“Kami mengharapkan bantuanmu, Selena...” Slitherio yang sudah selesai minum teh mengulurkan tangannya, mengajak kerja sama.


Selena menumpuk tangannya diatas tangan Slitherio diikuti oleh Whu dan terakhir Atra.

__ADS_1


“Plak!” Atra menepuk tangan Whu sedikit keras. Whu meringis sambil menatap tangannya yang sedikit memerah.


Slitherio tersenyum dan mengajak mereka memasuki tempat itu.


__ADS_2