Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
75. Mencari penguasa Phoenix Gold Kingdom II


__ADS_3

Guldy tidak menyangka bahwa lawannya saat ini memiliki kecepatan yang tinggi dan kekuatan serang yang luar biasa, tetapi ia harus melawannya untuk memastikan bahwa orang yang menjadi lawannya saat ini benar adalah muridnya Zon.


Slitherio melesat turun kebawah dan terlihatlah celah yang tidak dilindungi oleh apapun kecuali jirahnya. Guldy memanfaatkan kesempatan ini dan menunggu Slitherio turun kebawah.


Saat Slitherio turun kebawah dan nyaris saja menyentuh tanah, Guldy memukul pinggang kiri Slitherio dan mementalkan Slitherio sampai menabrak tembok di belakangnya.


Di sisi lain, Slitherio yang menerima pukulan itu terkejut bukan main karena ia dipukul. Yang lebih hebatnya lagi, Guldy membatalkan skill yang sedang Slitherio lancarkan.


“Jangan lupa kalau aku adalah Jendral Tertinggi Phoenix Gold Kingdom. Aku tidak mudah untuk dikalahkan...” ujar Guldy kemudian meletakkan pedangnya di punggungnya, “Berlututlah, Yang Mulia Chizui akan tiba disini...”


Mereka bertarung saat malam-malam dan setiap serangan mereka mengandung kekuatan api yang besar. Cahaya dari serangan api itu bahkan menerangi seisi istana, mungkin saja Guldy mengajak Slitherio bertarung untuk memanggil Yang Mulia Chizui.


Slitherio masih kebingungan saat menghadapi situasi di depannya saat seorang pria paruh baya yang terlihat berusia lima puluh tahun datang ke lapangan itu.


“Salam Yang Mulia...” Guldy dan beberapa orang yang ada disana memberi hormat pada pria itu. Pria itu mengangguk kemudian menatap Slitherio dengan tenang.


“Yang Mulia...” Guldy berniat menjelaskan semuanya, tetapi pria itu meminta Guldy untuk diam.


Geisha berjalan mendekati Slitherio dan membantu Slitherio bangun. Setelah bangun, Slitherio berdiri dengan tegap, begitu juga dengan Geisha.


“Hmm, kau memiliki jubah, jirah, dan pedang yang mirip dengan milik Zon. Apa kau mungkin adalah penerus Zon?” tanya pria itu.


Slitherio melihat kalau pria di hadapannya saat ini adalah Chizui, pria yang membantu Zon dalam menggapai impiannya menjadi jendral Phoenix Gold Kingdom.


Slitherio kemudian menjawab sambil menundukkan sedikit tubuhnya, “Benar, Yang Mulia...”


Chizui tersenyum saat melihat Slitherio. Seketika, Chizui teringat dengan temannya yang sangat baik padanya, ia adalah Zon.


“Kau juga memiliki sifat baik dan ramah dari Zon, aku suka dengan hal itu...” Chizui kemudian berbalik dan berkata, “Ikut aku. Guldy, kau juga...”


Chizui kemudian berjalan meninggalkan Slitherio yang menarik tangan Geisha memintanya untuk ikut. Guldy berniat membiarkan Geisha untuk diam di lapangan itu dan menunggu Slitherio, tetapi suara Chizui membatalkan niat Guldy.


“Perempuan itu, biarkan ia ikut.”


Guldy mengangguk kemudian berjalan mengikuti Chizui dan diikuti Slitherio bersama Geisha. 


Chizui berjalan di depan dan menuntun Guldy, Slitherio, dan Geisha menuju sebuah ruangan yang terlihat mirip sebuah aula.


“Nah, jika kita disini maka tidak akan ada yang tau apa yang kita bicarakan...” Chizui berhenti kemudian menatap ketiganya.


“Begini...” ucapan Slitherio dipotong oleh Chizui.


“Tujuanmu kesini selain membuktikan dirimu murid Zon, pasti ada yang ingin kau bicarakan seputar sejarah kerajaan ini yang menurutmu tidak beres, benar begitu?” tanya Chizui.

__ADS_1


“B-bagaimana anda bisa tau?” Slitherio bertanya dengan nada terkejut.


“Tentu saja, hal itu terlihat dari sikapmu yang tergesa-gesa, merasa harus membicarakan sesuatu yang penting denganku.” Jawab Chizui dengan tenang.


“Itu...” Slitherio kemudian menjelaskan tentang masalah antara BloodThirsty Kingdom dan Phoenix Gold Kingdom yang didengarnya dari Atra.


“Tentang ini, aku lebih menyarankan agar temanmu sendiri yang mengatakannya.” Ujar Chizui setelah Slitherio selesai menjelaskan.


Geisha mengajukan diri untuk mencari Atra, “Dimana dia?” tanya Geisha.


“Dia di restoran yang ada di penginapan kita.” 


Chizui kemudian memberikan sebuah medali yang bisa digunakan untuk menunjukkan bahwa Geisha adalah tamunya. 


Setelah Geisha pergi, barulah Chizui menghela napas panjang. Ia kemudian bertanya, “Apa kau benar muridnya Zon?”


Slitherio menjawabnya dengan melepaskan jubahnya dan memperlihatkan jirah dan Flame Phoenix Sword. 


“Lalu, apa kau juga membawa buku teknik yang dimiliki Zon?” tanya Chizui lagi.


Slitherio mengangguk kemudian mengeluarkan buku yang berjudul 'Flame Warmage Technique' dan 'Flame Sword Technique'. Ia kemudian memberikannya pada Chizui.


“I-ini benar milik Zon.” Chizui menerima buku itu dengan gemetar kemudian melihatnya sekilas, “Sudah berlalu puluhan tahun dan Zon masih menyimpan buku ini dengan rapi.”


Chizui kemudian mengembalikan buku itu kemudian berkata, “Aku meminta maaf padamu karena kejadian yang tadi.”


“Oh, jangan menunduk begitu...” Slitherio maju dan mengangkat tubuh Guldy, “Aku sudah memaafkanmu...”


“Sifatmu yang ini sangat berbeda dengan Zon...” Chizui kemudian bercerita tentang masa lalu Zon yang bisa Slitherio katakan kurang lebih mirip dengan yang diceritakan Zon.


“Satu sifatnya yang buruk adalah, ia tidak akan memaafkan siapapun yang berani mengusiknya sampai membuatnya kesal.” Chizui mengakhiri ceritanya dengan tertawa kecil.


“Salam...” Atra datang bersama Whu dan Geisha kemudian ketiganya memberi hormat pada Chizui.


“Kau bukanlah ras kami tetapi kau masih mempertahankan sikapmu.” Chizui menoleh pada Atra dan Whu kemudian tersenyum.


“Itu, begini. Yang Mulia Bhesia mengajukan permintaan perdamaian pada anda.” Atra membungkuk sejenak kemudian mengutarakan tujuannya kemari.


“Bhesia? Apa raja BloodThirsty Kingdom berganti lagi?” tanya Chizui.


“Benar.” Atra menarik napasnya, kemudian berkata, “Beliau juga mengatakan alasan kenapa saat itu kerajaan kami menyerang kerajaan anda...” Atra kemudian menceritakan percakapannya dengan Bhesia waktu itu.


“Satu jendral berkhianat?” gumam Chizui sambil mengelus jenggotnya yang berwarna merah keputihan dan sedikit panjang.

__ADS_1


“Benar.”


“Dan juga, Yang Mulia Bhesia mengajukan permintaan aliansi pada anda untuk mempertahankan benua ini. Hal yang lebih jelas bisa ditanyakan pada Slitherio.” Atra mengakhiri kata-katanya.


Slitherio berdeham kemudian menceritakan sedikit tentang percakapan rahasianya dengan FolkChase. 


“Hell... Empire bangkit?” tanya Guldy dengan wajah ketakutan.


“Benar, dan guru Zon sempat bertarung dengan salah satu bawahannya Hell Empire dan lawannya guru Zon saat itu tewas di tangan kami bertiga.” Slitherio kemudian mengakhiri percakapannya dengan menambahkan cerita saat Zon bertarung dengan Wagata.


“Begitukah?” tanya Chizui dan Guldy bersamaan.


“Ya.”


Chizui terlihat berpikir dengan kerasnya, sedangkan Guldy menatap tajam Atra. Atra yang ditatap merasa sedikit gemetar saat melihat Guldy.


“Kita lupakan dendam masa lalu, yang penting adalah bagaimana kita mengatasi bahaya di depan.” Seolah mengetahui Guldy yang menatap tajam Atra, Chizui mengatakan pemikirannya.


Pemikirannya adalah, Phoenix Gold Kingdom menerima permintaan perdamaian dari BloodThirsty Kingdom dan meminta BloodThirsty Kingdom bertemu di titik pertemuan yang akan ditentukan oleh Chizui sendiri.


“Tapi...” Guldy berniat membantahnya, tetapi Chizui memintanya diam.


“Baiklah, saran anda akan saya terima dan akan saya ucapkan pada Yang Mulia Bhesia.” Ujar Atra kemudian membungkuk.


“Dan satu lagi...” Chizui mengeluarkan satu buku, “Buku ini adalah satu teknik yang diturunkan turun temurun dan hanya diberikan pada Jendral Tertinggi yang diangkat oleh raja. Aku memberikannya padamu karena aku mempercayai kekuatanmu.”


“Light of Help...” Slitherio menerima buku itu kemudian membaca judul buku itu.


“Buku itu dapat dipakai untuk memanggil sejumlah prajurit yang menurutku kuat dan mengirimnya ke tempat dirimu berada.” Jelas Chizui.


“Terima kasih.” Ujar Slitherio sambil menundukkan kepalanya.


“Sekarang sudah malam, bagaimana kalau kau menginap di istana saja? Aku akan meminta pelayanmu untuk menyiapkan kamar untuk kalian semua.” Chizui berniat memanggil seorang pelayan, tetapi Slitherio mencegatnya.


“Terima kasih atas tawarannya, tetapi saya telah menyewa sebuah kamar di kota dan teman saya sudah menunggu disana.” Ujar Slitherio.


“Begitu...” Chizui tersenyum tipis.


“Baiklah, sampai jumpa...” Slitherio berbalik dengan cepat kemudian menarik tangan Geisha, Atra, dan Whu bersamaan.


“Aih, apa mungkin ia tidak ingin mendapat masalah lagi?” gumam Chizui setelah Slitherio berlari sangat jauh dan tidak terlihat lagi.


Guldy mengangguk kemudian berkata, “Entahlah, tetapi siapa yang akan mewakili Phoenix Gold Kingdom untuk menyetujui permintaan perdamaian dari BloodThirsty Kingdom?”

__ADS_1


“Tentu saja kau...” Chizui menjawab pertanyaan Guldy sambil tertawa kecil.


“A-apa?!”


__ADS_2