Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
31. Persiapan pertempuran hari kedua


__ADS_3

Slitherio berbaring di tenda yang telah disediakan oleh Serioza. Atra dan Whu juga mendapat tenda yang sama, dan tenda mereka diletakkan di tempat yang sama dan bersebelahan.


“Jika dipikir lagi aku berhasil mendapatkan kekuatan begitu besarnya dalam waktu singkat.” Slitherio tersenyum ketika mengingat dirinya yang mendapatkan Soul Remaist dari Zon.


Slitherio kemudian memilih memutuskan sambungan dan memasang alarm tepat pukul 05.00 waktu Midvast untuk mengikuti pertempuran esok hari.


Mengingat ucapan Serioza yang masih terngiang di telinga Slitherio membuat Slitherio harus berada dalam kondisi sangat prima dan tidak mengalami kelelahan sedikit pun.


“Slitherio, Atra, Whu, aku menitipkan kedua anakku pada kalian untuk pertempuran besok. Aku bersama dua jenderalku masih dirawat.” Begitulah ucapan Serioza setelah Slitherio mengenalkan dirinya.


Salah satu Legendary Quest adalah Chapter 02: Attack, dimana Quest ini meminta para pemain untuk melindungi suatu kekaisaran dari invasi ras lain. Kekaisaran yang dimaksud tentunya tidak disebutkan, tapi Slitherio merasa kekaisaran yang dimaksud adalah Sky Empire mengingat kekaisaran ini sudah dikepung dari arah tenggara oleh pasukan ras Orc.


Slitherio pun memutuskan sambungan untuk mempersiapkan diri.


***


Ryan melepas V-Gearnya dan menatap keluar jendela. Ia menemukan hari masih siang dan sedang menuju sore hari.


Jam tepat menunjukkan 15.45 saat Ryan melepaskan V-Gearnya. Ia memilih keluar rumah untuk menggerakkan tubuhnya yang sedikit kaku akibat kebanyakan terbaring terus.


Ryan kembali masuk ketika tubuhnya sudah terasa tidak kaku lagi. Ia memilih tidur lagi mengingat ia tidak pernah tidur maupun istirahat akibat terus tersambung.


Entah Atra atau Whu juga melakukan hal yang sama ia tidak tau.


“Hm, masih ada sisa waktu banyak. Aku tidur dulu.” Ryan mengunci rumahnya lagi dan masuk ke kamarnya kemudian tertidur lagi. Ia memilih meletakkan V-Gearnya di tempat tidurnya agar ketika bangun nanti ia tidak menjatuhkan V-Gearnya.


Alarm berbunyi ketika waktu menunjukkan pukul 19.00 dan Ryan terbangun dengan cepat. Ia sudah merasa sedikit terlambat untuk mempersiapkan diri.


Ia membuat telur goreng dan memakannya tanpa nasi mengingat ia tidak pernah membuat nasi lagi sejak ia kembali dari latihannya dengan Zon.


Selesai makan, ia mencuci peralatan makannya beserta alat memasaknya tadi dan meraih pil gizi yang kemarin ia beli kemudian mengonsumsinya.


Selesai melakukan itu semua ia kembali ke kamarnya dan tersambung lagi dengan dunia seberang.


“Aku yakin mereka pasti sedang mencariku...” pikir Ryan sambil tertawa kecil.


***


Sky Empire...


“Dimana Tuan Slitherio?!” seru seorang penjaga ketika ia diminta memanggilkan Slitherio oleh kaisarnya, Serioza.


“Apa?! Dia tidak ada?!” pekik Serioza ketika mendengar laporan itu, “Tidak mungkin ia kabur setelah mendengar permintaanku kemarin. Temannya saja masih disini.” Pikir Serioza sambil melirik ke arah Whu dan Atra.


“Tidak mungkin ia meninggalkan kedua temannya...” pikir Serioza lagi.


Hanya Atra dan Whu yang masih tenang. Mereka sempat mendapat pesan dari Slitherio bahwa ia baru bangun dan sedang bersiap-siap tersambung.


“Begini, tadi kami sempat bertemu dengan Slitherio dan ia berkata ingin mencari udara segar...” belum selesai Atra menjelaskan sudah dipotong oleh Serioza.


“Dimana?!”


“Ehem, di... Hutan. Ya, di hutan.” Sahut Atra berbohong.


“Baiklah, kita cari Tuan Slitherio di hutan.” Serioza berseru kepada beberapa prajuritnya dan meminta mereka mencari Slitherio di hutan.

__ADS_1


Di saat yang bersamaan, Slitherio tersambung dan ia masih berbaring di tendanya. Ia melongok keluar lewat pintu tenda dan melihat orang-orang sedang berlarian entah mencari siapa.


Dengan santai, Slitherio keluar setelah mengenakan jubah, topeng, dan topi jeraminya kemudian berniat mencari Serioza. Tak lupa, ia mengeluarkan pedangnya dan meletakkannya di punggungnya.


Ia mengenakan pakaian berwarna hitam dengan jubah berlengan berwarna hitam dengan topeng yang diberikan July beserta topi jerami milik Asheuin.


Ia berjalan santai melewati orang-orang yang berlarian entah mencari siapa. Ia akhirnya sampai di depan tenda Serioza dan berniat masuk, tetapi seseorang membuka tenda dan melihat Slitherio.


“Tuan Slitherio?” tanya orang itu. Orang itu adalah Prince Xaviero.


Slitherio mengangguk dan Prince Xaviero mengajak Slitherio masuk serta menemui Serioza.


Di dalam, sudah ada Atra, Whu, Serioza bersama seorang pemuda belasan tahun yang Prince Xaviero beritahu namanya adalah Prince John.


Slitherio memberi hormatnya kemudian bersiap mendengarkan penjelasan Serioza.


“Seperti yang aku katakan kemarin, aku akan mengirim kedua putraku untuk turun bertempur melawan pasukan Zen.” Serioza memulai penjelasannya.


“Aku ingin Tuan Slitherio bersama kedua temannya ini untuk membantu kedua putraku ini.” Lanjut Serioza.


“Jadi?” tanya Slitherio.


“Berapa pasukan yang kau inginkan?” tanya Serioza.


Slitherio berpikir sejenak sebelum menjawab, “Seratus saja, pastikan kemampuan dan kekuatan mereka tidak jauh dari keseratus prajurit elit kalian itu.”


Serioza terasa lemas, keseratus Sky Knight itu adalah yang terelit dari yang elit dan sulit dicari yang kekuatannya setara. Tapi ia pun tersadar dari sesuatu.


“Xaviero, apa mantan jendral generasi sebelumnya masih hidup?” tanya Serioza sambil menatap Prince Xaviero.


“Iya, itu yang kumaksud.” Serioza tersenyum penuh makna.


Prince Xaviero pergi keluar tenda dan melesat menuju ibukota yang dapat ditempuh selama beberapa menit jika memakai kecepatan gerak Serioza dan kurang lebih satu jam jika memakai kecepatan Prince Xaviero sendiri.


Slitherio melihat keluar sejenak kemudian duduk dan memeriksa Statusnya.


“Status.”


Slitherio/Phoenix/Flame Knight/level 139


STR (299) INT (266) VIT (161) DEX(283) 


HP: 34.750


[Pemberitahuan naik level (Off)]


Slitherio terdiam melihat pengaturan itu. Ia kemudian memperhatikan pengaturan itu sekali lagi.


[Pemberitahuan naik level (Off) 


Nyalakan apabila ingin mendapat info kenaikan level. Pemberitahuan naik level akan dimatikan saat sudah mencapai level 100


Auto Equip (Off)


Pilih tempat peletakkan senjata (Pinggang)

__ADS_1


Pilih lagi yang lain apabila ingin merubah letak senjata.


Auto tingkatkan Status (On)


Matikan apabila ingin meningkatkan Status yang diinginkan]


Slitherio menghela napas panjang, “Pantas saja aku tidak mendapat pemberitahuan kenaikan level, ternyata karena mati.”


Slitherio kemudian menyalakan lagi pemberitahuan dan memindahkan peletakkan senjatanya di punggungnya.


Slitherio menggenggam gagang Flame Phoenix Sword sambil tersenyum tipis. 


Tiba-tiba, seorang prajurit masuk ke dalam tenda kemudian melaporkan sesuatu.


Dahi Serioza dan Slitherio mengkerut sedangkan Whu dan Atra sudah terlihat semangat bertarung.


Laporan itu berisi tentang pasukan lawan yang menuju tembok pertahanan sambil mengacungkan senjata. Pasukan itu dipimpin oleh Orc yang besar tubuhnya.


Slitherio berpikir Orc itu kemungkinannya adalah Fadexion mengingat lukanya tidak separah Zen maupun Fisvion.


Tak lama, seorang prajurit datang lagi dan mengatakan sesuatu.


“Lapor Yang Mulia, ada sebuah pasukan bantuan datang dengan jumlah yang lebih sedikit dibanding pasukan sebelumnya dan ikut bergabung.”


Serioza berpikir sesaat kemudian berkata, “Perintahkan 5 Commander untuk ikut serta dalam perang ini. Panggil juga pasukan yang mereka...” belum selesai Serioza berkata sudah dipotong oleh Slitherio.


“Aku hanya membutuhkan seratus prajurit yang aku minta tadi...” ujar Slitherio sambil berdiri.


Catatan Penulis:


Ada beberapa orang yang bertanya bagaimana caranya memberi tip di kolom komentar.


Disini saya akan menjelaskan lagi bagaimana cara memberi tip pada penulis.



Kalian bisa klik yang dikotakin itu.



Kemudian kalian klik yang dikotakin itu kalau ingin memberikan tip.



Nah, sekarang kalian bisa pilih berapa koin yang bisa diberikan kepada penulis.


Hanya dengan 14.000 kalian bisa memberikan tip kepada penulis sebesar 100 koin.


Saya tidak terlalu berharap dapat tip yang banyak karena yang paling penting saya masih bisa menyenangkan para pembaca semua dengan cerita yang saya buat.


Sekian saja dari saya.


Salam,


Rio.

__ADS_1


__ADS_2