Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
56. Misi penyelamatan II


__ADS_3

Kelimanya terus maju menyerang, sampai sebuah seruan mengacaukan semuanya.


“Penyusup!”


Slitherio yang berada di atas sebuah bangunan langsung mencari sumber suara tersebut. Seorang Soul Knight berdiri di atas atap bangunan yang sama dengan tempat Slitherio berdiri.


Slitherio melesat dan membunuh Soul Knight itu yang masih tidak percaya tindakannya tadi bisa merenggut nyawanya. Slitherio melesat dan akhirnya sampai di bangunan utama yang berbentuk sangat besar.


Slitherio menggunakan Wind Stepnya dan melompat tinggi ke atas atap bangunan besar itu. Butuh berkali-kali Slitherio melompat barulah ia sampai di puncak bangunan itu.


Dari atas bangunan itu, Slitherio dapat melihat keseluruhan situasi yang terjadi di bawahnya. Kawan-kawannya terlihat kesulitan dalam menghadapi serangan balik yang diberikan pasukan penjaga Heaven Mansion.


Dengan bantuan FastStone yang menjadi Defender sekalipun tidak bisa membuat kelimanya dapat menghadapi situasi di depannya.


Slitherio berniat membantunya, tetapi kini posisinya berada di atas bangunan. Ia masih dapat melompat turun, tetapi ia berpikir apakah dirinya dapat mendarat dengan aman atau tidak.


Sebuah ingatan muncul di pikirannya, saat pertempuran di perbatasan dirinya pernah menghadapi situasi seperti ini. Ia kemudian memutuskan akan melompat saja, dibanding melihat temannya yang dikepung dari berbagai arah.


Meskipun kelimanya masuk daftar Top Global, tetapi pengalaman mereka bertarung tidaklah sedalam Slitherio, Whu, dan Atra yang pernah ikut pertempuran besar sebelumnya. Situasi saat ini kurang lebih sama seperti saat itu.


Sebelum melompat, ia mengundang FastStone, NightResha, dan Naze untuk ikut dalam partynya sebelumnya. Untung saja party itu masih ada karena ia belum membubarkannya.


Ketiganya langsung menerimanya dan Slitherio bisa melihat kondisi ketiganya. HP FastStone bisa dibilang berada pada angka 48%. Jelas kondisinya yang paling parah jika melihat HP temannya yang masih berada diatas angka 50%.


Slitherio melompat dan mengarahkan telapak tangannya ke tanah, ia akan mengeluarkan skillnya. Sambil bergumam, ia melesat turun ke bawah, “Flame Warmage Technique: Stream of Fire...”


Ketika telapak tangan Slitherio menyentuh tanah, tanah di sekitarnya terlempar tinggi. Menyembunyikan Slitherio yang masih mengarahkan telapak tangannya ke tanah. 


Dengan cepat, Mana Slitherio mulai berkurang dengan cepat. Skill Stream of Fire ini menghabiskan 10 Mana untuk setiap satu orang yang akan dijebak. Semakin banyak orangnya, semakin banyak juga Mana yang dihabiskan.


Saat Mana Slitherio mulai berkurang, Slitherio langsung berseru, “Serang mereka! Aku tidak bisa menahannya lebih lama!”


Semakin banyak orang yang dijebak, semakin banyak juga Mana yang dihabiskan. Masalahnya, 10 Mana itu hanya dapat dipakai selama kurang lebih lima menit per orang. Jika manusianya saja sebanyak ini, seluruh Mana mereka yang digabungkan sekalipun akan sulit digunakan untuk menjebak orang sebegini banyaknya. 


Namun pencipta skill ini seolah sudah memiliki jalan keluarnya sendiri. Ia juga ikut membuat beberapa set yang dikenal dengan nama Phoenix Set.


Slitherio tidak mengetahuinya sehingga ia tidak memakai set tersebut saat ini. Setelah lima menit berlalu, sebagian besar dari Soul Knight yang dijebak oleh Slitherio berhasil dibunuh oleh teman-temannya.

__ADS_1


Ia kemudian melepaskan telapak tangannya dari tanah dan melesat naik lagi ke atas, ke tempat tadi ia berdiri. Disana ia memulihkan beberapa Mananya yang hilang dengan memakai Gold Flame Armour yang bisa dibilang tidak pernah ia pakai semenjak pertempuran di perbatasan waktu itu.


Dengan Gold Flame Armour, Flame Phoenix Gauntlet, dan Phoenix Feather Boots, Mana Slitherio bertambah dengan cepat. Ia tidak menunggu lama. Ia menoleh ke bawah dan melihat teman-temannya sudah tidak kesulitan lagi, bahkan terus maju menyerang. Kini FastStone tidak lagi menjadi Defender saja, ia merangkap tugasnya menjadi Attacker juga. 


Slitherio tersenyum melihat itu. Ia melompat turun dan sampai di salah satu balkon. Ia menoleh ke dalam sejenak sebelum masuk dengan perlahan.


“Aman...” gumamnya pelan.


Slitherio berjalan dan akhirnya ia melihat sebuah peta, peta yang sangat lebar. Kemungkinan besar adalah peta keseluruhan Heaven Mansion. Slitherio mempelajarinya.


Menurut peta itu, bangunan tempatnya kini berada merupakan bangunan utama yang merupakan tempat tinggal dari kepala keluarga HeavenSoul. Dan ruangan yang kini ditempatinya merupakan ruang kerja dari kepala keluarga HeavenSoul.


Ada beberapa bangunan yang disebut disana bernama kamar pelayan. Dapur sendiri berada di belakang bangunan utama. 


Di peta itu juga memperlihatkan beberapa bangunan bawah tanah, yang Slitherio duga adalah penjara bawah tanah.


Luas Heaven Mansion sendiri sangatlah luas, bahkan Heaven Mansion sampai memiliki ladangnya sendiri di belakang kamar pelayannya. 


Saat Slitherio sedang asyik mempelajari peta itu, suara pembicaraan dua orang terdengar di telinga Slitherio. Slitherio mengambil peta itu kemudian menyimpannya, ia berniat menghancurkan Heaven Mansion.


Slitherio berjalan perlahan menuju dekat pintu masuk dan mendengarkan.


“Taulah, karena aku tadi diminta untuk memberikan makanan untuk wanita itu...”


“Aku bingung, kenapa Tuan Johan meminta kita memburu manusia api yang bernama Slitherio ini? Seingatku dia tidak pernah merusuh di tempat ini, bukan?”


“Bukan karena itu. Aku pernah curi dengar, kalau Slitherio ini terlibat masalah dengan orang yang memiliki kekuasaan lebih tinggi dari Yang Mulia Zaburo...”


Masalah? pikir Slitherio. Ia tidak ingat pernah mencari masalah dengan orang-orang, kecuali dengan Orcene Kingdom.


Secara tidak sengaja ia membuat masalah dengan Orcene Kingdom dengan membunuh jendral tertingginya, Wagata. Ia tidak tau kalau bukan itu alasan utama dirinya diburu.


“Aku curi dengar juga dari Tuan Johan sendiri kalau kepala keluarga Lavenia juga ikut campur dalam perburuan manusia api ini...”


“Masalahnya adalah, kenapa Tuan Johan mau bekerja sama dengan orang yang memiliki kekuasaan lebih tinggi Yang Mulia Zaburo? Apa mungkin...”


Ucapan itu tidak terdengar lagi lanjutannya karena yang berbicara sudah membuka pintu dan melihat Slitherio.

__ADS_1


“Ada...” orang itu berniat berteriak, tetapi Slitherio memilih menghabisinya agar orang-orang tidak menyadari keberadaanya. Cukup Atra, Whu, Naze, FastStone, dan NightResha saja yang menjadi umpan agar seluruh penjaga Heaven Mansion tidak berada di tempatnya.


Slitherio meninggalkan orang itu yang sudah tewas dengan luka tusukan lebar di perutnya menuju ke dalam bangunan itu lebih dalam.


Slitherio sesekali membunuh orang-orang yang melintas di depannya, agar tidak menimbulkan kehebohan. Tentu cara membunuhnya tidaklah sehalus Assassin, tetapi setidaknya hanya ada sedikit suara yang terdengar ketika Slitherio membunuhnya.


Slitherio juga sesekali berhenti untuk mendengar letak penjara bawah tanah yang dipakai untuk mengurung Geisha.


Setelah curi dengar dengan para pelayan itu, ia langsung menghabisinya tanpa ampun. Tindakannya ini membuat orang-orang yang berada di Heaven Mansion berkurang. Ia juga mendapat informasi kalau sang kepala keluarga sedang melakukan kegiatan bersantainya, tanpa mengetahui kejadian yang terjadi di luar.


Di luar, kelima teman Slitherio sudah berhasil menerobos pertahanan Heaven Mansion dan hasil dari pertarungan itu adalah hancurnya beberapa bangunan yang ada di sekitar tempat pertarungan akibat skill FastStone yang mengendalikan senjata.


Senjatanya sesekali meleset hingga menghancurkan beberapa bangunan di sekitarnya. Senjata FastStone bisa dibilang sangat kuat, bahkan mampu menghancurkan beberapa bangunan hingga hancur tidak berbentuk lagi.


Setelah pasukan lawan sudah dimusnahkan, Atra mendapat pesan untuk menghancurkan Heaven Mansion hingga rata dengan tanah.


Atra kebingungan, tetapi tidak membantahnya. Kelimanya langsung menghancurkan Heaven Mansion bersama-sama.


Catatan Penulis:


Hai para pembaca yang terhormat,


Tidak terasa sudah sebulan saya berkarya di Mangatoon. Banyak sekali apresiasi yang saya terima disini, melebihi ekspetasi saya awalnya.


Banyak hal yang saya terima selama berkarya disini, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.


Saya juga berterimakasih pada pembaca yang mau membaca karya saya yang bisa saya bilang masih berantakan. Menurut saya begitu, berbeda dengan pembaca sekalian.


Dan, mungkin jika kalian memperhatikan ada banyak Typo yang bermunculan di beberapa chapter. Saya saja baru memperhatikannya setelah berulang kali membaca chapter-chapter tersebut.


Terima kasih juga karena rating karya saya yang terus berada di angka 5, akhirnya turun juga setelah hampir sebulan karya ini dirilis.


Say juga mengucapkan terima kasih karena setia menunggu chapter baru yang selalu saya atur jam 00.00.


Banyak hal yang ingin saya sampaikan, tetapi karena keterbatasan waktu membuat otak saya tidak bisa berpikir dengan benar.


Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada pembaca semua. Terus nantikan petualangan Slitherio dan teman-temannya.

__ADS_1


Salam,


Rio.


__ADS_2